2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 27, 2025
in Esai
Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

KINTAMANI dikenal sebagai daerah subur, sejuk, dan penuh pesona. Alamnya yang dingin membentuk budaya agraris yang kuat, kehidupan spiritual yang kental, serta masyarakat yang komunal. Namun, di tengah itu semua, denyut pariwisata pelan-pelan merambah ke setiap sudut. Sayangnya, geliat pariwisata di Kintamani saat ini lebih banyak digerakkan oleh investor luar. Sementara masyarakat lokal, termasuk anak mudanya, masih banyak seperti penonton yang setia di pinggir arena.

Di sinilah pentingnya pendidikan. Pertanyaan pun mengemuka: pendidikan seperti apa yang mampu membuat Kintamani berdiri tegak di panggungnya sendiri? Jawabannya adalah pendidikan vokasi.

Tidak mengherankan jika di Kintamani berdiri tiga SMK negeri yang menjadi benteng harapan. Penduduknya banyak. Untuk ukuran Pilkada saja, dengan meraih suara mayoritas di Kintamani, kesuksesan sang Calon tak terbantahkan lagi.

Kembali ke pembicaraan kita tentang dunia pendidikan tadi. Dari tiga SMK Negeri, dua di antaranya telah lama membuka bidang pariwisata, terutama perhotelan. Sementara satu lagi, SMK Negeri 1 Kintamani, baru saja memberanikan diri melangkah ke jalur yang sama.

Ironisnya, meski merupakan sekolah tertua, SMKN 1 Kintamani ini justru tampak paling lamban mengambil langkah. Apakah mereka tidak berani mengambil Keputusan? Atau menunggu saat yang tepat untuk menyerang? Mereka terlalu bertahan pada tiga jurusan lama: Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Ternyata, setelah diuji dengan pengalaman yang ada, mereka akhirnya sadar. Bertahan saja tidak cukup, apalagi ketika arus minat generasi muda semakin condong ke dunia pariwisata.

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Akhirnya, dengan dukungan sumber daya yang ada, SMKN 1 Kintamani mulai membuka diri. Mereka telah benar-benar sadar. Kalau terlalu lama berdiam diri, mereka akan tertinggal kereta. Melalui perencanaan kecil di internal sekolah, ide membuka jurusan perhotelan pun perlahan menggelinding. Dukungan komite sekolah, tokoh masyarakat, hingga perbekel pun dirangkul.

Prosesnya nyaris menyerupai kampanye politik. Penggalangan massa dimulai dari sosialisasi, pendekatan, hingga meyakinkan masyarakat tentang pentingnya jurusan baru ini. Dan hasilnya cukup mengejutkan: pada penerimaan siswa baru 2025, 30 siswa lulusan SMP setempat langsung mendaftarkan diri pada jurusan perhotelan yang masih berupa embrio. Jumlah ini sekaligus mencetak rekor baru, walau masih jauh dari rekor MURI. Dari jumlah siswa baru, Jurusan Perhotelan mengalahkan tiga jurusan yang ada.

Di bawah komando kepala sekolah yang berstatus Plt., untuk jurusan baru, langkah-langkah strategis dijalankan. Perizinan segera diurus, tim kecil bekerja senyap sekaligus massif dalam menyiapkan bukti dukung persyaratan.

Hingga akhirnya, Tim Verifikasi Disdikpora Provinsi Bali turun langsung menilai kelayakan jurusan baru tersebut. Pada titik inilah semangat “jengah” benar-benar hidup dan terjadi. SMKN 1 Kintamani menolak sekadar jadi penonton. Mereka ingin ikut menikmati lezatnya kue pariwisata dengan berdiri di atas kaki sendiri.

Pengajuan izin KK perhotelan di Disdikpora Bali/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Namun ternyata, perjuangan baru saja dimulai. Fondasi jurusan perhotelan memang sudah dipancang, tetapi bangunan itu harus dirawat dan disangga agar kokoh di tengah persaingan yang kian sengit.

