25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
in Panggung
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh di Asia Tenggara itu akan kembali hadir di Ubud, pada 21–25 Oktober. Lebih dari 150 penulis, pemikir, jurnalis, dan penyair terkemuka dari Indonesia dan sekitarnya akan berkumpul dalam lebih dari 100 sesi percakapan dan diskusi panel.

Tahun ini, UWRF mengusung tema ‘Samarasā’: Awareness, Empathy, Action. Melalui beragam cerita tentang manusia dan kehidupan, festival mengajak peserta memahami diri sendiri, mendengarkan sudut pandang orang lain, membangun empati, dan bersama-sama menciptakan perubahan.

“Di tengah dunia yang semakin terpecah, kesadaran membantu kita melihat segala sesuatu dengan lebih jernih di tengah begitu banyak suara. Empati membantu kita memahami satu sama lain dan menemukan jalan untuk saling terhubung,” ujar Janet DeNeefe, Founder dan Director UWRF.

“Namun, kesadaran dan empati perlu diwujudkan dalam tindakan. Tindakanlah yang membuat perubahan bisa terjadi. Semangat ini hadir dalam seluruh program tahun ini, mulai dari percakapan bersama penulis, diskusi panel, makan siang sastra, hingga pertunjukan spoken word yang berlangsung hingga larut malam,” lanjutnya.

Christina M. Udiani, Leila S. Chudori, dan Debra Yatim di UWRF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Kisah Personal dan Keberanian Bersuara

Semangat itu hadir antara lain melalui kisah Tari Lang. Dalam sesi percakapan tentang memoarnya, ‘My Neighbour, The Dictator’, ia akan berbagi pengalaman ketika berusia 14 tahun pada 1965, saat kudeta Jenderal Soeharto membuat kedua orang tuanya dipenjara tanpa peradilan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Tari dan terus memengaruhi kehidupan serta cara pandangnya hingga hari ini.

Keberanian untuk bersuara juga mendapat ruang besar. Dalam ‘Defying Silence Together’, jurnalis investigasi Dandhy Laksono akan berbincang dengan novelis Randa Abdel-Fattah, yang batal tampil di Adelaide Writers’ Week dan kemudian mendapat dukungan dari sejumlah peserta yang memilih menarik diri dari festival tersebut.

Persoalan kebenaran, sensor, dan kebebasan berekspresi berlanjut dalam ‘Forbidden Stories: Banned Media and Magazines’ bersama aktivis hak asasi manusia Todung Mulya Lubis. Sementara ‘The Violence of Culture’ bersama Michael Shaikh dan Yirga Gelaw Woldeyes akan membahas lebih jauh risiko dan tantangan yang dihadapi mereka yang memilih untuk bersuara. Selain itu, Dandhy Laksono juga akan membahas bukunya, Reset Indonesia, yang mengangkat isu reformasi sosial-politik dan keadilan lingkungan.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Suara, Teknologi dan Pengalaman Manusia

Di tengah perubahan zaman, cara manusia hidup dan bercerita pun ikut bergeser. Ketika kecerdasan buatan semakin masuk ke berbagai sisi kehidupan, UWRF menghadirkan dua sesi yang membahas pengaruh teknologi terhadap dunia yang kita tinggali. ‘Burning Books, Accepting Artifice: Man or Machine’ akan menghadirkan Brian Lang dan Dee Lestari. Sementara ‘Reimagining the World: Nation-state and Technology’ mempertemukan Richard King dengan novelis Inggris Rana Dasgupta.

Festival tahun ini juga tidak hanya berbicara tentang siapa yang bercerita, tetapi siapa yang mendapat kesempatan untuk menyuarakan kisahnya. Beragam suara dari berbagai negara dan latar belakang dihadirkan untuk membangun hubungan dan solidaritas di tengah perbedaan.

Melalui ‘The Bandung Conference of Writers’, para penulis dari Asia dan Afrika akan berkumpul untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. Sementara ‘Literature: A Mirror to the World’ mempertemukan pemenang Man Booker Prize 2006, Kiran Desai dan penulis Palestina, Adania Shibli dalam percakapan yang mempertanyakan berbagai kekuatan yang menentukan posisi dan peran manusia dalam masyarakat.

