22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Sanur, Dua Hari Menghidupkan Nilai-nilai yang Diwariskan Ni Pollok dan Le Mayeur

Ingga Adelia by Ingga Adelia
July 9, 2024
in Ulas Pentas
Di Sanur, Dua Hari Menghidupkan Nilai-nilai yang Diwariskan Ni Pollok dan Le Mayeur

MUSEUM Le Mayeur di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu 6 Juli dan Minggu 7 Juli 2024, disulap menjadi ruang kesenian bagi anak-anak dan remaja. Aghumi dengan program Ni Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le Mayeur telah menghidupkan nilai-nilai yang diwariskan Ni Pollok dan Le Mayeur.

Hari pertama, merupakan pembukaan acara yang dihadiri oleh Plt. Kepala UPTD. Museum Bali, I Made Artana Yasa sekaligus membuka acara. Di hari yang berbahagia ini keluarga dari Le Mayeur juga turut hadir. Martine Pille sebagai perwakilan keluarga Le Mayeur di Belgia mengungkapkan bahwa Uncle Boy (sebutan untuk Le Mayeur di keluarga) adalah sosok yang inspiratif dan nyentrik.

Made Astika selaku perwakilan keluarga Ni Pollok juga turut hadir memberikan sambutan sekaligus momen menyampaikan harapan kepada pemerintah, agar terus dapat bersinergi dan aktif bekerjasama untuk menjaga warisan dari pasangan seniman Le Mayeur dan Ni Pollok.

Penyerahan Cindera Mata kepada Keluarga Le Mayeur

Sambutan dari Plt. Kepala UPTD. Museum Bali, I Made Artana Yasa

Sambutan dari perwakilan keluarga Ni Pollok, Made Astika

Sambutan Keluarga Le Mayeur oleh Martine Pille

Usai pembukaan yang hangat, dilanjutkan dengan lomba tari kontemporer site spesifc dance. Juri terdiri atas Ni Putu Aristadewi, I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, I Wayan Sumahardika. Tak seperti lomba tari kebanyakan, lomba tari kontemporer ini mengajak peserta untuk menggunakan bingkai Site Spesific Dance sebagai metode dan basis penciptaan karya.

Secara umum, Site Spesific Dance diartikan sebagai pertunjukan tari yang dirancang untuk ada di suatu tempat tertentu, di luar panggung teater. Site Spesific Dance berupaya untuk mempertanyakan, membuka dan/atau menolak batasan panggung pertunjukan konvensional umum dengan mengeksplorasi ruang-ruang alternatif seperti trotoar, bandara, hingga jembatan bangunan. Koreografer membentuk kembali gagasan konvensional kita tentang pertunjukan. Dalam konteks ini, material lomba akan menggunakan kawasan Museum Le Mayeur dan sekitarnya sebagai basis penciptaan.

Adapun pemenang Tari Kontemporer Site Spesific Dance yakni:

Juara 1 : Nyoman Pasek Meisa Gunawan

Juara 2 : Ni Made Ari Yanti Putri Negara

Juara 3 : Santi Sukma Melati

Penampilan Peserta Tari Kontemporer Site Spesic Dance

Kegiatan hari kedua pada Minggu, 7 Juli 2024 pukul 09.00 dibuka dengan monolog “Tur Performatif Museum Le Mayeur” yang diperankan Santi Dewi. Tak hanya memerankan sosok Ni Pollok dalam monolognya, Santi Dewi juga yang membuat naskah monolognya.

Pementasan dimulai saat Gek Santi memulai monolognya dari pantai dengan melakukan gerakan sederhana yang biasa dilakukan oleh Ni Pollok saat dulu. Lalu perlahan berjalan menuju pintu masuk dan berdialog kepada para pengunjung, memperkenalkan Museum Le Mayeur dan membagikan tiket masuk berupa kartu dan beberapa stiker dengan gambar wajah Ni Pollok, Le Mayeur, dan logo Aghumi.

Para pengunjung sangat antusias menerima kartu dan stiker yang dibagikan oleh panitia. Lalu pentonton dibawa masuk untuk melihat koleksi lukisan dari Le Mayeur sambil menceriyakan latar belakang kehidupannya.

Penampilan Tur Performatif

Penampilan Tur Performatif

Karirnya sebagai penari, model, tentang bagaimana pertemuannya dengan Le Meyeur, bagaimana kehidupan rumah tangga bersama suaminya, hingga pergolakan batin Ni Pollok sebagai seorang istri dan perempuan. Pementasan ini memberi dedikasi yang kuat terhadap seni. pengunjung dibuat terpukau dengan dialog:

“Apakah tubuh wanita ini hanya untuk seni?

manakah yang lebih penting, seni atau anak?

atau anak dari seni?”

