28 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
in Khas
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Anak-anak beraktivitas di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya yang tersembunyi, membuat banyak orang mungkin tak pernah menyadari bahwa di sana terdapat Perpustakaan Widya Kusuma. Padahal, selama lebih dari sebulan terakhir, ruang yang biasanya sepi itu menjelma menjadi salah satu titik temu paling hangat bagi buku, seni, dan percakapan.

Di tempat itulah Beranda Pustaka 2026 berlangsung. Bukan sekadar pameran buku dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, melainkan sebuah upaya menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi siapa saja. Selama 43 hari, sejak 13 Juni hingga 25 Juli 2026, perpustakaan yang sehari-hari lebih sering tertutup itu dipenuhi berbagai macam aktivitas. Orang datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga membaca, berdiskusi, mengikuti peluncuran buku, ataupun sekadar beristirahat dari riuhnya festival.

Keputusan memperpanjang penyelenggaraan menjadi lebih dari enam pekan ꟷ sedari perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-48 ꟷ menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung sekitar dua pekan.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

 

Komunitas Aghumi, yang dipercaya mengelola Beranda Pustaka tahun ini, memang tidak menginginkan program tersebut sekadar sebagai agenda festival. Mereka ingin perpustakaan kembali menjalankan fungsi yang paling mendasar: menjadi ruang yang hidup.

“Beranda Pustaka kami hadirkan bukan sekadar sebagai pameran buku, melainkan sebagai upaya mengaktivasi Perpustakaan Widya Kusuma yang dibangun sejak tahun 1970-an sebagai ruang publik. Yang kami bangun adalah ruang yang mempertemukan buku, pembaca, penulis, penerbit, komunitas, dan masyarakat untuk membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan,” ujar Wulan Dewi Saraswati, Direktur Kreatif Komunitas Aghumi sekaligus penanggung jawab Beranda Pustaka 2026.

Bagi Wulan, teks tidak pernah berhenti sebagai deretan kata di atas kertas. Buku menjadi medium untuk membaca kehidupan, memahami kota, mengingat budaya, sekaligus merefleksikan kehidupan manusia.

Pandangan itu terasa nyata ketika memasuki ruang perpustakaan. Di salah satu sudut, sekelompok anak-anak duduk melingkar membaca buku cerita bergambar. Di meja lain, sekelompok remaja berdiskusi sembari membuka halaman demi halaman buku yang baru mereka temukan. Ada pula yang datang membawa tugas sekolah, memanfaatkan suasana tenang perpustakaan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Pengalaman itulah paling membekas bagi I Gusti Putu Oka Wikan Nanda, siswa berusia 16 tahun yang menjadi Koordinator Buku Beranda Pustaka 2026. Selama lebih dari satu bulan mendampingi kegiatan, ia menyaksikan sendiri bagaimana perpustakaan berubah menjadi ruang yang akrab bagi banyak orang.

“Selama jadi koordinator buku di Beranda Pustaka, saya senang bisa turut berkontribusi menghadirkan sebuah ruang temu antara literasi, buku, dan kesenian bersama Komunitas Aghumi. Selama 43 hari ini, banyak anak-anak yang sering mampir ke Beranda Pustaka untuk membaca buku dongeng, mengobrol, membuat PR, dan berbagai aktivitas lainnya. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa turut menciptakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk ‘memperlambat diri’ sejenak di tengah derasnya arus kehidupan saat ini,” tuturnya.

Ungkapan ‘memperlambat diri’ barangkali menjadi salah satu gambaran paling tepat tentang suasana Beranda Pustaka. Di tengah budaya digital serba cepat, membaca menuntut ritme yang berbeda. Orang harus berhenti sejenak, membuka halaman demi halaman, memberi waktu bagi pikiran untuk menyerap makna. Ruang seperti inilah yang perlahan mulai langka di kota-kota besar.

