26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Roadshow SPK Memerkuat Nilai Kebangsaan Menuju Dunia Global     

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 13, 2025
in Khas
Roadshow SPK Memerkuat Nilai Kebangsaan Menuju Dunia Global     

Suasana belajar serangkaian Roadshow SPK di Bali (Foto : Rus Martini)

SEBAGAI Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Kabupaten Badung, saya diundang oleh Kepala Canggu Community School Rus Martini dalam kegiatan Roadshow Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK)di lima kota yang diawali dari Bali.Lima kota sasaran Roadshow SPK Tahun 2025 adalah Bali, Surabaya, Bekasi, Medan, dan Cirebon.

Acara Roadshow dihadiri perwakilan SPK dari berbagai daerah dengan narasumber Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Imelda Triana Sahelangi dari Perkumpulan Sekolah SPK, Andri Nurcahyani dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikdan Dasar dan Menengah (BAN – PDM ) Pusat, dan Dr. Murdiani dari Ketua BAN Provinsi Bali. Hadir pula dalam acara  Roadshow  Kepala BPMP Bali, Alit Dwitama dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Bali menjadi sasaran pertama Roadshow SPK dengan dua alasan menarik. Pertama, Bali daerah Pariwisata, siapa sih tak ingin ke Bali setelah libur lebaran. “Ke Bali belajar sekaligus berlibur”, kata Imelda Triana Sahelangi Ketua Perkumpulan  SPK Tingkat Nasional yang membawahi 481 sekolah yang berafiliasi ke SPK. Kedua, dunia Pendidikan di Bali menjadi magnet positip yang dapat menginspirasi penyelenggara SPK di luar Bali. Semangatnya inklusif, integral, dan kohesif dalam merawat mutu bersama dengan pendekatan budaya merupakan daya tarik tersendiri yang ditawarkan SPK di Bali.

SPK adalah sekolah model kerja sama lintas negara untuk menjawab tantangan global dengan pijakan nasional yang kuat. Siswa dan gurunya pun lintas negara. Kurikulumnnya ada dua model, yaitu SPK dengan Kurikulum Nasional  dan SPK dengan Kurikulum Luar Negeri (umumnya Kurikulum Cambridge). Kedua SPK ini wajib memberikan mata pelajaran  Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Kajian Indonesia.

Muatan Kurikulum wajib itu dimaksudkan untuk menguatkan karakter kebangsaan di tengah percaturan global. Jika mereka adalah siswa WNI, ia tetap mencintai negerinya sambil menyerap kebudayaan global yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Jika mereka adalah siswa WNA, pembelajaran muatan Indonesia dipandang sebagai tambahan wawasan tentang Indonesia sesuai dengan semangat “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Sebab, Pendidikan sejati selalu berakar di hati masyarakat sehingga pembauran global tidak meninggalkan kearifan lokal dan nasional.

Dalam presentasinya, Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan  Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Indonesia Emas 2045. Kata kunci untuk meningkatkan taraf hidup adalah Pendidikan dengan menggunakan China sebagai contoh. China dengan penduduk terbesar di dunia, memandang SDM sebagai asset yang perlu diberdayakan dan dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup. Indonesia telah lama menyadari hal itu, hingga melahirkan petuah, “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China”. 

Pesan itu memberikan petunjuk bahwa China pusat peradaban besar dunia. Peradaban itu hanya dimungkinkan oleh kebudayaan dengan akar literasi yang kuat. Akar literasi bermula dari aksara dengan huruf China. Huruf China dirawat dan diwariskan sampai ke Bali dalam bentuk pis bolong, uang kepeng. Uang kepeng bukan sekadar alat transaksi pada zamannya, tetapi juga mengandung pesan budaya ritual dan spiritual. Hubungan mutualistik antarbudaya    yang saling memengaruhi dan saling menguatkan. Hingga kini, hubungan itu mengakar dari tingkat lokal sampai nasional.

Jawaban atas persoalan segala bangsa adalah pendidikan. Nelson Mandela mengatakan, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia”.  Untuk mengubah dunia ke arah yang lebih baik, Pendidikan seyogyanya independen dari bisingnya wacana politik yang berjangka pendek karena Pendidikan adalah tabungan jangka panjang untuk masa depan bagi anak. Tambah Nelson Mandela, “Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis”. Kepahitan itu dirasakan selama puluhan tahun di penjara tetapi tidak ada dendam setelah ia bebas.  Pendidikan itu tidak lalah tabia, begitu digigit langsung terasa pedasnya, sebagaimana dunia politik praktis.

Suasana belajar serangkaian Roadshow SPK di Bali | Foto : Rus Martini

Walaupun Dirjen PAUD Dikdasmen tidak menyinggung politik kekuasaan, paparan yang disampaikan adalah produk politik. Baginya, Pendidikan bermutu buat semua harus memenuhi tiga syarat : inklusif, integral, dan kohesif. Pendidikan inklusif prinsifnya adalah pemerataan dan peningkatan mutu, keberagaman, kebermaknaan, keberlanjutan, dan keterlibatan.

Pendidikan integral adalah memadukan kemampuan intelektual, moral, dan spiritual. Inilah yang disebut manusia Indonesia seutuhnya terbangun jiwa raganya, sesuai dengan semangat Indonesia Raya. Pendidikan kohesif adalah Pendidikan yang meneguhkan hubungan persaudaraan universal, kesetaraan, keadilan sosial dengan landasan Ketuhanan Yang Maha Esa (Mustanah, 2022).

