23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 20, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA menjadi sektor yang paling sensitif terhadap bencana alam, musibah, dan isu-isu keamanan. Banyak kasus membuktikan, ketika satu destinasi wisata tertimpa bencana akan berdampak besar terhadap angka kunjungan wisatawan dan pendapatan negara.

Banjir bandang yang melanda Spanyol belum lama ini berdampak serius terhadap sektor pariwisatanya. Ratusan nyawa melayang dan infrastruktur kota menjadi porak-poranda. Wisatawan tentu saja membatalkan kunjungan ke negara itu.

Bencana dan cuaca ekstrem acapkali mendorong wisatawan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. Salah satu faktor pertimbangan mereka adalah keselamatan. Menurut World Travel Market sebagaimana diungkap The Independent, sebanyak 29% wisatawan menghindari destinasi tertentu karena kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem (traveldetik.com, 11/11/2024).

Indonesia sering ditimpa bencana dan musibah yang berdampak pada lesunya industri pariwisata. Itu semua lantaran Indonesia merupakan negara yang luas dengan potensi alam yang berisiko menimbulkan bencana. Curah hujan yang tinggi akan cepat menyebabkan banjir. Tsunami mengancam sebagian besar pantai. Gunung berapi begitu banyak yang masih aktif, dan dapat meletus setiap saat.

Erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi pada tahun 2017 misalnya, telah berdampak luar biasa terhadap industri pariwisata Tanah Air. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup untuk sementara waktu. Itu berarti terhentinya kedatangan wisatawan dari serta menuju Bali. Sejumlah maskapai penerbangan asing menunda penerbangan ke Bali.

Dikutip dari berbagai sumber, erupsi Gunung Agung bukan hanya berdampak pada lingkungan, namun juga membawa implikasi ekonomi yang serius. Kerugian ekonomi dari sektor pariwisata menyentuh angka 11 triliun rupiah. Kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar 4,54 persen.

Kasus terbaru adalah meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur pada 3 November 2024. Dampaknya, Bandara Internasional Komodo di Labuhan Bajo ditutup. Angka hunian kamar hotel langsung anjlok drastis. Wisatawan pun harus menggunakan jalur laut untuk menuju Lombok dan Bali, lantaran Bandara di Bali pun menunda beberapa rute penerbangannya.

Penanganan Jangka Pendek

Bencana alam dan musibah memang sulit untuk diprediksi, bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu diperlukan manajemen penanganan bencana di setiap daerah yang memiliki destinasi wisata. Tujuan utamanya adalah meminimalisasi terjadinya korban jiwa. Apalagi korban jiwa yang menimpa wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Manajemen penanganan bencana di suatu destinasi wisata acapkali dilakukan pasca terjadinya bencana. Padahal jika orientasinya adalah menyelematkan jiwa wisatawan, maka manajemen penanganan bencana juga harus dilakukan sebelum terjadinya bencana.

Penanganan pasca bencana dapat dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Rekonstruksi fisik di destinasi wisata merupakan tahapan penting dalam jangka pendek. Seluruh infrastuktur, sarana dan prasarana pariwisata secepatnya dilakukan perbaikan, agar dapat dimanfaatkan kembali oleh wisatawan.

Dampak bencana alam akan merambah pada bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Jasa transportasi terhambat. Pelayanan kepada wisatawan juga terganggu. Begitu pula dengan aktivitas seni dan budaya yang terhenti. Maka tahap penanganan bencana selanjutnya adalah melakukan rehabilitasi berbagai sektor pendukung pariwisata yang terdampak.

Sinergi perlu dibangun secepatnya dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Proyek pencitraan (imaging project) pasca bencana harus segera dilakukan. Pencitraan bertujuan untuk menciptakan kesan aman dan nyaman destinasi wisata, sehingga siap untuk dikunjungi pasca bencana.

Langkah penting jangka pendek selanjutnya adalah program promosi wisata secara masif. Sektor akomodasi, transportasi, restoran, dan objek wisata secara bersamaan memberikan potongan harga dan cinderamata kepada wisatawan yang berkunjung. Memang menimbulkan beban biaya tinggi; namun itu perlu dilakukan untuk mengundang kembali wisatawan datang pasca bencana.

Penanganan Jangka Panjang

Langkah penting yang perlu disiapkan dalam jangka panjang adalah membuat sistem manajemen penaganan bencana (disaster management system) di destinasi wisata. Apa yang harus dilakukan komponen pariwisata dan wisatawan saat terjadi bencana. Siapa saja yang perlu bersinergi dalam handling tourist.

Jangan sampai terjadi, saat bencana melanda suatu destinasi, wisatawan terlantar lantaran tidak ada yang menghandel. Bantuan terlambat datang. Kondisi ini akan berdampak pada persepsi pasar wisata yang menganggap manajemen penanganan bencana sangat buruk, sehingga membuat wisatawan tidak mau lagi berkunjung.

Mengutip dari Kompas.com (14/11/2024), sejumlah wisatawan Australia mengeluh di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali karena pembatalan sejumlah penerbangan ke negara asalnya akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Mereka tidak mendapat informasi yang baik terkait kepastian penjadwalan ulang penerbangan maupun refund tiket pesawat.

Sesungguhnya manajemen pencegahan dan penanganan bencana di sektor pariwisata secara sistemik sangat diperlukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Itu semua karena pariwisata adalah satu sistem yang melibatkan pemerintah, industri pariwisata, dan wisatawan.

Manajemen informasi kebencanaan, misalnya, harus selalu terkoordinasi dan terbarukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait lainnya agar informasi kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan optimal. Kalangan industri pariwisata harus memiliki sistem informasi yang terkoneksi dengan lembaga-lembaga terkait cuaca dan kebencanaan. Sehingga, ketika ada informasi awal tentang buruknya cuaca, mereka dapat menginformasikan kepada wisatawan.

Panduan tentang hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi bencana di destinasi wisata perlu dibuat. Wisatawan diharapkan menaati informasi yang disampaikan pemerintah terkait bahaya cuaca, maupun imbauan untuk menghindari destinasi yang rawan bencana. Pengelola objek wisata dapat saja menutup atau menghentikan operasionalnya jika memang ada peringatan dini kebencanaan dari sumber yang kredibel dan akurat.

Manajemen penangan bencana di destinasi wisata bukan hanya bertujuan mencegah kerusakan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, menghindari jatuhnya korban jiwa wisatawan. Sebab, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan adalah hak dasar wisatawan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: bencana alamilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

B-Part: Raga Ruang Ragam

Next Post

Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Made Darsana, Kopi, Hutan, dan Ekonomi Berkelanjutan: Inspirasi dari Desa Wanagiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co