24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Sonja Rohleder, Sang Animator dari Berlin yang Humanis

Son Lomri by Son Lomri
September 18, 2024
in Persona
Mengenal Sonja Rohleder, Sang Animator dari Berlin yang Humanis

Sonja Rohleder

DI acara pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung, Jumat, 13 September 2024, ada beberapa film yang diputar—dalam acara Opening Program. Seperti Suli Storyboard (2023), Shallot Salad (2023), Black Rain in My Eyes (2023), Sukoun (AmpliAfied) (2023), dan Somni (2023).

Semua film yang diputar saat itu sangat fresh dalam segi konten dan pengemasannya. Ada karya dari Indonesia yang diputar, dan beberapa dari negara lain juga ditampilkan malam itu. Salah satunya pada film Somni (2023) karya Sonja Rohleder dari Berlin, Jerman.

“Dosis Film Pendek untuk Kesehatan Kita!” begitulah kira-kira adagium Minikino Film Week 10, sebelum kelima film akan ditayangkan satu-persatu. Itu bukan adagium omong kosong. Festival ini benar-benar memberikan pengalaman menonton yang berarti.

Sebab itulah acara ini memiliki idealisme tersendiri barangkali yang ekslusif—tentang short film berkelas internasionalterbaik dari berbagai negara—yang menebar kemanusiaan dan pengetahuan melalui sebuah film, dan di hari itu  semua mata tertuju pada layar lebar di Geo Open Space, Badung.

Film Somni (2023) karya Sonja Rohleder yang diputar dalam pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Pada film milik Sonja Rohleder misalnya, Somni adalah satu film pendek, bahkan sangat pendek karena durasinya hanya 03.15 dibandingkan dengan  empat film lainnya yang sedikit lebih panjang. Dan tentu pada film pendek (shor film) bukan hanya sekadar mempersoalkan waktu, tetapi apa yang hendak ditawarkan oleh sang sutradara. Ide, eksperimental teknik, dan atau kebaharuan—pada sebuah film pendek itu menjadi bagian terpenting yang selalu dibahas. Tidak klise.

Pada film animasi seperti Somni, menceritakan tentang seekor monyet kecil yang tertidur pulas—lalu bermimpi. Orang-orang dibuat hanyut pada visual dan cerita yang menarik—singkat. Tentang proses tidur dan mimpi itu, tentu—ada eksperimental ide di sana. Bagaimana Sonja Rohleder memasukkan ingatannya tentang sebuah proses mimpi itu pada anak-anak bukan hanya sekadar sebuah fantasi mengarang.

Kemudian animasi semacam apa yang cocok untuk dimasukkan ke dalam filmnya itu—adalah sebuah proses kreatifnya dalam memikirkan apa yang cocok dan tidak cocoknya. Selama enam bulan, ia telah menghabiskan waktu untuk itu.

Sekilas Tentang Film SOMNI (2023)

Film itu dibuka dengan seekor monyet menekuk lututnya di dahan pohon—sedang memandangi bulan purnama di atas ketinggian. Di tengah bulan bercahaya penuh itu, monyet kecil itu mengantuk dan lalu tertidur.

Ia terjatuh kemudian dari dahan tempatnya menyimak bulan yang syahdu tersebut, bersamaan dengan mimpinya—tentang terjatuh ke segala macam dimensi ruang yang warna-warni, terang, kemudian gelap dengan isinya monster-monster seram.

Ia melayang seperti bulu burung yang terjatuh dari sarangnya. Terpental dari daun satu ke daun lainnya tertiup angin sampai ke bagian tempat terbawah pohon, melayang-layang.

Penonton yang antusias menonton film-film pendek pada pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Di dalam mimpi monyet kecil itu, ia masuk ke ruang mimpi yang horror dengan latar warna merah—masuk ke dalam sungai, terpental bertemu buaya, lalu segala macam hal yang enak di satu ruang juga dijumpainya dengan indah. Abstrak. Di dalam mimpinya, monyet kecil itu mengalami peristiwa banyak hal dari sebuah tidur—tentang pengalaman yang baik atau buruk.

Lalu di akhir cerita, monyet kecil itu  ditangkap ibunya sebelum menyentuh tanah dan ia terbangun di pangkuan sang ibu kemudian. Terlihat, sang ibu monyet mendekapnya dengan hangat dan penuh kasih sayang. Mimpinya yang gelap juga alasan si monyet kecil itu terbangun. Lalu film itu selesai.

Namun, saya masih merasa penasaran—di samping terus memuji bahwa skenario yang dibuat oleh Sonja dalam animasi tersebut itu sangat bagus—eksploratif dalam hanya tiga menit, dan apalagi gambarnya yang sangat kuat dan semiotis. Tapi, mengapa harus di-ending-kan dengan sesosok ibu?

Mengenal Sonja Rohleder, Proses Tidur dan Mimpi—Waktu Kecil

Sonja Rohleder adalah seorang animator berkebangsaan Jerman. Ia lahir di Jerman bagian timur, di sebuah kota kecil bernama Saxony tahun 1982—atau delapan tahun sebelum tembok Berlin runtuh tahun 1989.