Suara perempuan dan persoalan tentang tubuh menjadi bagian penting lainnya. Dalam ‘Women Who Write Women’, akademisi, aktivis, dan penulis keturunan Afrika Selatan-Australia, Sisonke Msimang akan berbincang bersama penulis Bali, Oka Rusmini dan sejumlah pembicara lainnya mengenai pengalaman dan suara perempuan dalam berbagai konteks.

Amanda Echanis, melalui ‘The Domestic is Political’, akan membahas bagaimana hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan ruang domestik berkaitan dengan persoalan yang lebih luas di masyarakat. Adapun Tiffany Tsao, yang masuk dalam daftar panjang International Booker Prize 2022, akan membicarakan bagaimana cerita perempuan dapat terus hidup dan menjangkau pembaca melalui penerjemahan dalam ‘Translating Women is Translating Change’.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Percakapan kemudian bergerak ke pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia: kehilangan dan bertambahnya usia.

Dalam ‘The Story of a Heart’, dokter perawatan paliatif sekaligus penulis buku laris Rachel Clarke akan berbagi kisah tentang kehidupan, kematian, dan sisi kemanusiaan dalam dunia perawatan paliatif. Sementara penulis Pakistan Fatima Bhutto akan berbicara tentang kekerasan dan perjuangan untuk bertahan hidup melalui ‘The Hour of the Wolf’.

David Carlin dan Peta Murray, penulis bersama How to Dress for Old Age, mengajak peserta melihat proses menua dengan cara berbeda melalui ‘Ageing: A Social Movement’. Sesi tersebut membicarakan bagaimana seseorang dapat menjalani usia lanjut dengan tetap memiliki suara, pilihan, dan kehidupan yang diinginkan, dengan pendekatan yang tajam sekaligus jenaka.

Dunia sastra anak juga mendapat tempat melalui Reda Gaudiamo. Dalam ‘Big Worlds for Little Readers’, penulis sekaligus musisi itu akan berbagi tentang bagaimana menulis untuk pembaca muda, sekaligus menghadirkan cerita yang mampu membicarakan tema-tema besar dengan bahasa yang sederhana, hangat, dan penuh imajinasi.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Untuk pertama kalinya, Ali Sethi juga akan hadir di UWRF. Penulis, komponis, dan performer asal Pakistan-Amerika yang dikenal luas melalui lagu hit Pasoori itu akan berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya serta hubungan antara musik, budaya, kerinduan, dan identitas.

“Kami sangat bangga dapat menghadirkan Ali Sethi di Festival tahun ini. Karyanya mencerminkan semangat yang ingin kami hadirkan di UWRF: mengangkat cerita dan pengalaman manusia, memberi ruang bagi kerinduan dan identitas, serta mengingatkan kita pada kemampuan manusia untuk berubah, beradaptasi, berharap, mencintai, mendengarkan, dan didengarkan,” ujar Namal Siddiqui, Head of Programming.

Lebih dari 100 acara yang digelar tahun ini pada akhirnya membawa beragam kisah dan gagasan ke dalam satu ruang yang sama: ruang untuk mendengar, memahami, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Dari sejarah personal dan kebebasan bersuara hingga teknologi, perempuan, kehilangan, usia, musik, dan identitas, semangat ‘Samarasā’ menjadi benang merah yang menghubungkan percakapan-percakapan tersebut.

Tiket festival kini telah tersedia dalam pilihan 1-Day Festival Pass dan 4-Day Festival Pass. 1-Day Festival Pass memberikan akses ke seluruh program utama pada hari yang dipilih, sementara 4-Day Festival Pass memberikan keleluasaan untuk datang dan mengikuti program selama empat hari festival. Informasi mengenai tiket, bisa diakses melalui laman ubudwritersfestival.com/tickets. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasisastraUbudUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karnaval dan Kemacetan Sosial

Next Post

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Khas

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Khas

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co