25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
November 2, 2024
in Esai
Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

PADA 2 November 2022, Indonesia resmi meninggalkan siaran televisi analog dan beralih ke siaran digital. Bagi sebagian besar dari kita, ini mungkin sekadar perubahan teknis—tapi apakah kita sudah benar-benar siap?

Di tengah antusiasme dan juga kebingungan masyarakat, kita perlu menggali lebih dalam, apa makna perubahan ini bagi kita sebagai sebuah bangsa? Apakah kita hanya sekadar “beralih” atau sebenarnya sedang dihadapkan pada sebuah momen yang bisa membawa kita ke dalam sebuah perjalanan besar menuju masa depan digital?

Pengalihan ini bukan hanya persoalan teknis yang menyoal gambar dan suara yang lebih jernih, tapi juga cerminan dari cara kita bergerak maju, beradaptasi, dan mengelola dampak dari perkembangan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sherry Turkle, seorang psikolog sosial sering mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menghubungkan kita secara manusiawi, bukan malah membuat kita terjebak dalam alienasi (Turkle, 2011). Jadi, dalam konteks siaran digital, bagaimana kita bisa mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga mampu menyatukan, mendidik, dan memberdayakan masyarakat Indonesia?

Peluang Konten Lokal  di Era Digital

Dengan siaran digital, sebenarnya adalah membuka peluang yang semakin luas bagi konten lokal. Teknologi ini memungkinkan lebih banyak saluran penyiaran, sehingga produsen konten lokal, yang sebelumnya mungkin terabaikan, dapat memiliki ruang untuk berkembang. Namun, apa maknanya bagi masyarakat luas?

Dalam siaran digital, konten budaya lokal kini memiliki panggung baru untuk menampilkan kekayaan seni dan identitas yang menggambarkan Indonesia yang kaya. Namun, kita juga harus mengakui banyaknya tantangan yang dihadapi oleh para pengembang konten lokal ini. Ambil contoh misalnya, soal biaya produksi, penyiapan teknologi yang lebih canggih, dan persaingan dengan konten global yang telah mapan, di mana hal-hal tersebut bisa menjadi kendala tersendiri.

Nicholas Carr, seorang kritikus teknologi seringkali mengingatkan bahwa setiap teknologi baru membawa konsekuensinya sendiri, terutama bagi mereka yang kurang siap (Carr, 2010). Hal ini sepertinya juga berlaku di sini, bahwa konten lokal yang kurang didukung oleh kemajuan teknologi,  mungkin terpinggirkan oleh konten internasional yang lebih profesional.

Namun di sisi lain, potensi ekonomi dari siaran digital dapat berdampak pada perekonomian daerah. Misalnya, jika sebuah daerah mampu menyajikan konten yang unik, seperti budaya, kuliner, atau wisata lokal, dampaknya bisa sangat positif. Konten semacam ini bukan hanya memberikan hiburan, tapi juga berfungsi sebagai media promosi yang berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat lokal.

Peralihan ini juga merupakan upaya Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Siaran digital membawa standar penyiaran kita ke level internasional, dan ini memungkinkan kita untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain dalam teknologi penyiaran.

Jaron Lanier, seorang pionir internet dalam karyanya sering membahas bahwa teknologi seharusnya memberi kita lebih banyak “pilihan”, bukan membatasi kita dalam satu cara berpikir atau berperilaku (Lanier, 2010). Siaran digital memberi kita kebebasan untuk mengekspresikan keunikan budaya lokal yang sangat kaya dan beragam ini, dengan membawa narasi kita sendiri ke panggung dunia.

Konsekuensinya, hal ini menuntut kita untuk berpikir lebih inovatif. Penyiar lokal perlu menyesuaikan diri dengan cara kerja digital, memanfaatkan platform yang lebih canggih, dan beradaptasi dengan cepat. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan bahwa siaran digital ini bukan sekadar “ikut-ikutan global”, tetapi menjadi langkah pasti untuk menuju industri penyiaran yang mandiri dan kompetitif.

Sementara itu, masyarakat diharapkan bisa melihat bahwa sesungguhnya digitalisasi ini adalah peluang bagi generasi muda untuk menciptakan dan menguasai teknologi, bukan hanya sebagai pengguna pasif, atau lebih prah lagi bahkan menjadi korban teknologi.

