27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan by Gede Aries Pidrawan
September 27, 2025
in Puisi
Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan

Laut yang Berhenti Bergemuruh

Siapa yang mampu memahami laut
hatinya
yang kini berhenti bergemuruh
sepasang elang telah terbang jauh
menata lautnya sendiri
di kehampaan

Ia rindu kepak uzur itu
sepasang elang laut
mengibas-ibaskan sayap dari terik yang menyengat
berlarianlah kaki-kaki mungil di tepian
berkubang pasir pantai

Minggu pagi, saat ia pulang dari rantauan
ditataplah ingatan ruang tengah
matanya lurus pada gurat jingga lukisan itu
senja ujung laut yang ditinggalkan pengunjungnya

Kini ia telah menjelma menjadi laut
untuk anak-anak
kapal-kapal pernah berlayar di kedalaman
singgah sebentar lalu berlayar kembali
mengelana ke laut yang baru

Siapa yang mampu memahami kedalaman hati
Seorang ayah yang ditinggalkan anak-anaknya
serupa laut ia berhenti bergemuruh

Kelak ia pun menjadi elang laut
yang diburu waktu
kepak-kepak hilang di balik awan
kehampaan

Pengampunan Ibu

Saat aku terkapar
mengerang dengan luka yang bernanah
tiba-tiba saja, melintas bayang wajahmu, Ibu
wajah ibu, berkerut karena luka yang akut
lemah lusuh oleh suntuk yang takberingsut
semasa hidupmu
saban hari kucaci langkahmu
yang ringkih melayaniku
setiap waktu kumaki petuahmu
yang coba menyadarkanku

Kini, kematianku begitu dekat, Ibu.
malaikat pencabut nyawa telah berdiri di pintu tubuh
mengetuk-ngetuk inti diri
membawa pedang, berkilat-kilat
sembari bertanya tentang dosa yang kutabur.

Ibu, sepeninggalmu, aku adalah yowana yang mabuk
karena rupa kuanggap sempurna
semua yang buruk raga
kuumpati sebagai makhluk yang harus binasa

Kuyakini, raja diraja yang lahir dari rahim kesempurnaan
bersemayam di diriku
akulah yang maha luas dengan kuasa takberbatas
Pengetahuanku dalam hingga ceruk-ceruk ilmu terdalam
kekuatanku takberbalas
semua yang coba langgar haluan harus kutumpas
nyanyi suci, mantram dewa-dewi sengaja kutertawai
kuasa yang tunggal coba kulangkahi

Kini, ketika tubuh telah ringkih
dan napas hanya sepengap harap
baru kurasa petuah ibu adalah mata
menuju senja yang sejuk di depan sana

Oh……..
angin berdesir pelan, ibu
berdengung suara-suara yang takkukenal
(beriringan, mereka tercebur dalam air yang bergelembung panas
mungkin danau belerang, atau panci raksasa yang sengaja disiapkan untuk manusia-manusia sepertiku)

Aku mulai panas, ibu

Kudengar jerit yang menjadi-jadi di kejauhan
panas menyergap seperti terpanggang dalam lautan api

Pedang yang berkilat itu
kini berubah menjadi cambuk api
mencambuki tubuhku, bertubi-tubi hingga melepuh kulit gersangku.

Ampun, ibu….
aku telah abai dengan petuahmu
kini, jadilah mata atas jiwaku
agar lapang menuju yang satu
aku siap.

Perbincangan Menjelang Senja

“Apa yang harus kutuju
setelah kematian, Ratu
surga atau neraka?” tanyaku pada seorang peranda yang baru selesai muput senja itu.

“Kau takmesti menuju apa-apa, Ning
bukan surga , apalagi neraka
sebab dua kata itu takbisa kau kira
adakah rupanya
Ada yang berkata tentang persinggahan tempat yang suci berlabuh sementara
Ada yang bercerita tentang dunia yang abadi tempat segalanya menjadi kekal takterperi
Ada pula yang menduga
surga adalah ruang keberkahan tempat segala nikmat tersaji nyata”

“Yang pasti
kematianlah jembatan paling sempurna
antara kau badan kasar dengan cerita yang ingin kau duga
tentang di mana surga dan bagai mana rupa neraka”

“Kematian takmesti diperbincangkan, Ning.
sebab kau masih selimuti tubuhmu dengan berlapis-lapis ingin duniawi”

“Apalagi memperbincangkan surga !
sungguh takpatut kau jadikan harapan
semasih jiwamu tennggelam
dikungkung oleh tujuh warna kelam
yang saban hari kau susupkan dalam tubuhmu
mengalir menjadi darah
tulang belulang dan daging-daging pada lemak gumpalmu itu.”

“Ning, surga takbisa kau pikirkan
semasih kau biarkan pikirmu mengelana
menimang daya upaya untuk menjadi kaya hingga yang lain terpedaya”

“Surga tabu kau sebut-sebut
sebab pada mulutmu meluncur berjuta lintah
menggerogoti hati dan cinta manusia
hingga bertebaranlah caci maki
bau pesing kebohongan”

“Surga taklayak kau harapkan
semasih lampah lakumu terseok dari jalan dharma
dan di tanganmu tergenggam pedang berlumur darah
sehabis memenggali setiap kepala kebenaran
serta kakimu terus kau langkahkan pada palung dosa terdalam”

“Ning, cukupkan saja
alihkan saja percakapan kita pada yang lain
tentang dirimu, mungkin.
pada pikir, ucap, dan tingkah
terus kau asah agar anut agama
karena pengendalian pada yang tiga itulah
cahaya menuju yang maha suci akan terarah”

.

Penulis: Gede Aries Pidrawan
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Next Post

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Gede Aries Pidrawan

Gede Aries Pidrawan

Sastrawan dan guru. Lahir di Karangasem, Bali

Related Posts

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co