13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hormat

Oka Rusmini by Oka Rusmini
February 19, 2018
in Esai
Hormat

KOPLAK berkali-kali memutar nomor telpon anak perempuan semata wayangnya, Ni Luh Putu Kemitir dengan tangan yang gemetar, dan detak jantung yang terasa tidak normal. Keringat dingin terus menetes. Ketiaknya basah. Punggungnya juga basah. Dahinya terasa panas.

Hatinya tidak tenang, karena terus gemetar Koplak pun semakin merasa diteror dengan perasaan tidak jelas. Oh Hyang Jagat! Hyang Widhi! Koplak terus nyerocos berusaha memanggil beragam kekuatan niskala yang dianggap bisa menenangkan aliran darahnya yang terasa mengalir dengan cara tidak benar.

“Jika menghadapi masalah dengan pikiran kusut, otomatis penyelesaiannya juga akan berbuntut.”

Kata Kacong serius.

“Berbuntut?”

“Ya, tidak akan tundas. Tidak juga tandas.”

“Bahasamu terlalu tinggi!”

“Mulai sekarang kita-kita ini yang harus berlatih belajar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, Koplak.”

“Kita?”

“Ya, minimal aku dan kamu.”

“Bicaramu seperti pejabat penting saja, Kacong.”

“Sekarang kita ini harus mulai belajar menghormati diri kita sendiri, Koplak. Kalau kita tidak  bisa menghormati diri kita sendiri. Memangnya siapa yang kamu suruh menghormati dirimu?”

“Sejak kapan kamu berubah jadi gila hormat?”

“Sejak tiang sadar bahwa sekecil apa pun diri ini harus kita hormati. Pejabat di Jakarta juga membuat undang-undang untuk menjaga kehormatannya. Masak kita tidak boleh menjaga kehormatan kita.”

Koplak makin panas dingin dan kembali memencet nomor telpon anak perempuan. Aneh sekali? Sudah hampir dua minggu, Kemitir tidak menengoknya? Kemana anak itu? Sadarkah anak perempuan semata wayangnya itu bahwa semakin hari dunia ini semakin buas dan ganas, juga panas.

“Kau sekarang pejabat, Koplak.”

“Hanya Kades.”

“Itu namanya tetap p e j a b a t. Pemilik k e k u a s a an!”

“Maksudmu apa, Kacong?”

Koplak semakin pusing dengan kata-kata Kacong, tetangga di depan rumahnya yang selalu gelisah, jujur saja setiap kedatangan Kacong ke rumah Koplak. Koplak merasa terganggu. Tepatnya, tidak nyaman. Bagaimana mungkin Kacong, lelaki seumuran dirinya yang tidak pernah menikah dan tidak juga suka kerja keras memiliki ide-ide yang kadang-kadang tidak masuk akal. Ada saja yang dibicarakannya. Semua warga di desa Sawut tahu persis, jika Kacong bertandang itu artinya duitnya sudah menipis, dan lelaki bertubuh pendek dan bulat itu bertandang dengan tujuan meminta ikut minum kopi. Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sawut, memberi kopi kepada Kacong. Memang mereka tidak mengeluh, Kacong juga tidak minta ini-itu. Dikasih ya, syukur. Tidak dikasih lelaki itu juga tidak protes juga tidak mengamuk.

Dan, pagi ini, giliran Koplak kedatangan Kacong. Seperti biasa lelaki itu bahkan tidak mandi. Baunya cukup menyengat. Koplak memang merasa sedikit terganggu juga, tetapi sebagai “sepuh” di desa Sawut, Koplak pun harus berusaha menyusun kekuatan untuk “tabah” berhadapan dengan beragam konsep-konsep yang selalu dikeluarkan Kacong. Lelaki tambun ini memang sesungguhnya tidak bodoh, hanya malasnya minta ampun! Kadang-kadang membuat senewen juga.

“Tiang tidak ingin kawin, kawin buat hidup jadi ribet dan ruwet. Hidup sendiri itu lebih terhormat, tidak menganggu orang lain. Tidak juga merugikan orang lain. Contohnya, jika tiang ingin teman ngobrol cukup datang ke tempat tetangga. Minimal ikut menghibur diri sambil ikut minum kopi. Itu kan pekerjaan terhormat. Minimal ikut mengusir rusuh-rusuh di hati. Dengan berbicara dengan tiang kau pasti merasa terhibur, Koplak.” Kacong berkata santai sambil menghirup wangi kopi yang disuguhkan Koplak. Sejak tadi kopi itu belum juga diteguknya.

Koplak terdiam. Kembali melirik telpon genggamnya. Ke mana Kemitir? Di mana posisinya saat ini? Hati Koplak cemas sekaligus gemas!

“Kau punya pacar? Seperti anak abg saja sebentar-sebentar melirik hp?” Kacong berkata pelan. Koplak mendelik, wajahnya berubah tidak senang.

“Sudah layak kamu punya istri lagi, Koplak. Kamu itu kan Kades, harus punya bu Kades minimal untuk menemani kau menggunting pita jika ada perayakan di desa ini.” Kacong terus nyerocos tentang ini-itu. Koplak semakin pening, pikirannya kacau, kemana Kemitir? Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi padanya? Pikirannya macam-macam. Apalagi tadi pagi dia membaca sebuah berita seorang anak perempuan yang duduk di bangku SMP ditemukan tidak bernyata setelah bersetubuh dengan pacarnya yang usianya jauh lebih tua. Koplak terus memencet telponnya. Tetap tidak ada tanda-tanda bahwa telpon anaknya hidup.

Sementara Kacong terus berteori tentang menjadi manusia terhormat. Koplak makin pusing, dadanya turun naik antara menahan marah dan sumpek.

“Kacong! Bisakah kau pulang?! Aku sedang tidak enak badan!” Koplak berusaha mengusir Kacong yang melongo dan menatap Koplak dengan tatapan aneh. Koplak menarik nafas, untung tidak keluar kata-kata kasar dan meracau. Kacong pun beringsut dari kursi dan bergegas pergi dengan tatapan penuh tanda tanya. Koplak kembali menarik nafas, jantungnya terasa berdetak kembali kali ini lebih cepat dan tidak beraturan, ketika Kemitir sudah berdiri di depan pintu pagar dan menatap Koplak dengan penuh tanda tanya.

“Kenapa pan Kacong pergi terburu-buru. Kemitir kan sudah bilang pada Bape, kalau ingin dihormati warga, Bape sebagai penguasa di desa ini harus juga hormat pada warga. Jangan minta dihormati saja. Jadi penguasa yang memegang kekuasaan itu juga harus tahu diri, Bape. Bape sekarang berkuasa dan menjadi warga desa Sawut yang dihormati kan karena rakyat desa Sawut. Bape ingin bergaya seperti orang-orang yang berkuasa di TV itu? Sudah korupsi! Tidak punya malu, dan masih gila hormat…. Tidak bisa dikritik, mau menang sendiri! “ Kemitir terus bicara dan menatap mata Koplak heran. Koplak terdiam. Menahan nafas sebelum membela diri.  Koplak tersenyum.Syukurlah, Kemitir masih sehat. Masih hidup! Koplak berkata dalam hati. Kemitir menatap ayahnya sambil mengeryitkan alisnya. Lalu memegang dahi Koplak.

“Bape sakit?” Kemitir menatap Koplak dengan tatapan aneh. (T)

 

Tags: kehidupanrenungan
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang “Kemana Harusnya Aku Cari?”

Next Post

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Sumadi, Putra Nusa Penida, dan Mural di Dinding Vila

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co