12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
October 31, 2023
in Esai
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu

Foto-foto: Panitia Karya Agung Danu Kerthi i Saka 1945/Warsa 2023

DESA Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten pada Tilem Kapat, 14 Oktober 2023 yang lalu melaksanakan upacara danu kerthi di Gunung dan Danau Batur. Misi upacara tersebut adalah sebagai pemuliaan terhadap gunung, danau, dan mata air. Pada bahasa kultural sehari-hari, danu kerthi lebih dikenal sebagai bakti pakelem. Namun, di dalam teks Rajapurana Pura Ulun Danu Batur yang disucikan masyarakat Batur, ritual ini dituliskan sebagai abhiseka kr[ě]tti ring sagara alit.

Konsep bhakti pakelem, danu kerthi, atau abhiseka kr[ě]tti ring sagara alit pada prinsipnya bermuara pada makna yang sama: pemuliaan Danau Batur sebagai ibu yang telah memberi limpahan kasih. Pakelem merujuk pada pengertian “penenggelaman” berbagai kurban. “Penenggelaman” kurban tersebut tidak lain sebagai salah satu cara komunikasi leluhur Batur di masa silam untuk menghargai sumbangsih alam yang telah memberi manfaat bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup.

Ritual abhiseka kr[ě]tti secara leksikaldapat diartikan sebagai “penobatan kemuliaan”. Abhiseka artinya ‘penobatan’,sedangkan kr[ě]tti (selanjutnya dieja sebagai kreti) berarti ‘pemuliaan’. Kata kreti termasuk dalam khazanah kosakata bahasa Jawa Kuno, yang dalam kehadiran awalnya terlebih dahulu diserap dari bahasa Sanskerta. Sementara itu, sagara alit berarti ‘lautan kecil’ yang merujuk pada danau, khususnya Danau Batur.

Kata kreti ‘pemuliaan’ belakangan lebih akrab dijumpai dalam bentuk kata kerthi. Perubahan kata kreti menjadi kerthi menunjukkan gejala metatesis atau pertukaran letak bunyi pada bahasa Bali sehari-hari. Kasus seperti ini sama dengan pelafalan kata amreta menjadi amerta atau kata kreta menjadi kerta. Tampaknya, lidah orang Bali memang lebih mudah melafalkan amerta, kerta, atau kerti dibandingkan amreta, kreta, atau kreti.

Belakangan penulisan kreti memang seolah-olah “dibakukan” sebagai kerthi. Situasi ini tidak terlepas dari keberadaan program pemerintah daerah, khususnya melalui visi Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Atas alasan itu pula, melalui saran sejumlah birokrat, judul upacara yang dilaksanakan Desa Adat Batur mengikuti ejaan yang disepakati pemerintah: danu kerthi.

Panitia upacara tahun ini memberi judul upacara tersebut sebagai “Karya Agung Danu Kerthi, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bakti Pakelem ring Segara lan Puncak Gunung Batur, Mapaselang lan Mapadanan”. Disebut “karya agung” karena lingkup upacaranya yang besar dan kompleks. Penyematan frasa “karya agung” juga diharapkan dapat memberi ciri khusus terhadap ritual tersebut jika dibandingan dengan ritual pemuliaan danau dan gunung yang tiap bulan telah dilakukan oleh masyarakat adat Batur. Ritual-ritual pemuliaan danau dan gunung bulanan yang dimaksud termanifestasi sebagai pujawali; ngusaba; maupun caru insidentil ketika terjadi hal yang dianggap mengotori danau atau gunung.

Penyematan “karya agung” pada ritual tahun ini juga didasarkan pada pengambilan tingkatan upacara berupa tawur agung labuh gentuh. Tawur labuh gentuh adalah ritual caru besar dengan sarana-sarana binatang kurban tertentu di seluruh penjuru mata angin. Kurban-kurban tersebut antara lain berupa kerbau, sapi, menjangan, kijang, petu, kucit butuan, luwak, asu bangbungkem, dan berbagai jenis ayam dengan warna bulu berbeda-beda.

Sementara itu, ditinjau dari penggunaan wewalungan (kurban binatang) yang khusus ditenggelamkan ke danau, pakelem tahun ini juga lebih kompleks dibandingkan pakelem yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Pakelem tahun ini menggunakan 3 ekor kerbau dan seekor babi hitam seharga 1.000 kepeng. Empat kurban pakelem tersebut di luar kurban pakelem di Pura (Puncak) Kanginan dan Pura (Puncak) Kawanan Gunung Batur, di mana masing-masing dipersembahkan seekor kerbau.

