5 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

I Wayan Artika by I Wayan Artika
June 5, 2026
in Esai
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Peserta workshop literasi di SMAN 2 Kuta Utara

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu cukup? Atau ketika semua adalah hiburan dan canda ria? Mungkin cukup kalau ditakar dengan suatu alat tertentu tapi mungkin tidak kalau diukur dengan alat yang lain.  Memang aktivitas membaca yang mandiri berkelanjutan, utuh, mendalam semakin jarang dilakukan. Mendapatkan berbagai informasi di media sosial dengan cara yang lebih menarik kalau dibandingkan dengan membaca adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Siapa saja mengandalkan media sosial untuk mendapatkan berbagai informasi. Entah informasi itu bermanfaat sejauh mana atau sebatas hiburan yang bisa dibilang dangkal atau sebaliknya sangat berat.

Tapi beralih kepada dunia sekolah dunia yang memiliki tujuan dengan suatu idealisme mendidik. Di sini guru-guru bekerja untuk tujuan itu. Ada hal idealis mulia yang harus dipertahankan dan meyogyanya diperjuangkan. Misalnya bagaimana sekolah membentuk siswa pembaca, siswa yang membaca buku bukan hanya siswa yang menikmati media sosial saja sepanjang waktu. Bukan berarti media sosial itu dipertentangkan tetapi diterima dengan kontrol dan daya kritis bahwa ada masalah pada kandungan media sosial tersebut.

Literasi identik dengan sekolah karena berkaitan dengan pemerolehan informasi, pengolahan, dan penggunaan. Jika lantas guru tidak tahu bagaimana membaca pastilah dia tidak bisa mengajari membaca yang benar. Inilah yang menjadi tema workshop dalam rangka review kurikulum tahun 2026 yang salah satu materinya adalah workshop literasi bagi guru yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 2 Kuta Utara (awal Juni 2026). Dalam kegiatan ini yang menjadi fokus penting bagi guru adalah bagaimana dia menjadi pembaca atau guru yang senantiasa membaca. Tuntutan sekolah agar workshop ini praktis menerjemahkan apa yang harus dibaca guru tiada lain adalah buku. Media sosial dalam hal ini sejatinya sudah selesai, tidak dapat ditawar lagi dan final. Rasanya demikian karena menjadi dunia yang mutlak.

Ritual foto bersama di era kekinian: peserta workshop

Aktivitas membaca buku adalah pilihan baru yang bahkan harus dimulai dengan satu prinsip: hal ini sangat penting. Membaca buku bukan untuk dipertentangkan dengan menikmati media sosial. Membaca buku adalah konvergensi dari perilaku yang sangat dominan oleh media sosial. Mengapa guru harus membaca buku? Karena bertugas di hadapan siswa sehingga guru datang dengan satu idealisme. Inilah perlu dipupuk bersama.

Kalau sebuah sekolah ingin dikembangkan menjadi sekolah yang berbudaya baca dan betapa siapapun paham membaca buku adalah hal yang asing dan sudah tidak dilakukan maka ada pendobrakan yang harus dilakukan. Gurulah yang harus memulai dari dirinya sendiri. Jika guru tidak memulai dari dirinya sendiri maka kondisi yang saat ini terjadi tak akan mengalami perubahan dan semakin jauh dari aktivitas membaca dan semakin memuja konten-konten di media sosial.

Dunia Buku, Kertas

Workshop kali ini membuka wawasan guru tentang dunia buku. Buku ditulis tidak secara instan tetapi melalui pergulatan dan perjuangan intelektual yang gigih. Buku dibangun dari pengetahuan yang luas dan mendalam seorang pengarangnya. Buku ditulis dari pengalaman panjang melakukan riset ke negeri asing dan mengumpulkan serangga di negeri-negeri tropis. Buku ditulis dari petualangan mencari tanah impian seperti yang dilakukan oleh Stuart Walker atau terkenal dengan nama pemberian ayah angkatnya yang seorang raja di Bali, K’tut Tantri; sehingga lahirlah buku Revolusi di Nusa Damai.

Buku itu ditulis oleh Yati Maryati wartawati majalah Femina pergi ke Denpasar tepatnya ke Pantai Sanur tepatnya lagi ke rumah Ni Nyoman Polok untuk melakukan wawancara. Bukunya yang kelak lahir diberi judul Ni Polok, Model dari Desa Kelandis;  berisi pengalaman yang disembunyikan dan itu buruk yang dialami oleh seorang perempuan Bali yang menikah dengan bangsawan Belgia, Le Mayeur. Perempuan penari legong yang cantik menjadi model seorang pelukis dunia tetapi sekaligus itu merenggut esensi perempuan Bali dalam rumah tangga yang ia bangun. Ni Polok tidak boleh punya anak karena kehamilan, menyusui akan membuat tubuhnya rusak, tidak indah lagi jika dilukis. Ni Polok tidak menggunakan rahimnya untuk mengandung dan tidak pernah memberikan susunya kepada anaknya. Pengalaman dan penderitaan ini hanya bisa dibaca dalam buku dan tidak pada yang lain.

