26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Persetan Dengan Perang!”, Begitulah Akhir Film “Blitzmusik” (2024) karya Martin Amiot di MFW11

Son Lomri by Son Lomri
September 13, 2025
in Ulas Film
“Persetan Dengan Perang!”, Begitulah Akhir Film “Blitzmusik” (2024) karya Martin Amiot di MFW11

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

MENONTON film Kanada, Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot, di acara Minikino Film Week 11 (MFW11), Jum’at, 12 September 2025, seperti menonton dua tentara berani mematahkan doktrin komando di tengah perang sedang berlangsung.

Film itu diputar diRuang Taksu Dharma Alaya, Denpasar, bersama lima film lainnya. Film lainnya dari Jepang dengan judul Lunch Woman (2024)karya Tokio OOHARA dan Gertjan ZUILHOF, Cening Nepukin I Kawa (2024)karya Epriliana Fitri Ayu Pamungkas dari Indonesia, dan Noo Room (2024) karya Jelena Oroz dari Kroasia.

Kemudian A Waiting Room (2024)karya Saw dari Thailand, dan Ya Hanouni (2024) karya Lyna Tadaunt dan Sofian Chouaib dari Prancis.

Karena film itu tidak bisa diakses di YouTube, alias mesti langsung pergi ke festival Minikino diputar secara eklusive, maka, kiranya perlu diceritakan sekilas tentang alur cerita Blitzmusik itu.

Jadi ada dua tentara yang terjebak di sebuah gedung (mirip gedung sekolah musik), mereka terperangkap di sana tidak bisa keluar. Satu tentara dengan badan kurus berkacamata, satu tentara lagi badannya agak gendutan.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Mereka terjebak di gedung yang sama, tapi beda ruangan. Ruangan mereka bersebelahan, hanya tersekat satu dinding saja. Setelah si tentara dengan tubuh kurus itu tahu bahwa ada tentara di sebalah ruangannya, lelaki itu mulai mengintip di antara bolong tembok bekas ditembaki.

Tentara kurus itu langsung ambil senjata dan menembak tembok musuhnya dengan membabi buta. Si tentara dengan tubuh agak gembul itu segera mencari perlindungan di bawah meja, karena peluru tembus tembok menyasar dirinya.

Selang beberapa waktu setelah lelaki itu menembak, ia berhenti, merasa capek, dan sia-sia. Lalu memukuli tembok dengan drum (bass), juga sia-sia.

Musuhnya hanya cengengesan seakan tahu itu perbuatan nihil, lantas ia bersender di tembok dengan wajah sayu. Akhirnya mereka saling menjeda sebentar, mencari celah untuk duduk di masing-masing ruangan, dengan ekspresi getir-meratap, seakan menunggu apa yang akan terjadi setelah itu.

Di luar ruangan, gedung bangunan sudah luluh lantak oleh bom, terkecuali gedung mereka. Bunyi bising peluru dan bom terdengar sangat keras di balik tembok mereka.

Ketika reruntuhan gedung dua tentara itu mulai goyang, dan serpihan terjatuh mengklik piringan hitam di ruangan tentara gendut itu, musik terdengar. Mereka mendengar musik bersamaan, antara musik klasik dan suara perang, seakan menjadi hiburan sebelum kematian.

Tentara tubuh ramping itu kemudian mengambil stick drum, ia membalasnya dengan bermain drum. Musik terdengar. Di tengah permainan musik itu, bom masuk ke ruangan, mereka dihantam reruntuhan sekaligus. Tembok pembatas ruangan rubuh.

Alih-alih setelah tembok itu hancur—harusnya saling bunuh, mereka justru duel musik dengan sorot mata yang pasrah. Yang satu main drum, yang satu bermain saksofon dengan bebas. Duel musik mereka menghasilkan ryhthem musik jazz dengan tambahan suara dari ledakan bom dan bedil, dengan nuansa, seakan mereka menolak perang.

Di akhir film tertulis “Fuck Thos War”—Persetan dengan Perang.

Jazz, Desing Peluru, dan—Mengapa Tidak Balik Kanan

Apakah dalam perang, hukumnya haram ketika tentara bandel tidak ikut bunuh membunuh setelah capek mengangkat senjata? Pertanyaan itu yang menggantung di jidat saya ketika menonton film Blitzmusik.

Martin Amiot memberi taruhan mahal antara kenyataan perang membuat semua orang depresi, apa yang dibangun sudah hancur, dengan musik jazz—yang dijadikannya sebagai simbolis perlawanan dalam flmnya, persetanlah dengan perang.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Jazz, sebagai musik kebebasan yang lahir di New Orleans oleh Komunitas Afrika-Amerika dalam menentang rasisme pada abad ke-20 silam, menjadi simbol yang pas sebagai penentangan terhadap perang di film itu. Sederhana, memadukan antara saksofon dengan permainan drum, dan warna bunyi dari reruntuhan bangunan yang terjatuh, di kenyataan dalam perang sungguhan; desing peluru dan suara bom, adalah musik yang getir sesungguhnya.

Film pendek anyar asal Kanada tahun 2024 itu, setidak menjatuhkan semua harkat martabat—seorang pemimpin yang banal, hobi perang. Membayangkan kembali pada negara-negara yang chaos seperti Palestina oleh Israel, yang menjadi langganan isu—tak pernah selesai tentang pembantaian bayi-bayi, ibu-ibu, bapak-bapak, masyarakat sipil lainnya, mengapa tidak para tentara yang berperang di sana untuk menjeda sebentar dan memikirkan kembali kemanusiaannya sendiri!?

Perang menjeda memang ada ditentukan negara adidaya. Tapi itu seakan hanya memberikan waktu untuk membersihkan puing-puing gedung yang sudah rusak, memberi waktu untuk mengubur mayat-mayat pada negara yang teraniaya.

Film Blitzmusik (2024), karya Martin Amiot diputar di MFW11 | Foto: Son

Blitzmusik (2024) karya Martin Amiot itu, justru menawarkan yang lain, yang saya rasa, cape itu perlu—di tengah perang, untuk kembali memikirkan apa-apa yang selama ini diperangi, telah menjadi satu modal dasar untuk menghina Tuhan. Sudah indah bumi diciptakan, malah dihancurkan—berikut dengan manusia-manusianya.

Jika Martin Amiot duduk dan ngopi siang itu bersama saya, saya bakal menunjukkan satu lagu bagus dari Nassida Ria dengan judul “Perdamaian” setelah Jazz desing peluru—melawan kondisi bangsat perang. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekKanadaMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025musikperang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Muliartha Wiguna, Mahasiswa Berprestasi Poltekkes Kemenkes Denpasar  itu Mendirikan “KASIH”, Komunitas Peduli Hipertensi

Next Post

Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
0
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

Read moreDetails

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails
Next Post
Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Filosofi “Taluh Goreng Ada Hasil” dan Banjir Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co