Tembok Berlin adalah peristiwa besar yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur secara sosial-politik. Tentu, hal demikian menciptakan ketegangan sosial di balik tembok—dengan penderitaan perang dingin mereka yang membeku.

Untuk sebuah kemerdekaan dan kebebasan, sekitar 70.000 orang menciptakan gelombang protes di Leipzig untuk meruntuhkan tembok itu dalam memerdekakan diri dari sekat dan sistem ekonomi yang kusut kala itu.

Sonja Rohleder | Foto: tatkala.co/Son

“Masa setelah tembok runtuh bukanlah masa yang mudah bagi wilayah tersebut karena kehidupan mereka banyak berubah. Tapi sekarang semua orang beradaptasi dengan caranya masing-masing dan misalnya Leipzig, saya merasa kota ini berkembang dan secara budaya sangat menarik,” kata Sonja Rohleder, sutradara dari Berlin, Jerman di sela-sela acara pembukaan Minikino Film week 10 itu.

Sebelum menjadi seorang animator dan keliling dunia dengan film pendeknya, Sonja Rohleder menamatkan kuliahnya lebih dulu di Universitas Film Babelsberg Konrad Wolf. Setelah mendapatkan waktu yang bebas dari ruang akademik, ia melanjutkan karirnya dengan banyak mengerjakan proyek animasi setelah kelulusannya itu. Di lain sisi—tentang kreatifitas, ternyata animasi dari Jepang menjadi bagian terpenting yang memantik inspirasinya dalam membuat karya.

Sebagai seorang sutradara film animasi, Sonja telah memproduksi film pendek miliknya sendiri dan tak jarang ia juga melakukan kolaborasi di Talking Animals Animation Collective dan Studio Pauke di Berlin. Ada beberapa filmnya yang sudah rilis dan beberapa telah mendapatkan penghargaan. Seperti Cocoon Child (2009), Dame mit Hund (2014), Kolumbeus (2012), Junges Blut (2015), Nest (2019), Quiet ( 2019), dan  Somni (2023).

Sementara tumpukan penghargaannya antara lain: Artist in Residence at MASH Denpasar, Indonesia, Special prize at Hiroshima International Animation Festival (Nest), Best short film at Anilogue (Dame mit Hund), dan Special-FBW price at interfilm Berlin (Nest).

Kemudian ia juga menyabet penghargan Artist in Residence at CUC Bejing China, Best national animated short film at Filmfest Schlingel (Nest), Best Mini Short Family & Children at Sapporo International Short Film Fest (Nest), World Animation Award 2014 – 28th Leeds International Film (Dame mit Hund), Audience Prize at Les Nuits Magiques festival (Nest).

The Golden Helmet Award at Filmed By Bike (Dame mit Hund) dan DEFA Promotion Prize Animation at Filmfest Dresden (Dame mit Hund). Dan Best European short film / ECFA price at BFF Kristiansand pada film Somni Garapan tahun 2023 itu.

“Di film ini saya ingin menunjukkan sebuah feeling, dan ingin memberikan pendekatan lain kepada anak-anak untuk menceritakan sebuah perasaan,” jelas Sonja. “Bagi anak-anak, terkadang tidur itu sangat susah dan sangat menakutkan. Jadi kenapa endingnya bersama orang tua, karena keluarga adalah zona yang aman dan zona yang nyaman. Anak-anak akan tidak merasa takut lagi ketika berada di sisi ibunya setelah bangun tidur!”

Ia juga menjelaskan, film yang ia garap sebenarnya sangat sederhana. Berdasarkan pengalaman pribadinya waktu kecil. “Jadi dengan membuat film ini, saya ingin membuat anak-anak agar mereka dekat dengan cerita ini,” katanya.

Salah seorang penonton yang antusias menonton film-film pendek pada pembukaan Minikino Film Week 10 di Geo Open Space, Badung | Foto: tatkala.co/Son

Tidak hanya pada karyanya yang berjudul Somni ia persembahkan pada anak-anak. Secara keseluruhan pada karya-karyanya itu, ia juga sangat rendah hati mempersembahkannya untuk semua orang, tanpa kelas.

“I want to give to humanity. Give to the people!” katanya. Lalu ia bergegas pergi memotong malam dari keramaian pengunjung. “See You, Son.” Katanya kepada saya yang sesungguhnya masih ingin mendengar ceritanya lebih banyak lagi.

“See You Too, Sonja. Thank You!” balas saya secukupnya. [T]

Catatan: Liputan ini dibantu oleh Tania—volunteer dari Minikino Film Week 10 yang bersedia menjadi translitor pada sesi wawancara tim tatkala.co, pada Jumat, 13 September 2024 di Geo Open Space, Badung-Bali.

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang
Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang
Tags: filmfilm pendekMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Next Post

Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails
Next Post
Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co