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Karena itu, keberadaan Beranda Pustaka sesungguhnya melampaui fungsi festival. Ia menghadirkan pengalaman membaca sebagai aktivitas sosial. Buku bukan lagi benda yang diam di rak, melainkan alasan untuk bertemu, berbincang, saling bertukar rekomendasi, bahkan membangun komunitas baru.

Akademisi dan pengamat sastra, I Made Sujaya, menilai keberadaan Beranda Pustaka patut dipertahankan.

“Tahun ini, saya hanya dua kali hadir ke Beranda Pustaka, jadi memang tidak mengikuti secara intens. Tapi, Beranda Pustaka saya rasa tetap harus ada. Pengelolaannya terus diperbarui sehingga makin menarik orang untuk mampir. Beranda Pustaka makin baik, terutama keragaman kegiatan dan produksi konten di media sosial,” ujarnya.

Menurut Sujaya, pengembangan program tetap perlu dilakukan agar dampaknya semakin besar terhadap ekosistem literasi Bali. Salah satunya dengan memberi ruang yang lebih luas bagi karya-karya penulis lokal.

“Acara peluncuran dan diskusi buku perlu memberi ruang lebih banyak bagi buku-buku karya pengarang atau penulis lokal,” tambahnya.

Pandangan serupa turut disampaikan I Made Adnyana, akademisi sekaligus pengamat musik. Menurutnya, penyelenggaraan Beranda Pustaka tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup jelas.

“Beranda Pustaka tahun ini lebih rapi dan teratur. Ada upaya serius untuk mengabarkan keberadaannya kepada publik. Berbagai kegiatan pendukung yang dihadirkan pun menjadikan Beranda Pustaka lebih menarik dan lebih ramai,” kata penulis buku ‘Kènè Kèto Musik Bali’ itu.

Tentu masih ada tantangan yang harus dijawab. Letak perpustakaan yang tersembunyi membuat banyak pengunjung festival tidak menyadari keberadaan Beranda Pustaka. Ironisnya, perpustakaan yang nyaman dengan fasilitas memadai itu justru lebih sering tertutup pada hari-hari biasa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa ruang publik yang dibangun untuk masyarakat belum benar-benar hadir dalam keseharian masyarakat?

Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026│Foto: Dok. Aghumi

Barangkali di situlah makna terpenting Beranda Pustaka. Program ini menunjukkan bahwa persoalan literasi bukan sekadar soal ketersediaan buku atau rendahnya minat baca, melainkan bagaimana menghadirkan ruang yang membuat orang ingin datang, membaca, berbincang, dan kembali lagi esok hari.

Harapan itu pula yang disampaikan Wulan Dewi Saraswati. Baginya, pengalaman selama 43 hari membuktikan bahwa ruang membaca masih dibutuhkan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia.

“Literasi bukan hanya milik dunia sastra, tetapi kebutuhan setiap orang,” ujarnya. Ia berharap Beranda Pustaka 2026 dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak ruang baca dan aktivasi literasi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada akhirnya, yang ditinggalkan Beranda Pustaka 2026 bukan sekadar deretan buku di rak atau panjangnya daftar acara yang terselenggara. Warisan sesungguhnya adalah jejak-jejak yang tumbuh selama enam pekan itu: anak-anak yang menemukan kegembiraan membaca, remaja yang menjadikan perpustakaan ruang berkumpul, pembaca yang dipertemukan dengan penulis, serta masyarakat yang kembali menyadari bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang yang menumbuhkan gagasan, percakapan, dan harapan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: BukuFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Aghumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka
Khas

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD
Pemerintahan

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

BULELENG | TATKALA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Gabungan Komisi bersama jajaran Eksekutif Pemerintah Kabupaten...

by tatkala
July 28, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Ulas Pentas

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja
Panggung

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

by Yahya Umar
July 28, 2026
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati
Ulas Rupa

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

by Angga Wijaya
July 28, 2026
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata
Khas

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 
Pemerintahan

Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 

BULELENG | TATKALA.CO -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten...

by tatkala
July 27, 2026
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan
Tualang

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

by Chusmeru
July 27, 2026
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co