20 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rekayasa dan Realita di Balik Karya Ogoh-Ogoh ‘Nyi Rimbit’ Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

I Gede Wirawan Adipranata by I Gede Wirawan Adipranata
March 20, 2026
in Panggung
Rekayasa dan Realita di Balik Karya Ogoh-Ogoh ‘Nyi Rimbit’ Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

Ogoh-Ogoh "Nyi Rimbit" Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

PEMIKIRAN abstrak, imajinasi, dan sebuah perbincangan singkat bisa menghasilkan ribuan ide. Rangkaian Hari Raya Nyepi identik dengan buah pemikiran pemuda dengan mengolaborasikan semua ide dalam wujud ogoh-ogoh.

Ini kisah dari karya ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Yowana Dharma Sentana Banjar Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

Pada tahun baru Caka 1948 ini I Kadek Adi Puspa Wiguna mendapatkan imajinasi yang abstrak pada saat berbincang dengan anggota Yowana Dharma Sentana. Imajinasi itu hendak direalisasikan dalam bentuk ogoh-ogoh dengan nama “Nyi Rimbit”.

Nyi Rimbit merupakan seorang wanita yang difitnah memiliki ilmu pengeleakan di sebuah desa yang disebut Desa Kalikedasa. Fitnah itu datang dari calon murid, Winari, yang ditolaknya pada saat ingin belajar ilmu pengeleakan dengan tujuan untuk membalas dendam.

Penolakan itu dilakukan karena Nyi Rimbit belajar pengeleakan untuk memperdalam sastra dan menyeimbangkan alam semesta. Karena penolakan itu, Nyi Rimbit difitnah dan dibakar. Namun karena kesaktiannya, Nyi Rimbit bisa hidup kembali dan membinasakan semua orang yang memiliki niat jahat terhadap desanya.

***

Ogoh-Ogoh “Nyi Rimbit” Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

Kisah Nyi Rimbit itulah yang dijadikan sumber inspirasi dan imajinasi oleh Kadek Adi. Dan ketika imajinasi itu hendak diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh terjadi sejumlah keanehan.

Dari awal  sejak pembuatan ogoh-ogoh ini, Kadek Adi selaku undagi (kreator) ogoh-ogoh Nyi Rimbit ini sudah mengalami mimpi yang aneh setiap hendak memejamkan matanya. Tak hanya itu, pada saat pawai yang diadakan tanggal 15 Maret 2025 pada  YACA Festival, Kadek Adi hanya mampu menonton sebentar karena ia merasakan hawa yang berbeda menyelimuti dirinya.

“Raga tumben sajan percaya kene-kene Nok, karena rage sebelumne sing taen percaya hal-hal mistis,” ujar Kadek Adi. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Kadek Adi mengatakan ia sebelumnya tidak percaya dengan hal mistis namun pada ogoh-ogoh ini hal yang dirasakan berbeda. Seakan ada nyawa di dalam ogoh-ogoh ini.

Hal itupun terjawab pada saat geladi bersih sebelum pawai yang dilaksanakan di Jaba Pura Dalem Agung Yangapi, bertepatan dengan kajeng kliwon dan tumpek wayang. Banyak orang mengatakan, melakukan geladi pada saat hari kajeng kliwon dan tumpek wayang itu adalah sebuah kesalahan. Namun pada saat itu, dalam pemikiran Komang Sapta Diana  sebagai penggarap tabuh dan Ni Putu Melani Putri sebagai penggarap fragment tari, Ida yang berstana di Pura Dalem tidak mungkin menyakiti ataupun memberikan hal negatif kepada panjak-nya (pemujanya), melainkan Ida akan memberikan taksu terhadap panjak-nya(Pemujanya).

Tepat pukul 21.25 geladi hampir berakhir namun ada gerakan tidak biasa dari pemeran utama fragment tari yang memerankan Nyi Rimbit yaitu Ni Kadek Vita Sari. Vita melakukan gerakan yang unik, dan penata gerak merasa aneh karena mereka tidak mengajarkan gerakan itu kepada Vita.