Peserta workshop

Terlalu banyak buku hebat yang tidak bisa dijangkau. Tetapi dengan kembali kepada buku dan kesadaran kepada buku maka ada sedikit buku penting yang berjodoh dengan seseorang. Jangan berharap bisa menjangkau semua buku terbaik yang ada di atas perpustakaan bumi. Karena itu menemukan satu buku yang hebat dan cocok dengan diri adalah pencapaian literasi dan pembuktian betapa nikmatnya menjadi pembaca buku. Kenikmatan bertualang dalam dunia buku ini tidak dimiliki karena itu lalu beralih kepada petualangan di dunia digital, di dunia media sosial.

Karena itulah workshop ini menjadi guru pembaca atau guru yang membaca buku sangat penting. Sekolah dibangun di atas idealisme dan para guru harus menjadi agen-agen yang idealis termasuk dalam hal ini, bagaimana mulai membaca buku. Sebagai guru membaca buku pada awalnya mungkin perjuangan untuk dirinya sendiri tetapi buah perjuangan ini, pengalaman menjadi pembaca buku, akan ditularkan kepada siswa sehingga yang dihasilkan di sekolah ini adalah insan membaca.

Guru-guru di sekolah ini yang sangat muda dan inovatif tentu saja tidak terlalu sulit merealisasikan ide menjadi guru membaca namun perlu dimulai dengan langkah pemaksaan diri. Hal ini ditegaskan pula oleh kepala sekolah, bahwa pada intinya, dengan guru-guru generasi sekarang seorang kepala sekolah mesti mengajari guru. Ditekankan dalam workshop: pada hari-hari awal memulai membaca buku, harus memaksakan diri karena membaca adalah memasukkan diri ke dalam ruang sunyi di dalam dunia buku. Dengan menyadari betapa pentingnya membaca maka akan ada motivasi dan kekuatan untuk bertahan dalam kesunyian.

Adalah mustahil mencetak insan pembaca tanpa model dan di sini guru diharapkan nanti menjadi model bagaimana menjadi pembaca buku. Ada banyak sekali cara menjadi pembaca buku bagi guru. Pertama, guru mungkin memilih buku tertentu lalu membacanya dengan perlahan dan tidak boleh melakukan lompatan-lompatan karena mengatasi rasa bosan. Guru bisa memulai dengan proyek membuat kutipan lalu membacakan kutipan itu di depan kelas. Guru bisa juga membuat proyek membaca bersama. Dalam satu semester siswa memilih buku dan membaca buku itu bersama-sama secara terjadwal,  sehingga hampir semua siswa akan mendapatkan pengalaman membaca. Membaca walaupun banyak ditolak, apapun alasannya sungguh sangat penting artinya bagi diri manusia. jika tidak membaca memang tidak menyebabkan dampak-dampak fisik dan bahkan banyak kita tidak peduli dengan dampak-dampak dari tidak membaca itu. Karenanya ketika membaca dianggap sulit maka pilihan kita adalah abai dan beralih.

Beralih dari dunia membaca dengan alasan bahwa membaca itu memberatkan memang masih sangat mungkin di dunia media sosial. Media sosial seolah menjadi pelarian tetapi kesadaran betapa pentingnya membaca tidak harus berlari atau melarikan diri secara mutlak kepada media sosial. Buku masih harus ada dalam agenda sehari-hari. Buku berdiri sendiri secara lebih terhormat dengan melihat sejarah penulisannya dan bagaimana proses sebuah buku dilahirkan.

Media sosial tentu saja tidak bisa menandingi itu karena proses penciptaan berbagai materi di media sosial belum teruji. Apapun bisa muncul dan siapapun bisa memproduksi sesuatu. Apakah hal ini cukup dinikmati dan dianggap benar dan dianggap pengetahuan yang memiliki standar tertentu. Ternyata tidak dan itu harus dikembalikan kepada Fondasi lain pengetahuan kita yaitu bersumber pada buku.[T]

Penulis: I Wayan Artika
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasiPendidikanSMAN 2 Kuta Utara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Next Post

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails
Next Post
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co