Yang dikhawatirkan banyak pihak tidak boleh terjadi. Jangan sampai euforia mendirikan jurusan baru membuat mereka lupa pada jurusan lama yang sudah lebih dulu berdiri. Jangan sampai DKV, ATR, dan APHP membeku dalam dingin angin pegunungan Kintamani, lalu terabaikan oleh rayap waktu. Jika keseimbangan ini dijaga, maka Kintamani benar-benar tidak akan ketinggalan kereta, melainkan ikut menjadi lokomotif yang membawa warganya ke masa depan yang lebih cerah.

Bila ini berhasil, Kintamani yang subur, yang dibalut hawa dingin dan keindahan alam, akan menghantarkan masyarakatnya hidup dalam budaya agraris, spiritualitas yang kental, serta tradisi komunal yang kuat, bernuansa pariwisata.

Namun, langkah ini sejatinya bukan sekadar membuka pintu baru. Dengan mendirikan jurusan perhotelan, SMKN 1 Kintamani sesungguhnya telah memukul genderang perang. Keluar, mereka harus siap menghadapi kompetisi dengan SMK lain di Kintamani yang sudah lebih dulu mapan dalam bidang yang sama. Itu berarti publik harus benar-benar diyakinkan: masyarakat sekitar, SMP pengumpan, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga pemerintah yang memberi restu. Kepercayaan tidak boleh dikhianati.

Ke dalam, tantangan justru lebih berat. Bagaimana memastikan tiga jurusan lama tetap hidup dan tidak tersisih? Sebab alangkah naifnya bila mendirikan jurusan baru justru mematikan jurusan lama. Dari DKV, ATR, dan APHP telah lahir banyak alumni sukses yang menorehkan jejak di dunia kerja. Dari sana pula tercipta rekam cerita tentang pengabdian guru-guru yang puluhan tahun menjaga bara semangat pendidikan.

Dan jangan lupa, ada keluarga mereka di rumah yang menanti gaji dan tunjangan profesi guru (TPG) yang menopang hidup. Harapan para guru sederhana: jurusan yang mereka rawat tetap kokoh, beriringan dengan jurusan baru yang sedang digarap.

Paparan Kabid PSMK Disdikpora Provinsi Bali semakin mempertegas arah ini. Bila sebuah sekolah berani membuka jurusan baru maka konsekuensinya adalah harus siap pula dengan berbagai bentuk dan jenis kegiatan yang tentu lebih banyak.

Jurusan lama tidak boleh suram, dan semua pihak dituntut bekerja lebih keras agar program sekolah berjalan dengan baik. Di atas segalanya, sekolah ditantang untuk membangun karakter positif semua siswa, agar alumni benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap melanjutkan pendidikan.

Pengarahan Kabid PSMK/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Sinergitas antarjurusan pun menjadi kata kunci. Tidak boleh ada jurusan yang merasa lebih penting, melainkan semuanya harus saling menopang. Untuk menjaga animo siswa, diperlukan inovasi di masing-masing jurusan—baik dalam tematik kurikulum, metode pembelajaran, maupun kerja sama yang lebih erat dengan industri maju. Hanya dengan cara inilah SMK bisa tumbuh sebagai sekolah vokasi yang bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan benar-benar menjadi lokomotif kemajuan daerah.

Ini pulalah pekerjaan besar yang menanti para pendidik di Kintamani. Mereka tidak hanya mengejar agar tidak ketinggalan kereta, melainkan harus siap menjadi masinis yang mengarahkan gerbong masa depan anak-anak bangsa menuju stasiun kejayaan.

Inilah tugas besar insan pendidikan di SMKN 1 Kintamani. Berani menabur benih berarti harus siap menuai hasil, dan hasil itu tentu tidak boleh setengah-setengah. Alih-alih hanya berlomba agar tidak ketinggalan kereta, mereka harus mampu membesarkan semua aset yang diwariskan pendahulu.

Ada tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan, agar jurusan baru tumbuh subur tanpa membuat jurusan lama layu. Jika pikiran baik ini terus dipelihara, Kintamani bukan sekadar ikut naik kereta, melainkan mampu menjadi lokomotif yang membawa bangsanya sendiri menuju masa depan.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Tags: PariwisataPendidikanperhotelanSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Next Post

DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

DPRD Buleleng Dukung Serius "Widyalaya" dan "Pasraman" untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co