23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Buleleng Sudah Kalah Sejak Awal” — Ini Evaluasi Utsawa Dharma Gita dari Bali Utara

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 30, 2025
in Budaya
“Buleleng Sudah Kalah Sejak Awal” — Ini Evaluasi Utsawa Dharma Gita dari Bali Utara

Peserta Utsawa Dharma Gita dari Buleleng

BULELENG sudah kalah sejak awal. Ungkapan itu barangkali tepat diujarkan ketika melihat hasil-hasil juara lomba pada ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali ke-32 tahun 2025 yang diselenggarakan di Taman Budaya Bali, Denpasar, 24–29 Oktober 2025.

Ada sejumlah hal yang membuat Buleleng bisa dikatakan merasa kalah sejak awal dalam ajang itu. Antara lain, jarak tempuh peserta yang cukup jauh dari Buleleng ke Denpasar dan juri yang didoninasi dari Bali selatan. Hal serupa mungkin dirasakan juga oleh peserta dari Karangasem dan Jembrana.

Untuk itulah, ajang Utsawa Dharma Gita perlu dievaluasi. Bukan karena takut kalah, tapi agar perlombaan-perlombaan di dalamnya terasa adil dan seimbang, sekaligus bisa meningkatkan harkat, martabat dan integritas dari lomba-lomba itu.

Evaluasi dan usulan-usulan untuk pelaksanaan UDG disampaikan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Angga Prasaja mewakili aspirasi peserta dan pembina di Buleleng.

Ada tiga hal yang ia evaluasi dan usulkan dalam pelaksaan UDG tahun 2025.

Pertama, mengenai tempat UDG. Selama ini ajang UDG dipusatkan di Denpasar, sehingga ada kesan ketidakadilan bagi peserta-peserta dari kabupaten yang jauh, seperti Buleleng, Karangasem dan Jembrana.

“Peserta dari Buleleng menempuh jarak yang jauh untuk ke Denpasar, sehingga sebelum bertanding, peserta sudah capek dan kelelahan,” kata Angga.

Karena kelelahan dan harus istirahat, kata Angga, peserta tak bisa melakukan latihan dan persiapan secara maksimal. “Latihan pun mereka tidak bisa nyaman,” katanya.

Untuk itu, Angga mengusulkan tempat pelaksanaan UDG itu dipindah-pindah, dan bukan hanya terpusat di Denpasar. Misalnya, tahun depan bisa dilaksanakan di Buleleng, Gianyar, atau Jembrana, atau kabupaten lain. “Itu seperti pelaksanaan Porprov,” ujar Angga.

Peserta UDG dari Buleleng

Pelaksanaan UDG yang dipindah setiap tahunnya, menurut Angga, setidaknya memberikan rasa keadilan bagi para peserta. Jika pelaksanaannya di Jembrana, misalnya, peserta dari kabupaten lain bisa merasakan juga perjalanan dan menginap di Jembrana. Begitu juga jika dilaksanakan di Buleleng atau Karangasem.

Meski menginap di Denpasar, namun secara mental anak-anak dari kabupaten yang jauh sudah merasa tidak nyaman akibat kelelahan dan penyesuaian suasana. Apalagi jadwal UDG tahun 2025 ini cukup padat.

Angga mencontohkan, saat pembukaan UDG, anak-anak harus bangun jam 3 pagi, berhias, dan mempersiapkan diri mengikuti parade. Jam 7 pagi sudah harus di Taman Budaya untuk mengikuti gladi. Jam 9 pembukaan dimulai, selesai jam 12, lalu jam 13.30 sudah harus mulai lomba sampai sore. “Anak-anak dari Buleleng ini capek sekali, sehingga tak konsentrasi saat lomba,” katanya.

Saat acara pembukaan tanggal 24 Oktober itu, peserta dari Buleleng tiba di Denpasar sore kemarinnya. Lelah dalam perjalanan, dan hanya dapat istirahat sebentar saja pada malam hari, dan besoknya harus bangun jam 3 pagi. “Tak sempat mempersiapkan diri dengan baik,” kata Angga.

