2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 27, 2025
in Esai
Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

KINTAMANI dikenal sebagai daerah subur, sejuk, dan penuh pesona. Alamnya yang dingin membentuk budaya agraris yang kuat, kehidupan spiritual yang kental, serta masyarakat yang komunal. Namun, di tengah itu semua, denyut pariwisata pelan-pelan merambah ke setiap sudut. Sayangnya, geliat pariwisata di Kintamani saat ini lebih banyak digerakkan oleh investor luar. Sementara masyarakat lokal, termasuk anak mudanya, masih banyak seperti penonton yang setia di pinggir arena.

Di sinilah pentingnya pendidikan. Pertanyaan pun mengemuka: pendidikan seperti apa yang mampu membuat Kintamani berdiri tegak di panggungnya sendiri? Jawabannya adalah pendidikan vokasi.

Tidak mengherankan jika di Kintamani berdiri tiga SMK negeri yang menjadi benteng harapan. Penduduknya banyak. Untuk ukuran Pilkada saja, dengan meraih suara mayoritas di Kintamani, kesuksesan sang Calon tak terbantahkan lagi.

Kembali ke pembicaraan kita tentang dunia pendidikan tadi. Dari tiga SMK Negeri, dua di antaranya telah lama membuka bidang pariwisata, terutama perhotelan. Sementara satu lagi, SMK Negeri 1 Kintamani, baru saja memberanikan diri melangkah ke jalur yang sama.

Ironisnya, meski merupakan sekolah tertua, SMKN 1 Kintamani ini justru tampak paling lamban mengambil langkah. Apakah mereka tidak berani mengambil Keputusan? Atau menunggu saat yang tepat untuk menyerang? Mereka terlalu bertahan pada tiga jurusan lama: Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Ternyata, setelah diuji dengan pengalaman yang ada, mereka akhirnya sadar. Bertahan saja tidak cukup, apalagi ketika arus minat generasi muda semakin condong ke dunia pariwisata.

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Akhirnya, dengan dukungan sumber daya yang ada, SMKN 1 Kintamani mulai membuka diri. Mereka telah benar-benar sadar. Kalau terlalu lama berdiam diri, mereka akan tertinggal kereta. Melalui perencanaan kecil di internal sekolah, ide membuka jurusan perhotelan pun perlahan menggelinding. Dukungan komite sekolah, tokoh masyarakat, hingga perbekel pun dirangkul.

Prosesnya nyaris menyerupai kampanye politik. Penggalangan massa dimulai dari sosialisasi, pendekatan, hingga meyakinkan masyarakat tentang pentingnya jurusan baru ini. Dan hasilnya cukup mengejutkan: pada penerimaan siswa baru 2025, 30 siswa lulusan SMP setempat langsung mendaftarkan diri pada jurusan perhotelan yang masih berupa embrio. Jumlah ini sekaligus mencetak rekor baru, walau masih jauh dari rekor MURI. Dari jumlah siswa baru, Jurusan Perhotelan mengalahkan tiga jurusan yang ada.

Di bawah komando kepala sekolah yang berstatus Plt., untuk jurusan baru, langkah-langkah strategis dijalankan. Perizinan segera diurus, tim kecil bekerja senyap sekaligus massif dalam menyiapkan bukti dukung persyaratan.

Hingga akhirnya, Tim Verifikasi Disdikpora Provinsi Bali turun langsung menilai kelayakan jurusan baru tersebut. Pada titik inilah semangat “jengah” benar-benar hidup dan terjadi. SMKN 1 Kintamani menolak sekadar jadi penonton. Mereka ingin ikut menikmati lezatnya kue pariwisata dengan berdiri di atas kaki sendiri.

Pengajuan izin KK perhotelan di Disdikpora Bali/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Namun ternyata, perjuangan baru saja dimulai. Fondasi jurusan perhotelan memang sudah dipancang, tetapi bangunan itu harus dirawat dan disangga agar kokoh di tengah persaingan yang kian sengit.

