13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Dodik Suprayogi by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
in Esai
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan dari Generasi Z memanfaatkan gawai dan perangkat teknologi pertanian untuk mengelola kedaulatan pangan.

Fenomena Kartini Agraris ini kini menemukan momentumnya seiring dengan peluncuran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Semangat emansipasi kini berpadu dengan misi pemenuhan nutrisi bangsa, menempatkan perempuan sebagai tokoh kunci dalam rantai pasok pangan nasional.

Sektor pertanian Indonesia sedang mengalami metamorfosis yang fundamental. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tradisional yang melelahkan, melainkan sebuah ekosistem inovatif yang menjadi tulang punggung bagi program kesehatan nasional. Di sana, perempuan Gen Z hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama.

1. Dari Buruh Bayangan Menjadi Pengambil Keputusan

Peran perempuan dalam sektor agraria telah mengalami kemajuan yang masif. Dahulu, dalam struktur masyarakat tradisional, perempuan sering kali terjebak dalam peran tenaga kerja bayangan. Mereka turun ke sawah untuk menanam, namun suara mereka jarang terdengar dalam pengambilan keputusan strategis.

Kini, warisan intelektual Kartini memberikan keberanian bagi perempuan Gen Z untuk mendiskusikan ulang posisi mereka sebagai pengambil keputusan, terutama dalam mendukung ketersediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis.

“Dulu, agro field atau agronomist didominasi oleh laki-laki, karena perempuan dianggap lemah, tidak cukup tenaga jika bekerja di lapangan, namun sekarang perempuan bisa membuktikan kalau tidak kalah dengan kaum laki-laki”, Agnes adalah salah satu agronomist perempuan di perusahaan pestisida terkemuka di Indonesia.

Perempuan-perempuan muda ini kini menempati posisi strategis dalam merancang pola tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi lokal. Mereka tidak lagi hanya menanam apa yang biasa ditanam, tetapi menganalisis komoditas apa yang diperlukan untuk memenuhi standar nutrisi protein dan vitamin.

Dalam perspektif ekofeminisme, kedekatan intuitif perempuan terhadap kelestarian alam menjadi modal utama untuk menghasilkan pangan yang tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga sehat dan bebas residu kimia berbahaya.

“Perempuan sebagai garda pangan itu sudah terbukti kehebatannya sejak dulu, makanya Dewi Padi namanya Dewi Sri seorang perempuan, bukan laki-laki”, tambahnya.

2. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Masa MBG

Berdasarkan data goodstats.id (2025), jumlah petani wanita di Indonesia mencapai 14.8 juta pada Februari 2025. Jumlah yang besar ini, salah satunya bergerak secara komunitas melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Apalagi pada masa kini, peran KWT sangat dibutuhkan terutama sebagai mitra dapur MBG. Sebagai harapan, KWT mampu mengelola budidaya sayuran hidroponik hingga ternak unggas skala komunitas. Dampaknya sangat signifikan, program MBG tidak perlu mengambil bahan pangan dari tempat yang jauh, karena KWT di desa tersebut mampu menyediakannya.

Inilah wujud nyata kemandirian ekonomi yang diimpikan Kartini, perempuan yang berdaya secara finansial sekaligus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai stunting dan gizi buruk melalui akses pangan lokal yang berkualitas.

3. Kolaborasi Sarjana Pertanian dan Ahli Gizi

Kolaborasi perempuan sarjana pertanian di kebun dan sarjana ahli gizi di dapur sangat dibutuhkan di sini. Mereka membawa misi untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.

Pertanian adalah sektor hulu yang sedari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, hingga proses panen sangat menentukan kualitas makanan di atas meja dapur. Mereka juga mengedukasi anggota KWT mengenai pentingnya sertifikasi produk dan standar sanitasi, sehingga produk pertanian lokal layak masuk ke dalam sistem pengadaan negara. Selanjutnya, peran ahli gizi meramu bahan pangan itu sesuai kebutuhan gizi anak-anak.

4. Bertani Adalah Bentuk Nyata Bela Negara

Tujuan utama dari gerakan ini adalah memadukan antara kemampuan akademis sarjana muda dengan pengalaman dapur ibu-ibu KWT. Hasilnya adalah sebuah ekosistem pangan yang humanis dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini secara efektif memotong rantai distribusi yang panjang. Dengan adanya kebutuhan tetap dari program MBG, perempuan tani kini memiliki kepastian pasar. Fenomena ini menciptakan budaya kerja baru di mana kecerdasan perempuan digunakan untuk mengelola logistik pangan nasional dari tingkat bawah.

Mereka membuktikan bahwa dedikasi di atas tanah pertanian adalah bentuk nyata dari bela negara, memastikan bahwa masa depan bangsa melalui anak-anak sekolah terjaga gizinya melalui tangan-tangan perempuan yang kompeten.

5. Menanam Masa Depan yang Inklusif dan Bergizi

Semangat Kartini dalam sektor pertanian saat ini adalah sebuah harmoni yang indah antara kekuatan komunitas dan ketajaman berpikir individu. Sinergi antara KWT sebagai motor penggerak massa dan sarjana pertanian wanita sebagai inovator teknologi menciptakan fondasi yang kokoh bagi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis.

Perubahan ini membuktikan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan makro, tetapi oleh seberapa besar kita melibatkan perempuan dalam pengelolaannya di tingkat akar rumput.

Di tangan perempuan Gen Z, pertanian Indonesia kini menjadi narasi tentang masa depan yang hijau, cerdas, dan sehat. Semangat Kartini terus bersemi di setiap benih yang ditanam, membuktikan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat, kita membutuhkan pikiran yang cerdas namun membumi, serta tangan perempuan yang lembut namun mampu memberi makan seluruh negeri.

“Untuk semua perempuan kalian hebat, cantik dan berdaya. Semoga kedepannya semakin banyak yg berperan aktif untuk mencapai ketahanan pangan nasional”, harapan dari Arum, sarjana agroteknologi yang kini berkarya menjaga ketahanan pangan keluarga. [T]

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Adnyana Ole

Tags: agrarisgiziHari KartiniKartiniPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Next Post

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Ig @dodiksuprayogi_

Related Posts

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co