Ternyata selepas menari Vita mengalami kesurupan. Semua panik namun dari alam bawa sadar Vita berkata “Sampun becik, Taksune sampun tedun”. Jika diterjemahkan, semua hal terkait ogoh-ogoh, tabuh, tari memiliki taksu masing-masing dan dikatakan sangat bagus dan metaksu.

Singkat cerita Jero Mangku Dalem, Prajapati, dan Ulu Setra datang untuk menyadarkan Vita dan semua orang tenang. Setelah melaksanakan geladi di desa, mereka bergegas untuk mengikuti geladi di lapangan tempat pawai berlangsung yaitu Lapangan Desa Adat Metra.

Penulis iseng bertanya, mengapa Vita bisa kerauhan? Apa yang Vita lihat?

Penari dalam pawai Ogoh-Ogoh “Nyi Rimbit” Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

“Mare to cang ningalin tiga sosok, pertama cewek di duur punyan bingine, kedua cewek pakaian  putih, miiik san di Ulun Setra, dan nak tueee ngabe tungked persis care ne di ogoh-ogohe.” Terjemahan dalam bahasa Indonesia, Vita mengatakan melihat tiga sosok dalam geladi di Pura Dalem, yang pertama wanita berputar di pohon beringin, wanita dengan pakaian putih yang memiliki bau sangat harum, dan nenek tua yang sangat mirip dengan tokoh yang dibuat ogoh-ogoh. Mereka bertiga ingin sekaligus masuk ke raga Vita namun Vita tidak bisa menerima karena energinya terlalu kuat sehingga yang masuk ke tubuh Vita adalah sosok nenek yang mirip sekali dengan sosok ogoh-ogoh yang dibuat.

***

Tibalah waktu pentas di Lapangan Desa Adat Metra, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Yowana Dharma Sentana Banjar Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli mendapatkan undi 3 dalam pawai. Pada saat masuk ke lapangan hawa yang berbeda sangat kuat, bulu kuduk dan mata penonton tertuju pada ogoh-ogoh, tabuh, dan tarian yang dipersembahkan oleh Yowana Dharma Sentana.

Pada saat pawai terdapat 5 orang yang kesurupan dan dapat ditangani oleh pemangku yang sangat sigap dalam menyadarkan mereka yang kesurupan.

Pada akhirnya, karena banyak kejadian dan sosok yang dijadikan ogoh-ogoh itu adalah sosok yang ada di Pura Dalem. Maka keputusan akhir yang didapat ogoh-ogoh tersebut harus dipralina (dibakar) setelah semua prosesinya selesai.

Ogoh-Ogoh “Nyi Rimbit” Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

Sebuah imajinasi yang awalnya hanya untuk memuaskan hasrat seni dan melestarikan budaya ternyata memiliki cerita nyata serta sosok nyata yang tidak diketahui sebelumnya.

Pada tahun ini Yowana Dharma Sentana Desa Adat Yangapi, membuat karya yang spektakuler dengan taksu yang membuat semua orang merinding dan mengagumi karya ini. Karya ini dapat disebut sebagai masterpiece-nya Yowana Dharma Sentana. [T]

Penulis: I Gede Wirawan Adipranata
Editor: Adnyana Ole

Tags: BangliBanjar YangapiDesa Tembukuogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

Next Post

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

I Gede Wirawan Adipranata

I Gede Wirawan Adipranata

Lahir dan tinggal di Banjar Yangapi, Tembuku, Bangli

Related Posts

Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

by Radha Dwi Pradnyani
March 18, 2026
0
Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

Seorang gadis dengan busana kemeja putih, destar bermotif batik, dan rok merah tampil dengan percaya diri di atas panggung beralas...

Read moreDetails

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
0
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

Read moreDetails

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
0
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen...

