Lahir dan dibesarkan di Situbondo, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan strata satu di Jurusan Musik (Barat), Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta. Setelah lulus, ia melanjutkan studi master dan doktoral dengan minat etnomusikologi di Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2017, ia mengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Panakajaya Hidayatullah memiliki minat dan ketertarikan khusus pada kajian musik dan seni pertunjukan masyarakat Madura di
Tapal Kuda, Jawa Timur. Berbagai publikasinya tentang kajian seni pertunjukan masyarakat Madura telah dipublikasikan di beberapa jurnal ilmiah, prosiding, bunga rampai, dan buletin.
Instagram: @panakajaya
PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...
Read moreDetailsJAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...
Read moreDetailsMarc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...
Read moreDetails

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...
Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...
LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....
“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...
HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co