6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Persetan Dengan Perang!”, Begitulah Akhir Film “Blitzmusik” (2024) karya Martin Amiot di MFW11

Son Lomri by Son Lomri
September 13, 2025
in Ulas Film
“Persetan Dengan Perang!”, Begitulah Akhir Film “Blitzmusik” (2024) karya Martin Amiot di MFW11

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

MENONTON film Kanada, Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot, di acara Minikino Film Week 11 (MFW11), Jum’at, 12 September 2025, seperti menonton dua tentara berani mematahkan doktrin komando di tengah perang sedang berlangsung.

Film itu diputar diRuang Taksu Dharma Alaya, Denpasar, bersama lima film lainnya. Film lainnya dari Jepang dengan judul Lunch Woman (2024)karya Tokio OOHARA dan Gertjan ZUILHOF, Cening Nepukin I Kawa (2024)karya Epriliana Fitri Ayu Pamungkas dari Indonesia, dan Noo Room (2024) karya Jelena Oroz dari Kroasia.

Kemudian A Waiting Room (2024)karya Saw dari Thailand, dan Ya Hanouni (2024) karya Lyna Tadaunt dan Sofian Chouaib dari Prancis.

Karena film itu tidak bisa diakses di YouTube, alias mesti langsung pergi ke festival Minikino diputar secara eklusive, maka, kiranya perlu diceritakan sekilas tentang alur cerita Blitzmusik itu.

Jadi ada dua tentara yang terjebak di sebuah gedung (mirip gedung sekolah musik), mereka terperangkap di sana tidak bisa keluar. Satu tentara dengan badan kurus berkacamata, satu tentara lagi badannya agak gendutan.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Mereka terjebak di gedung yang sama, tapi beda ruangan. Ruangan mereka bersebelahan, hanya tersekat satu dinding saja. Setelah si tentara dengan tubuh kurus itu tahu bahwa ada tentara di sebalah ruangannya, lelaki itu mulai mengintip di antara bolong tembok bekas ditembaki.

Tentara kurus itu langsung ambil senjata dan menembak tembok musuhnya dengan membabi buta. Si tentara dengan tubuh agak gembul itu segera mencari perlindungan di bawah meja, karena peluru tembus tembok menyasar dirinya.

Selang beberapa waktu setelah lelaki itu menembak, ia berhenti, merasa capek, dan sia-sia. Lalu memukuli tembok dengan drum (bass), juga sia-sia.

Musuhnya hanya cengengesan seakan tahu itu perbuatan nihil, lantas ia bersender di tembok dengan wajah sayu. Akhirnya mereka saling menjeda sebentar, mencari celah untuk duduk di masing-masing ruangan, dengan ekspresi getir-meratap, seakan menunggu apa yang akan terjadi setelah itu.

Di luar ruangan, gedung bangunan sudah luluh lantak oleh bom, terkecuali gedung mereka. Bunyi bising peluru dan bom terdengar sangat keras di balik tembok mereka.

Ketika reruntuhan gedung dua tentara itu mulai goyang, dan serpihan terjatuh mengklik piringan hitam di ruangan tentara gendut itu, musik terdengar. Mereka mendengar musik bersamaan, antara musik klasik dan suara perang, seakan menjadi hiburan sebelum kematian.

Tentara tubuh ramping itu kemudian mengambil stick drum, ia membalasnya dengan bermain drum. Musik terdengar. Di tengah permainan musik itu, bom masuk ke ruangan, mereka dihantam reruntuhan sekaligus. Tembok pembatas ruangan rubuh.

Alih-alih setelah tembok itu hancur—harusnya saling bunuh, mereka justru duel musik dengan sorot mata yang pasrah. Yang satu main drum, yang satu bermain saksofon dengan bebas. Duel musik mereka menghasilkan ryhthem musik jazz dengan tambahan suara dari ledakan bom dan bedil, dengan nuansa, seakan mereka menolak perang.

Di akhir film tertulis “Fuck Thos War”—Persetan dengan Perang.

Jazz, Desing Peluru, dan—Mengapa Tidak Balik Kanan

Apakah dalam perang, hukumnya haram ketika tentara bandel tidak ikut bunuh membunuh setelah capek mengangkat senjata? Pertanyaan itu yang menggantung di jidat saya ketika menonton film Blitzmusik.

Martin Amiot memberi taruhan mahal antara kenyataan perang membuat semua orang depresi, apa yang dibangun sudah hancur, dengan musik jazz—yang dijadikannya sebagai simbolis perlawanan dalam flmnya, persetanlah dengan perang.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Jazz, sebagai musik kebebasan yang lahir di New Orleans oleh Komunitas Afrika-Amerika dalam menentang rasisme pada abad ke-20 silam, menjadi simbol yang pas sebagai penentangan terhadap perang di film itu. Sederhana, memadukan antara saksofon dengan permainan drum, dan warna bunyi dari reruntuhan bangunan yang terjatuh, di kenyataan dalam perang sungguhan; desing peluru dan suara bom, adalah musik yang getir sesungguhnya.

Film pendek anyar asal Kanada tahun 2024 itu, setidak menjatuhkan semua harkat martabat—seorang pemimpin yang banal, hobi perang. Membayangkan kembali pada negara-negara yang chaos seperti Palestina oleh Israel, yang menjadi langganan isu—tak pernah selesai tentang pembantaian bayi-bayi, ibu-ibu, bapak-bapak, masyarakat sipil lainnya, mengapa tidak para tentara yang berperang di sana untuk menjeda sebentar dan memikirkan kembali kemanusiaannya sendiri!?

Perang menjeda memang ada ditentukan negara adidaya. Tapi itu seakan hanya memberikan waktu untuk membersihkan puing-puing gedung yang sudah rusak, memberi waktu untuk mengubur mayat-mayat pada negara yang teraniaya.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Blitzmusik (2024) karya Martin Amiot itu, justru menawarkan yang lain, yang saya rasa, cape itu perlu—di tengah perang, untuk kembali memikirkan apa-apa yang selama ini diperangi, telah menjadi satu modal dasar untuk menghina Tuhan. Sudah indah bumi diciptakan, malah dihancurkan—berikut dengan manusia-manusianya.

Jika Martin Amiot duduk dan ngopi siang itu bersama saya, saya bakal menunjukkan satu lagu bagus dari Nassida Ria dengan judul “Perdamaian” setelah Jazz desing peluru—melawan kondisi bangsat perang. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekKanadaMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025musikperang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Muliartha Wiguna, Mahasiswa Berprestasi Poltekkes Kemenkes Denpasar  itu Mendirikan “KASIH”, Komunitas Peduli Hipertensi

Next Post

Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails
Next Post
Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co