24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Wisata Baduy sebagai Donatur Kesejahteraan Sekitar

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 17, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BAHASA menunjukkan bangsa, bahasa adalah senjata ampuh yang bisa menghancurkan tebal dan kokohnya tembok pemisah dan kekakuan berpikir. Bahasa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi,  mengubah,  merekayasa pikiran, bahkan  bisa memaksa siapa pun patuh mengikuti konseptual yang dibuat oleh si penulis.

Penggunaan  diksi dan bahasa yang menarik, tepat dan lazim akan merangsang pembaca ikut melibatkan diri untuk menelaah dan menggali  konsep, ide dan gagasan yang dituangkan oleh sang penulis. Artinya, jika kita (penulis) ingin beramal jariah melalui tulisan dan dengan mudah bisa mempengaruhi publik, maka gunakan dan manfaatkan diksi dan bahasa yang nyentrik, unik, kekinian (update) serta argumentatif (lazim) dalam setiap tulisan kita. Insyaallah jika tulisan kita selalu menggunakan resep atau menu di atas,  tujuan untuk mencerahkan umat, menjernihkan situasi dan atau menginspirasi serta  mengajak publik atau umat untuk berbuat pada kebaikan ( amal ma’rut nahi munkar ) melalui tulisan akan dengan mudah tercapai.

Dunia hari ini adalah dunia informasi,  siapa yang lebih duluan menguasai informasi dan lihai mengemas dan memproduksi informasi maka ia adalah “Raja”  yang akan menguasai dunia ( Asep Kurnia, Januari 2025). Etnis Baduy yang mendunia adalah salah satu sumber informasi yang masih diminati publik dan laku untuk “dijual”.

Para pemburu berita tentang budaya masih intensif  mempublikasikan hasanah budaya Baduy dengan berbagai ragam media. Penulis pun memiliki hak yang sama untuk sama-sama berpartisipasi  mengkomunikasikan berbagai informasi kekinian Baduy sesuai dengan ragam informasi yang update sekali. Semoga saja penulis termasuk nominasi atau kategori sebagai “Raja Informasi” kekinian Baduy.

Jika ditanyakan pada publik  siapa suku Baduy itu, maka siapa pun akan dengan mudah mendapatkan jawaban tinggal  “klik” saja, maka berkat bantuan pakar yang serba tahu, yah siapa lagi kalau bukan sang empu bernama “mbah google’. Namun, keterjaminan akurat atau sahih tidaknya informasi yang didapat tidak ada jaminan, karena informasi yang tersimpan di jagat internet tidak selalu tersaji berdasarkan kajian utuh secara ilmiah.

Berbagai penggalan atau keserampangan penyajian informasi masih terjadi dilakukan oleh mereka sebagai akibat dari hanya memandang bahwa penyajian informasi sebagai konten yang ingin mengejar, meraih dan memenuhi hasrat di-subscribe. Ibadah jariah secara keilmuan masih banyak dikesampingkan , mereka lebih banyak mengejar material atau finansial dari kemasan penyajian informasi.

Banyak pihak yang diuntungkan dengan Wisata Baduy | Foto Dok.Penulis

Informasi kekinian Baduy yang sedang menggeliat dan booming di media sosial adalah salah satu dampak dari dibukanya program destinasi wisata dengan ikon kemasan bertajuk Saba Budaya Baduy (SBB),yang secara terus menerus dan sporadis dipublikasikan oleh para juru berita baik yang legal maupun  illegal. Sehingga masuk pada berita yang tak terkendali dan itu tidak bisa dibatasi apalagi dicegah, karena saat ini sudah masuk pada era globalisasi dan digitalisasi yang didukung oleh kebebasan berekspresi. Hari ini, siapa pun memiliki kebebasan untuk  berkreasi dan berekspresi, termasuk dalam mengemas dan menyajikan sebuah informasi.

