12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Sonja Rohleder, Sang Animator dari Berlin yang Humanis

Son Lomri by Son Lomri
September 18, 2024
in Persona
Mengenal Sonja Rohleder, Sang Animator dari Berlin yang Humanis

Sonja Rohleder

DI acara pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung, Jumat, 13 September 2024, ada beberapa film yang diputar—dalam acara Opening Program. Seperti Suli Storyboard (2023), Shallot Salad (2023), Black Rain in My Eyes (2023), Sukoun (AmpliAfied) (2023), dan Somni (2023).

Semua film yang diputar saat itu sangat fresh dalam segi konten dan pengemasannya. Ada karya dari Indonesia yang diputar, dan beberapa dari negara lain juga ditampilkan malam itu. Salah satunya pada film Somni (2023) karya Sonja Rohleder dari Berlin, Jerman.

“Dosis Film Pendek untuk Kesehatan Kita!” begitulah kira-kira adagium Minikino Film Week 10, sebelum kelima film akan ditayangkan satu-persatu. Itu bukan adagium omong kosong. Festival ini benar-benar memberikan pengalaman menonton yang berarti.

Sebab itulah acara ini memiliki idealisme tersendiri barangkali yang ekslusif—tentang short film berkelas internasionalterbaik dari berbagai negara—yang menebar kemanusiaan dan pengetahuan melalui sebuah film, dan di hari itu  semua mata tertuju pada layar lebar di Geo Open Space, Badung.

Film Somni (2023) karya Sonja Rohleder yang diputar dalam pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Pada film milik Sonja Rohleder misalnya, Somni adalah satu film pendek, bahkan sangat pendek karena durasinya hanya 03.15 dibandingkan dengan  empat film lainnya yang sedikit lebih panjang. Dan tentu pada film pendek (shor film) bukan hanya sekadar mempersoalkan waktu, tetapi apa yang hendak ditawarkan oleh sang sutradara. Ide, eksperimental teknik, dan atau kebaharuan—pada sebuah film pendek itu menjadi bagian terpenting yang selalu dibahas. Tidak klise.

Pada film animasi seperti Somni, menceritakan tentang seekor monyet kecil yang tertidur pulas—lalu bermimpi. Orang-orang dibuat hanyut pada visual dan cerita yang menarik—singkat. Tentang proses tidur dan mimpi itu, tentu—ada eksperimental ide di sana. Bagaimana Sonja Rohleder memasukkan ingatannya tentang sebuah proses mimpi itu pada anak-anak bukan hanya sekadar sebuah fantasi mengarang.

Kemudian animasi semacam apa yang cocok untuk dimasukkan ke dalam filmnya itu—adalah sebuah proses kreatifnya dalam memikirkan apa yang cocok dan tidak cocoknya. Selama enam bulan, ia telah menghabiskan waktu untuk itu.

Sekilas Tentang Film SOMNI (2023)

Film itu dibuka dengan seekor monyet menekuk lututnya di dahan pohon—sedang memandangi bulan purnama di atas ketinggian. Di tengah bulan bercahaya penuh itu, monyet kecil itu mengantuk dan lalu tertidur.

Ia terjatuh kemudian dari dahan tempatnya menyimak bulan yang syahdu tersebut, bersamaan dengan mimpinya—tentang terjatuh ke segala macam dimensi ruang yang warna-warni, terang, kemudian gelap dengan isinya monster-monster seram.

Ia melayang seperti bulu burung yang terjatuh dari sarangnya. Terpental dari daun satu ke daun lainnya tertiup angin sampai ke bagian tempat terbawah pohon, melayang-layang.

Penonton yang antusias menonton film-film pendek pada pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam mimpi monyet kecil itu, ia masuk ke ruang mimpi yang horror dengan latar warna merah—masuk ke dalam sungai, terpental bertemu buaya, lalu segala macam hal yang enak di satu ruang juga dijumpainya dengan indah. Abstrak. Di dalam mimpinya, monyet kecil itu mengalami peristiwa banyak hal dari sebuah tidur—tentang pengalaman yang baik atau buruk.

Lalu di akhir cerita, monyet kecil itu  ditangkap ibunya sebelum menyentuh tanah dan ia terbangun di pangkuan sang ibu kemudian. Terlihat, sang ibu monyet mendekapnya dengan hangat dan penuh kasih sayang. Mimpinya yang gelap juga alasan si monyet kecil itu terbangun. Lalu film itu selesai.

Namun, saya masih merasa penasaran—di samping terus memuji bahwa skenario yang dibuat oleh Sonja dalam animasi tersebut itu sangat bagus—eksploratif dalam hanya tiga menit, dan apalagi gambarnya yang sangat kuat dan semiotis. Tapi, mengapa harus di-ending-kan dengan sesosok ibu?

