3 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
in Khas
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Pementasan teater "Nyoman Nyai Srimben" di pembukaan SLF 2026 | Foto: SLF 2026

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Melalui performance Perempuan di Sawah produksi Lemah Tulis Bali, pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 mengajak publik memaknai kembali peran perempuan dalam ritual Mapag Toya (menjemput air). Pertunjukan tersebut membawa pesan filosofis bahwa menjaga sawah sama artinya dengan menjaga perempuan, sebagai simbol merawat martabat kemanusiaan dan keberlangsungan kehidupan.

Performance itu menjadi pembuka rangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 yang resmi dibuka pada Jumat (3/7) malam di Gedung Sasana Budaya, Kabupaten Buleleng. Mengusung tema Stri Sasana yang berarti energi keseimbangan semesta, festival yang berlangsung hingga 5 Juli ini menghadirkan 42 program interaktif, mulai dari kuliah umum, diskusi panel, lokakarya, peluncuran buku, bedah buku, pembacaan puisi, pemutaran film, hingga pertunjukan seni yang melibatkan penulis, seniman, akademisi, dan pegiat budaya dari Indonesia maupun mancanegara.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, mengatakan SLF memiliki karakter yang berbeda dibandingkan festival sastra lainnya. Selama empat tahun penyelenggaraannya, festival ini konsisten menjadikan manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja sebagai sumber inspirasi tema dan penciptaan karya.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

“Saya menginginkan manuskrip lontar itu tidak hanya diteliti lalu didiamkan, tetapi juga diapresiasi dan dialihwahanakan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti pembacaan puisi, pementasan teater, musikalisasi puisi, film, maupun kolaborasi seni lainnya,” ujar Sonia.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi upaya menghadirkan kembali pengetahuan yang tersimpan dalam lontar agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut menghadirkan kebaruan dalam ekosistem sastra Indonesia. Karena itu, Sonia berharap Singaraja Literary Festival terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kementerian Kebudayaan, komunitas, dan mitra penyelenggara agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Sonia juga mengumumkan 13 Emerging Writers terpilih yang berasal dari Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Para penulis muda tersebut akan mengikuti berbagai program pengembangan selama festival berlangsung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jaringan Asia Pacific Writers and Translators, sponsor, media partner, komunitas, serta sekitar 70 panitia yang telah bekerja mempersiapkan penyelenggaraan SLF 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Singaraja Literary Festival bukan sekadar ruang apresiasi sastra, melainkan ruang lahirnya gagasan, dialog, dan kolaborasi kebudayaan. “Festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi sastra, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide baru bagi perkembangan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan festival sebagai ruang bertukar gagasan, berdiskusi, dan memperluas wawasan. Menurutnya, hasil diskusi, karya, dan kolaborasi yang lahir dari festival harus menjadi pijakan nyata bagi upaya pelestarian kebudayaan.

Sutjidra juga memberikan apresiasi terhadap peran perempuan dalam penyelenggaraan festival, termasuk Founder SLF Kadek Sonia Piscayanti dan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis. Menurutnya, kehadiran perempuan dalam ruang kebudayaan menunjukkan semakin luasnya kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Aji Sukrojo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Singaraja Literary Festival yang dinilai berhasil membangun ekosistem sastra berbasis kekayaan budaya lokal.

Menurutnya, SLF tahun ini menjadi bagian dari trajektori Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, program prioritas Kementerian Kebudayaan yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024. “Selama tiga hari ke depan, kita akan menyaksikan bagaimana Singaraja Literary Festival menjadi bagian dari trajektori MTN pada bidang sastra,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

Ia menjelaskan, Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya dirancang untuk mendata, membina, mengembangkan, hingga membawa talenta seni budaya Indonesia menuju rekognisi internasional. Program tersebut mencakup lima bidang, yakni seni pertunjukan, seni rupa, musik, film, dan sastra.

Syukur menambahkan, penyelenggaraan SLF menunjukkan bagaimana pengetahuan yang tersimpan dalam manuskrip lontar dapat dirayakan kembali melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menyambut baik inisiatif teman-teman penyelenggara yang menjadikan Singaraja Literary Festival sebagai strategi kebudayaan yang cerdas dalam merayakan sastra dan pengetahuan lontar,” katanya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, mengatakan festival sastra memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan dan literasi. Baginya, karya sastra tidak hanya dibaca dalam ruang pribadi, tetapi juga dirayakan bersama sebagai ruang dialog publik.

“SLF yang sudah berjalan empat tahun telah berhasil menjadi wadah penting bagi penulis, penyair, pembaca, pelajar, hingga masyarakat umum untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan apresiasi terhadap dunia sastra,” ujar Nissa.

Ia menilai tema Stri Sasana sebagai energi keseimbangan semesta membuka ruang untuk mengeksplorasi warisan budaya sekaligus mengangkat peran perempuan dalam naskah klasik Bali. Hal tersebut diwujudkan melalui konsep alih wahana dengan menerjemahkan teks-teks lontar ke dalam berbagai bentuk seni pertunjukan kontemporer, teater, seni rupa, dan film sehingga tetap relevan bagi generasi muda.

Selama tiga hari, Singaraja Literary Festival akan menjadi ruang bertemunya penulis, seniman, akademisi, pelajar, dan masyarakat. Dari ruang itu, manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya kembali dibaca, dimaknai, lalu dialihwahanakan ke berbagai bentuk karya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Manajemen Talenta NasionalsastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026Stri Sasana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

Next Post

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails
Next Post
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Tari Kontemporer "Perempuan di Sawah" Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Gol versus Gul
Bahasa

Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

by I Made Sudiana
September 3, 2026
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana
Ulas Rupa

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

by I Wayan Westa
September 3, 2026
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin
Ulas Buku

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

by Chusmeru
September 3, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
September 2, 2026
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang
Persona

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda
Panggung

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI DALAM “FENOMENA KUTUKAN ORANG BAIK”

— Sugi Lanus “Hukuman bagi orang-orang baik yang menolak untuk terlibat dalam politik adalah mereka akan diperintah oleh orang-orang yang...

by Sugi Lanus
September 2, 2026
Sepi Tak Berarti Tiada
Esai

Sepi Tak Berarti Tiada

DIBANDINGKAN poliklinik lain, Poliklinik Psikiatri memang lebih sepi pasien, apalagi di rumah sakit kecil. Namun, bagi saya, mereka yang memiliki...

by Angga Wijaya
September 2, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co