24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman Autentik vs Artifisial dalam Berwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 23, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA buat sebagian orang itu murah. Yang mahal adalah pengalaman dalam berwisata. Oleh karenanya, orang tidak segan untuk mengeluarkan biaya banyak untuk menikmati perjalanan wisata sepanjang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Bukan berarti untuk mendapatkan pengalaman itu wisatawan harus mengeluarkan banyak biaya. Dengan anggaran yang terbatas pun wisatawan dapat memetik pengalaman autentik. Pilihan destinasi kini beragam. Wisatawan tinggal memilih objek wisata yang sesuai dengan preferensinya. Ada wisatawan yang lebih menyukai pengalaman autentik, ada pula yang cenderung suka pada pengalaman artifisial dalam berwisata.

Karakteristik berwisata secara autentik adalah pengenalan budaya lokal pada destinasi wisata. Nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat lokal merupakan sesuatu yang mahal bagi wisatawan. Mengenal budaya lokal berarti pula berinteraksi dengan penduduk lokal. Dan itu pengalaman tak ternilai harganya bagi wisatawan yang menyukai autentitas.

Pengalaman autentik biasanya juga akan didapat wisatawan pada destinasi yang memiliki nilai sejarah. Imajinasi wisatawan terbangun tentang masa-masa kejayaan destinasi di masa lalu. Komunikasi antarbudaya pun tercipta pada wisata yang autentik, lantaran terjadi sharing pengalaman antara penduduk lokal dengan wisatawan, baik terkait objek wisata, pakaian, makanan, maupun seni budaya.

Sebaliknya pengalaman artifisial berwisata diperoleh pada destinasi wisata yang memang dirancang secara khusus untuk pariwisata, namun tidak mencerminkan nilai dan budaya masyarakat lokal. Pengalaman wisatawan dikendalikan oleh karakteristik destinasinya, sehingga tidak terjadi interaksi langsung antara wisatawan dengan penduduk lokal.

Berbeda dengan destinasi yang autentik, pariwisata artifisial memang dikembangkan dengan orientasi profit dan komersial, sehingga mengabaikan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Andai pun ada pengalaman budaya yang diperoleh wisatawan, pengalaman itu hanya dibuat-buat dan jauh dari nilai budaya sesungguhnya yang hidup di masayarakat lokal.

Ragam Destinasi

Tidak sulit bagi wisatawan untuk menemukan destinasi autentik di dunia maupun di Indonesia. Begitu banyak daerah di Indonesia yang mampu memberikan pengalamaan nyata kepada wisatawan. Ragam destinasi autentik terbentang dari Aceh hingga Papua.

Bali memiliki banyak destinasi autentik maupun artifisial. Ubud, Penglipuran,Tenganan, dan Trunyan merupakan objek wisata autentik di Bali. Wisatawan dapat  melihat dan mendapatkan pengalaman autentik di destinasi tersebut. Bali juga memiliki segudang objek wisata artifisil, seperti Waterbom, Bali Safari Park, dan Bali Bird Park.

Selain itu, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua juga memiliki destinasi wisata autentik. Di Yogyakarta wisatawan dapat melihat Keraton yang bersejarah dan desa-desa yang masih menjunjung tinggi budaya Jawa. Bila ingin mendapatkan objek wisata artifisial, wisatawan dapat jalan-jalan di Malioboro sambil berbelanja  atau mengunjungi Yogya Bay dan Borobudur Fantasy Land.

Danau Toba merupakan destinasi autentik andalan Sumatera Utara. Selain menyaksikan keindahan danau, wisatawan juga dapat mengunjungi desa-desa Batak di sekitar Danau Toba. Meski demikian, Sumatera Utara juga banyak memiliki daya tarik wisata artifisial berupa pusat perbelanjaan di kota Medan.

Sama halnya di Sulawesi Selatan dan Papua. Dua daerah ini merupakan destinasi wisata autentik. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa Toraja dan menikmati kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Jakarta menjadi destinasi wisata yang penuh dengan objek dan daya tarik artifisial. Pantai dan taman rekreasi begitu banyak di Jakarta. Jakarta menawarkan ragam wisata artifisial yang dapat dinikmati wisatawan dari pagi hingga malam hari.

Plus Minus

Baik destinasi autentik maupun artifisial memiliki keunggulan dan kelemahan. Plus minus kedua ragam destinasi itu bisa berkaitan dengan aksesibiltas, infrastruktur, sarana-prasarana, atraksi wisata, biaya, maupun proses interaksi dalam berwisata.

Wisata autentik memang dapat mendukung perekonomian lokal serta mempromosikan produk-produk lokal. Namun destinasi wisata autentik biasanya memiliki keterbatasan informasi. Selain itu juga memiliki keterbatasan aksesibiltas, karena terletak di pelosok daerah.

Berwisata secara autentik memerlukan biaya tinggi dibanding yang artifisial. Apalagi bila objek wisata itu berada di luar pulau. Risiko terjadinya miskomunikasi dalam berwisata secara autentik juga besar, mengingat adanya kendala berbahasa bagi wisatawan dari daerah yang berbeda. Untuk itu, berwisata secara autentik perlu pendampingan pemandu wisata lokal.

Destinasi wisata artifisial pada umumnya lebih mudah dijangkau. Berwisata secara artfisial lebih murah dan simpel, karena sejak awal wisatawan sudah dapat merencakan aktivitas apa saja yang akan dilakukan. Sedangkan pada destinasi autentik wisatawan sulit memprediksi pengalaman berwisata yang akan diperolehnya.

Destinasi wisata artifisial banyak diminati karena aksesibilitas dan infrastrukturnya yang lengkap, meski berbiaya lebih mahal. Plus minusnya juga banyak. Wisata artifisial kadang menggunakan merek lokal untuk sesuatu yang tidak autentik, seperti kuliner maupun atraksi budaya. Untuk menambah daya tarik wisatawan, destinasi artifisial kadang menambahkan atraksi budaya yang simulatif, yang tidak mencerminkan budaya aslinya.

Orientasi destinasi wisata artifisial memang pada profit. Oleh karenanya selera wisatawan benar-benar menjadi perhatian. Wisatawan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan, akomodasi yang nyaman, restoran yang menyajikan berbagai menu, dan bermacam strategi pengembangan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di destinasi wisata.

Tidak ada yang keliru dalam pengembangan destinasi autentik maupun artifisial. Karena preferensi kunjungan wisatawan memang tidak sama. Tantangannya terletak pada sejauhmana  kepuasan dan pengalaman wisatawan dapat terpenuhi oleh kedua destinasi itu. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Perjalanan Suara Penuh Warna dan Karakter JBL Luxury di DeBeat Sunset Road

Next Post

‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

'Bright Eyes': Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co