30 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan by Gede Aries Pidrawan
September 27, 2025
in Puisi
Puisi-Puisi Gede Aries Pidrawan | Laut yang Berhenti Bergemuruh

Gede Aries Pidrawan

Laut yang Berhenti Bergemuruh

Siapa yang mampu memahami laut
hatinya
yang kini berhenti bergemuruh
sepasang elang telah terbang jauh
menata lautnya sendiri
di kehampaan

Ia rindu kepak uzur itu
sepasang elang laut
mengibas-ibaskan sayap dari terik yang menyengat
berlarianlah kaki-kaki mungil di tepian
berkubang pasir pantai

Minggu pagi, saat ia pulang dari rantauan
ditataplah ingatan ruang tengah
matanya lurus pada gurat jingga lukisan itu
senja ujung laut yang ditinggalkan pengunjungnya

Kini ia telah menjelma menjadi laut
untuk anak-anak
kapal-kapal pernah berlayar di kedalaman
singgah sebentar lalu berlayar kembali
mengelana ke laut yang baru

Siapa yang mampu memahami kedalaman hati
Seorang ayah yang ditinggalkan anak-anaknya
serupa laut ia berhenti bergemuruh

Kelak ia pun menjadi elang laut
yang diburu waktu
kepak-kepak hilang di balik awan
kehampaan

Pengampunan Ibu

Saat aku terkapar
mengerang dengan luka yang bernanah
tiba-tiba saja, melintas bayang wajahmu, Ibu
wajah ibu, berkerut karena luka yang akut
lemah lusuh oleh suntuk yang takberingsut
semasa hidupmu
saban hari kucaci langkahmu
yang ringkih melayaniku
setiap waktu kumaki petuahmu
yang coba menyadarkanku

Kini, kematianku begitu dekat, Ibu.
malaikat pencabut nyawa telah berdiri di pintu tubuh
mengetuk-ngetuk inti diri
membawa pedang, berkilat-kilat
sembari bertanya tentang dosa yang kutabur.

Ibu, sepeninggalmu, aku adalah yowana yang mabuk
karena rupa kuanggap sempurna
semua yang buruk raga
kuumpati sebagai makhluk yang harus binasa

Kuyakini, raja diraja yang lahir dari rahim kesempurnaan
bersemayam di diriku
akulah yang maha luas dengan kuasa takberbatas
Pengetahuanku dalam hingga ceruk-ceruk ilmu terdalam
kekuatanku takberbalas
semua yang coba langgar haluan harus kutumpas
nyanyi suci, mantram dewa-dewi sengaja kutertawai
kuasa yang tunggal coba kulangkahi

Kini, ketika tubuh telah ringkih
dan napas hanya sepengap harap
baru kurasa petuah ibu adalah mata
menuju senja yang sejuk di depan sana

Oh……..
angin berdesir pelan, ibu
berdengung suara-suara yang takkukenal
(beriringan, mereka tercebur dalam air yang bergelembung panas
mungkin danau belerang, atau panci raksasa yang sengaja disiapkan untuk manusia-manusia sepertiku)

Aku mulai panas, ibu

Kudengar jerit yang menjadi-jadi di kejauhan
panas menyergap seperti terpanggang dalam lautan api

Pedang yang berkilat itu
kini berubah menjadi cambuk api
mencambuki tubuhku, bertubi-tubi hingga melepuh kulit gersangku.

Ampun, ibu….
aku telah abai dengan petuahmu
kini, jadilah mata atas jiwaku
agar lapang menuju yang satu
aku siap.

Perbincangan Menjelang Senja

“Apa yang harus kutuju
setelah kematian, Ratu
surga atau neraka?” tanyaku pada seorang peranda yang baru selesai muput senja itu.

“Kau takmesti menuju apa-apa, Ning
bukan surga , apalagi neraka
sebab dua kata itu takbisa kau kira
adakah rupanya
Ada yang berkata tentang persinggahan tempat yang suci berlabuh sementara
Ada yang bercerita tentang dunia yang abadi tempat segalanya menjadi kekal takterperi
Ada pula yang menduga
surga adalah ruang keberkahan tempat segala nikmat tersaji nyata”

“Yang pasti
kematianlah jembatan paling sempurna
antara kau badan kasar dengan cerita yang ingin kau duga
tentang di mana surga dan bagai mana rupa neraka”

“Kematian takmesti diperbincangkan, Ning.
sebab kau masih selimuti tubuhmu dengan berlapis-lapis ingin duniawi”

“Apalagi memperbincangkan surga !
sungguh takpatut kau jadikan harapan
semasih jiwamu tennggelam
dikungkung oleh tujuh warna kelam
yang saban hari kau susupkan dalam tubuhmu
mengalir menjadi darah
tulang belulang dan daging-daging pada lemak gumpalmu itu.”

“Ning, surga takbisa kau pikirkan
semasih kau biarkan pikirmu mengelana
menimang daya upaya untuk menjadi kaya hingga yang lain terpedaya”

“Surga tabu kau sebut-sebut
sebab pada mulutmu meluncur berjuta lintah
menggerogoti hati dan cinta manusia
hingga bertebaranlah caci maki
bau pesing kebohongan”

“Surga taklayak kau harapkan
semasih lampah lakumu terseok dari jalan dharma
dan di tanganmu tergenggam pedang berlumur darah
sehabis memenggali setiap kepala kebenaran
serta kakimu terus kau langkahkan pada palung dosa terdalam”

“Ning, cukupkan saja
alihkan saja percakapan kita pada yang lain
tentang dirimu, mungkin.
pada pikir, ucap, dan tingkah
terus kau asah agar anut agama
karena pengendalian pada yang tiga itulah
cahaya menuju yang maha suci akan terarah”

.

Penulis: Gede Aries Pidrawan
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Next Post

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Gede Aries Pidrawan

Gede Aries Pidrawan

Sastrawan dan guru. Lahir di Karangasem, Bali

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Puisi-puisi Wahyu Mahaputra | Hantu-Hantu Asia Afrika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Liputan Khusus

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

by Jaswanto
June 29, 2026
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?
Esai

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

by Sugi Lanus
June 29, 2026
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky
Cerpen

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan
Liputan Khusus

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

by Jaswanto
June 28, 2026
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
Bulan Juni Milik Empat Presiden
Esai

Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co