6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
September 18, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

DUA minggu telah berlalu sejak berakhirnya the 2nd Indonesia-Africa Forum (IAF) 2024 di Nusa Dua, Bali, namun gaungnya masih terasa hingga kini. Forum yang menghadirkan lebih dari 1400 delegasi dari 29 negara ini menjadi momentum penting dalam perkembangan hubungan Indonesia-Afrika.

Kehadiran para kepala negara, menteri, pengusaha, dan akademisi mencerminkan luasnya cakupan dan potensi kerjasama yang dibahas. Namun, di balik kesuksesan penyelenggaraan acara, muncul pertanyaan penting: seberapa jauh forum ini benar-benar memperkuat kemitraan Indonesia-Afrika? Artikel ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk memahami hasil konkret, tantangan implementasi, dan prospek jangka panjang dari pertemuan bersejarah ini.

Hasil Konkret

Forum yang berlangsung pada 1-3 September 2024 lalu, mengusung tema “Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063,” telah menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berpotensi mengubah wajah kerjasama Indonesia-Afrika. Tercapai setidaknya 32 kesepakatan bisnis dengan nilai total lebih dari USD 3,5 miliar, didalamnya meliputi sektor industri strategis, Kesehatan, dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Termasuk pula Ketahanan Pangan, Teknologi, dan Perbankan.

Selain itu, sekitar 40 perusahaan Indonesia berpartisipasi aktif, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM berhasil mencapai 16 kesepakatan dengan mitra dari Afrika dalam ekshibisi yang diadakan selama forum. Sebagai tambahan, ekshibisi bisnis yang diadakan selama dua hari menarik perhatian 103 perusahaan dan 139 pebisnis dari Afrika serta sekitar 350 pebisnis dari Indonesia. Ini menunjukkan bahwa IAF 2024 telah meletakkan fondasi solid bagi akselerasi kerjasama ekonomi Indonesia-Afrika yang lebih intensif dan beragam.

Di sela kegiatan, terjadi pula penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk kerja sama pembangunan ke Afrika, disertai harapan akan terbukanya peluang baru untuk pertumbuhan di kedua wilayah.

Tantangan

Meski demikian, jalan menuju implementasi penuh dari kesepakatan-kesepakatan yang dicapai tidaklah mulus. Tantangan utama yang dihadapi adalah kompleksitas birokrasi dan perbedaan regulasi antar negara.

Pertimbangannya, masing-masing negara Afrika memiliki kerangka hukum dan prosedur administratif yang berbeda, yang dapat memperlambat proses realisasi investasi dan perdagangan. Oleh sebab itu diperlukan upaya ekstra dari kedua belah pihak untuk menyederhanakan prosedur dan menciptakan kerangka regulasi yang lebih kondusif bagi kerjasama ekonomi.

Untungnya telah ada praktik baik dalam usaha mensukseskan kesepakatan yang sudah dicapai melalui peluncuran Task Force Indonesia-Mozambik antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Sumber Daya Mineral dan Energi Mozambik Carlos Joaquim Zacarias. Task Force ini bertujuan untuk mengembangkan kerja sama di sektor tambang, infrastruktur transportasi, kesehatan, dan perikanan. Mengutip pepatah orang Padang, “Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah” artinya praktik baik ini patut dijadikan contoh untuk memastikan bahwa implementasi semua kesepakatan bebas dari kendala apapun.

Tantangan lain yang perlu diantisipasi adalah potensi ketidakstabilan politik dan ekonomi di beberapa negara Afrika. Volatilitas ini dapat mengganggu kontinuitas kerja sama jangka panjang yang telah dicanangkan dalam IAF 2024.

Alasannya, investasi dan proyek pembangunan membutuhkan kepastian hukum dan stabilitas kebijakan yang tidak selalu terjamin di negara-negara yang rawan gejolak politik. Oleh sebab itu, strategi mitigasi risiko yang komprehensif perlu diintegrasikan ke dalam setiap kesepakatan kerjasama Indonesia-Afrika, termasuk klausul force majeure yang jelas dan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif.

Prospek

Di sisi lain, prospek jangka panjang dari IAF 2024 tetap menjanjikan, terutama jika dilihat dari sudut pandang geopolitik dan ekonomi global. Indonesia dapat semakin memantapkan posisinya sebagai jembatan antara Asia dan Afrika dalam konteks pergeseran pusat gravitasi ekonomi dunia ke Indo-Pasifik. Selain itu, kerjasama Indonesia-Afrika yang diperkuat melalui IAF 2024 dapat menjadi katalis bagi pembentukan blok ekonomi Selatan-Selatan yang lebih kuat.

Jika tantangan-tantangan jangka pendek dapat diatasi dengan baik, IAF 2024 berpotensi menjadi titik balik dalam reposisi strategis Indonesia di kancah global, memperkuat perannya sebagai kekuatan ekonomi dan diplomatik yang berpengaruh di kawasan Global South.

Evaluasi kritis terhadap penyelenggaraan IAF 2024 menghasilkan sejumlah pembelajaran berharga untuk forum-forum serupa di masa depan. Perlu adanya peningkatan inklusivitas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk UKM dan masyarakat sipil. Dengan demikian, kerjasama bilateral dan/atau multilateral tidak boleh hanya menjadi domain pemerintah dan korporasi besar, tetapi harus membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bukti empiris menunjukkan bahwa forum-forum yang lebih inklusif cenderung menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, pada penyelenggaraan IAF berikutnya, perlu dirancang suatu pendekatan yang lebih partisipatif dan berorientasi pada kepentingan akar rumput yang lebih luas.

Saya amat meyakini bahwa the 2nd Indonesia-Africa Forum 2024 membawa potensi besar untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara Afrika di berbagai bidang. Telah disampaikan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga membuka peluang konkret bagi peningkatan kerja sama ekonomi, pertukaran sosial budaya, dan penguatan posisi politik di kancah global.

Meskipun terdapat tantangan-tantangan yang perlu diatasi, komitmen bersama yang dilandasi semangat Bandung dan visi Afrika 2063 dapat menjadi modal kuat untuk mewujudkan kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Momentum ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui implementasi yang konsisten dan evaluasi berkala, demi mewujudkan visi bersama Indonesia dan Afrika dalam membangun kemakmuran di kedua kawasan. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi
Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1

Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1

‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak

Next Post

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co