11 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Taxman” dan Sindiran bagi Elite yang Berhidup Megah

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
September 3, 2025
in Esai
“Taxman” dan Sindiran bagi Elite yang Berhidup Megah

Ilustrasi: tangkap layar youtube

“If you drive a car, I’ll tax the street
If you try to sit, I’ll tax your seat
If you get too cold I’ll tax the heat
If you take a walk, I’ll tax your feet”

(Beatles,-Taxman)

POTONGAN bait tersebut merupakan bagian lirik lagu The Beatles “Taxman” yang ditulis oleh George Harrison, yang dirilis pada Agustus 1966. “Taxman” merupakan sindiran keras terhadap tarif pajak di Inggris yang tidak masuk akal. Dalam sebuah wawancara yang dimuat dalam autobiografinya I Me Mine, Harrison mengatakan bahwa “Taxman” ia tulis setelah menyadari bahwa walaupun dirinya dan Beatles mulai mendapatkan uang, namun sebagian besar dari uang tersebut ia bayarkan kepada “Taxman” (https://esensialis.wordpress.com/2017/07/14/beatles-dan-kritik-terhadap-pajak-progresif-inggris/).  Pada masa tersebut, lanjutnya ia harus membayar 19 shillings dan enam pence dari setiap pound yang ia dapat.

Menurut Harrison dalam sebuah wawancara, dirinya dan personel Beatles lainnya hanya akan mendapat enam pence atau satu perempatpuluh dari setiap pound yang mereka dapat. Dua nama Perdana Menteri Inggris yakni Harold Wilson dan Edward Heath disebut dalam lagu itu, kedua nama ini dianggap bertanggungjawab dalam tarif pajak sinting tersebut.

Beatles protes pajak karena besarannya, dan semuanya dipajak seperti bait di atas. Masyarakat kita gaduh perihal pajak, karena perilaku elit politik yang tidak memihak pada kami, rakyat yang taat membayar pajak.

Seperti tersiar berita di Kabupaten Pati, bupatinya dengan arogan bernarasi saat menaikan pajak bumi dan bangunan yang fantastis besar sekali menurut ukuran wajib pajak pada umumnya, sehingga terjadi demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Pati. Rakyatnya ingin melengserkan sang Bupati “Mr. Taxman”, gaduh jagat Pati akibat ulah sang Taxman, Pati rusuh.

Selang dua tiga minggu kemudian rusuh dimana-man. Terjadi penjarahan di Jakarta dan sekitarnya, kota-kota besar di Indonesia,  Bandung, Makassar, Surabaya, Yogjakarta, Semarang, dan kota lainnya terjadi demonstrasi hebat. Sampai saat ini bahkan sekolah-sekolah banyak yang di liburkan. Di Makassar dua gedung parlemen kota dan provinsi dibakar. 

Bentuk  kemurkaan, kekecewaan rakyat dan massa juga dilampiaskan dengan menjarah rumah-rumah anggota parlemen, dan menteri keuangan, porak poranda rumah dan isinya senilai puluhan sampai ratusan miliar dalam sekejap lulu-lantah perabot rumah, pakaian dan barang-barang yang sangat pribadi dijarah, mobil-mobil mewah dihancurkan.

Bila kita lihat kemarahan rakyat mungkin salah satunya ditengah situasi sulit rakyat, elite di pemerintahan, parlemen berflexing ria, soal penghasilan, tunjangan ini itu dan lain-lain.

Rakyat tahu persis, bahwa mereka para elite itu menikmati berbagai fasilitas negara  dari tarif pajak yang dibayar rakyat selama ini. Mereka seolah tidak menggubris tuntutan aspirasi rakyat, malah dibalas dengan berjoget ria, bernarasi “guru menjadi beban negara, “kami ini kaum elite” wajar kalau dapat tunjangan ini itu, mereka bernarasi membela diri dan menantang “rakyat paling tolol” sedunia, katanya.

***

Saat unjuk rasa, demonstrasi besar-besaran di Jakarta terjadi insiden yang memilukan, seorang pengemudi ojek online tewas terlindas; atau dilindas, hanya Tuhan yang tahu. Dari peristiwa tersebut gelombang massa terus menerus sampai saat ini menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan rakyat. Meskipun para elite yang dianggap sebagai “public enemy” sudah diberhentikan atau dinonaktifkan sebagai anggota parlemen. Unjuk rasa masih terus berlangsung sampai saat ini, salah satu tuntutannya adalah pemerintah pusat mencabut kebijakan pajak baru, RUU perampasan aset dan lain-lain. 

