27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Isran Kamal by Isran Kamal
April 27, 2026
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan. Belakangan, sorotan terhadap anggaran besar dalam program MBG yang dikelola BGN kembali memicu gelombang respons tersebut. Potongan angka beredar luas di media sosial, diikuti komentar tajam, kritik keras, hingga kesimpulan yang ditarik dengan sangat cepat bahkan sebelum banyak orang benar-benar memahami struktur dan konteks anggaran itu sendiri.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan cerminan dari pola yang lebih dalam tentang bagaimana publik memproses informasi. Ketika berhadapan dengan sesuatu yang terasa besar dan kompleks, respons emosional sering kali muncul lebih cepat daripada upaya memahami secara utuh.

Namun demikian, penting untuk diakui bahwa reaksi publik dalam kasus ini tidak sepenuhnya tanpa dasar. Sejumlah pertanyaan terhadap besaran, struktur, dan prioritas anggaran memang layak diajukan. Dalam konteks ini, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah anggaran tersebut tepat atau tidak, tetapi juga mengapa angka besar hampir selalu memicu reaksi yang begitu cepat dan intens.

Program MBG yang dikelola oleh BGN menjadi salah satu contoh paling aktual. Besaran anggaran yang beredar di ruang publik dengan cepat menjadi titik fokus utama, sering kali terlepas dari detail implementasi, tujuan program, maupun struktur pembiayaannya. Diskursus yang muncul pun cenderung berpusat pada satu hal yakni, angka yang dianggap terlalu besar, tanpa selalu diiringi upaya memahami bagaimana angka tersebut dibentuk dan dialokasikan.

Dalam banyak kasus, angka tersebut kemudian berfungsi sebagai simbol bukan hanya tentang besaran anggaran, tetapi juga tentang bagaimana publik memandang pengelolaan kebijakan secara keseluruhan.

Di sisi lain, reaksi publik terhadap besaran anggaran ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas, yaitu adanya persepsi trade-off dalam penggunaan anggaran negara. Banyak masyarakat melihat bahwa peningkatan alokasi untuk program tertentu sering kali diiringi dengan penyesuaian atau bahkan pengurangan pada sektor lain yang juga dianggap mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, atau layanan publik dasar.

Dalam kerangka ini, persoalan tidak lagi sekadar tentang angka yang besar, tetapi tentang prioritas. Ketika publik merasa bahwa alokasi tersebut tidak sejalan dengan urgensi kebutuhan yang mereka rasakan, respons emosional menjadi lebih kuat, dan ketidakpercayaan terhadap institusi pun semakin menguat.

Psikologi Reaksi Publik

Salah satu pemicu utama reaksi cepat terhadap isu anggaran adalah sifat angka itu sendiri. Ketika publik dihadapkan pada nominal yang sangat besar, respons yang muncul sering kali bukan pemahaman, melainkan emosi. Dalam psikologi kognitif, manusia cenderung kesulitan memproses angka dalam skala besar secara intuitif. Akibatnya, angka lebih sering “dirasakan” daripada benar-benar dipahami, terutama ketika dikaitkan dengan isu yang menyentuh kepentingan publik secara langsung.

Namun, emosi terhadap angka dan prioritas ini juga dipengaruhi oleh faktor yang lebih dalam, yaitu kepercayaan atau lebih tepatnya, ketidakpercayaan. Ketika tingkat trust terhadap institusi berada pada level rendah, setiap kebijakan baru cenderung dibaca dengan kacamata skeptis. Dalam kondisi seperti ini, anggaran besar tidak lagi dilihat semata sebagai kebutuhan program, tetapi sebagai sesuatu yang berpotensi bermasalah. Reaksi ini tidak sepenuhnya irasional, melainkan terbentuk dari akumulasi pengalaman kolektif yang membentuk ekspektasi publik terhadap bagaimana kebijakan dikelola.

Dalam situasi distrust, informasi yang belum lengkap cenderung langsung diarahkan pada asumsi terburuk, terutama ketika kebijakan tersebut menyentuh kebutuhan yang dianggap lebih mendesak oleh publik.

