24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Nitya Rupa: Usaha Mempopulerkan Kembali Sastra Jawa Kuna

Redaksi Tatkala Denpasar by Redaksi Tatkala Denpasar
November 12, 2023
in Pendidikan
Sastra Nitya Rupa: Usaha Mempopulerkan Kembali Sastra Jawa Kuna

Dewa Gede Purwita Sukahet saat menyampaikan materi | Foto: Dok. Panitia

SEMINAR NASIONAL bertajuk “Sastra Nitya Rupa: Sastra Jawa Kuna Melintasi Ruang dan Masa” menjadi sajian pamungkas Pekan Sastra Jawa Kuna serangkaian HUT ke-65 Program Studi (Prodi) Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) dan HUT ke-13 Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Jawa Kuna FIB Unud. Seminar itu dilaksanakan secara hybrid—online-offline—di Ruang Soekarno Gedung Poerbatjaraka FIB Unud, Denpasar.

Seminar “Sastra Nitya Rupa” secara khusus dihadirkan untuk membuka ruang potensi dan aksi-aksi alih wahana dari khazanah sastra Jawa Kuna. Pada kesempatan tersebut dihadirkan Dewa Gede Purwita Sukahet dan Indra Suroinggeno sebagai pembicara. Keduanya adalah tokh yang lekat memanfaatkan sastra Jawa Kuna sebagai medium kreatif.

Dewa Purwita menyampaikan materi tentang “Adaptasi Narasi–Rupa”. Ia menyebut narasi berkaitan dengan sastra, sementara rupa terkait dengan karya visual. Beranjak dari sana, ia memiliki pemikiran awal bahwa ada pengaruh narasi terhadap seni rupa. Cerita yang bersumber dari karya sastra Jawa Kuna mempengaruhi karya rupa dan seni. “Laku kehidupan tidak lepas dari karya sastra Jawa Kuna,” katanya.

Ia mengatakan bahwa seniman pada masa lampau pun diduga tidak lepas dari karya sastra Jawa Kuna. Misalnya, Gusti Made Deblog memiliki lukisan yang sama banyaknya dengan lontar yang ia miliki. Narasi terhadap perwujudan atau karya rupa, melalui beberapa tahap seperti reduksi, simbolisasi, dan ikonografi. Reduksi adalah pemilahan adegan dengan menyarikan teks untuk menghadirkan suatu adegan yang bercerita atau fragmentasi.

Simbolisasi adalah pemaknaan ulang kata atau kalimat dan menjadikannya sebuah simbol yang terkonvensi. Sedangkan ikonografi adalah pengetahuan tentang atribut yang dipergunakan oleh figur berupa tipe mahkota, bentuk mata, hidung, mulut, model hiasan badan, dan kaki maupun lain-lainnya secara spesifik.

Dewa Gede Purwita Sukahet dan Indra Suroinggeno (di layar) saat menyampaikan materi / Foto: Dok. Panitia

Ia menyarankan untuk mempertahankan sastra Jawa Kuna, perlu gerakan yang bisa dilakukan berupa kolaborasi antara literasi, rupa, sastra, dan sebagainya.  “Agar nilai sampai ke masyarakat, sastra Jawa Kuna perlu berdiri di banyak kaki, dalam arti lintas komunitas yang bersama-sama membangunnya,” kata dia. Menurutnya, sastra Jawa Kuna perlu mengembangkan lagi potensi-potensinya sehingga dapat meraih masa renaisans untuk Jawa Kuno.

Sementara itu, Trias Indra Setiawan, owner Museum Wayang Beber Sekartaji dan Sanggar Bhuana Alit—yang konsen pada pelestarian sastra Jawa, termasuk sastra Jawa Kuna—menginginkan kesusastraan ini merasuk pada relung-relung hati semua orang, khususnya bagi generasi Z. Salah satu acaranya, katanya, dengan memvisualisasikan sastra.

