4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
in Esai
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam erat tangan orang tuanya karena masih diliputi rasa cemas, dan ada pula yang sibuk memperhatikan lingkungan yang sama sekali asing.

Ruang kelas yang sebelumnya lengang kembali hidup oleh sapaan guru, tawa yang masih canggung, serta perkenalan dengan teman-teman baru. Bagi jutaan peserta didik di Indonesia, hari pertama sekolah selalu menghadirkan perasaan yang bercampur. Ada semangat, penasaran, gugup, sekaligus harapan akan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Hari pertama sekolah sering kali dipahami sebagai penanda dimulainya proses pembelajaran. Sekolah disibukkan dengan pembagian kelas, penyusunan jadwal, pengenalan tata tertib, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Semua itu adalah hal penting. Namun, sebagai pendidik kita tidak boleh lupa bahwa saat itu adalah masa awal bagi kita untuk menanam budaya sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dan dihargai sejak pertama kali mereka melangkahkan kaki di lingkungan sekolah.

Hari itu merupakan awal terbentuknya kehidupan sosial peserta didik. Mereka mulai mengenal teman baru, membangun kelompok pertemanan, menyesuaikan diri dengan lingkungan, sekaligus mencari tempat untuk diterima dalam komunitas yang baru. Pada saat yang sama, interaksi sosial tersebut juga berpotensi melahirkan pelabelan, pengucilan, ejekan, maupun perlakuan yang merendahkan, yang sering kali dianggap sebagai candaan atau bagian dari proses adaptasi.

Tidak jarang seorang siswa mulai dikenal melalui julukan yang merujuk pada kondisi fisiknya, cara berbicaranya, latar belakang keluarganya, prestasi akademiknya, bahkan asal daerahnya. Ketika julukan-julukan tersebut terus diulang dan ditertawakan bersama, batas antara humor dan penghinaan menjadi semakin kabur dan menjadi benih perundungan.

Tentu, melihat perundungan semata-mata sebagai perilaku individu merupakan cara pandang yang terlalu sederhana. Selama ini perhatian sering tertuju pada siapa pelaku dan siapa korban, kemudian diakhiri dengan pemberian sanksi atau pembinaan. Pendekatan tersebut memang diperlukan, tetapi belum menyentuh akar persoalan. Perundungan tetap tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sosial yang membiarkan ejekan, diskriminasi, pengucilan, dan penghinaan sebagai sesuatu yang dianggap lumrah dan akhirnya membudaya.

Dalam kajian pendidikan, budaya sekolah (school culture) merupakan sekumpulan nilai, norma, kebiasaan, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Budaya ini lahir melalui interaksi sehari-hari melalui kebiasaan bagaimana guru menyapa siswa, bagaimana teman menerima perbedaan, bagaimana kepala sekolah merespon konflik, dan bagaimana seluruh warga sekolah memperlakukan setiap individu dengan penuh penghormatan. Budaya sekolah inilah yang kemudian membentuk iklim sekolah (school climate), yaitu bagaimana peserta didik merasakan lingkungan belajarnya.

Ketika siswa merasa aman, dihargai, didengar, dan memperoleh perlakuan yang adil, mereka akan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolahnya. Sebaliknya, apabila ejekan dianggap sebagai candaan, diskriminasi tidak ditegur, dan pengucilan dibiarkan terjadi, maka peserta didik belajar bahwa perilaku tersebut merupakan bagian yang dapat diterima dalam kehidupan sekolah.

Pada hari-hari awal masuk sekolah itulah norma sosial mulai terbentuk. Peserta didik sedang belajar beradaptasi, bagaimana cara berinteraksi, bagaimana memperlakukan teman, dan bagaimana guru merespons setiap dinamika yang terjadi di kelas. Apa yang mereka alami pada masa-masa awal tersebut akan menjadi acuan mengenai nilai-nilai apa yang dihargai di sekolah. Dengan kata lain, hari pertama sekolah merupakan momentum strategis untuk membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif.

Meski demikian, pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), masih sering dipusatkan pada pengenalan fasilitas sekolah, organisasi siswa, tata tertib, maupun kegiatan seremonial lainnya. Padahal, orientasi yang tidak kalah penting adalah membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang sehat. MPLS semestinya menjadi ruang pertama bagi siswa untuk belajar menghargai keberagaman, mengembangkan empati, menyelesaikan konflik secara damai, serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihormati.

Pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa langkah sederhana. Sekolah perlu menjadikan budaya antiperundungan sebagai komitmen bersama seluruh warga sekolah. Kegiatan hari pertama dapat diisi dengan aktivitas kolaboratif yang mendorong peserta didik saling mengenal dan bekerja sama, bukan sekadar mengikuti pengarahan satu arah. Guru juga perlu memfasilitasi pembelajaran sosial-emosional (Social-Emotional Learning/SEL) agar siswa belajar mengenali emosi, mengembangkan empati, berkomunikasi secara sehat, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Di sisi lain, mekanisme pelaporan yang aman harus diperkenalkan sejak awal sehingga setiap siswa mengetahui bahwa sekolah hadir untuk melindungi mereka dan tidak ada yang merasa takut untuk melaporkan kejadian perundungan yang dialami atau disaksikannya. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan sehingga setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang adalah bentuk keberhasilan yang sesungguhnya.

Dari sekolah yang inklusif itulah, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan dan empati, serta mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Semoga anak-anak kita adalah bagian di dalamnya. Selamat bersekolah! [T]

Tags: Pendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Next Post

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Lailatus Sholihah

Lailatus Sholihah

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jakarta

Related Posts

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails
Next Post
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co