22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 27, 2025
in Esai
Ketika Kintamani Tak Mau Ketinggalan Kereta: Catatan Pendidikan dari SMKN 1 Kintamani

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

KINTAMANI dikenal sebagai daerah subur, sejuk, dan penuh pesona. Alamnya yang dingin membentuk budaya agraris yang kuat, kehidupan spiritual yang kental, serta masyarakat yang komunal. Namun, di tengah itu semua, denyut pariwisata pelan-pelan merambah ke setiap sudut. Sayangnya, geliat pariwisata di Kintamani saat ini lebih banyak digerakkan oleh investor luar. Sementara masyarakat lokal, termasuk anak mudanya, masih banyak seperti penonton yang setia di pinggir arena.

Di sinilah pentingnya pendidikan. Pertanyaan pun mengemuka: pendidikan seperti apa yang mampu membuat Kintamani berdiri tegak di panggungnya sendiri? Jawabannya adalah pendidikan vokasi.

Tidak mengherankan jika di Kintamani berdiri tiga SMK negeri yang menjadi benteng harapan. Penduduknya banyak. Untuk ukuran Pilkada saja, dengan meraih suara mayoritas di Kintamani, kesuksesan sang Calon tak terbantahkan lagi.

Kembali ke pembicaraan kita tentang dunia pendidikan tadi. Dari tiga SMK Negeri, dua di antaranya telah lama membuka bidang pariwisata, terutama perhotelan. Sementara satu lagi, SMK Negeri 1 Kintamani, baru saja memberanikan diri melangkah ke jalur yang sama.

Ironisnya, meski merupakan sekolah tertua, SMKN 1 Kintamani ini justru tampak paling lamban mengambil langkah. Apakah mereka tidak berani mengambil Keputusan? Atau menunggu saat yang tepat untuk menyerang? Mereka terlalu bertahan pada tiga jurusan lama: Desain Komunikasi Visual (DKV), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Ternyata, setelah diuji dengan pengalaman yang ada, mereka akhirnya sadar. Bertahan saja tidak cukup, apalagi ketika arus minat generasi muda semakin condong ke dunia pariwisata.

Alat praktik perhotelan/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Akhirnya, dengan dukungan sumber daya yang ada, SMKN 1 Kintamani mulai membuka diri. Mereka telah benar-benar sadar. Kalau terlalu lama berdiam diri, mereka akan tertinggal kereta. Melalui perencanaan kecil di internal sekolah, ide membuka jurusan perhotelan pun perlahan menggelinding. Dukungan komite sekolah, tokoh masyarakat, hingga perbekel pun dirangkul.

Prosesnya nyaris menyerupai kampanye politik. Penggalangan massa dimulai dari sosialisasi, pendekatan, hingga meyakinkan masyarakat tentang pentingnya jurusan baru ini. Dan hasilnya cukup mengejutkan: pada penerimaan siswa baru 2025, 30 siswa lulusan SMP setempat langsung mendaftarkan diri pada jurusan perhotelan yang masih berupa embrio. Jumlah ini sekaligus mencetak rekor baru, walau masih jauh dari rekor MURI. Dari jumlah siswa baru, Jurusan Perhotelan mengalahkan tiga jurusan yang ada.

Di bawah komando kepala sekolah yang berstatus Plt., untuk jurusan baru, langkah-langkah strategis dijalankan. Perizinan segera diurus, tim kecil bekerja senyap sekaligus massif dalam menyiapkan bukti dukung persyaratan.

Hingga akhirnya, Tim Verifikasi Disdikpora Provinsi Bali turun langsung menilai kelayakan jurusan baru tersebut. Pada titik inilah semangat “jengah” benar-benar hidup dan terjadi. SMKN 1 Kintamani menolak sekadar jadi penonton. Mereka ingin ikut menikmati lezatnya kue pariwisata dengan berdiri di atas kaki sendiri.

Pengajuan izin KK perhotelan di Disdikpora Bali/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Namun ternyata, perjuangan baru saja dimulai. Fondasi jurusan perhotelan memang sudah dipancang, tetapi bangunan itu harus dirawat dan disangga agar kokoh di tengah persaingan yang kian sengit.