“Di dalam sastra selalu menjanjikan sebuah kedamaian, perubahan di dalam bentuk sastra hanya pada bentuknya saja, dasar sebuah sastra dan mahakarya lainnya adalah tentram, yang menjadi cita-cita kami, semoga dengan bangkitnya Jawa Kuna dari Bali ke Jawa dan Nusantara, bisa membawa ketentraman bagi kita semua,” tuturnya.

Bagi dia, cara untuk melestarikan Jawa Kuna adalah dimulai dengan mengenalkan Jawa Kuna sesuai porsi, misalnya pengenalan kepada anak-anak tentu akan berbeda dengan kalangan lain.  Ia juga berharap, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pendidikan, pemerintah dapat juga bersatu untuk membangkitkan kearifan lokal Nusantara, khususnya yang berhubungan dengan Jawa Kuno.

Mempopulerkan Sastra Jawa Kuna

Ketua Panitia HUT ke-65 Prodi Sastra Jawa Kuna FIB Unud, I Ketut Eriadi Ariana, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa dengan mengambil momentum hari jadi itu, pihaknya berupaya untuk mempopulerkan kembali sastra tradisional yang diduga telah ada sejak abad ke-9 itu.

“Kami berupaya mengunduh kesusastraan Jawa Kuna ke kehidupan yang lebih nyata dan bermanfaat. Selama sepekan dilaksanakan, Pekan Sastra Jawa Kuna dirangkaikan dengan kegiatan dari Minggu (5/11) sampai Jumat (10/11) ini, yakni Punia Bakti, konservasi lontar, penilaian dan perlombaan Lomba Apresiasi Kakawin, gelar film berbasis Jawa Kuna, bincang alih wahana sastra Jawa Kuna ke sastra modern, serta puncak HUT dan seminar nasional,” terangnya, sembari berahap sastra Jawa Kuna dapat mengalir sampai jauh.

Koordinator Program Studi Sastra Jawa Kuna, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum menyebut momen peringatan HUT yang digelar bersamaan dengan hari pahlawan, memiliki nilai penting. Momen ini jadi penghormatan untuk para pahlawan, termasuk juga pahlawan-pahlawan budaya.

Suasana seminar “Sastra Nitya Rupa: Sastra Jawa Kuna Melintasi Ruang dan Masa” / Foto: Dok. Panitia

Prodi Jawa Kuna, katanya, sangat terkait dengan kebudayaan. Mengingat kembali pada awal pendirian Fakultas Sastra pada tahun 1958, Poerbatjaraka menyampaikan bahwa Bali menjadi tempat penyimpanan sastra dan budaya lama, termasuk Jawa Kuna, sehingga hal itu menjadi peran prodi untuk mengemban misi penting itu.

Dikatakan, pada usia 65 tahun ini merupakan sebuah momen untuk merefleksikan diri sebagai bagian dari Indonesia. Hal ini terkait pula untuk memegang teguh pilar kebangsaan, salah satunya bhineka tunggal ika yang diambil dari Kakawin Sutasoma.

Ideologi yang ditampilkan dalam penampilan kakawin itu, menunjukkan bangsa ini adalah bangsa yang multikultural. “Jawa Kuna memang dilestarikan dan diteruskan di Bali tapi tidak hanya milik Bali, namun milik seluruh Indonesia yang bisa diapresiasi oleh siapapun dengan cara apapun,” ujar Suarka.

Istilah kuno itu bagi dia hanya sebutan, namun substansi dan semangatnya itu adalah sesuatu universal. Dalam melakukan penguatan sastra Jawa Kuna, ia menyebut pihak-pihak harus saling bergandengan, salah satunya dengan teknologi informasi untuk mengemasnya secara kekinian, lalu bergandengan dengan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Wakil Dekan I FIB Unud, Dr. I Gede Oeinada berharap, Prodi Jawa Kuna bisa jadi rumah bagi siapa saja, dan bisa memfasilitasi pengembangan bakat dan minat mahasiswa, serta bisa mengimplementasikan cita-cita pendirian fakultas.[T]