Mengenal Sonja Rohleder, Proses Tidur dan Mimpi—Waktu Kecil

Sonja Rohleder adalah seorang animator berkebangsaan Jerman. Ia lahir di Jerman bagian timur, di sebuah kota kecil bernama Saxony tahun 1982—atau delapan tahun sebelum tembok Berlin runtuh tahun 1989.

Tembok Berlin adalah peristiwa besar yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur secara sosial-politik. Tentu, hal demikian menciptakan ketegangan sosial di balik tembok—dengan penderitaan perang dingin mereka yang membeku.

Untuk sebuah kemerdekaan dan kebebasan, sekitar 70.000 orang menciptakan gelombang protes di Leipzig untuk meruntuhkan tembok itu dalam memerdekakan diri dari sekat dan sistem ekonomi yang kusut kala itu.

Sonja Rohleder | Foto: tatkala.co/Son

“Masa setelah tembok runtuh bukanlah masa yang mudah bagi wilayah tersebut karena kehidupan mereka banyak berubah. Tapi sekarang semua orang beradaptasi dengan caranya masing-masing dan misalnya Leipzig, saya merasa kota ini berkembang dan secara budaya sangat menarik,” kata Sonja Rohleder, sutradara dari Berlin, Jerman di sela-sela acara pembukaan Minikino Film week 10 itu.

Sebelum menjadi seorang animator dan keliling dunia dengan film pendeknya, Sonja Rohleder menamatkan kuliahnya lebih dulu di Universitas Film Babelsberg Konrad Wolf. Setelah mendapatkan waktu yang bebas dari ruang akademik, ia melanjutkan karirnya dengan banyak mengerjakan proyek animasi setelah kelulusannya itu. Di lain sisi—tentang kreatifitas, ternyata animasi dari Jepang menjadi bagian terpenting yang memantik inspirasinya dalam membuat karya.

Sebagai seorang sutradara film animasi, Sonja telah memproduksi film pendek miliknya sendiri dan tak jarang ia juga melakukan kolaborasi di Talking Animals Animation Collective dan Studio Pauke di Berlin. Ada beberapa filmnya yang sudah rilis dan beberapa telah mendapatkan penghargaan. Seperti Cocoon Child (2009), Dame mit Hund (2014), Kolumbeus (2012), Junges Blut (2015), Nest (2019), Quiet ( 2019), dan  Somni (2023).

Sementara tumpukan penghargaannya antara lain: Artist in Residence at MASH Denpasar, Indonesia, Special prize at Hiroshima International Animation Festival (Nest), Best short film at Anilogue (Dame mit Hund), dan Special-FBW price at interfilm Berlin (Nest).

Kemudian ia juga menyabet penghargan Artist in Residence at CUC Bejing China, Best national animated short film at Filmfest Schlingel (Nest), Best Mini Short Family & Children at Sapporo International Short Film Fest (Nest), World Animation Award 2014 – 28th Leeds International Film (Dame mit Hund), Audience Prize at Les Nuits Magiques festival (Nest).

The Golden Helmet Award at Filmed By Bike (Dame mit Hund) dan DEFA Promotion Prize Animation at Filmfest Dresden (Dame mit Hund). Dan Best European short film / ECFA price at BFF Kristiansand pada film Somni Garapan tahun 2023 itu.

“Di film ini saya ingin menunjukkan sebuah feeling, dan ingin memberikan pendekatan lain kepada anak-anak untuk menceritakan sebuah perasaan,” jelas Sonja. “Bagi anak-anak, terkadang tidur itu sangat susah dan sangat menakutkan. Jadi kenapa endingnya bersama orang tua, karena keluarga adalah zona yang aman dan zona yang nyaman. Anak-anak akan tidak merasa takut lagi ketika berada di sisi ibunya setelah bangun tidur!”

Ia juga menjelaskan, film yang ia garap sebenarnya sangat sederhana. Berdasarkan pengalaman pribadinya waktu kecil. “Jadi dengan membuat film ini, saya ingin membuat anak-anak agar mereka dekat dengan cerita ini,” katanya.

Salah seorang penonton yang antusias menonton film-film pendek pada pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Tidak hanya pada karyanya yang berjudul Somni ia persembahkan pada anak-anak. Secara keseluruhan pada karya-karyanya itu, ia juga sangat rendah hati mempersembahkannya untuk semua orang, tanpa kelas.

“I want to give to humanity. Give to the people!” katanya. Lalu ia bergegas pergi memotong malam dari keramaian pengunjung. “See You, Son.” Katanya kepada saya yang sesungguhnya masih ingin mendengar ceritanya lebih banyak lagi.

“See You Too, Sonja. Thank You!” balas saya secukupnya. [T]

Catatan: Liputan ini dibantu oleh Tania—volunteer dari Minikino Film Week 10 yang bersedia menjadi translitor pada sesi wawancara tim tatkala.co, pada Jumat, 13 September 2024 di Geo Open Space, Badung-Bali.

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang
Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang
Tags: filmfilm pendekMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Next Post

Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co