22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 22, 2026
in Khas
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman

TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai International Day of Yoga, sesungguhnya yang ingin diangkat bukanlah sekadar sebuah tradisi kuno dari India, melainkan sebuah cara hidup yang relevan bagi manusia modern.

Kita hidup pada zaman yang paradoks. Kemajuan teknologi memungkinkan manusia berkomunikasi dalam hitungan detik dengan siapa pun di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, fasilitas kesehatan semakin canggih, dan berbagai kemudahan tersedia di ujung jari. Namun pada saat yang sama, kegelisahan, kecemasan, depresi, stres, dan perasaan kesepian justru meningkat.

Banyak orang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup nyaman, tetapi tidak memiliki kedamaian. Tubuh mungkin sehat, namun pikiran tidak tenang. Karier mungkin cemerlang, namun hubungan dengan sesama terasa hampa. Informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka.

Dalam konteks inilah Yoga menemukan relevansinya kembali. Yoga menawarkan sesuatu yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan untuk meniti jalan ke dalam diri, sebuah ungkapan yang telah dipopulerkan oleh Guruji Anand Krishna sejak 1991, dengan mendirikan Yayasan Anand Ashram.

Yoga mengingatkan bahwa sumber kebahagiaan sejati tidak berada di luar diri, melainkan di dalam diri. Dunia luar penting, tetapi kualitas hidup manusia pada akhirnya ditentukan oleh kondisi batinnya sendiri. Karena itu, perayaan Hari Yoga Sedunia sesungguhnya bukan sekadar perayaan sebuah metode latihan, melainkan perayaan atas kemungkinan manusia untuk hidup lebih sadar, lebih damai, dan lebih utuh.

Yoga sebagai Jalan Hidup Holistik

Di Anand Ashram, pemahaman tentang Yoga selalu melampaui pengertian populer yang sering disamakan dengan asana semata. Guruji Anand Krishna berulang kali mengingatkan bahwa Yoga adalah Way of Life, sebuah jalan hidup. Asana hanyalah salah satu bagian kecil dari keseluruhan Yoga. Tubuh memang penting, tetapi manusia tidak hanya terdiri dari tubuh.

Dalam  Pancamaya Kosha, lima lapisan keberadaan manusia. Ada tubuh fisik (annamaya kosha), tubuh energi (pranamaya kosha), tubuh pikiran dan emosi (manomaya kosha), tubuh kebijaksanaan (vijnanamaya kosha), dan tubuh kebahagiaan (anandamaya kosha). Ketika seseorang hanya memperhatikan tubuh fisiknya, sementara energinya kacau, emosinya tak terkendali, pikirannya penuh konflik, dan jiwanya hampa, maka kesehatan yang diperoleh tidak pernah lengkap.

Karena itu Yoga mengajak manusia untuk bertumbuh secara menyeluruh. Nafas menjadi jembatan antara tubuh dan pikiran. Meditasi menjadi sebuah jalan hidup dalam keseharian. Kontemplasi menjadi jalan menuju kebijaksanaan. Pelayanan kepada sesama, juga seluruh kehidupan, menjadi manifestasi dalam kehidupan nyata.

Inilah yang membuat Yoga tetap hidup selama ribuan tahun. Yoga tidak menawarkan pelarian dari kehidupan, tetapi cara untuk menjalani kehidupan secara lebih sadar. Ketika seseorang benar-benar melakoni Yoga, ia tidak hanya menjadi lebih lentur secara fisik, tetapi juga lebih lentur menghadapi perubahan hidup. Ia tidak hanya memiliki keseimbangan tubuh, tetapi juga keseimbangan batin.

Kedamaian Dunia Berawal dari Kedamaian Diri

Tema One Earth Yoga & Meditation Festival tahun ini, “Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony”, mengandung pesan yang sangat mendalam. Manusia sering berbicara tentang perdamaian dunia, tetapi lupa membangun perdamaian di dalam dirinya sendiri.

Kita menginginkan dunia tanpa konflik, tetapi masih menyimpan kemarahan dalam hati. Kita menginginkan masyarakat yang harmonis, tetapi sering gagal berdamai dengan anggota keluarga sendiri. Kita mengutuk kekerasan di tingkat global, namun masih memelihara kekerasan dalam pikiran, kata-kata dan tindakan sehari-hari.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa jika kita ingin mengubah dunia, maka perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Pesan serupa hadir dalam Yoga. Kedamaian bukanlah sesuatu yang diberikan oleh dunia kepada kita. Kedamaian adalah sesuatu yang kita bawa ke dunia. Ketika seseorang belajar mengelola pikirannya, mengendalikan emosinya, dan mengembangkan kesadaran yang lebih tinggi, ia menjadi sumber kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Seorang individu yang damai akan membangun keluarga yang lebih damai. Keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat yang harmonis menjadi fondasi bagi dunia yang lebih damai.

Perubahan besar selalu berawal dari perubahan kecil dalam kesadaran manusia. Karena itu Yoga sesungguhnya adalah gerakan transformasi sosial yang dimulai dari transformasi individu.

