13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman Autentik vs Artifisial dalam Berwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 23, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA buat sebagian orang itu murah. Yang mahal adalah pengalaman dalam berwisata. Oleh karenanya, orang tidak segan untuk mengeluarkan biaya banyak untuk menikmati perjalanan wisata sepanjang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Bukan berarti untuk mendapatkan pengalaman itu wisatawan harus mengeluarkan banyak biaya. Dengan anggaran yang terbatas pun wisatawan dapat memetik pengalaman autentik. Pilihan destinasi kini beragam. Wisatawan tinggal memilih objek wisata yang sesuai dengan preferensinya. Ada wisatawan yang lebih menyukai pengalaman autentik, ada pula yang cenderung suka pada pengalaman artifisial dalam berwisata.

Karakteristik berwisata secara autentik adalah pengenalan budaya lokal pada destinasi wisata. Nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat lokal merupakan sesuatu yang mahal bagi wisatawan. Mengenal budaya lokal berarti pula berinteraksi dengan penduduk lokal. Dan itu pengalaman tak ternilai harganya bagi wisatawan yang menyukai autentitas.

Pengalaman autentik biasanya juga akan didapat wisatawan pada destinasi yang memiliki nilai sejarah. Imajinasi wisatawan terbangun tentang masa-masa kejayaan destinasi di masa lalu. Komunikasi antarbudaya pun tercipta pada wisata yang autentik, lantaran terjadi sharing pengalaman antara penduduk lokal dengan wisatawan, baik terkait objek wisata, pakaian, makanan, maupun seni budaya.

Sebaliknya pengalaman artifisial berwisata diperoleh pada destinasi wisata yang memang dirancang secara khusus untuk pariwisata, namun tidak mencerminkan nilai dan budaya masyarakat lokal. Pengalaman wisatawan dikendalikan oleh karakteristik destinasinya, sehingga tidak terjadi interaksi langsung antara wisatawan dengan penduduk lokal.

Berbeda dengan destinasi yang autentik, pariwisata artifisial memang dikembangkan dengan orientasi profit dan komersial, sehingga mengabaikan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Andai pun ada pengalaman budaya yang diperoleh wisatawan, pengalaman itu hanya dibuat-buat dan jauh dari nilai budaya sesungguhnya yang hidup di masayarakat lokal.

Ragam Destinasi

Tidak sulit bagi wisatawan untuk menemukan destinasi autentik di dunia maupun di Indonesia. Begitu banyak daerah di Indonesia yang mampu memberikan pengalamaan nyata kepada wisatawan. Ragam destinasi autentik terbentang dari Aceh hingga Papua.

Bali memiliki banyak destinasi autentik maupun artifisial. Ubud, Penglipuran,Tenganan, dan Trunyan merupakan objek wisata autentik di Bali. Wisatawan dapat  melihat dan mendapatkan pengalaman autentik di destinasi tersebut. Bali juga memiliki segudang objek wisata artifisil, seperti Waterbom, Bali Safari Park, dan Bali Bird Park.

Selain itu, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua juga memiliki destinasi wisata autentik. Di Yogyakarta wisatawan dapat melihat Keraton yang bersejarah dan desa-desa yang masih menjunjung tinggi budaya Jawa. Bila ingin mendapatkan objek wisata artifisial, wisatawan dapat jalan-jalan di Malioboro sambil berbelanja  atau mengunjungi Yogya Bay dan Borobudur Fantasy Land.

Danau Toba merupakan destinasi autentik andalan Sumatera Utara. Selain menyaksikan keindahan danau, wisatawan juga dapat mengunjungi desa-desa Batak di sekitar Danau Toba. Meski demikian, Sumatera Utara juga banyak memiliki daya tarik wisata artifisial berupa pusat perbelanjaan di kota Medan.

Sama halnya di Sulawesi Selatan dan Papua. Dua daerah ini merupakan destinasi wisata autentik. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa Toraja dan menikmati kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Jakarta menjadi destinasi wisata yang penuh dengan objek dan daya tarik artifisial. Pantai dan taman rekreasi begitu banyak di Jakarta. Jakarta menawarkan ragam wisata artifisial yang dapat dinikmati wisatawan dari pagi hingga malam hari.

Plus Minus

Baik destinasi autentik maupun artifisial memiliki keunggulan dan kelemahan. Plus minus kedua ragam destinasi itu bisa berkaitan dengan aksesibiltas, infrastruktur, sarana-prasarana, atraksi wisata, biaya, maupun proses interaksi dalam berwisata.

Wisata autentik memang dapat mendukung perekonomian lokal serta mempromosikan produk-produk lokal. Namun destinasi wisata autentik biasanya memiliki keterbatasan informasi. Selain itu juga memiliki keterbatasan aksesibiltas, karena terletak di pelosok daerah.

Berwisata secara autentik memerlukan biaya tinggi dibanding yang artifisial. Apalagi bila objek wisata itu berada di luar pulau. Risiko terjadinya miskomunikasi dalam berwisata secara autentik juga besar, mengingat adanya kendala berbahasa bagi wisatawan dari daerah yang berbeda. Untuk itu, berwisata secara autentik perlu pendampingan pemandu wisata lokal.

Destinasi wisata artifisial pada umumnya lebih mudah dijangkau. Berwisata secara artfisial lebih murah dan simpel, karena sejak awal wisatawan sudah dapat merencakan aktivitas apa saja yang akan dilakukan. Sedangkan pada destinasi autentik wisatawan sulit memprediksi pengalaman berwisata yang akan diperolehnya.

Destinasi wisata artifisial banyak diminati karena aksesibilitas dan infrastrukturnya yang lengkap, meski berbiaya lebih mahal. Plus minusnya juga banyak. Wisata artifisial kadang menggunakan merek lokal untuk sesuatu yang tidak autentik, seperti kuliner maupun atraksi budaya. Untuk menambah daya tarik wisatawan, destinasi artifisial kadang menambahkan atraksi budaya yang simulatif, yang tidak mencerminkan budaya aslinya.

Orientasi destinasi wisata artifisial memang pada profit. Oleh karenanya selera wisatawan benar-benar menjadi perhatian. Wisatawan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan, akomodasi yang nyaman, restoran yang menyajikan berbagai menu, dan bermacam strategi pengembangan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di destinasi wisata.

Tidak ada yang keliru dalam pengembangan destinasi autentik maupun artifisial. Karena preferensi kunjungan wisatawan memang tidak sama. Tantangannya terletak pada sejauhmana  kepuasan dan pengalaman wisatawan dapat terpenuhi oleh kedua destinasi itu. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Perjalanan Suara Penuh Warna dan Karakter JBL Luxury di DeBeat Sunset Road

Next Post

‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

'Bright Eyes': Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co