7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hormat

Oka Rusmini by Oka Rusmini
February 19, 2018
in Esai
Hormat

KOPLAK berkali-kali memutar nomor telpon anak perempuan semata wayangnya, Ni Luh Putu Kemitir dengan tangan yang gemetar, dan detak jantung yang terasa tidak normal. Keringat dingin terus menetes. Ketiaknya basah. Punggungnya juga basah. Dahinya terasa panas.

Hatinya tidak tenang, karena terus gemetar Koplak pun semakin merasa diteror dengan perasaan tidak jelas. Oh Hyang Jagat! Hyang Widhi! Koplak terus nyerocos berusaha memanggil beragam kekuatan niskala yang dianggap bisa menenangkan aliran darahnya yang terasa mengalir dengan cara tidak benar.

“Jika menghadapi masalah dengan pikiran kusut, otomatis penyelesaiannya juga akan berbuntut.”

Kata Kacong serius.

“Berbuntut?”

“Ya, tidak akan tundas. Tidak juga tandas.”

“Bahasamu terlalu tinggi!”

“Mulai sekarang kita-kita ini yang harus berlatih belajar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, Koplak.”

“Kita?”

“Ya, minimal aku dan kamu.”

“Bicaramu seperti pejabat penting saja, Kacong.”

“Sekarang kita ini harus mulai belajar menghormati diri kita sendiri, Koplak. Kalau kita tidak  bisa menghormati diri kita sendiri. Memangnya siapa yang kamu suruh menghormati dirimu?”

“Sejak kapan kamu berubah jadi gila hormat?”

“Sejak tiang sadar bahwa sekecil apa pun diri ini harus kita hormati. Pejabat di Jakarta juga membuat undang-undang untuk menjaga kehormatannya. Masak kita tidak boleh menjaga kehormatan kita.”

Koplak makin panas dingin dan kembali memencet nomor telpon anak perempuan. Aneh sekali? Sudah hampir dua minggu, Kemitir tidak menengoknya? Kemana anak itu? Sadarkah anak perempuan semata wayangnya itu bahwa semakin hari dunia ini semakin buas dan ganas, juga panas.

“Kau sekarang pejabat, Koplak.”

“Hanya Kades.”

“Itu namanya tetap p e j a b a t. Pemilik k e k u a s a an!”

“Maksudmu apa, Kacong?”

Koplak semakin pusing dengan kata-kata Kacong, tetangga di depan rumahnya yang selalu gelisah, jujur saja setiap kedatangan Kacong ke rumah Koplak. Koplak merasa terganggu. Tepatnya, tidak nyaman. Bagaimana mungkin Kacong, lelaki seumuran dirinya yang tidak pernah menikah dan tidak juga suka kerja keras memiliki ide-ide yang kadang-kadang tidak masuk akal. Ada saja yang dibicarakannya. Semua warga di desa Sawut tahu persis, jika Kacong bertandang itu artinya duitnya sudah menipis, dan lelaki bertubuh pendek dan bulat itu bertandang dengan tujuan meminta ikut minum kopi. Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sawut, memberi kopi kepada Kacong. Memang mereka tidak mengeluh, Kacong juga tidak minta ini-itu. Dikasih ya, syukur. Tidak dikasih lelaki itu juga tidak protes juga tidak mengamuk.

Dan, pagi ini, giliran Koplak kedatangan Kacong. Seperti biasa lelaki itu bahkan tidak mandi. Baunya cukup menyengat. Koplak memang merasa sedikit terganggu juga, tetapi sebagai “sepuh” di desa Sawut, Koplak pun harus berusaha menyusun kekuatan untuk “tabah” berhadapan dengan beragam konsep-konsep yang selalu dikeluarkan Kacong. Lelaki tambun ini memang sesungguhnya tidak bodoh, hanya malasnya minta ampun! Kadang-kadang membuat senewen juga.

