5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
in Esai
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Lailatus Sholihah

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam erat tangan orang tuanya karena masih diliputi rasa cemas, dan ada pula yang sibuk memperhatikan lingkungan yang sama sekali asing.

Ruang kelas yang sebelumnya lengang kembali hidup oleh sapaan guru, tawa yang masih canggung, serta perkenalan dengan teman-teman baru. Bagi jutaan peserta didik di Indonesia, hari pertama sekolah selalu menghadirkan perasaan yang bercampur. Ada semangat, penasaran, gugup, sekaligus harapan akan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Hari pertama sekolah sering kali dipahami sebagai penanda dimulainya proses pembelajaran. Sekolah disibukkan dengan pembagian kelas, penyusunan jadwal, pengenalan tata tertib, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Semua itu adalah hal penting. Namun, sebagai pendidik kita tidak boleh lupa bahwa saat itu adalah masa awal bagi kita untuk menanam budaya sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dan dihargai sejak pertama kali mereka melangkahkan kaki di lingkungan sekolah.

Hari itu merupakan awal terbentuknya kehidupan sosial peserta didik. Mereka mulai mengenal teman baru, membangun kelompok pertemanan, menyesuaikan diri dengan lingkungan, sekaligus mencari tempat untuk diterima dalam komunitas yang baru. Pada saat yang sama, interaksi sosial tersebut juga berpotensi melahirkan pelabelan, pengucilan, ejekan, maupun perlakuan yang merendahkan, yang sering kali dianggap sebagai candaan atau bagian dari proses adaptasi.

Tidak jarang seorang siswa mulai dikenal melalui julukan yang merujuk pada kondisi fisiknya, cara berbicaranya, latar belakang keluarganya, prestasi akademiknya, bahkan asal daerahnya. Ketika julukan-julukan tersebut terus diulang dan ditertawakan bersama, batas antara humor dan penghinaan menjadi semakin kabur dan menjadi benih perundungan.

Tentu, melihat perundungan semata-mata sebagai perilaku individu merupakan cara pandang yang terlalu sederhana. Selama ini perhatian sering tertuju pada siapa pelaku dan siapa korban, kemudian diakhiri dengan pemberian sanksi atau pembinaan. Pendekatan tersebut memang diperlukan, tetapi belum menyentuh akar persoalan. Perundungan tetap tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sosial yang membiarkan ejekan, diskriminasi, pengucilan, dan penghinaan sebagai sesuatu yang dianggap lumrah dan akhirnya membudaya.

Dalam kajian pendidikan, budaya sekolah (school culture) merupakan sekumpulan nilai, norma, kebiasaan, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Budaya ini lahir melalui interaksi sehari-hari melalui kebiasaan bagaimana guru menyapa siswa, bagaimana teman menerima perbedaan, bagaimana kepala sekolah merespon konflik, dan bagaimana seluruh warga sekolah memperlakukan setiap individu dengan penuh penghormatan. Budaya sekolah inilah yang kemudian membentuk iklim sekolah (school climate), yaitu bagaimana peserta didik merasakan lingkungan belajarnya.

Ketika siswa merasa aman, dihargai, didengar, dan memperoleh perlakuan yang adil, mereka akan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolahnya. Sebaliknya, apabila ejekan dianggap sebagai candaan, diskriminasi tidak ditegur, dan pengucilan dibiarkan terjadi, maka peserta didik belajar bahwa perilaku tersebut merupakan bagian yang dapat diterima dalam kehidupan sekolah.

Pada hari-hari awal masuk sekolah itulah norma sosial mulai terbentuk. Peserta didik sedang belajar beradaptasi, bagaimana cara berinteraksi, bagaimana memperlakukan teman, dan bagaimana guru merespons setiap dinamika yang terjadi di kelas. Apa yang mereka alami pada masa-masa awal tersebut akan menjadi acuan mengenai nilai-nilai apa yang dihargai di sekolah. Dengan kata lain, hari pertama sekolah merupakan momentum strategis untuk membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif.

Meski demikian, pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), masih sering dipusatkan pada pengenalan fasilitas sekolah, organisasi siswa, tata tertib, maupun kegiatan seremonial lainnya. Padahal, orientasi yang tidak kalah penting adalah membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang sehat. MPLS semestinya menjadi ruang pertama bagi siswa untuk belajar menghargai keberagaman, mengembangkan empati, menyelesaikan konflik secara damai, serta memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihormati.

Pendekatan tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa langkah sederhana. Sekolah perlu menjadikan budaya antiperundungan sebagai komitmen bersama seluruh warga sekolah. Kegiatan hari pertama dapat diisi dengan aktivitas kolaboratif yang mendorong peserta didik saling mengenal dan bekerja sama, bukan sekadar mengikuti pengarahan satu arah. Guru juga perlu memfasilitasi pembelajaran sosial-emosional (Social-Emotional Learning/SEL) agar siswa belajar mengenali emosi, mengembangkan empati, berkomunikasi secara sehat, serta menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Di sisi lain, mekanisme pelaporan yang aman harus diperkenalkan sejak awal sehingga setiap siswa mengetahui bahwa sekolah hadir untuk melindungi mereka dan tidak ada yang merasa takut untuk melaporkan kejadian perundungan yang dialami atau disaksikannya. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan sehingga setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang adalah bentuk keberhasilan yang sesungguhnya.

Dari sekolah yang inklusif itulah, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan dan empati, serta mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Semoga anak-anak kita adalah bagian di dalamnya. Selamat bersekolah! [T]

Tags: Pendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

Next Post

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Lailatus Sholihah

Lailatus Sholihah

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jakarta

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co