Penulis merasa berkepentingan dan berkeperluan untuk ikut andil dalam memberikan sajian informasi yang diperuntukkan memperlengkapi. Lebih jauhnya, berupaya memberi perbandingan demi meluruskan berbagai informasi  seputar etnis Baduy yang masih dianggap terpenggal-penggal atau yang terlalu jauh dari tingkat kebenarannya. Mohon dicatat baik baik yahh, bukan berarti penulis lebih tahu segalanya tentang Baduy, tetapi penulis lebih banyak bersinggungan dengan Baduy, baik secara geografis maupun secara demografi lebih kurang 31 tahun mendampingi mereka ( dua generasi). Istilahnya : “Tiada hari tanpa bertemu dengan Baduy”.

Geliat Dahsyatnya Pengunjung Baduy

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak dibukanya Saba Budaya Baduy para pengunjung tanah ulayat Baduy menunjukan peningkatan yang luar biasa (dahsyat) bila dibandingkan dengan waktu sebelum Baduy dibuka sebagai  destinasi wisata. Tahun ini adalah tahun ketiga SBB dibuka. Angka pengunjung per bulan di tahun 2024 sudah rerata di atas 1000 orang. Tetapi di akhir di Desember tahun 2024 angka lebih dari 1000 pengunjung.Itu diukurnya per minggu; dan di minggu akhir tahun 2024 mengawali tahun 2025 terjadi ledakan pengunjung diluar ekspektasi, sampai 5  hari berurut turut  (terjadi kemacetan sejauh 2 KM). Dan puncak kemacetan terjadi pada hari Minggu tanggal 5 Januari 2025.

Berjubelnya pengunjung Baduy secara signifikan tidak hanya berdampak pada meningkatkan kesejahteraan warga Baduy saja, tetapi berdampak pula pada geliat perekonomian (pendapatan dan kesejahteraan) masyarakat daerah sekitarnya sebagai penyangga tempat masuknya para wisatawan. Pun demikian pada pihak lain yang terlibat dan semua pihak yang bersentuhan  dan berkepentingan terhadap lancarnya pengelolaan, pelayanan dan pengendali arus wisatawan.

Akses, infrastruktur, fasiltas, sarana dan penunjang lainnya kini sudah mulai terbangun secara bertahap, investor mulai melirik menanamkankan investasinya. Warung -warung kecil bermodel penyaji kuliner pun kini sudah mulai bermunculan. Penginapan  pun sudah mulai dibangun.

Pengunjung berjubel di Baduy | Foto Dok.Penulis

Kondisi paparan paragraf di atas memberi makna bahwa sesungguhnya keberadaan etnis Baduy selalu memberi manfaat bagi semua pihak, terutama bagi tetangga sekitarnya. Bermunculannya toko-toko kecil di kampung atau desa pendamping Baduy pada awal dan dasarnya karena untuk dan demi memenuhi kebutuhan sandang pangan warga Baduy. Namun secara  ekonomis dan bersamaan ternyata memberikan lahan yang menggiurkan pada pelaku bisnis lokal untuk mendulang keuntungan yang berkelanjutan melalui perdagangan.

Ketika Baduy dibuka sebagai wilayah destinasi wisata, maka lahan bisnis begitu terbuka untuk semua pihak dan faktualnya telah dapat menumbuhkan perekonomian, meningkatkatkan kesejahteraan ( income per capita ) masyarakat diluar Baduy. Perihal terjadi geliat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Baduy itu sudah tidak harus dibicarakan kepastiannya lagi, walau belum secara signifikan pemerataannya. 

Geliat pertumbuhan perekonomian di luar Baduy pun menjadi cepat dengan kurva menaik yang luar biasa. Situasi singkat yang penulis narasikan di atas menunjukkan dan mengarahkan bahwa:  “Baduy  selalu menjadi donatur untuk mendulang kesejahteraan berbagai pihak”.  [T]

Nantikan tulisan selanjutnya.

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: masyarakat adatPariwisatapariwisata indonesiapariwisata provinsi bantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Segitiga Emas Pariwisata Bali Era Baru 

Next Post

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co