23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

I Made Argawa by I Made Argawa
October 6, 2025
in Esai
Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

Wayan Sukaja

PADA 6 Oktober 2025 atau bertepatan pada Purnama Kapat pada kalender Bali, sosok politisi kawakan asal Kecamatan Marga kembali ke DPRD Tabanan. I Wayan Sukaja akan menjalani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari almarhum I Wayan Gindera.

Kembali menduduki kursi dewan bagi politisi asal Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga bukan tanpa perjalanan panjang.

Sempat merasakan kursi Ketua DPRD Tabanan pada 2004 hingga 2009, Sukaja lantas nyalon sebagai Bupati Tabanan 2010. Terdampak prahara dobel rekomendasi, Sukaja akhirnya kalah dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tak hanya itu, Sukaja juga sempat merasakan dinginnya tembok penjara setelah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Denpasar, mengetok palu persidangan dengan vonis empat tahun penjara pada kasus bantuan sosial. Kendati belakangan, Mahkamah Agung mengabulkan gugatannya atas perkara tersebut.

Perjalanan Wayan Sukaja tercatat berganti-ganti partai politik. Setelah terdepak dari PDI Perjuangan, Ia sempat bergabung ke Hanura, Nasdem hingga Golkar.

Ketika I Wayan Gindera wafat pada Mei 2025 otomatis posisinya digantikan oleh Sukaja yang berada di posisi kedua dengan perolehan 1.145 suara dalam Pileg 2024, menempatkannya sebagai kandidat PAW paling layak.

Sebelumnya Gindera memperoleh suara terbanyak Partai Golkar di Dapil Tabanan IV (Kediri-Marga) sebanyak 2.023 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menyelesaikan verifikasi berkas Sukaja sebagai calon PAW dan menyerahkannya ke Sekretariat DPRD Tabanan.

Setelah itu, Sekretariat DPRD meneruskan proses ke Bupati Tabanan dan Gubernur Bali sebagai perantara menuju keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebagai politisi yang pernah mencicipi puncak karir sebagai ketua DPRD Tabanan serta malang melintang di beberapa partai politik Sukaja tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata.

Bahkan, Sukaja sebagai anomali (hal tidak biasa) dalam politik sangat mungkin terjadi.

Posisi Secara Politis

Kembalinya I Wayan Sukaja ke kursi DPRD Tabanan memiliki makna strategis. Ia mewakili simbol oposisi yang tetap rasional. Namun, sangat bisa kritis terhadap arah kebijakan daerah.

Sebagai salah satu wajah lama di panggung politik Tabanan, Sukaja membawa modal pengalaman dan konsistensi yang jarang dimiliki politisi baru.

Ia memahami medan politik lokal dengan baik, tahu kapan harus keras dan kapan harus lentur. Khususnya dalam konteks DPRD Tabanan yang mayoritas mutlak dikuasai PDI Perjuangan dengan 31 kursi dari total 40 kursi.

Kehadiran figur seperti Sukaja penting untuk menjaga agar fungsi legislatif tidak terjebak dalam kenyamanan mayoritas. Meskipun, kursi Golkar di DPRD Tabanan saat ini hanya berjumlah empat.

Figur Pengimbang yang Rasional

Sukaja saat ini bisa membangun citra sebagai pengimbang rasional yang menilai kebijakan berdasarkan substansi, bukan semata warna partai.

Sikap ini bisa membuatnya tetap dihormati bahkan oleh lawan politiknya. Dalam situasi politik Tabanan yang cenderung homogen, suara berbeda sering kali dianggap gangguan.

Namun, melalui pendekatan komunikatif, Sukaja harusnya bisa menampilkan oposisi sebagai bagian dari sistem demokrasi, bukan ancaman.

Di sisi lain, keberadaan Sukaja juga menjaga posisi Partai Golkar agar tidak hilang dari peta politik daerah. Dalam beberapa periode terakhir, Golkar memang menghadapi tantangan eksistensial di Bali, salah satu faktornya karena  PDI Perjuangan yang dominan.

Sukaja meraih kembali kursi wakil rakyat meski dengan cara yang “tidak biasa” sekilas memberikan nuansa anomali di DPRD Tabanan.

Keterbatasan Struktural

Meski demikian, jalan politik Sukaja saat ini belum tentu mulus. Dominannya PDI Perjuangan di hampir seluruh struktur politik daerah, ruang manuver Golkar sangat terbatas.

Usulan, kritik, atau pandangan fraksi kecil sering kali tenggelam dalam arus besar keputusan mayoritas. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sukaja bagaimana mengubah posisi minoritas agar tetap diperhatikan.

Di sisi internal, sosok Sukaja yang matang secara politik menghadapi realitas politik gaya generasi Z. Pendekatan politik saat ini harus dengan gaya yang lebih populis dan cepat beradaptasi di media sosial. Jika tidak mampu beradaptasi, Sukaja bisa kehilangan momentum.

Peluang Membangun Oposisi Sehat

Dalam lanskap politik lokal yang cenderung satu warna, peran oposisi justru menjadi sangat penting. Sukaja memiliki peluang besar untuk membangun citra Golkar sebagai partai yang kritis namun solutif.

Menyoroti isu-isu publik seperti transparansi anggaran, efektivitas pelayanan publik, hingga kebijakan lingkungan, ia bisa menunjukkan bahwa oposisi bukan berarti menentang, tetapi mengingatkan.

Pendekatan berbasis data dan komunikasi publik yang santun dapat menjadi kekuatan utama. Jika dijalankan secara konsisten, peran ini bukan hanya menjaga keseimbangan kekuasaan, tetapi juga memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Bahwa, demokrasi daerah yang sehat tidak hanya suara mayoritas. Tapi, juga suara penyeimbang yang jujur.

Menjaga Keseimbangan Politik Lokal

Dalam konteks hubungan dengan Pemkab Tabanan, posisi Sukaja dan Fraksi Golkar sebaiknya diarahkan pada kolaborasi kritis. Artinya, mendukung kebijakan yang benar dan berani menolak yang melenceng.

Model politik seperti ini akan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

Jika seorang Sukaja mampu menjaga loyalitasnya pada rakyat, kedewasaan dalam oposisi dan kemampuan komunikasi lintas partai harusnya Wayan Sukaja akan tetap menjadi figur penting dalam menjaga dinamika politik Tabanan.

Dalam bahasa sederhana, politik Tabanan masih membutuhkan “suara lain” yang tidak sekadar menentang, tetapi menyehatkan. Sejauh ini, Wayan Sukaja adalah salah satu dari sedikit politisi yang harusnya masih mampu memainkan peran itu dengan elegan. Meski mulai dari seorang anomali. [T]

Penulis: I Made Argawa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Partai GolkarPolitikpolitik tabanantabananWayan Sukaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo: Malam yang Menyala oleh Puisi — Catatan dari JaliJali Fest

Next Post

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

I Made Argawa

I Made Argawa

Selalu berusaha santai di tengah dunia yang makin cepat

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co