14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman Autentik vs Artifisial dalam Berwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 23, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA buat sebagian orang itu murah. Yang mahal adalah pengalaman dalam berwisata. Oleh karenanya, orang tidak segan untuk mengeluarkan biaya banyak untuk menikmati perjalanan wisata sepanjang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Bukan berarti untuk mendapatkan pengalaman itu wisatawan harus mengeluarkan banyak biaya. Dengan anggaran yang terbatas pun wisatawan dapat memetik pengalaman autentik. Pilihan destinasi kini beragam. Wisatawan tinggal memilih objek wisata yang sesuai dengan preferensinya. Ada wisatawan yang lebih menyukai pengalaman autentik, ada pula yang cenderung suka pada pengalaman artifisial dalam berwisata.

Karakteristik berwisata secara autentik adalah pengenalan budaya lokal pada destinasi wisata. Nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat lokal merupakan sesuatu yang mahal bagi wisatawan. Mengenal budaya lokal berarti pula berinteraksi dengan penduduk lokal. Dan itu pengalaman tak ternilai harganya bagi wisatawan yang menyukai autentitas.

Pengalaman autentik biasanya juga akan didapat wisatawan pada destinasi yang memiliki nilai sejarah. Imajinasi wisatawan terbangun tentang masa-masa kejayaan destinasi di masa lalu. Komunikasi antarbudaya pun tercipta pada wisata yang autentik, lantaran terjadi sharing pengalaman antara penduduk lokal dengan wisatawan, baik terkait objek wisata, pakaian, makanan, maupun seni budaya.

Sebaliknya pengalaman artifisial berwisata diperoleh pada destinasi wisata yang memang dirancang secara khusus untuk pariwisata, namun tidak mencerminkan nilai dan budaya masyarakat lokal. Pengalaman wisatawan dikendalikan oleh karakteristik destinasinya, sehingga tidak terjadi interaksi langsung antara wisatawan dengan penduduk lokal.

Berbeda dengan destinasi yang autentik, pariwisata artifisial memang dikembangkan dengan orientasi profit dan komersial, sehingga mengabaikan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Andai pun ada pengalaman budaya yang diperoleh wisatawan, pengalaman itu hanya dibuat-buat dan jauh dari nilai budaya sesungguhnya yang hidup di masayarakat lokal.

Ragam Destinasi

Tidak sulit bagi wisatawan untuk menemukan destinasi autentik di dunia maupun di Indonesia. Begitu banyak daerah di Indonesia yang mampu memberikan pengalamaan nyata kepada wisatawan. Ragam destinasi autentik terbentang dari Aceh hingga Papua.

Bali memiliki banyak destinasi autentik maupun artifisial. Ubud, Penglipuran,Tenganan, dan Trunyan merupakan objek wisata autentik di Bali. Wisatawan dapat  melihat dan mendapatkan pengalaman autentik di destinasi tersebut. Bali juga memiliki segudang objek wisata artifisil, seperti Waterbom, Bali Safari Park, dan Bali Bird Park.

Selain itu, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua juga memiliki destinasi wisata autentik. Di Yogyakarta wisatawan dapat melihat Keraton yang bersejarah dan desa-desa yang masih menjunjung tinggi budaya Jawa. Bila ingin mendapatkan objek wisata artifisial, wisatawan dapat jalan-jalan di Malioboro sambil berbelanja  atau mengunjungi Yogya Bay dan Borobudur Fantasy Land.

Danau Toba merupakan destinasi autentik andalan Sumatera Utara. Selain menyaksikan keindahan danau, wisatawan juga dapat mengunjungi desa-desa Batak di sekitar Danau Toba. Meski demikian, Sumatera Utara juga banyak memiliki daya tarik wisata artifisial berupa pusat perbelanjaan di kota Medan.

Sama halnya di Sulawesi Selatan dan Papua. Dua daerah ini merupakan destinasi wisata autentik. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa Toraja dan menikmati kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Jakarta menjadi destinasi wisata yang penuh dengan objek dan daya tarik artifisial. Pantai dan taman rekreasi begitu banyak di Jakarta. Jakarta menawarkan ragam wisata artifisial yang dapat dinikmati wisatawan dari pagi hingga malam hari.

Plus Minus

Baik destinasi autentik maupun artifisial memiliki keunggulan dan kelemahan. Plus minus kedua ragam destinasi itu bisa berkaitan dengan aksesibiltas, infrastruktur, sarana-prasarana, atraksi wisata, biaya, maupun proses interaksi dalam berwisata.

Wisata autentik memang dapat mendukung perekonomian lokal serta mempromosikan produk-produk lokal. Namun destinasi wisata autentik biasanya memiliki keterbatasan informasi. Selain itu juga memiliki keterbatasan aksesibiltas, karena terletak di pelosok daerah.

Berwisata secara autentik memerlukan biaya tinggi dibanding yang artifisial. Apalagi bila objek wisata itu berada di luar pulau. Risiko terjadinya miskomunikasi dalam berwisata secara autentik juga besar, mengingat adanya kendala berbahasa bagi wisatawan dari daerah yang berbeda. Untuk itu, berwisata secara autentik perlu pendampingan pemandu wisata lokal.

Destinasi wisata artifisial pada umumnya lebih mudah dijangkau. Berwisata secara artfisial lebih murah dan simpel, karena sejak awal wisatawan sudah dapat merencakan aktivitas apa saja yang akan dilakukan. Sedangkan pada destinasi autentik wisatawan sulit memprediksi pengalaman berwisata yang akan diperolehnya.

Destinasi wisata artifisial banyak diminati karena aksesibilitas dan infrastrukturnya yang lengkap, meski berbiaya lebih mahal. Plus minusnya juga banyak. Wisata artifisial kadang menggunakan merek lokal untuk sesuatu yang tidak autentik, seperti kuliner maupun atraksi budaya. Untuk menambah daya tarik wisatawan, destinasi artifisial kadang menambahkan atraksi budaya yang simulatif, yang tidak mencerminkan budaya aslinya.

Orientasi destinasi wisata artifisial memang pada profit. Oleh karenanya selera wisatawan benar-benar menjadi perhatian. Wisatawan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan, akomodasi yang nyaman, restoran yang menyajikan berbagai menu, dan bermacam strategi pengembangan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di destinasi wisata.

Tidak ada yang keliru dalam pengembangan destinasi autentik maupun artifisial. Karena preferensi kunjungan wisatawan memang tidak sama. Tantangannya terletak pada sejauhmana  kepuasan dan pengalaman wisatawan dapat terpenuhi oleh kedua destinasi itu. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Perjalanan Suara Penuh Warna dan Karakter JBL Luxury di DeBeat Sunset Road

Next Post

‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

'Bright Eyes': Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co