24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Janger Menyali, Setelah Rekonstruksi, Setelah PKB, Setelah Bulfest, Lalu Apa?

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 2, 2018
in Esai

Foto-foto; Kardian Narayana

 

PROSES rekonstruksi Janger Menyali tunai sudah. Setelah berproses sejak Februari 2017 lalu, kesenian ini akhirnya dipentaskan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39, medio Juni lalu.

Selama berproses, tari klasik ini sempat mencicipi beberapa panggung. Pertama panggung peringatan Hari Galungan dan Kuningan yang digelar Pasemetonan Sudamala Menyali (PSM) pada April. Kedua, panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat Kabupaten Buleleng di Eks Pelabuhan Buleleng.

Ketiga, mesolah di Pura Munduk Desa Pakraman Menyali. Setelah itu baru tampil di Kalangan Angsoka Taman Budaya Bali. Dianggap sukses, Janger Menyali dapat bonus tampil di panggung utama pada Bulfest 2017 lalu.

Sejujurnya, proses merekonstruksi Janger Menyali adalah ironi. Tari Janger lahir di Desa Menyali, kemudian menyebar ke seluruh Bali. Sayang di tanah kelahirannya, Janger Menyali justru kehilangan kekhasannya.

Janger Menyali terpapar gaya Janger Peliatan, Janger Singapadu, dan Janger Kedaton. Pada era 1970-an hingga 1980-an, semua kesenian yang berkembang di Bali Selatan dianggap bagus. Semuanya dianggap benar. Akhirnya seniman Bali Utara mengadopsi gaya Bali Selatan. Hal ini juga terjadi pada gong kebyar. Terbukti dengan banyaknya perangkat gong yang menggunakan gong gantung.

Sekedar flash back, Janger Menyali mulai dikenal sebagai tontonan pada tahun 1920-an dan mencapai masa kejayaannya pada periode 1930-an. Berabad-abad sebelumnya, Janger sudah muncul di Desa Menyali dan dikenal sebagai kesenian sakral.

Usai mencecap masa jaya pada 1930-an, pamor Janger Menyali mulai redup. Kesenian ini akhirnya mengibarkan bendera putih setelah sendratari dan televisi muncul pada tahun 1960-an. Lama kelamaan Janger Menyali terkubur dan tergantikan dengan Janger gaya Peliatan dan Janger gaya Singapadu.

Terpendam selama puluhan tahun, kesenian ini kemudian direkonstruksi. Proses rekonstruksi berpijak pada selembar foto yang diabadikan oleh Colin McPhee – komposer asal Kanada yang melanglang buana di Bali. Dari foto yang disimpan Arsip Bali 1928 itu, kenangan para tetua desa yang pernah bersentuhan dan menyaksikan janger dibangkitkan kembali.

Gerakan tari mulai dingat satu demi satu. Gending-gending janger mulai muncul satu persatu. Tabuh diingat kembali. Gaya pakaian diadopsi sedekat mungkin dengan yang diingat oleh pertapa desa. Tak lupa memohon doa dan restu kepada Sang Hyang Janger yang di-sungsung masyarakat setempat.

Bukan perkara mudah merekonstruksi kesenian ini. Prosesnya seperti menggali sebuah kubur, mengais tulang demi tulang, dan menyusun satu persatu hingga menjadi sebuah bentuk utuh. Tak jarang ada potongan-potongan yang hilang.

Proses rekonstruksi Janger Menyali tunai sudah. Pertanyaan sesungguhnya mulai muncul. Setelah direkonstruksi lalu apa? Apakah cukup tampil di PKB? Apakah sudah puas dengan tampil pada panggung utama Bulfest?

Kerja keras dari proses merekonstruksi sebuah kesenian klasik, bukan saat awal merekonstruksi. Kerja berat justru setelah kesenian itu selesai direkonstruksi. Bagaimana melestarikannya? Jangan-jangan setelah pentas di PKB, punah lagi.