Read moreDetails

ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

by Nyoman Budarsana
March 16, 2026
0
ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

MENJELANG Nyepi, kemeriahaan anak-anak muda dalam menggarap atau menggotong ogoh-ogoh sering kali diekspresikan lewat lagu oleh grup band local di...

Read moreDetails

Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

by Satria Aditya
March 14, 2026
0
Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton...

Read moreDetails

Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

by Pranita Dewi
March 12, 2026
0
Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

ADA sesuatu yang selalu terasa menjelang malam pengerupukan di Bali. Jalan-jalan desa mulai ramai, anak-anak muda berkumpul di bale banjar,...

Read moreDetails

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
0
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya....

Read moreDetails

‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

DI antara deretan karya dalam Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026, sebuah gambar berjudul “Gangga Maya” menarik perhatian dewan...

Read moreDetails

Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

DI tengah riuh pengunjung dan hiruk-pikuk festival, sekelompok pemuda-pemudi justru sibuk memilah sampah. Di Kasanga Festival 2026, pengelolaan sampah bukan...

Read moreDetails

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

HARI itu, Minggu pagi, 8 Maret 2026, langkah-langkah kecil berbaris rapi. Lapangan Puputan Badung, Denpasar berubah menjadi arena budaya yang...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya
Liputan Khusus

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

by Jaswanto
March 20, 2026
Rekayasa dan Realita di Balik Karya Ogoh-Ogoh ‘Nyi Rimbit’ Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli
Panggung

Rekayasa dan Realita di Balik Karya Ogoh-Ogoh ‘Nyi Rimbit’ Yowana Dharma Sentana, Yangapi, Bangli

PEMIKIRAN abstrak, imajinasi, dan sebuah perbincangan singkat bisa menghasilkan ribuan ide. Rangkaian Hari Raya Nyepi identik dengan buah pemikiran pemuda...

by I Gede Wirawan Adipranata
March 20, 2026
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar
Khas

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
Sepi yang Diibadahkan: Kota, Puisi, dan Nyepi
Esai

Sepi yang Diibadahkan: Kota, Puisi, dan Nyepi

KOTA, bagi sebagian orang, adalah sumber energi dan kesibukan. Namun bagi penyair asal Jembrana-Bali,  Nanoq da Kansas, kota adalah ruang...

by Angga Wijaya
March 20, 2026
Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti
Esai

Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti

SETIAP menjelang Hari Suci Nyepi, saya selalu teringat dengan sebuah lagu dari band Navicula. Lagu itu berjudul “Saat Semua Semakin...

by Dede Putra Wiguna
March 20, 2026
Suara Klunting Menjelang Takbir
Esai

Suara Klunting Menjelang Takbir

SUARA pesan WhatsApp siang itu membuat sumringah wajah temanku Katno. Aku melihatnya saat kami berlima ngobrol santai di kantin sambil...

by L Margi
March 19, 2026
Nyepi: Menubuhkan Ruang, Mengheningkan Dunia
Esai

Nyepi: Menubuhkan Ruang, Mengheningkan Dunia

PAGI ini, Bali tidak bangun. Tidak ada suara motor, tidak ada langkah tergesa, tidak ada percakapan yang saling bertubrukan di...

by I Wayan Sujana Suklu
March 19, 2026
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman
Budaya

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026
Esai

Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026

NUSANTARA bukan sekadar titik koordinat di peta dunia; ia adalah titik temu antara yang terlihat (Sakala) dan yang tak terlihat...

by I Ketut Sumarta
March 18, 2026
Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja
Panggung

Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

Seorang gadis dengan busana kemeja putih, destar bermotif batik, dan rok merah tampil dengan percaya diri di atas panggung beralas...

by Radha Dwi Pradnyani
March 18, 2026
Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi
Esai

Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi

PERNAHKAH terlintas di pikiran kita spontan satu pertanyaan, “Apa tujuan hidup ini?”. Atau memikirkan, “Siapa saya ini?”. Atau pertanyaan-pertanyaan lain...

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan
Bahasa

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

by I Made Sudiana
March 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co