10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan by Gede Aries Pidrawan
September 27, 2025
in Puisi
Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan

Laut yang Berhenti Bergemuruh

Siapa yang mampu memahami laut
hatinya
yang kini berhenti bergemuruh
sepasang elang telah terbang jauh
menata lautnya sendiri
di kehampaan

Ia rindu kepak uzur itu
sepasang elang laut
mengibas-ibaskan sayap dari terik yang menyengat
berlarianlah kaki-kaki mungil di tepian
berkubang pasir pantai

Minggu pagi, saat ia pulang dari rantauan
ditataplah ingatan ruang tengah
matanya lurus pada gurat jingga lukisan itu
senja ujung laut yang ditinggalkan pengunjungnya

Kini ia telah menjelma menjadi laut
untuk anak-anak
kapal-kapal pernah berlayar di kedalaman
singgah sebentar lalu berlayar kembali
mengelana ke laut yang baru

Siapa yang mampu memahami kedalaman hati
Seorang ayah yang ditinggalkan anak-anaknya
serupa laut ia berhenti bergemuruh

Kelak ia pun menjadi elang laut
yang diburu waktu
kepak-kepak hilang di balik awan
kehampaan

Pengampunan Ibu

Saat aku terkapar
mengerang dengan luka yang bernanah
tiba-tiba saja, melintas bayang wajahmu, Ibu
wajah ibu, berkerut karena luka yang akut
lemah lusuh oleh suntuk yang takberingsut
semasa hidupmu
saban hari kucaci langkahmu
yang ringkih melayaniku
setiap waktu kumaki petuahmu
yang coba menyadarkanku

Kini, kematianku begitu dekat, Ibu.
malaikat pencabut nyawa telah berdiri di pintu tubuh
mengetuk-ngetuk inti diri
membawa pedang, berkilat-kilat
sembari bertanya tentang dosa yang kutabur.

Ibu, sepeninggalmu, aku adalah yowana yang mabuk
karena rupa kuanggap sempurna
semua yang buruk raga
kuumpati sebagai makhluk yang harus binasa

Kuyakini, raja diraja yang lahir dari rahim kesempurnaan
bersemayam di diriku
akulah yang maha luas dengan kuasa takberbatas
Pengetahuanku dalam hingga ceruk-ceruk ilmu terdalam
kekuatanku takberbalas
semua yang coba langgar haluan harus kutumpas
nyanyi suci, mantram dewa-dewi sengaja kutertawai
kuasa yang tunggal coba kulangkahi

Kini, ketika tubuh telah ringkih
dan napas hanya sepengap harap
baru kurasa petuah ibu adalah mata
menuju senja yang sejuk di depan sana

Oh……..
angin berdesir pelan, ibu
berdengung suara-suara yang takkukenal
(beriringan, mereka tercebur dalam air yang bergelembung panas
mungkin danau belerang, atau panci raksasa yang sengaja disiapkan untuk manusia-manusia sepertiku)

Aku mulai panas, ibu

Kudengar jerit yang menjadi-jadi di kejauhan
panas menyergap seperti terpanggang dalam lautan api

Pedang yang berkilat itu
kini berubah menjadi cambuk api
mencambuki tubuhku, bertubi-tubi hingga melepuh kulit gersangku.

Ampun, ibu….
aku telah abai dengan petuahmu
kini, jadilah mata atas jiwaku
agar lapang menuju yang satu
aku siap.

Perbincangan Menjelang Senja

“Apa yang harus kutuju
setelah kematian, Ratu
surga atau neraka?” tanyaku pada seorang peranda yang baru selesai muput senja itu.

“Kau takmesti menuju apa-apa, Ning
bukan surga , apalagi neraka
sebab dua kata itu takbisa kau kira
adakah rupanya
Ada yang berkata tentang persinggahan tempat yang suci berlabuh sementara
Ada yang bercerita tentang dunia yang abadi tempat segalanya menjadi kekal takterperi
Ada pula yang menduga
surga adalah ruang keberkahan tempat segala nikmat tersaji nyata”

“Yang pasti
kematianlah jembatan paling sempurna
antara kau badan kasar dengan cerita yang ingin kau duga
tentang di mana surga dan bagai mana rupa neraka”

“Kematian takmesti diperbincangkan, Ning.
sebab kau masih selimuti tubuhmu dengan berlapis-lapis ingin duniawi”

“Apalagi memperbincangkan surga !
sungguh takpatut kau jadikan harapan
semasih jiwamu tennggelam
dikungkung oleh tujuh warna kelam
yang saban hari kau susupkan dalam tubuhmu
mengalir menjadi darah
tulang belulang dan daging-daging pada lemak gumpalmu itu.”

“Ning, surga takbisa kau pikirkan
semasih kau biarkan pikirmu mengelana
menimang daya upaya untuk menjadi kaya hingga yang lain terpedaya”

“Surga tabu kau sebut-sebut
sebab pada mulutmu meluncur berjuta lintah
menggerogoti hati dan cinta manusia
hingga bertebaranlah caci maki
bau pesing kebohongan”

“Surga taklayak kau harapkan
semasih lampah lakumu terseok dari jalan dharma
dan di tanganmu tergenggam pedang berlumur darah
sehabis memenggali setiap kepala kebenaran
serta kakimu terus kau langkahkan pada palung dosa terdalam”

“Ning, cukupkan saja
alihkan saja percakapan kita pada yang lain
tentang dirimu, mungkin.
pada pikir, ucap, dan tingkah
terus kau asah agar anut agama
karena pengendalian pada yang tiga itulah
cahaya menuju yang maha suci akan terarah”

.

Penulis: Gede Aries Pidrawan
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Next Post

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Gede Aries Pidrawan

Gede Aries Pidrawan

Sastrawan dan guru. Lahir di Karangasem, Bali

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co