Merayakan Keberagaman dalam Semangat Satu Kemanusiaan

Salah satu hal yang menarik dalam perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud adalah kehadiran peserta dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan keyakinan. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh identitas, perbedaan agama, politik, ras, maupun kebangsaan, Yoga menghadirkan ruang perjumpaan yang unik. Tidak ada yang ditanya mengenai agamanya sebelum memasuki ruang latihan. Tidak ada yang diminta meninggalkan identitas budayanya. Tidak ada yang diwajibkan menerima suatu dogma tertentu. Yang dipertemukan adalah kemanusiaan itu sendiri.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Boddhicitta Hall beserta area taman di sekitarnya dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Para peserta mancanegara tersebut berbaur dengan peserta lokal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Ubud, Tabanan, Singaraja, serta para siswa muda serta alumni dari One Earth School, Sekolah Satu Bumi yang didirikan oleh Anand Krishna.

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video profil Anand Ashram, yang dilanjutkan dengan tayangan mengenai dialog Ma Archana dengan Guruji Anand Krishna tentang Yoga sebagai jalan hidup yang holistik. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode latihan yang memadukan asana, pengaturan napas, meditasi, serta afirmasi positif sebagaimana dijabarkan dalam buku Yoga Sutra Patanjali dan Live Yoga karya Guruji Anand Krishna.

Usai sesi Yoga, peserta mengikuti Mantra Chanting Meditation, yang kemudian dilanjutkan dengan Agnihotra Fire Purification dan Nawa Graha Arati. Namun, suasana perayaan tidak berhenti pada praktik-praktik spiritual tersebut. Acara mencapai puncaknya dalam sebuah perayaan kebersamaan melalui tarian dan nyanyian yang terinspirasi dari budaya Sunda Sindhu Saraswati.

Tak lupa Tim musik Youth Anand Ashram bersama seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu “We Are One”, sebuah lagu yang mengajak umat manusia membangun dunia berdasarkan nilai-nilai Peace, Love, and Harmony. Lagu tersebut mengingatkan bahwa kita semua hidup di bawah satu langit dan berpijak di atas satu bumi. Dari mana pun asal kita dan apa pun keyakinan yang kita anut, pada hakikatnya kita adalah satu keluarga besar umat manusia.

Sebelum acara diakhiri dengan makan malam bersama, para peserta yang belum pernah berkunjung ke Museum Samskriti Sindhu mendapatkan kesempatan untuk menikmati koleksi museum tersebut. Museum ini menyimpan berbagai artefak dan warisan budaya dunia yang masih hidup hingga saat ini, sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berlatih Yoga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan universal. Melalui Yoga sebagai jalan hidup, peserta diajak

Kesadaran semacam ini sangat penting di era global saat ini. Tantangan yang dihadapi manusia—krisis lingkungan, konflik sosial, ketidakadilan ekonomi, hingga kesehatan mental—tidak dapat diselesaikan oleh satu bangsa atau satu kelompok saja.

Diperlukan kesadaran baru bahwa manusia adalah satu keluarga besar. Yoga membantu menumbuhkan kesadaran tersebut karena Yoga pada hakikatnya adalah seni menyatukan, bukan memisahkan.

Melakoni Yoga dalam Kehidupan Sehari-hari

Perayaan Hari Yoga Sedunia akhirnya akan kehilangan makna jika berhenti sebagai acara tahunan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana kita menghidupi semangat Yoga setelah acara selesai? Melakoni Yoga tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam di atas matras. Yoga dapat hadir dalam tindakan-tindakan sederhana sehari-hari.

Ketika kita mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, itu adalah Yoga. Ketika kita mengendalikan amarah dan memilih kasih sayang, itu adalah Yoga. Ketika kita bekerja dengan integritas, melayani tanpa pamrih, menjaga lingkungan, menghormati sesama, dan mensyukuri kehidupan, itu pun adalah Yoga.Dalam perspektif ini, Yoga menjadi jalan menuju transformasi diri yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, tujuan Yoga bukanlah kemampuan melakukan postur yang rumit, melainkan kemampuan menjadi manusia yang lebih sadar. Bukan sekadar tubuh yang lebih sehat, tetapi hati yang lebih lembut. Bukan sekadar pikiran yang lebih tenang, tetapi kesadaran yang lebih luas. Bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kontribusi bagi kehidupan bersama.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud mengingatkan kembali bahwa kedamaian dunia tidak lahir dari ruang-ruang politik semata. Kedamaian dunia lahir dari jutaan individu yang menemukan kedamaian di dalam dirinya.

Di tengah kegelisahan zaman yang semakin kompleks, itulah hadiah terbesar yang dapat diberikan Yoga kepada umat manusia: kemampuan untuk kembali mengenal diri sendiri, menemukan kedamaian batin, dan membagikannya kepada dunia. [T]

Tags: Anand KrishnaUbudYoga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Next Post

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat ---Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co