14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
in Esai
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam erat tangan orang tuanya karena masih diliputi rasa cemas, dan ada pula yang sibuk memperhatikan lingkungan yang sama sekali asing.

Ruang kelas yang sebelumnya lengang kembali hidup oleh sapaan guru, tawa yang masih canggung, serta perkenalan dengan teman-teman baru. Bagi jutaan peserta didik di Indonesia, hari pertama sekolah selalu menghadirkan perasaan yang bercampur. Ada semangat, penasaran, gugup, sekaligus harapan akan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Hari pertama sekolah sering kali dipahami sebagai penanda dimulainya proses pembelajaran. Sekolah disibukkan dengan pembagian kelas, penyusunan jadwal, pengenalan tata tertib, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Semua itu adalah hal penting. Namun, sebagai pendidik kita tidak boleh lupa bahwa saat itu adalah masa awal bagi kita untuk menanam budaya sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dan dihargai sejak pertama kali mereka melangkahkan kaki di lingkungan sekolah.

Hari itu merupakan awal terbentuknya kehidupan sosial peserta didik. Mereka mulai mengenal teman baru, membangun kelompok pertemanan, menyesuaikan diri dengan lingkungan, sekaligus mencari tempat untuk diterima dalam komunitas yang baru. Pada saat yang sama, interaksi sosial tersebut juga berpotensi melahirkan pelabelan, pengucilan, ejekan, maupun perlakuan yang merendahkan, yang sering kali dianggap sebagai candaan atau bagian dari proses adaptasi.

Tidak jarang seorang siswa mulai dikenal melalui julukan yang merujuk pada kondisi fisiknya, cara berbicaranya, latar belakang keluarganya, prestasi akademiknya, bahkan asal daerahnya. Ketika julukan-julukan tersebut terus diulang dan ditertawakan bersama, batas antara humor dan penghinaan menjadi semakin kabur dan menjadi benih perundungan.

Tentu, melihat perundungan semata-mata sebagai perilaku individu merupakan cara pandang yang terlalu sederhana. Selama ini perhatian sering tertuju pada siapa pelaku dan siapa korban, kemudian diakhiri dengan pemberian sanksi atau pembinaan. Pendekatan tersebut memang diperlukan, tetapi belum menyentuh akar persoalan. Perundungan tetap tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sosial yang membiarkan ejekan, diskriminasi, pengucilan, dan penghinaan sebagai sesuatu yang dianggap lumrah dan akhirnya membudaya.

Dalam kajian pendidikan, budaya sekolah (school culture) merupakan sekumpulan nilai, norma, kebiasaan, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Budaya ini lahir melalui interaksi sehari-hari melalui kebiasaan bagaimana guru menyapa siswa, bagaimana teman menerima perbedaan, bagaimana kepala sekolah merespon konflik, dan bagaimana seluruh warga sekolah memperlakukan setiap individu dengan penuh penghormatan. Budaya sekolah inilah yang kemudian membentuk iklim sekolah (school climate), yaitu bagaimana peserta didik merasakan lingkungan belajarnya.

Ketika siswa merasa aman, dihargai, didengar, dan memperoleh perlakuan yang adil, mereka akan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolahnya. Sebaliknya, apabila ejekan dianggap sebagai candaan, diskriminasi tidak ditegur, dan pengucilan dibiarkan terjadi, maka peserta didik belajar bahwa perilaku tersebut merupakan bagian yang dapat diterima dalam kehidupan sekolah.

Pada hari-hari awal masuk sekolah itulah norma sosial mulai terbentuk. Peserta didik sedang belajar beradaptasi, bagaimana cara berinteraksi, bagaimana memperlakukan teman, dan bagaimana guru merespons setiap dinamika yang terjadi di kelas. Apa yang mereka alami pada masa-masa awal tersebut akan menjadi acuan mengenai nilai-nilai apa yang dihargai di sekolah. Dengan kata lain, hari pertama sekolah merupakan momentum strategis untuk membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif.

Meski demikian, pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), masih sering dipusatkan pada pengenalan fasilitas sekolah, organisasi siswa, tata tertib, maupun kegiatan seremonial lainnya. Padahal, orientasi yang tidak kalah penting adalah membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang sehat. MPLS semestinya menjadi ruang pertama bagi siswa untuk belajar menghargai keberagaman, mengembangkan empati, menyelesaikan konflik secara damai, serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihormati.

Pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa langkah sederhana. Sekolah perlu menjadikan budaya antiperundungan sebagai komitmen bersama seluruh warga sekolah. Kegiatan hari pertama dapat diisi dengan aktivitas kolaboratif yang mendorong peserta didik saling mengenal dan bekerja sama, bukan sekadar mengikuti pengarahan satu arah. Guru juga perlu memfasilitasi pembelajaran sosial-emosional (Social-Emotional Learning/SEL) agar siswa belajar mengenali emosi, mengembangkan empati, berkomunikasi secara sehat, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Di sisi lain, mekanisme pelaporan yang aman harus diperkenalkan sejak awal sehingga setiap siswa mengetahui bahwa sekolah hadir untuk melindungi mereka dan tidak ada yang merasa takut untuk melaporkan kejadian perundungan yang dialami atau disaksikannya. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan sehingga setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang adalah bentuk keberhasilan yang sesungguhnya.

Dari sekolah yang inklusif itulah, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan dan empati, serta mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Semoga anak-anak kita adalah bagian di dalamnya. Selamat bersekolah! [T]

Tags: Pendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Next Post

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Lailatus Sholihah

Lailatus Sholihah

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jakarta

Related Posts

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails
Next Post
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co