24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 27, 2025
in Esai
Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

KINTAMANI dikenal sebagai daerah subur, sejuk, dan penuh pesona. Alamnya yang dingin membentuk budaya agraris yang kuat, kehidupan spiritual yang kental, serta masyarakat yang komunal. Namun, di tengah itu semua, denyut pariwisata pelan-pelan merambah ke setiap sudut. Sayangnya, geliat pariwisata di Kintamani saat ini lebih banyak digerakkan oleh investor luar. Sementara masyarakat lokal, termasuk anak mudanya, masih banyak seperti penonton yang setia di pinggir arena.

Di sinilah pentingnya pendidikan. Pertanyaan pun mengemuka: pendidikan seperti apa yang mampu membuat Kintamani berdiri tegak di panggungnya sendiri? Jawabannya adalah pendidikan vokasi.

Tidak mengherankan jika di Kintamani berdiri tiga SMK negeri yang menjadi benteng harapan. Penduduknya banyak. Untuk ukuran Pilkada saja, dengan meraih suara mayoritas di Kintamani, kesuksesan sang Calon tak terbantahkan lagi.

Kembali ke pembicaraan kita tentang dunia pendidikan tadi. Dari tiga SMK Negeri, dua di antaranya telah lama membuka bidang pariwisata, terutama perhotelan. Sementara satu lagi, SMK Negeri 1 Kintamani, baru saja memberanikan diri melangkah ke jalur yang sama.

Ironisnya, meski merupakan sekolah tertua, SMKN 1 Kintamani ini justru tampak paling lamban mengambil langkah. Apakah mereka tidak berani mengambil Keputusan? Atau menunggu saat yang tepat untuk menyerang? Mereka terlalu bertahan pada tiga jurusan lama: Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Ternyata, setelah diuji dengan pengalaman yang ada, mereka akhirnya sadar. Bertahan saja tidak cukup, apalagi ketika arus minat generasi muda semakin condong ke dunia pariwisata.

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Akhirnya, dengan dukungan sumber daya yang ada, SMKN 1 Kintamani mulai membuka diri. Mereka telah benar-benar sadar. Kalau terlalu lama berdiam diri, mereka akan tertinggal kereta. Melalui perencanaan kecil di internal sekolah, ide membuka jurusan perhotelan pun perlahan menggelinding. Dukungan komite sekolah, tokoh masyarakat, hingga perbekel pun dirangkul.

Prosesnya nyaris menyerupai kampanye politik. Penggalangan massa dimulai dari sosialisasi, pendekatan, hingga meyakinkan masyarakat tentang pentingnya jurusan baru ini. Dan hasilnya cukup mengejutkan: pada penerimaan siswa baru 2025, 30 siswa lulusan SMP setempat langsung mendaftarkan diri pada jurusan perhotelan yang masih berupa embrio. Jumlah ini sekaligus mencetak rekor baru, walau masih jauh dari rekor MURI. Dari jumlah siswa baru, Jurusan Perhotelan mengalahkan tiga jurusan yang ada.

Di bawah komando kepala sekolah yang berstatus Plt., untuk jurusan baru, langkah-langkah strategis dijalankan. Perizinan segera diurus, tim kecil bekerja senyap sekaligus massif dalam menyiapkan bukti dukung persyaratan.

Hingga akhirnya, Tim Verifikasi Disdikpora Provinsi Bali turun langsung menilai kelayakan jurusan baru tersebut. Pada titik inilah semangat “jengah” benar-benar hidup dan terjadi. SMKN 1 Kintamani menolak sekadar jadi penonton. Mereka ingin ikut menikmati lezatnya kue pariwisata dengan berdiri di atas kaki sendiri.

Pengajuan izin KK perhotelan di Disdikpora Bali/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Namun ternyata, perjuangan baru saja dimulai. Fondasi jurusan perhotelan memang sudah dipancang, tetapi bangunan itu harus dirawat dan disangga agar kokoh di tengah persaingan yang kian sengit.

