23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MUSIC CELEBRATION 2024: Pesta Musik Awal Tahun, Tanggung Jawab tentang Lingkungan dan Iklim

Satria Aditya by Satria Aditya
January 24, 2024
in Panggung
MUSIC CELEBRATION 2024: Pesta Musik Awal Tahun, Tanggung Jawab tentang Lingkungan dan Iklim

Jumpa pers MUSIC CELEBRATION 2024

MUSIK sayup-sayup terdengar dari parkiran Rumah Tanjung Bungkak atau disingkat RTB ketika saya baru pertama kali menginjakkan kaki di sana dan memarkir motor sore itu. Awalnya saya kira RTB adalah sebuah rumah yang memang dikhususkan untuk melaksanakan acara-acara seni terutama musik. Namun, perkiraan saya salah, baru masuk saja saya sudah disuguhkan dengan sebuah tempat dengan suasana tongkrongan ala-ala coffee shop.

Lebih masuk ke dalam lagi, di sebuah tempat yang mirip aula terbuka namun dengan skala yang lebih kecil, di sana adalah sumber musik yang sayup-sayup saya dengar tadi. Beberapa orang tengah sibuk berbincang. Begitu pula ada beberapa orang yang saya kenal, meskipun hanya lewat lagu-lagunya. Perbincangan tampak hangat meski saya lihat dari kejauhan.

Kursi sofa sudah berbaris rapi, begitu pula dengan kursi-kursi kayu yang ada di depannya, seperti siap menyuguhkan diskusi-diskusi hangat yang siap kami para awak media mendengarnya. Beberapa kawan media pula tengah asik berbincang dan menikmati suguhan-suguhan yang diberikan. Beberapa saat setelahnya, press conference ini dimulai.

Beberapa orang duduk di sofa depan. Di antaranya Rudolf Dethu (Rumah Tanjung Bungkak), ⁠Anom Darsana (Antida Music Production), Sandrina Malakiano (Bali Wariga), ⁠Robi Navicula, Dadang SH Pranoto (Pohon Tua Creatorium), Kristian (mewakili Jazz).

Mereka adalah penggagas acara Music Celebration 2024 yang akan diadakan di Rumah Tanjung Bungkak, Jl. Hayam Wuruk, Panjer, Denpasar pada tanggal 27-28 Januari 2024.

Music Celebration 2024 adalah sebuah fenomena musik kolosal yang memadukan kegembiraan seni dengan tanggung jawab lingkungan, kini akan membuka tirai tahun baru dengan keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak tahun 2011, event yang diprakarsai oleh Anom Darsana dari Serambi Art Antida ini telah tumbuh menjadi panggung utama yang dipenuhi semangat baru dan eksplorasi musik yang mendalam.

Festival ini digelar di RTB – Rumah Tanjung Bungkak, wahana ekraf terbaru dan terluas di Denpasar.

Selama dua hari penuh, acara berlangsung di tiga lokasi berbeda di RTB: Amphitree di taman depan, Backyard di halaman belakang, dan Bunker di gedung pertunjukan. Kolaborasi erat antara Antida Production, RTB, Bali Wariga, Pohon Tua Creatorium, dan Music Declares Emergency Indonesia/IKLIM menciptakan inisiatif solid yang mengubah Music Celebration 2024 menjadi peristiwa khusus.

“Music Celebration 2024 adalah puncak dari tahun-tahun dukungan, menjadi acara yang sangat besar berkat upaya kolaboratif dari teman-teman di komunitas musik,” ujar Anom Darsana, pendiri Antida Music Production dengan membuka diskusi sore hari itu.

Tidak hanya sebagai festival, Music Celebration 2024 adalah perayaan para musisi yang menjadikan musik sebagai fokus utama. Dengan skala kolosal, festival ini diadakan di masa awal tahun baru, menciptakan momen serial yang berkesinambungan sejak tahun sebelumnya.

Dengan melibatkan sekitar 150 musisi dari berbagai kalangan, mulai dari musisi muda hingga musisi yang jam terbangnya sudah tidak terhitung, acara ini menjadi panggung inspiratif bagi maestro musik dari kelas Anugerah Musik Bali hingga Anugerah Musik Indonesia. “Music Celebration 2024 adalah bukti kebersamaan musisi dari berbagai lapisan, menciptakan harmoni musikal yang memukau,” tambah Anom Darsana.

Foto dari kiri ke kanan: Rudolf Dethu (Rumah Tanjung Bungkak), Anom Darsana (Antida Music Production), Sandrina Malakiano (Bali Wariga), Robi Navicula, Dadang SH Pranoto (Pohon Tua Creatorium), Kristian (mewakili Jazz)

Varian genre yang ditampilkan mencakup spektrum yang luas, dari rock, jazz, folk, reggae, world music, hingga elektronik/DJ, menciptakan pengalaman penuh warna bagi penonton.