Syukurnya nasib Janger Menyali cukup baik. Kesenian ini lahir sebagai kesenian wali di Menyali, lalu bergeser menjadi seni balih-balihan di saentero Bali. Di Desa Menyali, kesenian ini tergolong seni bebali. Jadi kesenian ini tidak akan punah lagi dalam waktu dekat ini. Setiap tahun kesenian ini akan dipentaskan saat piodalan di Pura Munduk Desa Pakraman Menyali.

Masalah kelestarian bisa terjawab. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana memasyarakatkan Janger Menyali?

Butuh proses bertahun-tahun memasyarakatkan kesenian ini. Selama ini, di pikiran masyarakat janger yang “benar” adalah Janger Peliatan, Janger Singapadu, dan Janger Kedaton. Padahal Buleleng punya Janger Menyali. Pikiran itu bukan hanya melekat di warga kebanyakan, tapi juga di kalangan seniman.

Ketua Listibiya Bali, Prof. I Made Bandem secara tegas menyebut Janger Menyali sebagai kesenian yang unik dan menjalani proses metamorfosis yang berbeda dengan seni Bali kebanyakan. Janger Menyali, kata Bandem, gending-nya bersumber dari lagu-lagu rakyat, yang dinyanyikan dalam laras syailendra, laras angklung, atau laras gender wayang.

Gaya pakaiannya, sejak awal 1900-an memang kontemporer. “Seni yang lain biasanya berangkat dari klasik akhirnya jadi kontemporer. Berbeda dengan Janger. Saat berkembang di Buleleng pakaiannya kontemporer lalu jadi klasik ketika dibawa ke Bali Selatan,” kata Bandem saat kami berbincang di kediamannya, beberapa bulan lalu. Bisa dibilang Janger adalah kesenian yang terpapar kebijakan Baliseering alias Balinisasi yang dicetuskan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Merujuk penjelasan Bandem, ada baiknya digelar sebuah seminar yang mengupas tentang Janger Menyali. Seminar menerbitkan poin-poin mengenai gaya Janger Menyali yang secara prinsip berbeda dengan janger kebanyakan.

Setelah seminar, beri pemahaman kepada para seniman mengenai Janger Menyali. Selanjutnya adopsi gaya Janger Menyali dalam lomba janger kreasi yang diselenggarakan pada HUT Kota Singaraja setiap tahunnya. Setidaknya cara itu yang saat ini paling efektif untuk memasyarakatkan Janger Menyali.

Belum lama ini, saya berbincang dengan salah seorang seniman di Buleleng. Saya sempat menantang dia mementaskan janger kreasi dengan gaya Janger Menyali. Dia menyatakan siap, asal janger itu tidak dipentaskan dalam acara lomba. Kalau dalam acara lomba, dia khawatir akan kalah.

“Kalau untuk lomba tidak berani. Iya kalau jurinya paham Janger Menyali. Kalau tidak, bisa kalah. Syukur kalau dapat juara, kalau nomor buncit repot urusannya,” kata seniman tari yang sebaiknya tidak saya tulis namanya.

Sebagai penutup, izinkan saya mengutip kata-kata Jro Kubayan Nariasa, pemangku pelinggih Dewa Ayu Janger di Desa Pakraman Menyali. Saat melakukan matur piuning di pelinggih itu pada awal Maret lalu, Jro Kubayan melontarkan kata-kata yang membuat darah saya berdesir.

“Sejelek apa pun Janger Menyali, kita harus tetap bangga. Karena itu warisan leluhur kita, harus kita yang meng-ajeg-kan. Tidak perlu ikut-ikut gaya dari luar. Yakin saja di dalam hati bahwa janger kita yang paling bagus. Astungkara Beliau akan memberkati”. (T)

Tags: bulelengbuleleng festivaljangerPesta Kesenian Bali
Share116TweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan (Bermimpi) Kaya?

Next Post

Menyelami Doa Puisi Saras Dewi – Ulasan Kecil Buku “Kekasih Teluk”

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post

Menyelami Doa Puisi Saras Dewi – Ulasan Kecil Buku “Kekasih Teluk”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co