6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Arsitek Kebudayaan Bali, Ida Bagus Mantra

Arief Rahzen by Arief Rahzen
September 22, 2025
in Esai
Mengenang Arsitek Kebudayaan Bali, Ida Bagus Mantra

Ida bagus Mantra | pop art AI

POTRETNYA tampilkan wajah serius, tanpa senyum. Berkacamata tebal, rambut berminyak belah pinggir. Jas berdasi. Begitulah tampilan umum sang arsitek kebudayaan Bali, Prof. IB Mantra. Lengkapnya, Ida Bagus Mantra. Sekilas terlihat citra yang memadukan cendekia dan birokrat. Tak ada tampang politisi. Sepanjang hidupnya diabdikan untuk pemajuan kebudayaan, khususnya Bali. Baginya, kebudayaan merupakan pangkal pembangunan. Cara pandang tak biasa di zamannya. Barangkali beliau sepandangan dengan Soedjatmoko: manusia dan kebudayaan itu penting dalam pembangunan.

Beliau kelahiran Badung, 1928 lampau. Sedari kecil hidupnya kental dengan suasana spiritual. Fondasi religius menjadi penuntun hidupnya. Di Makassar, beliau mendalami sastra Timur (1949), kemudian berlanjut ke India, di Visva-Bharati University, Santiniketan. Kampus yang dibangun Rabindranath Tagore, tokoh kebangkitan budaya India. Perjalanan belajarnya ini kemudian memperkuat pemahamannya ihwal harga diri sebuah bangsa.

Kembali ke Indonesia, mudik ke kampus. Sempat mengajar di Universitas Indonesia, kemudian bertahap bangun pilar-pilar kebudayaan di Bali. 1958, beliau bergiat bangun Fakultas Sastra Udayana. Harapannya, fakultas tersebut nantinya menginspirasi penggalian dan mempertahankan kebudayaan Bali. Kemudian dari Dekan bergeser ke Rektor Universitas Udayana (1965-1968).

Beliau juga mencetuskan Institut Hindu Dharma (1963, kini Universitas Hindu Indonesia). Beliau juga turut aktif pendirian Parisada Hindu Dharma Bali (1959, cikal bakal Parisada Hindu Dharma Indonesia). Beliau berusaha mewujudkan gagasannya ke dalam kerja nyata. Beliau arsitek kebudayaan, bukan politisi.

Inti pemikiran Ida Bagus Mantra sederhana tapi menarik. “Orang Bali harus menyadari harga dirinya.” Orang Bali, menurutnya, harus menjaga harga diri ditengah terjangan arus budaya Barat. Semua pihak perlu terlibat aktif merawat budaya Bali.

Menurutnya, landasan kebudayaan terletak pada fondasi agama, seni, budaya, bahasa, dan ekonomi. Bagi pendukung pembangunan developmentalis, ekonomi yang utama. Tetapi bagi Prof. IB Mantra hierarki dibalik, ekonomi di urutan ujung, budaya dan spiritual yang utama.

Beliau juga mengembangkan konsep dinamis kebudayaan Bali, yakni taksu dan jengah. Taksu mewakili kekuatan batin. Taksu memberi kecerdasan, keindahan, dan mukjizat. Esensi sakral, membuat sebuah karya lebih dari sekadar urusan teknis. Sementara jengah adalah semangat bersaing. Jengah bertujuan menumbuhkan karya budaya bermutu karena ada semangat berkompetisi. Jengah mewakili kekuatan dinamis. Taksu dan jengah saling melengkapi. Keduanya menjadi pegangan untuk harga diri. Berpedoman pada konsep itu, budaya dapat hidup, berkembang, serta bermartabat. Cara pandang tersebut dibawanya ketika berada  di pemerintahan.

Ketika di posisi Direktur Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, beliau tetap aktif memajukan Bali. Beliau turut pendirian Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI, kini ISI Denpasar). Dibangun pula Pusat Kebudayaan Bali, Werdhi Budaya (Art Center Denpasar). Juga dukung pembangunan dan renovasi sejumlah pura.

Prof. IB Mantra saat menjadi Gubernur Bali juga menggulirkan kebijakan pemajuan kebudayaan Bali. Pemerintah Bali mencetuskan Pesta Kesenian Bali (PKB, 1979). Festival budaya tahunan ini hadirkan dinamika budaya Bali. PKB pun menjadi ajang motivasi berkarya, hingga kini. Untuk ekonomi akar rumput, beliau dukung pendirian Lembaga Perkreditan Desa (LPD), untuk meningkatkan standar hidup krama. LPD ada di tingkat desa adat, langsung bersentuhan dengan institusi budaya dan agama.

Ida Bagus Mantra, seorang cendekiawan sekaligus birokrat. Institusi yang didukungnya menjadi pilar-pilar kebudayaan di Bali. Hingga kini pilar-pilar itu terus berkembang untuk pemajuan budaya dan agama. Pemikirannya terus bergerilya di benak cendekiawan, rohaniwan, birokrat, pelaku budaya, dan masyarakat. Pemikirannya dan kerja nyatanya terus tumbuhkembang di abad digital ini. Warisan filosofisnya terus mengalir, seperti air sungai yang menelusuri berbagai penjuru. Beliau akan selalu menjadi teladan, di Bali maupun Indonesia. [T]

Kepustakaan

Mantra, IB, 1993. Bali: Masalah Sosial Budaya dan Modernisasi. Upada Sastra: Denpasar.

Sukarma, I Wayan, 2013. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra: Membangun Harga Diri Orang Bali. sukarma-puseh.blogspot.com.

WN, 2015. Seri Tokoh Sejarah: Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Penulis: Arief Rahzen
Editor: Adnyana Ole

Tags: Budaya BaliIda Bagus Mantra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Next Post

IKN Ibu Kota Politik Simbolisme Besar Substansi Rapuh

Arief Rahzen

Arief Rahzen

Pekerja budaya yang senang berpetualang. Ia juga peminat kajian seni budaya dan perubahan masyarakat di era digital. Sesekali menulis esai, belajar bercerita, dan kurasi aktivitas budaya.. Saat ini bolakbalik di Gianyar, Mataram, dan Jakarta.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

IKN Ibu Kota Politik Simbolisme Besar Substansi Rapuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co