23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
in Khas
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

Pementasan teater "Nyoman Nyai Srimben" di pembukaan SLF 2026 | Foto: SLF 2026

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Melalui performance Perempuan di Sawah produksi Lemah Tulis Bali, pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 mengajak publik memaknai kembali peran perempuan dalam ritual Mapag Toya (menjemput air). Pertunjukan tersebut membawa pesan filosofis bahwa menjaga sawah sama artinya dengan menjaga perempuan, sebagai simbol merawat martabat kemanusiaan dan keberlangsungan kehidupan.

Performance itu menjadi pembuka rangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 yang resmi dibuka pada Jumat (3/7) malam di Gedung Sasana Budaya, Kabupaten Buleleng. Mengusung tema Stri Sasana yang berarti energi keseimbangan semesta, festival yang berlangsung hingga 5 Juli ini menghadirkan 42 program interaktif, mulai dari kuliah umum, diskusi panel, lokakarya, peluncuran buku, bedah buku, pembacaan puisi, pemutaran film, hingga pertunjukan seni yang melibatkan penulis, seniman, akademisi, dan pegiat budaya dari Indonesia maupun mancanegara.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, mengatakan SLF memiliki karakter yang berbeda dibandingkan festival sastra lainnya. Selama empat tahun penyelenggaraannya, festival ini konsisten menjadikan manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja sebagai sumber inspirasi tema dan penciptaan karya.

Founder sekaligus Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

“Saya menginginkan manuskrip lontar itu tidak hanya diteliti lalu didiamkan, tetapi juga diapresiasi dan dialihwahanakan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti pembacaan puisi, pementasan teater, musikalisasi puisi, film, maupun kolaborasi seni lainnya,” ujar Sonia.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi upaya menghadirkan kembali pengetahuan yang tersimpan dalam lontar agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut menghadirkan kebaruan dalam ekosistem sastra Indonesia. Karena itu, Sonia berharap Singaraja Literary Festival terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kementerian Kebudayaan, komunitas, dan mitra penyelenggara agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Sonia juga mengumumkan 13 Emerging Writers terpilih yang berasal dari Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Para penulis muda tersebut akan mengikuti berbagai program pengembangan selama festival berlangsung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jaringan Asia Pacific Writers and Translators, sponsor, media partner, komunitas, serta sekitar 70 panitia yang telah bekerja mempersiapkan penyelenggaraan SLF 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Singaraja Literary Festival bukan sekadar ruang apresiasi sastra, melainkan ruang lahirnya gagasan, dialog, dan kolaborasi kebudayaan. “Festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi sastra, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide baru bagi perkembangan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan festival sebagai ruang bertukar gagasan, berdiskusi, dan memperluas wawasan. Menurutnya, hasil diskusi, karya, dan kolaborasi yang lahir dari festival harus menjadi pijakan nyata bagi upaya pelestarian kebudayaan.

Sutjidra juga memberikan apresiasi terhadap peran perempuan dalam penyelenggaraan festival, termasuk Founder SLF Kadek Sonia Piscayanti dan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis. Menurutnya, kehadiran perempuan dalam ruang kebudayaan menunjukkan semakin luasnya kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Aji Sukrojo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Singaraja Literary Festival yang dinilai berhasil membangun ekosistem sastra berbasis kekayaan budaya lokal.

Menurutnya, SLF tahun ini menjadi bagian dari trajektori Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, program prioritas Kementerian Kebudayaan yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024. “Selama tiga hari ke depan, kita akan menyaksikan bagaimana Singaraja Literary Festival menjadi bagian dari trajektori MTN pada bidang sastra,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 | Foto: SLF 2026

Ia menjelaskan, Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya dirancang untuk mendata, membina, mengembangkan, hingga membawa talenta seni budaya Indonesia menuju rekognisi internasional. Program tersebut mencakup lima bidang, yakni seni pertunjukan, seni rupa, musik, film, dan sastra.

Syukur menambahkan, penyelenggaraan SLF menunjukkan bagaimana pengetahuan yang tersimpan dalam manuskrip lontar dapat dirayakan kembali melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menyambut baik inisiatif teman-teman penyelenggara yang menjadikan Singaraja Literary Festival sebagai strategi kebudayaan yang cerdas dalam merayakan sastra dan pengetahuan lontar,” katanya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, mengatakan festival sastra memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan dan literasi. Baginya, karya sastra tidak hanya dibaca dalam ruang pribadi, tetapi juga dirayakan bersama sebagai ruang dialog publik.

“SLF yang sudah berjalan empat tahun telah berhasil menjadi wadah penting bagi penulis, penyair, pembaca, pelajar, hingga masyarakat umum untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan apresiasi terhadap dunia sastra,” ujar Nissa.

Ia menilai tema Stri Sasana sebagai energi keseimbangan semesta membuka ruang untuk mengeksplorasi warisan budaya sekaligus mengangkat peran perempuan dalam naskah klasik Bali. Hal tersebut diwujudkan melalui konsep alih wahana dengan menerjemahkan teks-teks lontar ke dalam berbagai bentuk seni pertunjukan kontemporer, teater, seni rupa, dan film sehingga tetap relevan bagi generasi muda.

Selama tiga hari, Singaraja Literary Festival akan menjadi ruang bertemunya penulis, seniman, akademisi, pelajar, dan masyarakat. Dari ruang itu, manuskrip lontar yang tersimpan di Gedong Kirtya kembali dibaca, dimaknai, lalu dialihwahanakan ke berbagai bentuk karya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Manajemen Talenta NasionalsastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026Stri Sasana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

Next Post

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails
Next Post
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Tari Kontemporer "Perempuan di Sawah" Membuka Singaraja Literary Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co