Mahasiswa Sastra Jawa Kuna Unud Lakukan Konservasi Lontar Masyarakat di ULU
Mahasiswa Inbound Unud Mengeksplor Kawasan Pura Besakih dengan Modul Kebhinekaan
“Jurnal Kajian Bali” Unud Lulus Reakreditasi Sinta-2 Sampai Tahun 2027
Tags: Fakultas Ilmu budaya Unudjawa kunosastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pande Made Sukerta dan Usaha Membumikan serta Mengembangkan Rebab di Buleleng

Next Post

Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Redaksi Tatkala Denpasar

Redaksi Tatkala Denpasar

Related Posts

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

by tatkala
April 21, 2026
0
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

Read moreDetails

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

Perkulihaan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) boleh dibilang berbeda hari ini, Kamis 26...

Read moreDetails

Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

by tatkala
February 26, 2026
0
Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

Sebanyak 30 cakep naskah lontar koleksi pribadi David J. Stuart-Fox dihibahkan kepada Unit Lontar Universitas Udayana (ULU). Lontar berbagai genre...

Read moreDetails

Promosi Doktor Ni Luh Putu Putri Setianingsih: Strategi Teknologi dalam Menjaga Stabilitas Senyawa Bioaktif Kulit Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
February 18, 2026
0
Promosi Doktor Ni Luh Putu Putri Setianingsih: Strategi Teknologi dalam Menjaga Stabilitas Senyawa Bioaktif Kulit Jeruk Siam Kintamani

Ni Luh Putu Putri Setianingsih dalam Ujian Terbuka Program Studi Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Udayana, Denpasar, Rabu 18 Februari...

Read moreDetails

Slamat Trisila: Langkah-langkah Utama Mengubah Data Riset Menjadi Buku Layak Edar

by Ni Komang Sariasih
February 17, 2026
0
Slamat Trisila: Langkah-langkah Utama Mengubah Data Riset Menjadi Buku Layak Edar

Slamat Trisila dari Penerbit Pustaka Larasan memberikan peta jalan, atau langkah-langkah utama dalam mengubah tumpukan data riset menjadi buku yang...

Read moreDetails

Seratus Pemuda Bali–NTT Belajar Merancang Masa Depan Politik dari Keresahan Setiap Daerah

by Bagus WKP
February 10, 2026
0
Seratus Pemuda Bali–NTT Belajar Merancang Masa Depan Politik dari Keresahan Setiap Daerah

SERATUS pemuda dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Denpasar untuk mengikuti Political Future Leader (PFL) Batch 3...

Read moreDetails

Prof Wayan Dibia dan Duk Hyung Yoo dari Korea Selatan Rancang Kolaborasi Pendidikan Seni Bali-Korea

by Nyoman Budarsana
February 8, 2026
0
Prof Wayan Dibia dan Duk Hyung Yoo dari Korea Selatan Rancang Kolaborasi Pendidikan Seni Bali-Korea

BALI-Indonesia dan Korea Selatan segera menjalin kerjasama dalam bidang seni dan pendidikan. Ini terjadi setelah akademisi dan maestro seni Prof....

Read moreDetails

The Silver Chapter: Hangatnya Reuni Alumni Tahun 2000 Foursma Singaraja

by tatkala
December 14, 2025
0
The Silver Chapter: Hangatnya Reuni Alumni Tahun 2000 Foursma Singaraja

Kebersamaan yang hangat dan penuh nostalgia terasa kental dalam kegiatan reuni alumni SMA Negeri 4 (Foursma) Singaraja yang bertajuk The...

Read moreDetails

Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

by Dede Putra Wiguna
November 9, 2025
0
Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

SETIAP tahun, ribuan mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) turun ke masyarakat untuk menjalankan salah satu amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi:...

Read moreDetails

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

by tatkala
November 2, 2025
0
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Halaman SDN 4 Munduk, Banjar, Buleleng yang sebelumnya, gersang kini tampak sejuk dan lebih hijau. Bahkan, lengkap dengan kolam ikan...

Read moreDetails
Next Post
Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co