14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
in Khas
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Pementasan teater "Nyoman Nyai Srimben" di pembukaan SLF 2026 | Foto: SLF 2026

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Melalui performance Perempuan di Sawah produksi Lemah Tulis Bali, pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 mengajak publik memaknai kembali peran perempuan dalam ritual Mapag Toya (menjemput air). Pertunjukan tersebut membawa pesan filosofis bahwa menjaga sawah sama artinya dengan menjaga perempuan, sebagai simbol merawat martabat kemanusiaan dan keberlangsungan kehidupan.

Performance itu menjadi pembuka rangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 yang resmi dibuka pada Jumat (3/7) malam di Gedung Sasana Budaya, Kabupaten Buleleng. Mengusung tema Stri Sasana yang berarti energi keseimbangan semesta, festival yang berlangsung hingga 5 Juli ini menghadirkan 42 program interaktif, mulai dari kuliah umum, diskusi panel, lokakarya, peluncuran buku, bedah buku, pembacaan puisi, pemutaran film, hingga pertunjukan seni yang melibatkan penulis, seniman, akademisi, dan pegiat budaya dari Indonesia maupun mancanegara.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, mengatakan SLF memiliki karakter yang berbeda dibandingkan festival sastra lainnya. Selama empat tahun penyelenggaraannya, festival ini konsisten menjadikan manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja sebagai sumber inspirasi tema dan penciptaan karya.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

“Saya menginginkan manuskrip lontar itu tidak hanya diteliti lalu didiamkan, tetapi juga diapresiasi dan dialihwahanakan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti pembacaan puisi, pementasan teater, musikalisasi puisi, film, maupun kolaborasi seni lainnya,” ujar Sonia.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi upaya menghadirkan kembali pengetahuan yang tersimpan dalam lontar agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut menghadirkan kebaruan dalam ekosistem sastra Indonesia. Karena itu, Sonia berharap Singaraja Literary Festival terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kementerian Kebudayaan, komunitas, dan mitra penyelenggara agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Sonia juga mengumumkan 13 Emerging Writers terpilih yang berasal dari Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Para penulis muda tersebut akan mengikuti berbagai program pengembangan selama festival berlangsung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jaringan Asia Pacific Writers and Translators, sponsor, media partner, komunitas, serta sekitar 70 panitia yang telah bekerja mempersiapkan penyelenggaraan SLF 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Singaraja Literary Festival bukan sekadar ruang apresiasi sastra, melainkan ruang lahirnya gagasan, dialog, dan kolaborasi kebudayaan. “Festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi sastra, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide baru bagi perkembangan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan festival sebagai ruang bertukar gagasan, berdiskusi, dan memperluas wawasan. Menurutnya, hasil diskusi, karya, dan kolaborasi yang lahir dari festival harus menjadi pijakan nyata bagi upaya pelestarian kebudayaan.

Sutjidra juga memberikan apresiasi terhadap peran perempuan dalam penyelenggaraan festival, termasuk Founder SLF Kadek Sonia Piscayanti dan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis. Menurutnya, kehadiran perempuan dalam ruang kebudayaan menunjukkan semakin luasnya kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Aji Sukrojo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Singaraja Literary Festival yang dinilai berhasil membangun ekosistem sastra berbasis kekayaan budaya lokal.

Menurutnya, SLF tahun ini menjadi bagian dari trajektori Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, program prioritas Kementerian Kebudayaan yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024. “Selama tiga hari ke depan, kita akan menyaksikan bagaimana Singaraja Literary Festival menjadi bagian dari trajektori MTN pada bidang sastra,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

Ia menjelaskan, Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya dirancang untuk mendata, membina, mengembangkan, hingga membawa talenta seni budaya Indonesia menuju rekognisi internasional. Program tersebut mencakup lima bidang, yakni seni pertunjukan, seni rupa, musik, film, dan sastra.

Syukur menambahkan, penyelenggaraan SLF menunjukkan bagaimana pengetahuan yang tersimpan dalam manuskrip lontar dapat dirayakan kembali melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menyambut baik inisiatif teman-teman penyelenggara yang menjadikan Singaraja Literary Festival sebagai strategi kebudayaan yang cerdas dalam merayakan sastra dan pengetahuan lontar,” katanya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, mengatakan festival sastra memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan dan literasi. Baginya, karya sastra tidak hanya dibaca dalam ruang pribadi, tetapi juga dirayakan bersama sebagai ruang dialog publik.

“SLF yang sudah berjalan empat tahun telah berhasil menjadi wadah penting bagi penulis, penyair, pembaca, pelajar, hingga masyarakat umum untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan apresiasi terhadap dunia sastra,” ujar Nissa.

Ia menilai tema Stri Sasana sebagai energi keseimbangan semesta membuka ruang untuk mengeksplorasi warisan budaya sekaligus mengangkat peran perempuan dalam naskah klasik Bali. Hal tersebut diwujudkan melalui konsep alih wahana dengan menerjemahkan teks-teks lontar ke dalam berbagai bentuk seni pertunjukan kontemporer, teater, seni rupa, dan film sehingga tetap relevan bagi generasi muda.

Selama tiga hari, Singaraja Literary Festival akan menjadi ruang bertemunya penulis, seniman, akademisi, pelajar, dan masyarakat. Dari ruang itu, manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya kembali dibaca, dimaknai, lalu dialihwahanakan ke berbagai bentuk karya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Manajemen Talenta NasionalsastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026Stri Sasana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

Next Post

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Tari Kontemporer "Perempuan di Sawah" Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co