Kesadaran Digital dan Transformasi Masyarakat

Lebih dari sekadar teknologi, peralihan ini juga membawa suatu misi edukasi yang penting kepada masyarakat. Sherry Turkle pernah menekankan bahwa kita perlu mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi agar kita tetap bisa “menjaga kemanusiaan kita” di tengah derasnya arus digital (Turkle, 2015).

Peralihan ini seharusnya menjadi momen bagi masyarakat untuk semakin sadar akan peran teknologi dalam kehidupan mereka, bukan hanya dari sisi konsumsi konten melulu, tetapi juga dalam cara mereka memproduksi dan memproses informasi. Tidak pasif dalam penggunaan teknologi namun aktif dan proaktif.

Ada beberapa tantangan dalam hal ini. Banyak dari anggota masyarakat yang masih belum memiliki akses ke perangkat digital atau mungkin kurang mengerti dengan baik cara menggunakannya. Dalam era digital ini, tentu saja risiko kesenjangan akses teknologi menjadi semakin tinggi.

Seorang penulis teknologi, Douglas Rushkoff mengingatkan, bahwa teknologi tidak boleh hanya bermanfaat bagi segelintir orang, melainkan harus menciptakan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat (Rushkoff, 2013). Pemerintah memiliki peran penting di sini, untuk mengatasi kesenjangan akses teknologi dan memastikan bahwa transformasi digital ini bisa inklusif, artinya terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi digital ini adalah suatu panggilan untuk semua pihak, bukan hanya untuk penyedia teknologi saja, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menggunakan teknologi tersebut. Di sinilah kesadaran digital menjadi penting, terutama dalam memahami cara kerja media dan dampaknya pada pemikiran kita sehari-hari. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya penting bagi kalangan terdidik saja, tetapi bagi semua orang, siapa pun juga, yang terlibat dalam ekosistem digital di mana semuanya saling terhubung.

Lompatan Besar atau Sekadar Euforia Kosong

Pada akhirnya, kita harus jujur bahwa peralihan siaran televisi dari analog ke digital ini lebih dari sekadar urusan teknologi atau kualitas gambar. Ini adalah sebuah lompatan besar menuju masa depan digital, yang menuntut kita untuk tidak hanya mengikuti arus, tetapi berperan aktif, kritis, dan penuh kesadaran.

Nicholas Carr pernah mengingatkan betapa pentingnya kita mengukur dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, bukan sekadar mengagumi kecanggihannya (Carr, 2014). Jika tidak, kita hanya akan menjadi penonton pasif yang kehilangan inti kemanusiaan di balik gemerlapnya digitalisasi. Ini adalah panggilan bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kesadaran baru bahwa transformasi digital ini membawa dampak besar dalam tatanan sosial.

Teknologi bukan sekadar tren, tapi katalis yang mempengaruhi cara kita berpikir, berkomunikasi, dan melihat dunia. Tanpa pemahaman yang mendalam, peralihan ini bisa menjadi senjata yang merugikan kita sendiri. Apakah kita benar-benar siap menghadapi tantangan ini atau sekadar mengangguk tanpa paham konsekuensinya?

Kita tidak bisa menyambut era digital ini hanya dengan euforia kosong. Transformasi ini akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan hanya jika kita mau untuk belajar dan terus kritis. Mari kita berhenti menjadi penonton dan mulai menuntut hak serta tanggung jawab kita dalam dunia digital. Jika kita tidak memiliki kesiapan dan pemahaman yang matang, semua ini hanya akan menjadi tambahan beban dalam perjalanan kita sebagai masyarakat.

Sikap terbuka, tapi tetap kritis, adalah senjata kita untuk bergerak maju tidak hanya sebagai pengikut, tetapi sebagai masyarakat yang solid, siap, dan berdaya dalam menghadapi masa depan yang menantang. Selamat berjuang![T]

Transformasi Radio: Menolak Mati dalam Gelombang Digitalisasi
Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia
Anak-anak dan Media: Antara Manfaat, Bahaya, dan Pembentukan Identitas
Tags: komunikasimediateknologi informasitelevisi analogtelevisi digital
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangkuk Gule dan 20 Ekor Kambing Muda untuk Kenikmatan Menonton Voli Tajun Cup

Next Post

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co