Yang dikhawatirkan banyak pihak tidak boleh terjadi. Jangan sampai euforia mendirikan jurusan baru membuat mereka lupa pada jurusan lama yang sudah lebih dulu berdiri. Jangan sampai DKV, ATR, dan APHP membeku dalam dingin angin pegunungan Kintamani, lalu terabaikan oleh rayap waktu. Jika keseimbangan ini dijaga, maka Kintamani benar-benar tidak akan ketinggalan kereta, melainkan ikut menjadi lokomotif yang membawa warganya ke masa depan yang lebih cerah.

Bila ini berhasil, Kintamani yang subur, yang dibalut hawa dingin dan keindahan alam, akan menghantarkan masyarakatnya hidup dalam budaya agraris, spiritualitas yang kental, serta tradisi komunal yang kuat, bernuansa pariwisata.

Namun, langkah ini sejatinya bukan sekadar membuka pintu baru. Dengan mendirikan jurusan perhotelan, SMKN 1 Kintamani sesungguhnya telah memukul genderang perang. Keluar, mereka harus siap menghadapi kompetisi dengan SMK lain di Kintamani yang sudah lebih dulu mapan dalam bidang yang sama. Itu berarti publik harus benar-benar diyakinkan: masyarakat sekitar, SMP pengumpan, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga pemerintah yang memberi restu. Kepercayaan tidak boleh dikhianati.

Ke dalam, tantangan justru lebih berat. Bagaimana memastikan tiga jurusan lama tetap hidup dan tidak tersisih? Sebab alangkah naifnya bila mendirikan jurusan baru justru mematikan jurusan lama. Dari DKV, ATR, dan APHP telah lahir banyak alumni sukses yang menorehkan jejak di dunia kerja. Dari sana pula tercipta rekam cerita tentang pengabdian guru-guru yang puluhan tahun menjaga bara semangat pendidikan.

Dan jangan lupa, ada keluarga mereka di rumah yang menanti gaji dan tunjangan profesi guru (TPG) yang menopang hidup. Harapan para guru sederhana: jurusan yang mereka rawat tetap kokoh, beriringan dengan jurusan baru yang sedang digarap.

Paparan Kabid PSMK Disdikpora Provinsi Bali semakin mempertegas arah ini. Bila sebuah sekolah berani membuka jurusan baru maka konsekuensinya adalah harus siap pula dengan berbagai bentuk dan jenis kegiatan yang tentu lebih banyak.

Jurusan lama tidak boleh suram, dan semua pihak dituntut bekerja lebih keras agar program sekolah berjalan dengan baik. Di atas segalanya, sekolah ditantang untuk membangun karakter positif semua siswa, agar alumni benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap melanjutkan pendidikan.

Pengarahan Kabid PSMK/Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Sinergitas antarjurusan pun menjadi kata kunci. Tidak boleh ada jurusan yang merasa lebih penting, melainkan semuanya harus saling menopang. Untuk menjaga animo siswa, diperlukan inovasi di masing-masing jurusan—baik dalam tematik kurikulum, metode pembelajaran, maupun kerja sama yang lebih erat dengan industri maju. Hanya dengan cara inilah SMK bisa tumbuh sebagai sekolah vokasi yang bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan benar-benar menjadi lokomotif kemajuan daerah.

Ini pulalah pekerjaan besar yang menanti para pendidik di Kintamani. Mereka tidak hanya mengejar agar tidak ketinggalan kereta, melainkan harus siap menjadi masinis yang mengarahkan gerbong masa depan anak-anak bangsa menuju stasiun kejayaan.

Inilah tugas besar insan pendidikan di SMKN 1 Kintamani. Berani menabur benih berarti harus siap menuai hasil, dan hasil itu tentu tidak boleh setengah-setengah. Alih-alih hanya berlomba agar tidak ketinggalan kereta, mereka harus mampu membesarkan semua aset yang diwariskan pendahulu.

Ada tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan, agar jurusan baru tumbuh subur tanpa membuat jurusan lama layu. Jika pikiran baik ini terus dipelihara, Kintamani bukan sekadar ikut naik kereta, melainkan mampu menjadi lokomotif yang membawa bangsanya sendiri menuju masa depan.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Tags: PariwisataPendidikanperhotelanSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Next Post

DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
DPRD Buleleng Dukung Serius “Widyalaya” dan “Pasraman” untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

DPRD Buleleng Dukung Serius "Widyalaya" dan "Pasraman" untuk Mendorong Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter Hindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co