3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
in Panggung
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari laki-laki duduk bersila, sementara penari perempuan bersimpuh di hadapan sesajen. Sesaat setelah bunyi kentongan memecah kesunyian, para penari lain bermunculan. Sebagian mengenakan busana tari Bali, sebagian lagi berkostum tradisional Korea. Ada yang fasih berbahasa Bali, ada pula yang berseloroh dalam bahasa Korea.

Suasana itu membuka kolaborasi seni lintas negara yang mewarnai panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII, Rabu, 8 Juli 2026. Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menghadirkan dramatari I Godogan, sebuah garapan yang memadukan kekayaan seni tradisi Bali dengan budaya Korea.

Sejak awal pertunjukan, penonton disuguhi dialog dua tradisi yang saling mengisi. Dua barungan musik tampil berdampingan: gamelan Bali dan ansambel musik tradisional Korea. Ketika dimainkan bersama, nada gong kebyar berkelindan dengan irama musik Korea, melahirkan harmoni baru yang menjadi napas pertunjukan.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Mai…, mai…, mai…!” seru para penari memanggil teman-temannya. Ucapan itu terdengar dalam pelafalan yang berbeda karena diucapkan oleh penari Bali maupun Korea Selatan. Meski mengenakan busana khas masing-masing, mereka memerankan tokoh-tokoh masyarakat desa, tempat I Godogan lahir dan tumbuh.

Perbedaan latar budaya justru melahirkan keselarasan gerak. Saat tokoh I Godogan muncul, suara suling Korea berpadu dengan gamelan Bali, menghadirkan nuansa pedesaan yang mengingatkan pada suara kodok di tengah persawahan. Penari yang memerankan I Godogan, didominasi mahasiswa Korea, menampilkan gerak yang lincah dan penuh energi. Adegan prajurit kerajaan pun menjadi menarik karena memadukan tari bebarisan Bali dengan seni bela diri dan tari perang Korea yang menggunakan dua pedang.

Penonton kemudian terpukau ketika I Godogan dipertemukan dengan Putri Daha yang diperankan penari Korea Selatan. Keduanya berdialog melalui bahasa tubuh yang luwes dan puitis. Ketika I Godogan akhirnya berubah menjadi Pangeran Jenggala, adegan romantis itu semakin menghidupkan cerita.

Salah satu bagian yang paling memikat adalah ketika puluhan penari Bali dan Korea bersama-sama membawakan Tari Kecak. Nyanyian “cak” berpadu dengan lagu tradisional Korea yang dinyanyikan dalam bahasa asalnya. Perpaduan itu menghadirkan pengalaman artistik baru tanpa menghilangkan karakter masing-masing budaya.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

Tepuk tangan penonton berkali-kali menggema memenuhi Gedung Ksirarnawa. Sebelum dramatari dipentaskan, mereka lebih dahulu disuguhi konser musik Bayu Nada, kolaborasi gong kebyar Bali dengan musik tradisional Korea yang memperlihatkan bahwa perbedaan tradisi dapat melahirkan harmoni baru.

I Godogan merupakan cerita rakyat Bali yang sarat simbol dan filosofi. Kisahnya bermula dari perjalanan spiritual Pangeran Jenggala yang lahir sebagai seekor kodok dalam keluarga petani di Desa Magetan. Atas petunjuk Dewata Agung, ia menjalani proses penyucian diri hingga kembali ke wujud aslinya sebagai manusia.

Konflik memuncak ketika I Godogan menyampaikan keinginannya meminang Putri Kerajaan Daha yang diperankan penari Korea. Sang ayah memenuhi permintaan putranya dengan menghadap Raja Daha. Namun, raja murka karena merasa dihina dan memerintahkan agar ayah Godogan dibunuh.

Keajaiban kemudian terjadi. Dengan kesaktiannya, I Godogan menghidupkan kembali sang ayah, bahkan setelah tubuhnya dicincang atas perintah raja. Peristiwa itu membuat Raja Daha menyadari bahwa semua merupakan kehendak Dewata Agung. Ia pun merestui pernikahan putrinya dengan Godogan.

Restu tersebut menjadi titik penyucian terakhir yang mengembalikan Godogan ke wujud aslinya sebagai Pangeran Jenggala. Adegan penutup berlangsung meriah. Pangeran Jenggala, yang diperankan seniman ISI Bali, menikahi Putri Daha yang diperankan mahasiswa Seoul Institute of the Arts. Tari Kecak, Barong Macan Bali, hingga Lion Dance Korea berpadu menjadi perayaan yang spektakuler.

Founder Seoul Institute of the Arts, Yoo Duk Hyung atau Mr. Yoo, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Bali. Setelah beberapa kali berkunjung ke Pulau Dewata, ia semakin mengagumi masyarakat dan kekayaan seni budayanya.

“Saya sangat mencintai Bali, masyarakatnya, dan keseniannya. Karena itu saya ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Seoul Institute of the Arts dengan ISI Bali,” ujarnya.

Menurutnya, Tari Kecak merupakan salah satu kesenian Bali yang paling mengesankan karena mampu melibatkan banyak orang dalam satu harmoni pertunjukan.

“Dipandu Prof. Dibia, kami berlatih selama satu minggu. Saya berharap mahasiswa dari berbagai fakultas dapat ikut terlibat,” katanya.

Bagi Mr. Yoo, Kecak bukan sekadar tarian, melainkan simbol persatuan.

Penampilan Seoul Institute of the Arts bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali saat menghadirkan dramatari I Godogan | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kecak menunjukkan bagaimana banyak orang dapat bersatu dalam sebuah pertunjukan. Kecak membuka ruang kolaborasi, membentuk harmoni, dan menghadirkan kedamaian. Nilai itulah yang ingin kami bawa dalam kerja sama ini,” ungkapnya.

Budayawan Prof. Dr. I Wayan Dibia menjelaskan proses kreatif kolaborasi ini telah dimulai sejak program pertukaran akademik di Korea Selatan. Selain mengajarkan Tari Kecak, tim ISI Bali juga memperkenalkan pola gerak, ritme musik, dan ekspresi tari Bali kepada mahasiswa Seoul Institute of the Arts.

“Kami mengamati bagaimana tari Korea dapat diwarnai unsur-unsur Bali. Dalam prosesnya memang terjadi berbagai penyesuaian, termasuk pada kostum yang memiliki pakem berbeda. Namun justru dari proses itulah lahir pemahaman baru,” jelasnya.

Menurut Prof. Dibia, kesenian merupakan media paling efektif untuk mempererat hubungan antarbangsa. Lakon I Godogan dipilih karena sejalan dengan tema PKB tahun ini mengenai penyucian diri.

Kolaborasi tersebut melibatkan 25 seniman Korea dan 15 mahasiswa ISI Bali. Proses kreatif dilakukan selama satu minggu di Bali dan satu minggu di Korea Selatan.

Budayawan Prof. I Made Bandem menilai kehadiran Seoul Institute of the Arts di PKB XLVIII memiliki arti historis karena mengingatkan kembali hubungan budaya yang telah terjalin antara Bali dan Pulau Jeju sejak dekade 1990-an.

“Kehadiran mereka hari ini tidak hanya memperkuat hubungan kebudayaan, tetapi juga semakin menegaskan posisi Bali sebagai ruang pertemuan budaya dunia,” tutup Prof. Bandem.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Institut Seni Indonesia (ISI) BaliKorea SelatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Seoul Institute of the Arts
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

Next Post

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co