Tak ada yang tak mengenal House of the Rising Sun dari The Animals dan terbebas dari lukanya. Lagu sederhana ini menusuk dengan pedih, bergerak mengikuti progresi akord minor, menciptakan nada-nada muram pada organ Vox Continental milik Alan Price. Dan Eric Burdon bernyanyi dengan emosi seorang yang diliputi keputusasaan.
Dulu orang-orang saling berbagi cerita tentang apa itu house of the rising sun, rumah matahari terbit. Ada banyak kisah di sana, ada banyak spekulasi tentangnya. Tetapi sederhananya, lirik ini menceritakan seseorang yang hidupnya hancur karena perjudian atau mabuk-mabukan di sebuah rumah bernama House of the Rising Sun di New Orleans. Banyak yang menafsirkan “house” itu sebagai rumah bordil, sarang judi, atau bar kumuh. Ada juga yang menduga itu adalah penjara wanita.
Pada awal abad ke-20, New Orleans adalah pusat perjudian, prostitusi, dan kriminalitas. Dulunya lagu ini sering dinyanyikan oleh para pekerja tambang atau oleh narapidana yang mengalami kehancuran hidup:
Oh, mother, tell your children/ Not to do what I have done/ To spend your lives in sin and misery/ In the house of the rising sun
Lagu ini sendiri sebenarnya adalah balada rakyat kuno yang berasal dari Inggris atau Skotlandia dan telah berkembang di Amerika sejak abad ke-19. The Animals mengadopsinya pada tahun 1964, menjadikannya hit dan membawanya mendekat ke telinga kita. Banyak penyanyi lain juga merekam lagu ini dalam berbagai versi seperti balada blues, folk, rock, country, di antaranya Bob Dylan, Nina Simone, Johnny Cash.
Dan seni bernyanyi terkadang bisa seperti House of the Rising Sun, membawakan beban emosionalnya sepenuhnya kepada kita, dengan suara dunia yang terperangkap dalam dosa dan kehancuran. Begitu menusuk, emosional, putus asa, seperti suara luka yang mengerang dari alam bawah sadar kita. Dan kita selalu suka mendengarkannya, semacam ada efek masokis dari lagu ini di mana seseorang secara tidak sadar menikmati situasi yang menyebabkan penderitaan emosional, rasa sakit, atau penghinaan pada diri sendiri. [T]
Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole
- BACA JUGA:



























