25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
in Khas
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 | Foto: Istimewa

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali mendapat ruang di tengah kehidupan masyarakat Bali. Ajang budaya ini tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga ruang pelestarian tradisi lisan sekaligus penguatan nilai agama, seni, sastra, dan karakter generasi muda. UDG XXXIII berlangsung pada 11–16 September 2026 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali.

Dalam kehidupan keagamaan umat Hindu di Bali, dharmagita memiliki kedudukan penting. Nyanyian suci ini kerap hadir dalam berbagai pelaksanaan upacara yadnya, sekaligus menjadi sarana kirtanam atau memuja dan mengagungkan Tuhan melalui lantunan suara. Di dalamnya terkandung nilai etika, sradha, bhakti, serta ajaran moral yang diwariskan melalui sastra keagamaan.

Karena itu, dharmagita juga memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya Bali. Kemampuan melantunkan tembang secara tepat hanyalah salah satu bagian. Lebih jauh, tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat Bali mewariskan pengetahuan, nilai spiritual, dan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. “Semangat tersebut menjadi salah satu dasar penyelenggaraan UDG XXXIII,” ucapnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kurator UDG XXXIII, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Ia menegaskan bahwa UDG merupakan bagian dari upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. “UDG tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang pelestarian tradisi lisan sekaligus penguatan nilai agama, seni, sastra, dan karakter generasi muda,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., | Foto: Istimewa

Kegiatan tersebut, lanjut Prof. Suarka, sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, yang memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk warisan budaya seperti sloka, palawakya, gaguritan, kakawin, kidung, dan dharmawacana.

Tidak Sekadar Lomba

Ruang yang dibangun melalui UDG juga terlihat dari peserta yang terlibat. Alit Suryana mengatakan, UDG XXXIII melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk berkompetisi, tetapi juga mengikuti proses pembinaan dan latihan agar mampu memahami isi serta makna dharmagita yang dibawakan.

Tahun ini, UDG XXXIII menyajikan 11 bidang lomba dengan 37 kategori. Materi yang dilombakan antara lain membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali, dharmawacana Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada, dan dharmacarita.

Keragaman kategori tersebut memperlihatkan luasnya tradisi dharmagita sekaligus memberikan ruang bagi berbagai kelompok usia untuk terlibat. Anak-anak dapat mulai mengenal sastra dan nyanyian keagamaan sejak dini, sementara remaja dan orang dewasa mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap tradisi yang mereka warisi.

“Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri dengan mengedepankan objektivitas dan ketentuan yang telah ditetapkan. Para pemenang selanjutnya dipersiapkan menjadi wakil Provinsi Bali pada Utsawa Dharmagita tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Palu, Sulawesi Tengah.”

Menghidupkan Tradisi di Ruang Publik

Perjumpaan antarpeserta dari berbagai daerah di Bali akan berlangsung di UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Tempat ini dipilih karena memiliki posisi penting sebagai salah satu ruang kegiatan seni dan budaya di Bali. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadikan Taman Budaya bukan hanya arena perlombaan, tetapi juga ruang perjumpaan antargenerasi dan komunitas budaya.

UDG XXXIII akan dibuka pada 11 September 2026 oleh Gubernur Bali dengan menyajikan sasolahan yang dipersembahkan Sanggar Seni KOKAR. Pertunjukan ini memberikan warna tersendiri sekaligus menegaskan bahwa UDG tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan perlombaan, tetapi berada dalam ekosistem seni dan budaya Bali yang lebih luas.

Rangkaian sasolahan kembali hadir pada 15 September melalui kolaborasi dengan UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Pertunjukan dikemas dalam perpaduan drama, tari klasik Bali, dan iringan tabuh atau gamelan Bali.

Perpaduan tersebut menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas pertunjukan. Sasolahan tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, pendamping, dan masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan seni Bali yang bersumber dari sastra tradisional.

Seminar, Membuka Ruang Dialog

Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 | Foto: Istimewa

Selain perlombaan dan pertunjukan, UDG XXXIII juga menghadirkan ruang untuk membicarakan dharmagita. Salah satu hal baru dalam pelaksanaan tahun ini adalah penyelenggaraan seminar dharmagita pada 15 September 2026. Kegiatan ini menjadi inovasi yang membedakan pelaksanaan UDG tahun ini dari penyelenggaraan sebelumnya.

Seminar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang dharmagita untuk membahas nilai, perkembangan, serta upaya pelestarian tradisi lisan tersebut. Sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat umum dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Kehadiran seminar memperluas ruang UDG dari sekadar kompetisi menjadi ruang pertukaran pengetahuan. Dharmagita tidak hanya didengar dan dilombakan, tetapi juga dibicarakan, dipahami, dan dikaji agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Langkah tersebut penting di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat. Pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuknya, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap makna dan nilai yang dikandungnya.

Dharmagita dan Atma Kerthi

“UDG XXXIII mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, yang menempatkan dharmagita bukan hanya sebagai seni melantunkan tembang atau sastra keagamaan, tetapi juga sebagai media untuk memahami, menghayati, dan menjalankan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Bidang Dokumentasi dan Sejarah, I Made Dana Tenaya, S.E., M.M., Minggu, 23 Agustus 2026.

Gagasan tersebut kemudian bertemu dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma” yang memiliki keterkaitan dengan semangat Atma Kerthi dalam pembangunan kebudayaan Bali. Keduanya menempatkan manusia sebagai bagian penting dari proses pembangunan dan pemuliaan kehidupan.

Melalui dharmagita, nilai-nilai yang bersumber dari sastra keagamaan disampaikan dalam bentuk nyanyian suci yang memiliki kekuatan estetika sekaligus spiritual. Nilai moral, etika, sradha, dan bhakti yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk kesadaran diri serta karakter masyarakat.

Dalam konteks tersebut, UDG XXXIII tidak hanya berbicara tentang kemampuan seseorang membaca sloka atau melantunkan kakawin. Di balik kompetisi tersebut terdapat upaya untuk membangun manusia Bali yang memahami akar budayanya, memiliki keyakinan dan karakter, serta mampu membawa nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Pelestarian dharmagita dengan demikian tidak berhenti pada upaya menjaga sebuah bentuk kesenian. Di dalamnya terdapat pengetahuan, sastra, nilai spiritual, dan identitas budaya yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika tradisi tersebut dipelajari oleh anak-anak dan generasi muda, proses pewarisan itu terus berlangsung.

Rangkaian UDG XXXIII ditutup pada 16 September 2026. Para juara dari setiap kategori akan menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi mereka. Penghargaan tersebut direncanakan diserahkan oleh Gubernur Bali bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Dari panggung perlombaan hingga ruang seminar, dari lantunan sloka hingga sasolahan, UDG XXXIII mempertemukan tradisi yang diwariskan dengan generasi yang akan meneruskannya. Di tengah perubahan kehidupan masyarakat Bali, ruang-ruang semacam ini menjadi penting agar dharmagita tetap terdengar, dipahami, dan dipraktikkan, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai bagian dari kehidupan Bali hari ini dan kelak.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Provinsi BaliUtsawa DharmagitaUtsawa Dharmagita 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Next Post

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Next Post
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Khas

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Khas

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co