Pakelem di danau didasarkan pada wacana Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, khususnya yang termuat dalam lontar Pratekaning Usana Siwa Sasana. Pada teks ini dijelaskan bahwa jika ingin melaksanakan upacara abhiseka kreti ring segara alit, pelaksanaanritualwajib dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemimpin negara, para patih Bali, ksatria, arya, dan kalangan brahmana. Adapun sarananya adalah 3 ekor kerbau serta seekor babi seharga 1.000 yang ditenggelamkan di arah barat.

Ketika menemukan penjelasan upacara tersebut di dalam Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, kami belum berani mengambil keputusan untuk menerapkannya. Kami menyadari bahwa pakelem di Danau Batur terkait dengan kemaslahatan seluruh Pulau Dewata, sehingga upacara yang digelar tidak boleh dilaksanakan sembarangan. Berlandaskan pemikiran itu, kami terus berupaya melakukan pendalaman terhadap wacana-wacana tentang pelaksanaan pakelem, hingga akhirnya bertemulah dengan sebuah catatan tertanggal 12 Desember 1919 atau dalam penanggalan Bali jatuh pada Sukra Umanis Ukir, Pananggal ke-4 Sasih Kanem, Isaka 1841.

Data yang memuat keterangan tersebut disimpan oleh salah seorang panglingsir Batur, Wayan Sukadia. Wayan Sukadia memang salah satu panglingsir yang perhatian dengan data-data, termasuk sering kali mengumpulkan dan mewacanakan kembali data-data yang dikumpulkan dalam tulisan-tulisan sederhana. Adapun data tersebut konon diterima olehnya dari salah seorang peneliti yang pernah melakukan penelitian subak dan jejaring air di Pura Ulun Danu Batur.

Catatan yang sesungguhnya hanya terdiri atas 2 halaman ini menjadi catatan berharga bagi panitia. Data ini memberikan informasi yang lengkap terkait tata cara pelaksanaan upacara pakelem, termasuk sarana-sarana yang digunakan. Meskipun berusia 104 tahun, catatan tersebut memuat dengan rinci sarana banten yang digunakan dalam ritual, baik yang dipersembahkan di sanggar tawang, di panggungan yadnya, maupun sarana upacara yang ditenggelamkan ke danau.

Secara khusus, pada bagian akhir catatan tersebut menjelaskan sarana wewalungan (binatang) yang akan ditenggelamkan ke danau. Kurban-kurban itu dibentuk dengan pola nyatur (mengambil posisi menurut arah mata angin) di danau. Di arah timur dipersembahkan seekor kebo yosbrana bertanduk emas yang hidungnya belum dicucuk diikuti masing-masing seekor babi, bebek, ayam, kambing, dan uang 10.100 kepeng. Di arah selatan dipersembahkan seekor kebo sabulu bertanduk emas yang hidungnya belum dicucuk diikuti masing-masing seekor babi, kambing, bebek, ayam, dan uang sebanyak 1.700 kepeng.

Kurban yang ditenggelamkan di arah barat adalah seekor babi seharga 1.000 kepeng. Kurban tersebut diikuti masing-masing seekor bebek, kambing, ayam dan uang kepeng sebanyak 1.100. Terakhir, di arah utara dipersembahkan seekor kebo cemeng (kerbau hitam yang beranak kerbau putih, kemudian kembali beranak hitam) dengan tanduk emas dan hidung belum dicucuk, diikuti masing-masing seekor babi, kambing, bebek, dan ayam, serta uang kepeng sebanyak 160.000 kepeng. Menurut catatan ini, uang kepeng di utara bisa dikurangi, tetapi diganti dengan besi yang dibentuk seperti peralatan manusia berupa sabit, badik, pahat, dsb.

Menanggapi catatan yang demikian detail tersebut, akhirnya Pangemong Pura Ulun Danu Batur memastikan langkah untuk melaksanakan upacara dengan mengikuti petunjuk yang ada. Hanya saja, realisasi kegiatan upacaranya tetap disesuaikan dengan kondisi, khususnya terkait wewalungan yang mengiringi kurban kerbau di tiap mata angin serta uang kepeng yang menyertainya. Setelah berkoordinasi dengan sulinggih Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Sibetan, Karangasem disepakati wewalungan yang mengiringi empat kurban utamatersebutdiambil sekali ke tengah. Wewalungan pangiring tersebut berupa kambing hitam, bebek hitam, ayam hitam, dan angsa, serta uang kepeng sebanyak 10.000 kepeng yang ditenggelamkan di madya (tengah). [T][bersambung]

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Tags: BaturDanau Baturdanu kertihPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan

Next Post

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co