Yang dikhawatirkan banyak pihak tidak boleh terjadi. Jangan sampai euforia mendirikan jurusan baru membuat mereka lupa pada jurusan lama yang sudah lebih dulu berdiri. Jangan sampai DKV, ATR, dan APHP membeku dalam dingin angin pegunungan Kintamani, lalu terabaikan oleh rayap waktu. Jika keseimbangan ini dijaga, maka Kintamani benar-benar tidak akan ketinggalan kereta, melainkan ikut menjadi lokomotif yang membawa warganya ke masa depan yang lebih cerah.

Bila ini berhasil, Kintamani yang subur, yang dibalut hawa dingin dan keindahan alam, akan menghantarkan masyarakatnya hidup dalam budaya agraris, spiritualitas yang kental, serta tradisi komunal yang kuat, bernuansa pariwisata.

Namun, langkah ini sejatinya bukan sekadar membuka pintu baru. Dengan mendirikan jurusan perhotelan, SMKN 1 Kintamani sesungguhnya telah memukul genderang perang. Keluar, mereka harus siap menghadapi kompetisi dengan SMK lain di Kintamani yang sudah lebih dulu mapan dalam bidang yang sama. Itu berarti publik harus benar-benar diyakinkan: masyarakat sekitar, SMP pengumpan, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga pemerintah yang memberi restu. Kepercayaan tidak boleh dikhianati.

Ke dalam, tantangan justru lebih berat. Bagaimana memastikan tiga jurusan lama tetap hidup dan tidak tersisih? Sebab alangkah naifnya bila mendirikan jurusan baru justru mematikan jurusan lama. Dari DKV, ATR, dan APHP telah lahir banyak alumni sukses yang menorehkan jejak di dunia kerja. Dari sana pula tercipta rekam cerita tentang pengabdian guru-guru yang puluhan tahun menjaga bara semangat pendidikan.

Dan jangan lupa, ada keluarga mereka di rumah yang menanti gaji dan tunjangan profesi guru (TPG) yang menopang hidup. Harapan para guru sederhana: jurusan yang mereka rawat tetap kokoh, beriringan dengan jurusan baru yang sedang digarap.

Paparan Kabid PSMK Disdikpora Provinsi Bali semakin mempertegas arah ini. Bila sebuah sekolah berani membuka jurusan baru maka konsekuensinya adalah harus siap pula dengan berbagai bentuk dan jenis kegiatan yang tentu lebih banyak.

Jurusan lama tidak boleh suram, dan semua pihak dituntut bekerja lebih keras agar program sekolah berjalan dengan baik. Di atas segalanya, sekolah ditantang untuk membangun karakter positif semua siswa, agar alumni benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap melanjutkan pendidikan.

Pengarahan Kabid PSMK/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Sinergitas antarjurusan pun menjadi kata kunci. Tidak boleh ada jurusan yang merasa lebih penting, melainkan semuanya harus saling menopang. Untuk menjaga animo siswa, diperlukan inovasi di masing-masing jurusan—baik dalam tematik kurikulum, metode pembelajaran, maupun kerja sama yang lebih erat dengan industri maju. Hanya dengan cara inilah SMK bisa tumbuh sebagai sekolah vokasi yang bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan benar-benar menjadi lokomotif kemajuan daerah.

Ini pulalah pekerjaan besar yang menanti para pendidik di Kintamani. Mereka tidak hanya mengejar agar tidak ketinggalan kereta, melainkan harus siap menjadi masinis yang mengarahkan gerbong masa depan anak-anak bangsa menuju stasiun kejayaan.

Inilah tugas besar insan pendidikan di SMKN 1 Kintamani. Berani menabur benih berarti harus siap menuai hasil, dan hasil itu tentu tidak boleh setengah-setengah. Alih-alih hanya berlomba agar tidak ketinggalan kereta, mereka harus mampu membesarkan semua aset yang diwariskan pendahulu.

Ada tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan, agar jurusan baru tumbuh subur tanpa membuat jurusan lama layu. Jika pikiran baik ini terus dipelihara, Kintamani bukan sekadar ikut naik kereta, melainkan mampu menjadi lokomotif yang membawa bangsanya sendiri menuju masa depan.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Tags: PariwisataPendidikanperhotelanSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Next Post

DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

DPRD Buleleng Dukung Serius "Widyalaya" dan "Pasraman" untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co