2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman Autentik vs Artifisial dalam Berwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 23, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA buat sebagian orang itu murah. Yang mahal adalah pengalaman dalam berwisata. Oleh karenanya, orang tidak segan untuk mengeluarkan biaya banyak untuk menikmati perjalanan wisata sepanjang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Bukan berarti untuk mendapatkan pengalaman itu wisatawan harus mengeluarkan banyak biaya. Dengan anggaran yang terbatas pun wisatawan dapat memetik pengalaman autentik. Pilihan destinasi kini beragam. Wisatawan tinggal memilih objek wisata yang sesuai dengan preferensinya. Ada wisatawan yang lebih menyukai pengalaman autentik, ada pula yang cenderung suka pada pengalaman artifisial dalam berwisata.

Karakteristik berwisata secara autentik adalah pengenalan budaya lokal pada destinasi wisata. Nilai-nilai tradisi dan budaya masyarakat lokal merupakan sesuatu yang mahal bagi wisatawan. Mengenal budaya lokal berarti pula berinteraksi dengan penduduk lokal. Dan itu pengalaman tak ternilai harganya bagi wisatawan yang menyukai autentitas.

Pengalaman autentik biasanya juga akan didapat wisatawan pada destinasi yang memiliki nilai sejarah. Imajinasi wisatawan terbangun tentang masa-masa kejayaan destinasi di masa lalu. Komunikasi antarbudaya pun tercipta pada wisata yang autentik, lantaran terjadi sharing pengalaman antara penduduk lokal dengan wisatawan, baik terkait objek wisata, pakaian, makanan, maupun seni budaya.

Sebaliknya pengalaman artifisial berwisata diperoleh pada destinasi wisata yang memang dirancang secara khusus untuk pariwisata, namun tidak mencerminkan nilai dan budaya masyarakat lokal. Pengalaman wisatawan dikendalikan oleh karakteristik destinasinya, sehingga tidak terjadi interaksi langsung antara wisatawan dengan penduduk lokal.

Berbeda dengan destinasi yang autentik, pariwisata artifisial memang dikembangkan dengan orientasi profit dan komersial, sehingga mengabaikan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Andai pun ada pengalaman budaya yang diperoleh wisatawan, pengalaman itu hanya dibuat-buat dan jauh dari nilai budaya sesungguhnya yang hidup di masayarakat lokal.

Ragam Destinasi

Tidak sulit bagi wisatawan untuk menemukan destinasi autentik di dunia maupun di Indonesia. Begitu banyak daerah di Indonesia yang mampu memberikan pengalamaan nyata kepada wisatawan. Ragam destinasi autentik terbentang dari Aceh hingga Papua.

Bali memiliki banyak destinasi autentik maupun artifisial. Ubud, Penglipuran,Tenganan, dan Trunyan merupakan objek wisata autentik di Bali. Wisatawan dapat  melihat dan mendapatkan pengalaman autentik di destinasi tersebut. Bali juga memiliki segudang objek wisata artifisil, seperti Waterbom, Bali Safari Park, dan Bali Bird Park.

Selain itu, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua juga memiliki destinasi wisata autentik. Di Yogyakarta wisatawan dapat melihat Keraton yang bersejarah dan desa-desa yang masih menjunjung tinggi budaya Jawa. Bila ingin mendapatkan objek wisata artifisial, wisatawan dapat jalan-jalan di Malioboro sambil berbelanja  atau mengunjungi Yogya Bay dan Borobudur Fantasy Land.

Danau Toba merupakan destinasi autentik andalan Sumatera Utara. Selain menyaksikan keindahan danau, wisatawan juga dapat mengunjungi desa-desa Batak di sekitar Danau Toba. Meski demikian, Sumatera Utara juga banyak memiliki daya tarik wisata artifisial berupa pusat perbelanjaan di kota Medan.

Sama halnya di Sulawesi Selatan dan Papua. Dua daerah ini merupakan destinasi wisata autentik. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa Toraja dan menikmati kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Jakarta menjadi destinasi wisata yang penuh dengan objek dan daya tarik artifisial. Pantai dan taman rekreasi begitu banyak di Jakarta. Jakarta menawarkan ragam wisata artifisial yang dapat dinikmati wisatawan dari pagi hingga malam hari.

Plus Minus

Baik destinasi autentik maupun artifisial memiliki keunggulan dan kelemahan. Plus minus kedua ragam destinasi itu bisa berkaitan dengan aksesibiltas, infrastruktur, sarana-prasarana, atraksi wisata, biaya, maupun proses interaksi dalam berwisata.

Wisata autentik memang dapat mendukung perekonomian lokal serta mempromosikan produk-produk lokal. Namun destinasi wisata autentik biasanya memiliki keterbatasan informasi. Selain itu juga memiliki keterbatasan aksesibiltas, karena terletak di pelosok daerah.

Berwisata secara autentik memerlukan biaya tinggi dibanding yang artifisial. Apalagi bila objek wisata itu berada di luar pulau. Risiko terjadinya miskomunikasi dalam berwisata secara autentik juga besar, mengingat adanya kendala berbahasa bagi wisatawan dari daerah yang berbeda. Untuk itu, berwisata secara autentik perlu pendampingan pemandu wisata lokal.

Destinasi wisata artifisial pada umumnya lebih mudah dijangkau. Berwisata secara artfisial lebih murah dan simpel, karena sejak awal wisatawan sudah dapat merencakan aktivitas apa saja yang akan dilakukan. Sedangkan pada destinasi autentik wisatawan sulit memprediksi pengalaman berwisata yang akan diperolehnya.

Destinasi wisata artifisial banyak diminati karena aksesibilitas dan infrastrukturnya yang lengkap, meski berbiaya lebih mahal. Plus minusnya juga banyak. Wisata artifisial kadang menggunakan merek lokal untuk sesuatu yang tidak autentik, seperti kuliner maupun atraksi budaya. Untuk menambah daya tarik wisatawan, destinasi artifisial kadang menambahkan atraksi budaya yang simulatif, yang tidak mencerminkan budaya aslinya.

Orientasi destinasi wisata artifisial memang pada profit. Oleh karenanya selera wisatawan benar-benar menjadi perhatian. Wisatawan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan, akomodasi yang nyaman, restoran yang menyajikan berbagai menu, dan bermacam strategi pengembangan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di destinasi wisata.

Tidak ada yang keliru dalam pengembangan destinasi autentik maupun artifisial. Karena preferensi kunjungan wisatawan memang tidak sama. Tantangannya terletak pada sejauhmana  kepuasan dan pengalaman wisatawan dapat terpenuhi oleh kedua destinasi itu. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Perjalanan Suara Penuh Warna dan Karakter JBL Luxury di DeBeat Sunset Road

Next Post

‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

'Bright Eyes': Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co