 Tiga syarat Pendidikan bermutu itu  berlaku untuk semua Lembaga Pendidikan, baik Pendidikan regular maupun Pendidikan Kerja Sama (SPK). Secara berkelakar, Alit Dwitama Kepala BPMP Bali, menyebut Pendidikan regular itu “sekolah rakyat”, sedangkan SPK sebagai “sekolah ningrat”. Pendidikan regular diperuntukkan bagi rakyat secara umum dengan biaya terjangkau bahkan pada tahap tertentu “gratis”.

Sebagai catatan, sesungguhnya tidak ada Pendidikan yang benar-benar gratis, apalagi kita menganut filosofi belajar seumur hidup. Semua itu perlu biaya. Sementara itu, SPK hanya bisa dijangkau oleh kaum berpunya dengan siswanya tanpa dana BOS dan gurunya tidak boleh menerima TPG. SPK diniatkan mandiri dalam segala pembiayaan, bahkan mempunyai dana CSR bantuan kemanusiaan seperti disampaikan Imelda membantu korban banir di Cirebon.

Terkait isu terkini, Kemendikdasmen akan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deef learning) yang memuliakan agar tercipta suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mind full), bermakna (meaning full), dan menggembirakan (joyfull). Pembelajaran demikian harus mengoptimalkan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga untuk mewujudkan 8 profil lulusan.

Kedelapan profil lulusan itu adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan,  kreativitas, kemandirian, komunikasi, kesehatan, kolaborasi, dan penalaran kritis. Kedelapan profil lulusan ini tidak jauh berbeda dengan 6 Profil Pelajar Pancasila yang digagas Nadiem Makarim dengan pilot projek Program Sekolah Penggerak. Profil Pelajar Pancasila bila ditarik ke masa lalu, zaman Orde Baru identik dengan semangat P-4 dengan 36 butir Pancasila. Begitulah zaman berubah, rezim berganti. Ibarat masakan, lain koki lain masakan lain rasanya walaupun bahan yang diolah sama.

Suasana belajar serangkaian Roadshow SPK di Bali | Foto : Rus Martini

Dalam kondisi demikianlah, Gogot Suharwoto mengajak guru menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Sebagai aktivator, guru dituntut mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan murid untuk menentukan strategi pembelajaran yang berterima dan berhasil guna. Sebagai kolaborator, guru di bawah Kepala Satuan Pendidikan seyogyanya mengembangkan kerjasama baik secara internal maupun eksternal sekolah untuk memberikan layanan Pendidikan bermutu. 

Secara internal, guru dapat mengoptimalkan SDM sekolah untuk meningkatkan kemajuan hasil belajar siswa. Secara eksternal, sekolah dapat mendatangkan guru tamu dengan skema kerja sama baik dengan Lembaga Pendidikan maupun dengan praktisi yang inspiratif. Sebagai pengembang budaya belajar, guru seyogyanya menjadi teladan dalam belajar seumur hidup. Walaupun guru sudah  bersertifikasi dan berijazah dengan banyak STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) yang dimiliki, ia mesti menerjemahkan STTB dengan Surat Tanda Terus Belajar yang mengilhaminya sebagai pembelajar seumur hidup. Sebab, murid bergantung pada guru.

Pada bagian lain dari sesi Roadshow SPK juga diisi dengan materi Akreditasi SPK oleh Andri Nurcahyani dari BAN – PDM Kemendikdasmen dan Dr. Murdiani dari Ketua BAN Provinsi Bali. Keduanya menyampaikan akibat efisiensi anggaran, jangkauan Akreditasi secara umum menurun. Dari 22.000 sekolah pada 2024 menjadi 2.000 sekolah pada 2025.

Sekolah yang menjadi prioritas akreditasi 2025 adalah sekolah yang belum terakreditasi dan segera menamatkan. Sementara sekolah yang masa berlaku akreditasinya sudah jatuh tempo, dipertimbangkan dengan otomatisasi atau  visitasi  dengan melihat capaian hasil rapor Pendidikan. Persoalannya, bila Asesemen Nasional (AN)  dihapus sebagai data base Rapor Pendidikan, apa yang dipakai acuan? Wacananya, November 2025, AN akan berubah menjadi Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMA yang diproyeksikan untuk membekali murid menuju Perguruan Tinggi idaman.

Namun, apa pun kebijakan para punggawa Pendidikan di Kemendikdasmen bagi semua sekolah (regular, SPK) di bawahnya hanyalah melaksanakan titah. Titah yang tidak bisa ditawar senantiasa dalam konteks mencerdaskan bangsa dengan memerkuat nilai kebangsaan dalam pergaulan global. Hasil didikan manusia Indonesia pada akhirnya juga menjadi warga dunia yang humanis berkepribadian Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    
Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib
Tags: Pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gerakan “Malasti Resik” saat Upacara Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

Next Post

“Uyah Lengis”, Single Kedua XMADE : HipDut Viral, Lirik Ringan dan Komedi Khas Konten Kreator Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
“Uyah Lengis”, Single Kedua XMADE : HipDut Viral, Lirik Ringan dan Komedi Khas Konten Kreator Bali

“Uyah Lengis”, Single Kedua XMADE : HipDut Viral, Lirik Ringan dan Komedi Khas Konten Kreator Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co