“Tiang tidak ingin kawin, kawin buat hidup jadi ribet dan ruwet. Hidup sendiri itu lebih terhormat, tidak menganggu orang lain. Tidak juga merugikan orang lain. Contohnya, jika tiang ingin teman ngobrol cukup datang ke tempat tetangga. Minimal ikut menghibur diri sambil ikut minum kopi. Itu kan pekerjaan terhormat. Minimal ikut mengusir rusuh-rusuh di hati. Dengan berbicara dengan tiang kau pasti merasa terhibur, Koplak.” Kacong berkata santai sambil menghirup wangi kopi yang disuguhkan Koplak. Sejak tadi kopi itu belum juga diteguknya.

Koplak terdiam. Kembali melirik telpon genggamnya. Ke mana Kemitir? Di mana posisinya saat ini? Hati Koplak cemas sekaligus gemas!

“Kau punya pacar? Seperti anak abg saja sebentar-sebentar melirik hp?” Kacong berkata pelan. Koplak mendelik, wajahnya berubah tidak senang.

“Sudah layak kamu punya istri lagi, Koplak. Kamu itu kan Kades, harus punya bu Kades minimal untuk menemani kau menggunting pita jika ada perayakan di desa ini.” Kacong terus nyerocos tentang ini-itu. Koplak semakin pening, pikirannya kacau, kemana Kemitir? Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi padanya? Pikirannya macam-macam. Apalagi tadi pagi dia membaca sebuah berita seorang anak perempuan yang duduk di bangku SMP ditemukan tidak bernyata setelah bersetubuh dengan pacarnya yang usianya jauh lebih tua. Koplak terus memencet telponnya. Tetap tidak ada tanda-tanda bahwa telpon anaknya hidup.

Sementara Kacong terus berteori tentang menjadi manusia terhormat. Koplak makin pusing, dadanya turun naik antara menahan marah dan sumpek.

“Kacong! Bisakah kau pulang?! Aku sedang tidak enak badan!” Koplak berusaha mengusir Kacong yang melongo dan menatap Koplak dengan tatapan aneh. Koplak menarik nafas, untung tidak keluar kata-kata kasar dan meracau. Kacong pun beringsut dari kursi dan bergegas pergi dengan tatapan penuh tanda tanya. Koplak kembali menarik nafas, jantungnya terasa berdetak kembali kali ini lebih cepat dan tidak beraturan, ketika Kemitir sudah berdiri di depan pintu pagar dan menatap Koplak dengan penuh tanda tanya.

“Kenapa pan Kacong pergi terburu-buru. Kemitir kan sudah bilang pada Bape, kalau ingin dihormati warga, Bape sebagai penguasa di desa ini harus juga hormat pada warga. Jangan minta dihormati saja. Jadi penguasa yang memegang kekuasaan itu juga harus tahu diri, Bape. Bape sekarang berkuasa dan menjadi warga desa Sawut yang dihormati kan karena rakyat desa Sawut. Bape ingin bergaya seperti orang-orang yang berkuasa di TV itu? Sudah korupsi! Tidak punya malu, dan masih gila hormat…. Tidak bisa dikritik, mau menang sendiri! “ Kemitir terus bicara dan menatap mata Koplak heran. Koplak terdiam. Menahan nafas sebelum membela diri.  Koplak tersenyum.Syukurlah, Kemitir masih sehat. Masih hidup! Koplak berkata dalam hati. Kemitir menatap ayahnya sambil mengeryitkan alisnya. Lalu memegang dahi Koplak.

“Bape sakit?” Kemitir menatap Koplak dengan tatapan aneh. (T)

 

Tags: kehidupanrenungan
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang “Kemana Harusnya Aku Cari?”

Next Post

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Ibu dari seorang anak lelaki. Yang mencoba memotret beragam kondisi sosial, budaya, dan politik di Indonesia dengan cara karikatural. Ala orang "Bali".

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co