6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

tatkala by tatkala
February 7, 2024
in Khas
Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Para pembicara dalam acara bedah buku di STAHN Mpu Kuturan Singaraja | Foto: Dok. panitia

ADALAH peristiwa pendidikan dan kebudayaan yang cukup menggembirakan ketika melihat dosen dan mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB) STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Buleleng, Bali, membicarakan buku Sastra Bali Modern dengan cara yang santai, di luar kelas, di luar mata kuliah, namun tetap serius.

Dosen menjadi pembedah buku, mahasiswa mendengar dengan suntuk, meski sesekali seakan tak tahan membuka-buka HP. Dosen tidak berlaku seperti seorang pengajar, melainkan menyediakan diri untuk diajak diskusi. Mahasiswa pun merasa tak sesak dijepit tembok kelas dan sekat formalitas, sehingga leluasa menyampaikan pendapat seperti teman atau lawan diskusi.

Peristiwa menggembirakan itu tampak ketika dosen dan mahasiswa, yang sama-sama muda, itu mengadakan acara bedah buku, Widyatula Pupulan Satua Bali Modern di halaman depan pintu masuk asrama putri kampus STAHN Mpu Kuturan di Banyuning, Singaraja, Selasa sore, 6 Februari 2024. Buku yang dibedah adalah buku Pupulan Satua Bali Modern (kumpulan cerpen berbahasa Bali) berjudul “Ada…” karya Komang Adnyana. 

Buku kumpulan cerpen berbahasa Bali karya Komang Adnayana | Foto: tatkala.co

Pembedahnya adalah Made Susila Putra, dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali; Made Reland Udayana Tangkas, juga dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali di STAHN Mpu Kuturan, serta Putu Ardiyasa, dosen Prodi Pendidikan Seni Budaya Keagamaan Hindu. Moderatornya, I Wayan Sukarta Yasa. Acara bedah itu masih berkaitan dengan rangkaian acara Bulan Bahasa Bali dengan tema Jana Krethi yang digelar Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 1 Februari 2024.

Buku Pupulan Satua Bali Modern berjudul Ada ini diterbitkan Pustaka Ekspresi (2023) yang sebelumnya menjadi pemenang pertama dalam lomba naskah buku cerpen Gerip Maurip yang diadakan Pustaka Ekspresi. Buku ini berisi 11 satua (cerpen) yang ditulis pada masa-masa pandemi tahun 2020-2021.

Suasana santai dalam acara bedah buku pupulan satua Bali modern di halaman kampus STAHN Mpu Kuturan | Foto: Dok. panitia

Made Susila Putra mengatakan buku karya Komang Adnyana memiliki keunikan tersendiri, terutama karena setiap judul yang ada di dalam buku ini memuat kata “Ada…”.  Misalnya judul “Ada Tongos Tenget Tusing Dadi Matunangan (Ada Tempat Keramat Dilarang Pacaran), “Ada Celeng Mamaca Cerpen (Ada Babi Membaca Cerpen”, “Ada Anak Lingsir Tusing Suud-suud Meli Carik (Ada Orang Tua Tak Henti-henti Membeli Sawah)”,  dan “Ada Tukang Kidung Ane Tusing Mati-mati (Ada Tukang Kidung yang Tak Mati-mati)”.

“Dari judul-judulnya saja sudah mencirikan kekhasan cerpen yang dibuat Komang Adnyana,” kata Susila Putra.

Menurutnya, pupulan cerpen ini sangatlah bagus dan menarik untuk dibaca. “Dengan membaca judul, lalu masuk ke awal-awal cerita, semuanya membuat kita selalu penasaran, apa yang akan terjadi pada cerita itu selanjutnya,” ujar Susila Putra.

Sementara itu, Putu Ardiyasa menyebut  Komang Adnyana adalah seseorang yang bisa disebut absurd setelah membaca karya-karya dalam buku “Ada…” itu, dan hal itu sepertinya tidak sesuai dengan keperibadian sehari-hari yang diperlihatkan Komang Adnyana.

