15 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Gede Made Cahya Trisna Pratama by Gede Made Cahya Trisna Pratama
March 15, 2026
in Esai
Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Ilustrasi dibuat dengan AI Generated.

Coba ingat kembali, berapa gelas air putih yang sudah Anda habiskan hari ini? Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas es teh manis atau minuman boba terasa seperti penyelamat dahaga. Namun, di balik rasa segar sesaat itu, ginjal kita justru sedang berjuang ekstra keras. Cuaca ekstrem yang sedang kita hadapi saat ini ternyata bukan sekadar urusan haus atau keringat yang bercucuran, tapi juga ancaman nyata bagi fungsi ginjal kita.

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 yang mengusung tema “Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet” (Kesehatan Ginjal untuk Semua: Peduli pada Manusia, Melindungi Planet), mari kita bahas mengapa pemanasan global ternyata sangat erat kaitannya dengan kesehatan ginjal kita.

Cuaca Panas Dapat Mengancam Ginjal

Ginjal adalah “pabrik penyaring” utama di dalam tubuh kita. Ginjal bertugas untuk membersihkan darah dari racun sisa metabolisme, kemudian membuangnya melalui urine. Untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik, ginjal membutuhkan cairan yang cukup.

Ketika cuaca sangat panas, tubuh kita akan berusaha mendinginkan diri dengan mengeluarkan banyak keringat. Jika cairan yang keluar ini tidak segera diganti dengan minum air yang cukup, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Saat dehidrasi, volume darah yang mengalir ke ginjal akan berkurang. Akibatnya, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah yang lebih kental.

Waspada “Heat Stress Nephropathy” (Penyakit Ginjal Akibat Stres Panas)

Seperti mesin kendaraan yang rusak karena kehabisan cairan radiator, kurang lebih perumpamaan itulah yang terjadi pada ginjal kita saat terpapar panas ekstrem terus-menerus tanpa asupan cairan yang memadai.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan Heat Stress Nephropathy (HSN). HSN bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba, melainkan kerusakan yang diam-diam menumpuk seiring berjalannya waktu. Bagaimana prosesnya?

  • Penurunan Aliran Darah: Akibat dehidrasi, volume darah menurun drastis. Ginjal pun menerima pasokan darah yang lebih sedikit dari biasanya.
  • Kekurangan Suplai Oksigen (Iskemia): Menurunnya aliran darah menyebabkan berkurangnya oksigen yang sampai ke ginjal. Padahal, jutaan unit penyaring mikroskopis di dalam ginjal (Nefron) membutuhkan suplai oksigen yang stabil agar tidak mengalami kerusakan sel.
  • Penumpukan Zat Toksik: Dalam kondisi minim cairan, zat sisa misalnya asam urat juga menjadi sangat pekat. Kondisi ini rentan memicu peradangan lokal atau pembentukan kristal yang dapat melukai jaringan ginjal.
  • Kerusakan Jaringan Berulang: Apabila episode dehidrasi dialami secara terus-menerus, luka peradangan tadi dapat memicu pembentukan jaringan parut dan kerusakan jaringan permanen.

Kondisi cedera ginjal berulang inilah yang pada akhirnya tanpa disadari menjurus pada Penyakit Ginjal Kronis (PGK), menyebabkan ginjal secara permanen kehilangan kemampuannya menyaring racun di dalam tubuh.

Langkah Sederhana: Sayangi Ginjal, Sayangi Bumi

Tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim dan pemanasan global juga dapat menjadi ancaman nyata bagi kesehatan. Lantas, apa yang bisa kita lakukan ? Sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang dapat kita biasakan untuk melindungi ginjal sekaligus merawat planet ini, seperti:

  1. Pantau Warna Urine: Warna urine adalah indikator kecukupan cairan yang paling praktis. Urine yang sehat umumnya berwarna kuning muda atau jernih. Jika warnanya mulai pekat, itu adalah sinyal objektif bahwa Anda perlu segera menambah asupan air minum.
  2. Biasakan Membawa Botol Minum (Tumbler): Upayakan minum air putih sekitar 2 liter (8 gelas) per hari dan tingkatkan jumlahnya jika intensitas aktivitas di luar ruangan sedang tinggi. Membawa tumbler sendiri memudahkan Anda memantau jumlah air yang diminum, sekaligus mengurangi jumlah sampah plastik kemasan sekali pakai.
  3. Utamakan Air Putih: Mengonsumsi minuman manis atau berkafein saat cuaca panas justru memiliki efek diuretik, yaitu memicu tubuh lebih sering berkemih. Hal ini dapat mempercepat proses kehilangan cairan. Oleh karena itu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk rehidrasi.
  4. Manajemen Aktivitas di Luar Ruangan: Usahakan untuk membatasi paparan sinar matahari langsung pada jam-jam dengan suhu tertinggi, biasanya antara pukul 10.00 hingga 14.00. Sempatkan untuk berteduh dan beristirahat secara berkala jika Anda memang harus bekerja di area terbuka.

Bumi yang semakin panas adalah alarm bagi kita untuk lebih waspada. Mari kita mulai kebiasaan baik hari ini. Cukup dengan minum air putih, gunakan botol minum yang bisa dipakai ulang, dan ajak orang terdekat untuk melakukan hal yang sama. Ginjal yang sehat berawal dari langkah-langkah kecil yang kita lakukan setiap hari. Selamat Hari Ginjal Sedunia! [T]

Tags: kesehatankesehatan ginjal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Gede Made Cahya Trisna Pratama

Gede Made Cahya Trisna Pratama

Dokter umum dengan minat spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam yang ingin memadukan kompetensi akademis serta keterampilan interpersonal sebagai Duta Bahasa dan Duta Pariwisata untuk mengedukasi masyarakat perihal kesehatan

Related Posts

‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali

by Angga Wijaya
March 15, 2026
0
‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali

Di dunia yang semakin bising, diam menjadi sesuatu yang langka. Orang berbicara di televisi, di rapat, di media sosial, bahkan...