Yang dikhawatirkan banyak pihak tidak boleh terjadi. Jangan sampai euforia mendirikan jurusan baru membuat mereka lupa pada jurusan lama yang sudah lebih dulu berdiri. Jangan sampai DKV, ATR, dan APHP membeku dalam dingin angin pegunungan Kintamani, lalu terabaikan oleh rayap waktu. Jika keseimbangan ini dijaga, maka Kintamani benar-benar tidak akan ketinggalan kereta, melainkan ikut menjadi lokomotif yang membawa warganya ke masa depan yang lebih cerah.

Bila ini berhasil, Kintamani yang subur, yang dibalut hawa dingin dan keindahan alam, akan menghantarkan masyarakatnya hidup dalam budaya agraris, spiritualitas yang kental, serta tradisi komunal yang kuat, bernuansa pariwisata.

Namun, langkah ini sejatinya bukan sekadar membuka pintu baru. Dengan mendirikan jurusan perhotelan, SMKN 1 Kintamani sesungguhnya telah memukul genderang perang. Keluar, mereka harus siap menghadapi kompetisi dengan SMK lain di Kintamani yang sudah lebih dulu mapan dalam bidang yang sama. Itu berarti publik harus benar-benar diyakinkan: masyarakat sekitar, SMP pengumpan, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga pemerintah yang memberi restu. Kepercayaan tidak boleh dikhianati.

Ke dalam, tantangan justru lebih berat. Bagaimana memastikan tiga jurusan lama tetap hidup dan tidak tersisih? Sebab alangkah naifnya bila mendirikan jurusan baru justru mematikan jurusan lama. Dari DKV, ATR, dan APHP telah lahir banyak alumni sukses yang menorehkan jejak di dunia kerja. Dari sana pula tercipta rekam cerita tentang pengabdian guru-guru yang puluhan tahun menjaga bara semangat pendidikan.

Dan jangan lupa, ada keluarga mereka di rumah yang menanti gaji dan tunjangan profesi guru (TPG) yang menopang hidup. Harapan para guru sederhana: jurusan yang mereka rawat tetap kokoh, beriringan dengan jurusan baru yang sedang digarap.

Paparan Kabid PSMK Disdikpora Provinsi Bali semakin mempertegas arah ini. Bila sebuah sekolah berani membuka jurusan baru maka konsekuensinya adalah harus siap pula dengan berbagai bentuk dan jenis kegiatan yang tentu lebih banyak.

Jurusan lama tidak boleh suram, dan semua pihak dituntut bekerja lebih keras agar program sekolah berjalan dengan baik. Di atas segalanya, sekolah ditantang untuk membangun karakter positif semua siswa, agar alumni benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap melanjutkan pendidikan.

Pengarahan Kabid PSMK/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Sinergitas antarjurusan pun menjadi kata kunci. Tidak boleh ada jurusan yang merasa lebih penting, melainkan semuanya harus saling menopang. Untuk menjaga animo siswa, diperlukan inovasi di masing-masing jurusan—baik dalam tematik kurikulum, metode pembelajaran, maupun kerja sama yang lebih erat dengan industri maju. Hanya dengan cara inilah SMK bisa tumbuh sebagai sekolah vokasi yang bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan benar-benar menjadi lokomotif kemajuan daerah.

Ini pulalah pekerjaan besar yang menanti para pendidik di Kintamani. Mereka tidak hanya mengejar agar tidak ketinggalan kereta, melainkan harus siap menjadi masinis yang mengarahkan gerbong masa depan anak-anak bangsa menuju stasiun kejayaan.

Inilah tugas besar insan pendidikan di SMKN 1 Kintamani. Berani menabur benih berarti harus siap menuai hasil, dan hasil itu tentu tidak boleh setengah-setengah. Alih-alih hanya berlomba agar tidak ketinggalan kereta, mereka harus mampu membesarkan semua aset yang diwariskan pendahulu.

Ada tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan, agar jurusan baru tumbuh subur tanpa membuat jurusan lama layu. Jika pikiran baik ini terus dipelihara, Kintamani bukan sekadar ikut naik kereta, melainkan mampu menjadi lokomotif yang membawa bangsanya sendiri menuju masa depan.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Tags: PariwisataPendidikanperhotelanSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Next Post

DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

DPRD Buleleng Dukung Serius "Widyalaya" dan "Pasraman" untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co