Karya-karya Komang Adnyana, kata Ardiyasa, dapat dengan mudah menggugah selera untuk terus membacanya sampai akhir. “Setiap cerpen membuat kita berpikir dan bertanya-tanya dan membayangkan peristiwa yang terjadi,” kata Ardiyasa yang biasa disapa Ardi.

Menurut Ardi, setiap tokoh dalam cerpen-cerpen itu memiliki konflik tersendiri yang membuat pembaca merasakan menikmati pengalaman baru. “Bak kita terjun hanyut ke dalam cerita,” ujar Ardi.

Sama dengan Ardi, begitu pula yang dirasakan oleh Reland Udayana.  Saat membaca pupulan cerpen “Ada…” membuatnya hanyut ke dalam cerita dan membuat ia tak bisa kembali.

Bagi Reland, cerpen-cerpen Komang Adnyana membuatnya terkesima sekaligus jengkel. Bagaimana tidak? Komang Adnyana membuat terkesima karena pada setiap cerita memiliki latar suasana yang berbeda, memberikan emosi yang berbeda-beda pula, sedangkan yang membuatnya jengkel di mana di setiap ceritanya memiliki plot twist yang mematahkan alur pemikiran pembaca.

“Pada saat mengikuti jalan cerita, pandangan awal terhadap karakter salah satu tokoh dibuat seperti yang ada di bayangan pembaca, namun di akhir cerita karakter tokoh itu ternyata tidak seperti yang dibayangkan,” kata Reland.

Selain itu, kata Reland, terdapat teka-teki pada setiap cerita yang perlu dipecahkan. Dan itu membuat kita sebagai pembaca, ingin mencari tau apa jawabannya.

Reland menyampaikan, berkaitan dengan tema Bulan Bahasa Bali tahun ini, yaitu tentang manusia, pada cerpen karya Komang Adnyana ini  mencerminkan kompleksitas tentang karakter manusia  yang mungkin tidak digambarkan secara realistis, namun memberikan suasana dunia yang berbeda.

Ketua panitia Nengah Juliawan (kiri) memberikan piagam penghargaan kepada penulis Komang Adnyana | Foto: Dok. panitia

Komang Adnyana sebagai penulis yang hadir dalam diskusi itu menceritakan bahwa ia  menulis buku pada periode tahun 2020 sampai pertengahan 2021.

Ia mengungkapkan, saat itu ia tidak memiliki inspirasi menulis, jadi ia hanya menuliskan kata “ada” di setiap awal judul yang akan ia buat sebagai cerpen. Setelah itu barulah ia menuliskan isi cerpen.

Tema pada cerita yang ia buat beragam, untuk keabsurdan yang dikatakan oleh pembedah Susila, Ardi, dan Reland, itu adalah sebuah gaya penulisan seorang penulis. Karena tentunya setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda pula.

Kenapa pula ia menggambarkan tokoh seperti yang dikatakan pembedah, karena menurut Komang Adnyana, satua Bali selalu terikat dengan sifatnya yang hitam putih. Jadi ia ingin menciptakan sebuah cerita yang keluar dari kecenderungan citra satua Bali yang seperti itu.

Dan juga dalam menyiapkan cerpen ini ia menjaga konsistensi setiap cerita agar tak melenceng atau menjadi janggal tanpa logika.

Foto bersama di akhir acara | Foto: Dok. panitia

Pada sesi diskusi, sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan dan punya upaya untuk melakukan perdebatan. Meski pertanyaan-pertanyaan mahasiswa masih berputar pada persoalan-persoalan mendasar, misalnya bagaiamana cara membuat cerita yang menarik, namun acara bedah buku ini adalah awal yang baik bagi mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk terus belajar tentang bahasa Bali, tentang proses pembuatan karya sastra, dan lain-lain, melalui buku-buku sastra.

Barangkali acara ini tetap akan dilakukan, meski tak harus berkaitan dengan perayaan Bulan Bahasa Bali. [T]

Reporter: Ado
Penulis: Ado
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA

Tags: apresiasi sastracerpen bahasa balicerpen berbahasa BaliKomang AdnyanaPustaka Ekspresisastra balisastra bali modernSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Presentasikan Sinema Inklusif di Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand

Next Post

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co