3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilkada Buleleng – PASS Lengkapi Sukses PDIP di Bali atau Terjungkal?

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Ulasan

“Anggada” karya Putu Dian Ujiana, pemenang ketiga sayembara maskot Pilkada Buleleng. Sumber: kpu-bulelengkab.go.id

HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serentak. Event pertama dalam periodisasi penyelenggaraan pemilu langsung secara bersama-sama.

Di Bali, waktu itu ada enam kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Adalah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, dan Karangasem. Masing-masing kabupaten/kota ini memiliki pasangan calon atau paslon dengan jumlah berbeda. Kota Denpasar ada tiga paslon. Pasangan petahana atau incumbent IB Rai Dharmawijaya Mantra–IGN Jaya Negara. Dua penantangnya paslon Ketut Resmiyasa–IB Batu Agung, dan paslon Made Arjaya–Anak Agung Ayu Rai Sunasri.

Kemudian bergeser ke kabupaten terkaya di Bali yaitu Badung dengan dua paslon. Ada pasangan Nyoman Giriasa-Ketut Suiasa, dan pasangan I Made Sudiana-I Nyoman Sutrisno. Menuju kabupaten Lumbung Padi Tabanan terdapat dua paslon. Adalah paslon petahana Ni Putu Eka Wiryastuti dan Komang Gede Sanjaya, serta paslon Wayan Sarjana dan IB Komang Astawa Mertha.

Ujung barat Bali, Kabupaten Jembrana waktu itu punya dua paslon. Pasangan I Komang Sinatra-I Gusti Agung Ketut Sudanayasa menantang petahana I Putu Artha-Made Kembang Hartawan. Kabupaten Bangli petahana I Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Arta ditantang Ida Bagus Brahma Putra-Ketut Ridet. Lantas, di Gumi Lahar Kabupaten Karangasem ini terdapat tiga paslon. Adalah I Gusti Ayu Mas Sumatri-Wayan Artha Dipa (MASDIPA), I Made Sukerana-I Komang Kisid (SUKSES), dan I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati (SMS).

Dari enam gelaran di kabupaten/kota di Bali, nyaris semuanya milik para paslon dari Partai besutan Megawati, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kota Denpasar  pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara atau Dharma-Jaya (petahana), Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Gede Komang Sanjaya atau Eka-Jaya (petahana), lalu Bangli pasangan Made Gianyar dan SN Sedana Arta (petahana) dan Jembrana Putu Artha-Kembang (petahana).

Bahkan Kabupaten Badung dalam satu dekade atau dua kali even pilkada milik Partai Golkar kini jatuh dipelukan pasangan PDIP – Golkar Giri Prasta-I Ketut Suiasa. Di Kabupaten Karangasem, PDIP bisa saja mengambil hati pasangan Masdipa. Dia memang didukung Partai NasDem, Hanura, dan Partai Demokrat yang mengalihkan dukungan di-last minute.

Dari enam kabupaten/kota ini maka Bali sudah mutlak di genggaman PDIP. Tinggal mempertahankan pasangan Putu Agus Suradnyana dan I Nyoman Sutjidra (PASS) di Kabupaten Buleleng. Juga mengembalikan tradisi di Klungkung yang kini lepas ke tangan Gerindra. Jika berhasil maka Bali benar-benar menjadi kandang banteng PDIP. Praktis tinggal memenangkan kursi gubernur, maka Bali akan disebut Gubernur dan Bupati/Walikota PDIP.

Kini, giliran Kabupaten Buleleng. Tahun 2017 akan menjadi ‘barata’ Pilkada Buleleng. Kabupaten terluas di Bali ini akan memilih ‘penguasa’ bupati dan wakil bupati kesepuluh dalam sejarah pemerintahan Buleleng. Waktu setengah tahun tidaklah lama bagi calon pengusaha kabupaten yang dulu disebut Sunda Kecil ini. Ajang pilkada kali ini bak menjadi ladang pengukuhan bagi PDIP untuk menahbihkan sebagai ‘pengusaha’ Bali. Atau ini menjadi ajang pembuktian partai koalisi di bawah bendera Koalisi Bali Mandara (KBM).

Buleleng memiliki 9 kecamatan dan 148 desa/kelurahan dengan Bupati pertama Bagus Made Berata (1955-1960). Dengan karakteristik kultur-sosial masyakarat Gumi Panji Sakti yang berbeda dengan kabupaten lain, para pemangku politik akan hitung-hitungan siapa yang paling layak dicalonkan. Bukan hanya sekadar popularitas namun hitungan lainnya kedekatan emosional. Bulan telah berganti, deadline telah menanti. Para petinggi partai bersiap adu strategi.

PDIP dengan cepat mengusung pasangan petahana. Langkah paling tepat, kalau sudah calonnya petahana sulit ditumbangkan. Begitu kira-kira. Pasangan ideal PDIP ini Putu Agus Suradnyana dan I Nyoman Sutjidra (PASS). Sebagai Ketua Ketua DPC PDIP Buleleng, Suradnyana cukup gampang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Apalagi beberapa kali Megawati datang ke acara di Buleleng.

Dalam pilkada dengan sistem pemilihan langsung, calon yang diusung PDIP selalu unggul. Sebelumnya,  ada Putu Bagiada-Made Arga Pynatih (2007-2012). Lalu, digantikan Putu Agus Suradnyana dan I Nyoman Sutjidra (PASS). Lantas siapa yang bakal berani menantang PASS tahun 1917 nanti?

Kabar paling santer, koalisi KBM akan mengusung paslon di Buleleng, meskipun koalisi tarik-ulur. Ini juga menjadi kesempatan KBM untuk membuktikan bahwa koalisi ini tetap solid dan berhasil memenangkan perebutan kursi bupati dan wakil bupati. Koalisi racikan Golkar-Demokrat ini digadang-gadang bakal mengusung Ketut Rochineng. Birokrat asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali.

Secara hitung-hitungan, tentu akan terjadi pertarungan secara figur. Soal massa, Rochineng tidak bisa diremehkan. Maklum, selain menjadi birokrat juga petinggi organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Bali. Kini, Rochineng bakal menanti tandem yang kuat lagi untuk mengimbangi gempuran PASS.

Tampaknya ada penantang PASS yang lain, yakni calon independent. Dari kabar yang beredar, paket Dewa Sukrawan-Dharma Wijaya (Surya) sudah mengumpulkan dukungan untuk ikut bertarung dalam perhelatan Pilkada Buleleng. Akankah paket Surya bisa mengacaukan peta pertarungan PDIP dan KBM dan keluar sebagai pemenang? Tentu harus ditunggu.

Bertarung melawan petahana memang bukan perkara mudah, apalagi KBM dirongrong isu perpecahan seperti di kabupaten/kota lain pada pilkada kemarin. Pertarungan Pilkada Buleleng 2017 ini layak dinanti. Apakah PASS bisa mempertahankan kursinya sekaligus melengkapi kemenangan PDI-P di Bali, atau justru penantangnya mampu menjungkalkannya. (T)

Tags: baliPartai PolitikPilkadaPolitik
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Justru Karena Lembaga Intelek, Kampus Mesti Terlibat di Dunia Politik

Next Post

Balawan Konser di Kupang, Hasil Tiket untuk “Ngenteg Linggih”

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Balawan Konser di Kupang, Hasil Tiket untuk “Ngenteg Linggih”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co