Tak hanya itu pengunjung juga terpukau oleh ornamen – ornamen didalam museum. Anak- anak peserta lomba menggambar juga ikut serta dalam tur performatif museum juga sangat memperhatian detail di dalam museum. 

Usai terlibat dalam tur performatif, para peserta menggambar langsung mengambil posisi untuk berkarya. Lomba Menggambar dengan tema “Mengenal Bahari melalui Impresionisme Le Mayeur”, telah didampingi oleh 3 dewan juri yakni Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Penawati, dan Dewa Ayu Eka Savitri Sastrawan. Ada pun pemenang-pemenang lomba menggambar Tingkat SD ini yakni:

Juara 1 : I Made Bagus Ananta Tristan Darma

Juara 2 : Kadek Bayu Pradana Adinata

Juara 3 : Ni Putu Taniya Melika Putri

Melihat ruang museum Le Mayeur yang begitu sarat dengan narasi sejarah dan visual museum yang sangat indah, diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan sebagai peserta lomba untuk bersama-sama mengaktivasi Museum Le Mayeur.

Sebelum acara penutupan, para pengunjung di suguhkan pementasan drama musikal oleh aghumi yang bertajuk “Rahim Bahari”, karya dan penyair perempuan yang dijadikan sumber musikalisasi yakni: (1) “Di Depan Gerbang Pulau Serangan” Reina Caesilia (1965), (2) “Stateless” Nur Wahida Idris (1976), (3) “Majene” Mira MM Astra (1978), (4) “Melankolia Senja Hari” Putu Vivi Lestari lahir tahun (1981), (5) “Gadis-gadis Tanjung Benoa” Saras Dewi (1983), (6) “Baruna” Pranita Dewi lahir tahun (1987), (7) “Sanur” Ni Made Purnamasari lahir tahun (1989), (8) “Kota dalam Ingatan” Ni Wayan Idayati (1990).

Pementasan drama musikal rahim bahari

Pertunjukan ini digagas oleh Wulan Dewi Saraswati dengan Akmal dan Manipuspaka sebagai penata musik, kemudian ditampilkan oleh Ingga, Bintang, Pritha, Lia, Ayuka, Cemi, dan Keisa. Para pemain begitu menikmati musik dan setiap gerakannya begitupun dengan pengunjung yang menyaksikan pementasan tersebut.

Dengan pendekatan partisipatoris dalam pementasan ini, para pemain juga mengajak para penonton untuk ikut menari diakhir pementasan. Di pengujung acara Aghumi memberikan award kepada Bunda Ratih selalu pendiri narwastu autism learning. “Aduh bunda ga nyangka dikasih award gini, terharu bunda, acaranya keren sekali,” ucap Bunda Ratih saat menerima award dari Aghumi.

Penyerahan Aghumi Award 2024

Tak hanya itu Aghumi juga memberikan beasiswa pendidikan kepada Amelia Niscahaya Ningrum salah satu murid berkebuthan khusus yang dengan gigih ingin melanjutkan pendidikan. Aghumi memang sangat membuka ruang untuk anak spektrum autism karena berfokus pada kesehatan mental khususnya mengasah daya cipta seni anak spektrum autisme.

Penyerahan Beasiswa Pendidikan Aghumi 2024

“Rahim Bahari” dari Komunitas Aghumi: Pantulan Budaya Perempuan Tangguh
Workshop Inklusifitas Seni Komunitas Aghumi: Ikhtiar Menumbuhkan Ruang Kesenian bagi Masyarakat Difabel, Autism, dan Rentan
“Rahim Bahari” Komunitas Aghumi, Pertunjukan Spesial dari Orang-orang Spesial
Aghumi: Tarot dan Teater, Menceritakan Simbol-simbol
Menilik Perempuan Penulis di Bali Hari Ini
Tags: Komunitas AghumiNi PollokNi Pollok Bercerita: Studi Tur Performatif Museum Le MayeurSanur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perjalanan ke Thailand: Menimbang Utara di Chiang Mai dan Utara di Bali

Next Post

Berkunjung ke Situs Candi Doi Suthep, Bangunan Suci di Atas Gunung di Thailand

Ingga Adelia

Ingga Adelia

Pelajar, gemar bermain teater dan menulis. Bergabung di Teater Petir dan Komunitas Aghumi.

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Berkunjung ke Situs Candi Doi Suthep, Bangunan Suci di Atas Gunung di Thailand

Berkunjung ke Situs Candi Doi Suthep, Bangunan Suci di Atas Gunung di Thailand

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co