“Kehadiran genre yang beragam mencerminkan semangat inklusivitas dan keberagaman musik di Music Celebration 2024,” ungkap Rudolf Dethu, sang pemegang kunci Rumah Tanjung Bungkak.

Namun, mengingat tahun ini merupakan tahun politik, Music Celebration 2024 dengan tegas menyatakan ketidakberpihakan politik dalam penyelenggaraannya. Sandrina Malakiano, perwakilan Bali Wariga, menyoroti prioritas keamanan acara ini dan menegaskan ketidakberpihakan dalam ranah politik.

“Keamanan acara ini adalah fokus utama kami. Music Celebration 2024 adalah perayaan yang terbebas dari pengaruh politik. Kami berkomitmen menciptakan ruang yang aman dan inklusif untuk semua,” ungkap Sandrina Malakiano.

Robi, pentolan Navicula, menyoroti aspek keberlanjutan lingkungan.

“Komitmen kami bukan hanya pada musik, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Music Celebration 2024 adalah perayaan musik yang bertanggung jawab lingkungan,” kata Robi.

Dadang SH Pranoto, dari Pohon Tua Creatorium, menyoroti peran penting tempat ini bagi musisi indie di Bali. “Dengan berkolaborasi bersama, festival ini mampu menjembatani musisi-musisi indie Bali dan sekaligus menjadi bukti komitmen terhadap ruang-ruang kreatif ini,” ucap Dadang.

Inisiatif MUSIC CELEBRATION 2024 yang mengedepankan isu ekologi semakin menarik, menjadikan festival ini sebagai perwujudan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberdayakan lingkungan.

Musisi-musisi yang akan tampil melibatkan Astera, Ary Juliyant, Deep Sea Explorer, DJ Evie, Galiju, Kai Mata, Made Mawut, Modjorido, Navicula, Nobeleaf, Prabumi, Rhythm Rebels, Soul n Kith, The Hydrant, The Jigs, dan The Munchies.

Sementara itu, musisi jazz yang turut ambil bagian melibatkan Yuri Mahatma & Astrid Sulaiman, Gaya3brothers, Kanhaiya, Boogie Prastyo, Balawan, Andien Pazmail Quartet, Kevin Suwandi, Sela, Jaklime, Kristian Trio, dan Rason.

Ketika mendengar ada banyak genre yang akan ditampilkan dan di tiga tempat dalam 1 harinya, saya seperti teringat dengan beberapa festival sastra yang sering saya kunjungi, namun kali ini dibalut dengan sebuah acara yang berbeda.

Saya jadi membayangkan bagaimana setelah kita menonton dengan riang dan ikut bernyanyi di satu tempat, lalu diarahkan ke tempat berbeda dengan suasana dan genre yang lain pula. Namun berbeda dengan genre Jazz, mereka dikhusukan hanya dalam 1 tempat yaitu di Amphitree di halaman depan. Karena saya yakin pendengar musik Jazz akan menikmatinya dengan segelas kopi, sebatang rokok dan  percakapan hangat.

Yang menarik dari acara ini adalah gratis dan free entry: Acara ini sepenuhnya terbuka untuk semua kalangan tanpa dipungut biaya masuk. Ini yang menjadikan acara semakin menarik ditambah lagi pemberdayaan lingkungan dan musisi yang turut andil di dalamnya. Tidak seperti acara-acara di lapangan yang luas dengan kantong sampah tidak memadai dari jumlah penonton dan bisa jadi tidak ada sama sekali.

Festival ini selain untuk mengibur tetapi juga turut sadar akan masalah-masalah di sekitar kita, misal saja lingkungan dan iklim yang tidak menentu sampai hari ini.

Saya menjadi tertarik dengan konsep-konsep acara seperti ini, selain menghibur acara seperti ini juga menunjukkan bahwa setiap festival dengan musisi yang sedang hits tidak pula menunjukkan lingkungan akan menjadi baik. Malah bisa jadi sebaliknya.

Sampai jumpa tanggal 27-28 Januari 2024 di RBT – Rumah Tanjung Bungkak, bukan hanya sekedar menghibur diri, namun juga turut sadar denga napa yang terjadi di sekitar kita kini dan nanti. [T]

Reporter: Satria Aditya
Penulis: Satria Aditya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Antida Music ProductionMusic Celebration 2024Pohon TuaPohon Tua CreatoriumRumah Tanjung Bungkak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Ekosistem Pertunjukan Wayang Kulit di Buleleng

Next Post

Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar  Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng

Pak Tua Parsa Si Penjaga Reservoar Waterleiding dan Suido Syo di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co