Selain itu, ada faktor kognitif lain yang tak kalah penting, yaitu ilusi memahami. Banyak orang merasa sudah cukup mengerti suatu isu hanya karena telah membaca beberapa potongan informasi, headline berita, cuplikan angka, atau opini di media sosial. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai illusion of explanatory depth, yaitu keyakinan bahwa kita memahami sesuatu lebih dalam daripada yang sebenarnya kita pahami.

Kondisi ini membuat diskusi publik terasa penuh kepastian, meskipun sering kali belum ditopang oleh pemahaman yang utuh terhadap kompleksitas kebijakan.

Substansi Kebijakan dan Kualitas Respons Publik

Jika ditarik lebih dalam, polemik ini tidak bisa dilepaskan dari dua hal yang saling memiliki keterkaitan, yaitu, substansi kebijakan itu sendiri dan bagaimana publik meresponsnya. Dalam kasus seperti MBG, pertanyaan terhadap besaran anggaran, prioritas, serta dampaknya terhadap sektor lain merupakan hal yang wajar, bahkan diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol publik. Reaksi keras yang muncul tidak lahir tanpa alasan, melainkan dari kekhawatiran yang cukup konkret tentang arah kebijakan.

Namun, di saat yang sama, kualitas respons publik turut menentukan apakah kritik tersebut mampu berkembang menjadi evaluasi yang konstruktif atau berhenti sebagai reaksi sesaat.

Dalam konteks ini, perdebatan sering kali bergeser dari evaluasi kebijakan menjadi persoalan kepercayaan. Ketika trust terhadap institusi rendah, setiap penjelasan cenderung dipandang dengan kecurigaan. Hal ini dapat dimengerti, terutama jika publik memiliki pengalaman sebelumnya yang membentuk ekspektasi negatif. Namun konsekuensinya, bahkan informasi yang valid sekalipun bisa sulit diterima jika tidak disertai dengan pemulihan kepercayaan yang memadai.

Di sinilah interaksi antara kualitas kebijakan dan kualitas respons publik menjadi penting. Kebijakan yang kurang transparan memperkuat kecurigaan, sementara respons yang terlalu reaktif dapat mengurangi ketajaman kritik itu sendiri.

Kritik atau Sinisme berbalut Sarkas?

Di tengah dinamika ini, penting untuk membedakan antara kritik yang sehat dan sinisme yang melelahkan. Dalam konteks kebijakan yang memang memunculkan pertanyaan dan kejanggalan, kritik publik bukan hanya wajar, tetapi juga diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Kritik lahir dari kepedulian yang mendorong pertanyaan, menguji argumen, dan menuntut perbaikan dengan dasar yang jelas.

Namun, tidak semua bentuk kritik bergerak ke arah yang sama. Ketika kritik bergeser menjadi sinisme, ruang dialog mulai menyempit. Sinisme cenderung berangkat dari asumsi bahwa apa pun yang dilakukan pasti salah, sehingga fokusnya tidak lagi pada memahami, melainkan pada mengafirmasi kecurigaan.

Dalam jangka pendek, sikap ini mungkin terasa seperti kewaspadaan. Namun dalam jangka panjang, justru akan berisiko mengikis kemampuan untuk menilai secara jernih termasuk membedakan mana kritik yang kuat dan mana yang sekadar reaksi.

Kritik yang kuat tidak hanya ditentukan oleh keberanian untuk bersuara, tetapi juga oleh ketepatan dalam memahami apa yang dikritik.

Pada akhirnya, kualitas percakapan publik akan sangat menentukan arah kebijakan. Kritik yang tajam, proporsional, dan berbasis pemahaman tidak hanya menjaga akuntabilitas, tetapi juga memperkuat posisi publik itu sendiri. Tantangannya bukan pada apakah kita perlu bersuara, tetapi bagaimana memastikan suara tersebut benar-benar membawa kejelasan, bukan sekadar memperkuat kebisingan yang sudah ada. [T]

Tags: makanan bergiziPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

Next Post

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co