Untuk itu, Angga mengusulkan agar jadwal UDG tahun-tahun berikutnya diatur sedemikian rupa agar peserta bisa cukup istirahat dan mempersiapkan diri. “Sebaiknya acara pembukaan dilaksanakan tersendiri, lalu besoknya baru mulai lomba,” katanya.

Hal lain, kata Angga, saat acara pembukaan, peserta Buleleng memang tampak sedikit. Dengan alasan jarak cukup jauh, anak-anak yang ikut acara pembukaan adalah anak-anak yang ikut lomba pada hari itu. “Jadinya peserta Buleleng saat acara pembukaan tampak sedikit,” kata Angga.

Kedua, Angga mengusulkan juri-juri lomba diambil dari perwakilan setiap kabupaten di Bali, bukan juri-juri yang sebagian besar berasal dari Bali selatan. Usulan ini bukan karena peserta dan pembina dari Buleleng tidak percaya dengan juri-juri yang melakukan penilaian selama ini. “Saya sempat berdiskusi dengan peserta dan pembina, dan menemukan sejumlah alasan kenapa juri sebaiknya berasal dari daerah yang beragam,” ujar Angga yang juga dikenal sebagai musisi musik modern ini.

Alasan utama, karena pada bidang seni suara seperti geguritan dan kekawin, Bali memiliki pakem, gaya dan ragam yang berbeda-beda. Misalnya gaya Buleleng dalam geguritan atau kekawin, di bagian-bagian tertentu, tidak sama dengan pakem atau gaya dari kabupaten lain.

Sehingga, dengan hanya berpatokan pada penilaian juri dari daerah tertentu saja, maka ukuran yang dipakai menilai dikhawatirkan hanya ukuran dari daerah tertentu saja. “Jika begitu, Buleleng atau kabupaten lain, karena gayanya berbeda, bisa kalah sejak awal,” ujar Angga.

Ketiga, Angga mengusulkan, jika memang harus dilaksanakan di Denpasar, kenapa ajang ADG itu tidak digabungkan saja dengan Pesta Kesenian Bali (PKB). Pertimbangannya, jika dilaksanakan di PKB, peserta tentu akan lebih bersemangat karena penontonnya dipastikan akan ramai.

“Saat UDG tahun 2025 penonton lomba sangat sedikit. Apalagi, sejumlah lomba diadakan di kalangan yang pada siang hari sangat panas. Kasian peserta, sudah tak ada penonton, kepanasan lagi,” kata Angga.

Peserta UDG dari Buleleng

Angga mengatakan, usualn dan evaluasi ini disampaikan bukan karena Buleleng takut kalah dalam ajang-ajang seperti ini. “Usulan dan evaluasi ini disampaikan murni agar ajang UDG ini bisa lebih baik, dan terus lebih baik,” kata Angga.

Seperti diketahui, dalam ajang UDG ini Kabupaten Badung keluar sebagai umum. Sementara  Kabupaten Buleleng berhasil mendaparkan 13 juara meski sebagai besar berupa juara harapan.

Kabupaten Buleleng mengikuti seluruh kategori dengan total 28 peserta, yang mewakili 16 jenis lomba. Keikutsertaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Widya Sabha Kabupaten dan Kecamatan, serta Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.

Penghargaan-penghargaan itu adalah: juara tiga lomba menghafal sloka anak putri, juara hapan 3 untuk utsawa kidung, juara harapan 1 dharmawiwada, juara harapan 2 lomba kekawin dewasa putri, juara harapan 2 lomba membaca sloka remaja putra, dan juara harapan satu lomba  ⁠palawakya dewasa putra.

Selain itu, juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Inggris remaja putra, juara harapan 2 lomba menghafal sloka dewasa putri, juara harapan 3 lomba geguritan anak putri, juara 3 lomba kekawin dewasa putra, juara harapan 3 lomba geguritan anak putra, juara harapan 2 lomba dharmawacana bahasa Bali putri, dan juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Bali dewasa putra. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: bulelengUtsawa Dharma Gita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali, Buleleng Bukukan 13 Penghargaan

Next Post

Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co