6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali

Gody Usnaat by Gody Usnaat
November 24, 2024
in Dongeng
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dengan Canva

DI suatu kampung yang punya dua gunung tinggi, yang punya banyak pohon sagu, yang punya sungai-sungai kecil dan jernih, yang hutannya dihinggapi burung-burung, yang tanahnya subur: di kampung itulah lahir seorang anak dari sebuah keluarga sederhana.

Ia lahir saat bulan purnama datang dan ayahnya bilang: ia akan menjadi penyelamat kampung. Yah, mamanya juga setuju apa yang dikatakan suaminya.

“Anakku adalah penyelamat,” bisik mama kepada si anak.

Bertahun-tahun kampung itu hidup tanpa seorang pemimpin yang adil, sejak seorang penebang menebang pohon pemali. Sebenarnya ia tak sengaja menebang. Ia memang menyesali kekhilafannya dan kemudian ia menerima hukuman alam: ia mati digigit babi hutan dan mati.

Cerita tentang pohon itu kemudian menjadi kisah hidup yang dituturkan dari generasi ke generasi.

Orang-orang mananam lagi tapi selalu saja pohon itu mati—seminggu kemudian. Hal ini membuat mereka semakin tekun berdoa kepada Tuhan. Mereka juga terus meminta kepada tanah dan langit, batu dan air agar seorang anak lahir dan mampu menanam pohon pemali.

***

Berumur tujuh tahun, anak itu masuk sekolah. Mereka memiliki gedung sekolah yang dikelilingi pohon matoa. Dulu, mereka punya banyak guru tapi guru-guru itu pergi dan kelas selalu kosong, tapi anak-anak tetap datang ke sekolah. Mereka bermain kejar-kejaran. Mereka duduk melingkar dan bercerita tentang pengalaman berburu. Mereka bercerita dan pada suatu hari, pohon gomo mendengarkan kisah hidup mereka.

Anak yang diramalkan menjadi penyelamat itu, biasanya duduk menyendiri di bawah pohon cemara:  ia menggambar di tanah. Berbulan-bulan anak itu duduk menekuni kebiasaannya—menggambar: ia menggambar batu, ia menggambar air, ia menggambar burung kasuari.

Pohon cemara lalu kagum dengan hasil gambar anak itu. Dan si cemara berdoa kepada langit: semoga ia diberi keberuntungan, semoga ia selalu berkelimpahan, semoga ia sehat.

Langit mendengarkan doa cemara. Tetapi sepok—manusia dari alam lain, datang lebih cepat. Mereka itu datang bergerombolan.

Awalnya mereka menculik dan menyembunyikan anak itu selama seminggu di sebuah lubang jerat binatang. Lalu mereka mengeluarkan dan membawa anak itu dan melemparkan dia ke sarang lebah. Seluruh tubuh anak itu bengkak.

Orangtua anak itu dengan cemas mencari anak itu. Lalu karena sudah dua minggu anak itu hilang maka seluruh kampung itu keluar dan mencari dia. Mereka pun menemukan petunjuk dari pohon sagu di pinggir jalan yang pernah melihat Sepok sedang membawa seorang anak.

Ia memberi tahu bahwa anak itu kini sedang dimasukan ke dalam gua. Sagu mengijinkan mereka untuk memetik dan  membawa beberapa duri sagu miliknya untuk dijadikan sebagai petunjuk arah.

Mereka pun tiba di gua. Mereka mengepung gua itu dari berbagai arah mata angin, lalu serentak berteriak. Sepok-sepok itu lalu kehilangan kemampuan untuk menentukan arah mata angin dan mereka tetap di tempat dalam ke adaan bingung lalu menghilang sebagai angin dan anak itu tak lagi mereka pedulikan. Kedua orang itu masuk dan meloloskan Sang Anak Penyelamat.

Mereka membawa pulang anak itu ke rumah. Ia diberi makan yang cukup. Ia dimandikan. Ia juga diberi kesempatan untuk beristirahat beberapa hari. Dan pada suatu malam, ketika ia sedang tidur, seorang malaikat datang. Ia memberikan kepadanya beberapa pensil dan beberapa buku gambar.

“Ambil, ini hadiah dari Tuhan untukmu!”

Ia kaget dari tidurnya. Beberapa buku, beberapa pencil sedang tersimpan rapih di sampingnya.

“Terima kasih, Tuhan!”

Esoknya ia langsung membawa sebuah pensil dan buku gambar ke sekolah. Ia menggambar kasuari dan secara ajaib seekor kasuari keluar dari buku gambar dan ia berlari di dalam ruang kelas.

Ia menggambar gedung sekolah: dan dalam sekejap mata gedung sekolah mereka segera berganti rupa: sekolah mereka memiliki banyak buku bacaan anak, punya banyak meja dan kursi dan punya banyak peralatan baca dan tulis.

Teman-temannya datang menyaksikan keajaiban itu, “Tolong, engkau gambarkan kepada kita enam guru SD—seketika enam guru SD hadir di sekolah itu. Dan diakhir dari itu, ia menggambar teman-temannya satu persatu, mereka nampak sehat dan bahagia sebagai anak-anak SD—dan terjadilah—mereka semua sehat dan bahagia.

Kabar baik itu lalu sampai di telinga para orang tua. Mereka datang ke sekolah menyaksikan keajaiban itu. Seorang mama meminta kepada Sang penyelamat agar ia segera menggambar pohon pemali.

Ia menggambar dan terjadilah seperti yang mereka minta: pohon itu tumbuh subur dan seketika kehidupan kampung itu kembali sebagaiman dulu, mereka semua menjadi anggota masyarakat kampung yang bahagia sebab kini mereka memiliki kepala kampung baru. [T]

KLIK untuk BACA dongeng lainnya

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran
Kacangdari dan I Lantangidung
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Next Post

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Gody Usnaat

Gody Usnaat

Penyair tinggal Umuaf, Papua. Salah satu buku puisi "Mama Mengayam Noken"

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co