Kembali ke tema tulisan, perihal beban pajak yang harus ditanggung rakyat, besaran pajak yang ditetapkan oleh pemerintah, umumnya nyaris rakyat sebagai warga negara menerima tanpa penolakan yang berarti, karena memang masyarakat kita sudah menyadari manfaat pajak untuk berbagai macam pembangunan negara kita.

Seperti saya sampaikan di atas bukan nilai besarnya perkara pajak A, pajak B, dan C berapa pun kami bayar pajaknya mulai pajak bumi dan bangunan, kendaraan bermotor, penghasilan, makanan yang kita makan di resto, belanja di supermarket dan sebagainya. Pokoknya kita bayar Berapa pun pajaknya, masyarakat kita ini sangat taat pada pajak, terbukti pajak sebagai penopang utama negara kita. Karena katanya “Orang Bijak Taat Pajak” demikian semboyan yang dikeluarkan kantor-kantor pajak. masyarakat kita mungkin terbilang sangat santun.

Namun melihat tingkah polah para elite yang selama ini tidak mendengar, menyapa rakyatnya dengan baik, komunikasi publik para elite umumnya buruk, selalu menuai kontroversi, kurang peka pada apa yang dirasakan publik, terutama membahas beberapa pajak yang dibebankan pada rakyat.

Malah pernah marak fenomena figur publik, para elit, keluarga pejabat publik yang suka pamer harta ramai diperbincangkan. Fenomena pamer harta oleh beberapa kalangan ini bisa disebut dengan istilah  flexing. Orang yang suka pamer harta berlebihan dan hidup megah ini kemudian juga disebut dengan crazy rich. Bahkan anggota parlemen yang digeruduk masa rumahnya juga dijuluki crazy rich.  

Masyarakat juga pernah cenderung sering dihebohkan dengan kekayaan oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang sangat tinggi. Bahkan, harta kekayaan yang dimiliki dinilai tidak wajar sehingga menimbulkan spekulasi dari berbagai pihak. Hal ini mencuat setelah kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo beberapa tahun yang lalu, terhadap Cristalino David Ozora, putra pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor. Bukan hanya kasusnya, namun gaya hidup dan kekayaan yang dimiliki keluarga Mario Dandy yang jadi sorotan. Akhirnya merebak ke semua pegawai pajak menjadi sorotan public.

Mereka mempertontonkan harta dan hidup megahnya, baik berupa uang, mobil mewah, rumah mewah ataupun saldo ATM. Secara harfiah, flexing dalam bahasa Inggris berarti pamer. Flexing adalah menunjukkan sesuatu kepemilikan atau pencapaian dengan cara yang dianggap orang lain tidak menyenangkan. Flexing atau pamer biasanya dilakukan untuk mencapai beragam tujuan, di antaranya menunjukkan status dan posisi sosial, menciptakan kesan bagi orang lain, dan menunjukkan kemampuan. Ajang pamer itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang ke orang lainnya, tapi juga ke masyarakat luas dengan menggunakan media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok hingga YouTube (https://m.tribunnews.com/lifestyle/2022/03/25/hukum-pamer-harta-atau-flexing-menurut-islam-ini-bahayanya?page=all).

Perilaku “riya” tersebut, dapat menyulut emosi massa,  perbuatan riya ini merupakan perbuatan syirik kecil yang memiliki dosa yang besar (https://www.suara.com/news/2022/03/21/114902/bagaimana-hukum-pamer-kekayaan-menurut-islam-ini-jawaban-ustadz-adi-hidayat). Hal ini sebagaimana Allah SWT pernah bersabda dalam Al-Quran Surat Luqman ayat 18: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Selain mencederai kepercayaan masyarakat, gaya hidup mewah yang ditonjolkan juga melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik. Meskipun, harta yang dimiliki berasal dari cara-cara yang halal. Memamerkan harta merupakan sikap riya yang dilarang oleh Islam, dan semua ajaran agama. Semoga para elite sadar diri, bahwa mereka digaji difasilatasi berbagai kebutuhannya oleh negara dari jerih payah rakyat dalam membayar pajak. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Tags: flexinggaya hidupgaya hidup mewahpajakpejabat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tikus-Tikus Kantor dan Harga Murah Nyawa Rakyat

Next Post

“From Sketch To Soul”: Pameran Perdana Indira Laksmi di Tegal Temu Space

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails
Next Post
“From Sketch To Soul”: Pameran Perdana Indira Laksmi di Tegal Temu Space

"From Sketch To Soul": Pameran Perdana Indira Laksmi di Tegal Temu Space

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co