Read moreDetails

Nyepi: Dari Ramya Menuju Sunya

by I Wayan Westa
March 15, 2026
0
Wayan Westa: Upacara Banyak, Yang Kurang Adalah Doa Dalam Tindakan

KETERATURAN adalah  hukum paling asali di semesta ini. Pernahkah kita mempertanyakan, siapa pengendali benda-benda langit di semesta ini? Siapa pengatur...

Read moreDetails

Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma

by I Gede Tilem Pastika
March 14, 2026
0
Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma

SETIAP Tumpek Wayang di Bali secara inheren menawarkan momen meditatif yang mengetuk kesadaran batin melalui ritual yang khas, namun pengalaman...

Read moreDetails

Tumpek Wayang dan Bali Masa Kini

by I Wayan Yudana
March 14, 2026
0
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

Di Bali, kalender bukan sekadar penanda hari, tetapi juga pengingat tentang cara manusia menempatkan diri di tengah semesta. Salah satu...

Read moreDetails

Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa

by Agung Sudarsa
March 14, 2026
0
Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa

Kita Bukan Kebetulan SERING kali kita merasa hidup ini kacau. Politik gaduh. Ekonomi tidak pasti. Hubungan manusia penuh konflik. Kita...

Read moreDetails

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

by Angga Wijaya
March 13, 2026
0
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Di Bali, ada fenomena yang lucu tapi sekaligus menyedihkan. Sebagian intelektual generasi tua yang dulunya produktif menulis, kini hanya aktif...

Read moreDetails

Diobati Perempuan Penyembuh

by Angga Wijaya
March 12, 2026
0
Diobati Perempuan Penyembuh

DUA bulan belakangan saya sering merasa lelah. Saya pikir mungkin ini burnout, lelah tidak hanya pada fisik tapi juga mental....

Read moreDetails

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

by Muhammad Khairu Rahman
March 12, 2026
0
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Fenomena victim blaming — yaitu kecenderungan sosial untuk menyalahkan korban atas kekerasan atau kejahatan yang menimpa mereka — bukan sekadar...

Read moreDetails

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
0
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman. “Kok masalah datang keroyokan ya?” Beberapa detik...

Read moreDetails

Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali

by Agung Sudarsa
March 11, 2026
0
Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali

Ritual Lama, Tradisi Baru Malam menjelang Hari Raya Nyepi, yang dikenal sebagai Pengerupukan, pada mulanya merupakan ritual yang sangat sederhana....

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?
Esai

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Coba ingat kembali, berapa gelas air putih yang sudah Anda habiskan hari ini? Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas...

by Gede Made Cahya Trisna Pratama
March 15, 2026
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari
Puisi

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hari-hari

Sabtu waktu tak banyakmenit yang kau punyasebentar-sebentar habislangit mencatat semuanya tatapanmu menyeretkuke labirin cerminkau berbicara lewat pelukdan dua butir kecupdengan...

by Wayan Esa Bhaskara
March 15, 2026
‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali
Esai

‘Mauna’ di India, ‘Koh Ngomong’ di Bali

Di dunia yang semakin bising, diam menjadi sesuatu yang langka. Orang berbicara di televisi, di rapat, di media sosial, bahkan...

by Angga Wijaya
March 15, 2026
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul
Kuliner

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
Wayan Westa: Upacara Banyak, Yang Kurang Adalah Doa Dalam Tindakan
Esai

Nyepi: Dari Ramya Menuju Sunya

KETERATURAN adalah  hukum paling asali di semesta ini. Pernahkah kita mempertanyakan, siapa pengendali benda-benda langit di semesta ini? Siapa pengatur...

by I Wayan Westa
March 15, 2026
Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar
Panggung

Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton...

by Satria Aditya
March 14, 2026
Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma
Esai

Sudamala Digital:  Ruwat Bayang-Bayang di Tengah Panggung Flexing dan Intrik Algoritma

SETIAP Tumpek Wayang di Bali secara inheren menawarkan momen meditatif yang mengetuk kesadaran batin melalui ritual yang khas, namun pengalaman...

by I Gede Tilem Pastika
March 14, 2026
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran
Esai

Tumpek Wayang dan Bali Masa Kini

Di Bali, kalender bukan sekadar penanda hari, tetapi juga pengingat tentang cara manusia menempatkan diri di tengah semesta. Salah satu...

by I Wayan Yudana
March 14, 2026
Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir
Khas

Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir

SAYA tengah mencoba banyak merenung ketika tulisan ini dibuat, tepat sehari setelah Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day)--yang diperingati pada...

by Komang Ari
March 14, 2026
Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa
Esai

Elektron, Dharma, dan Kesadaran: Membaca Alam Semesta dengan Mata Jiwa

Kita Bukan Kebetulan SERING kali kita merasa hidup ini kacau. Politik gaduh. Ekonomi tidak pasti. Hubungan manusia penuh konflik. Kita...

by Agung Sudarsa
March 14, 2026
Sekolah Tinggi | Cerpen Syafri Arifuddin Masser
Cerpen

Sekolah Tinggi | Cerpen Syafri Arifuddin Masser

SUDAH seminggu lamanya bapak dan ibumu seperti orang asing satu sama lain. Di malam hari, bapakmu akan menghamparkan tikarnya di...

by Syafri Arifuddin Masser
March 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co