25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
July 23, 2023
in Ulas Buku
Branding Baru Novel Berlatar Tragedi Erupsi Gunung Agung 1963 Karya I Gusti Ngurah Pindha

Novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar, edisi lama dan baru

MANTAN PEJABAT Wakil Gubernur Bali, I Gusti Ngurah Pindha, ternyata pernah menulis novel berjudul Selubung Barong dalam Lahar (1979). Novel penting dan langka yang berkisah tentang tragedi erupsi Gunung Agung 1963 itu kurang dikenal publik.

Atas inisiatif Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia, novel ini dicetak ulang. “Kami ingin setidaknya anggota keluarga kami semua bisa membaca karya leluhur kami,” ujar Gung Pindha.

Selain menulis novel ini, Ngurah Pindha juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata yang juga belum lama dicetak ulang.

Buku karya Ngurah Pindha: Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata

Saya beruntung dipercaya memproses penerbitan kembali novel Selubung Barong dalam Lahar. Berikut adalah pengantar ringkas sebagai editor.

Puji syukur kami panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia-Nya-lah, novel Selubung Barong dalam Lahar karya I Gusti Ngurah Pindha (1924-1991) ini bisa diterbitkan kembali setelah 44 tahun berselang.

Novel ini pertama kali terbit tahun 1979 oleh penerbit Sarana Bhakti, Denpasar, ukuran 18 x 12 cm, tebal 141 halaman. Rupa dan warna desain sampul bisa dilihat di bagian belakang novel ini. Desain sampulnya sengaja dipasang dengan berwarna di belakang (dan di bawah untuk hitam putih) untuk memenuhi rasa ingin tahu pembaca, yang mungkin bertanya: kayak apa sih bentuk sampul edisi perdana?

Novel ini diterbitkan kembali karena sulit didapatkan dan untuk memperluas akses pembacaan bagi peminat. Faktanya bahwa novel Selubung Barong dalam Lahar ini tidak dikenal masyarakat, termasuk kurang dikenal kalangan penggemar atau mahasiswa pecinta dan peneliti sastra di Bali. Ini petanda kehadiran novel I Gusti Ngurah Pindha ini tidak sampai ke tangan pembacanya, padahal isinya sangat menarik dan penting.

Seperti bisa disimak dari judul dan gambar sampul aslinya, novel ini dikisahkan dengan latar letusan Gunung Agung 1963. Meski berkisah tentang bencana alam mahadashsyat yang dialami Bali saat itu, novel ini berkisah jauh tentang filosofi Hindu, seperti ihwal karma phala, tri sarira (tiga lapis unsur dalam diri manusia: stula, suksma, dan anta karana sarira, masing-masing adalah badan kasar, badan halus, dan jiwa manusia), dan tentu saja Tuhan. Elemen percintaan diselipkan untuk membuat kisah dan cerita memiliki daya pikat yang multidimensional.

Situasi kaos mencekam yang terjadi saat bencana, lanskap puing, soal hukum karma, mitos, dan ihwal magis, dan kemahakuasaan Tuhan dinarasikan oleh pengarang lewat perjalanan dan dialog tokoh utama cerita, pemuda Bali yang kuliah di Yogya. Dalam perjalanan pulang ke desanya yang terletak tak jauh dari lereng Gunung Agung itu, dia melihat dan merasakan segala kedukaan yang bisa dirasakan pembaca.

Di akhir cerita, dia dikisahkan bertemu sosok gaib yang tampak seperti kakeknya tetapi bukan. Tokoh gaib ini menjelaskan semua rasa ingin tahu pemuda itu untuk menjelaskan berbagai misteri di balik lahar Gunung agung. Mengapa kata ‘barong’ digunakan di dalam judul novel, bisa disimak jawabannya dalam dialog sang tokoh dengan kakek tua gaib itu.

Peristiwa besar biasanya menjadi inspirasi tiada habis bagi sastrawan untuk menulis. Namun, erupsi Gunung Agung 1963 yang mahadasyat apalagi dikaitkan dengan pelaksanaan gagal upacara Eka Dasa Rudra saat itu belum banyak ditulis sebagai latar atau tema cerita. Bukan tidak ada sama sekali, tetapi hanya ada sedikit, bisa dihitung dengan jari tangan. Dari karya yang ada itu, semuanya bisa dikatakan kurang dikenal pembaca, karena tidak mudah diperoleh.

Sejauh yang bisa dicatat, ada empat karya yang sastra berlatar dan bertema utama tentang Gunung Agung meletus.

Buku-buku berisi karya dengan tema Gunung Agung

Pertama, “Geguritan Gunung Agung Meletus” karya Made Jelantik dari Sibetan, Karangasem, 10 km dari Gunung Agung. Geguritan berbahasa Bali ini terdiri atas 116 bait, ditulis tahun 1964, jarak yang sangat dekat dengan terjadinya erupsi. Naskah geguritan ini merupakan koleksi sastrawan terkemuka Dewa Gede Catra, dimuat di majalah Buratwangi tahun 2004.

Kedua, novel Selubung Barong dalam Lahar (1979) karya I Gusti Ngurah Pindha. Karya ini tidak banyak dikenal, baru ditemukan 2023, dan dicetak kembali tahun ini juga.

Ketiga, novel berbahasa Inggris The Night of Purnama (1983) karya Anna Mathews, diterbitkan oleh Oxford University Press, tebal 219 halaman. Buku ini pertama kali diinformasikan kepada saya oleh Graeme MacRae, sahabat dari New Zealand. Lalu, arsitek penggemar buku I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. (dosen Universitas Warmadewa) dengan baik hati meminjamkannya.

Keempat, novel Di Bawah Letusan Gunung Agung (2015) karya Djelantik Santha, penulis asal Karangasem. Ditulis dalam bahasa Indonesia, novel yang diterbitkan Balai Bahasa Bali ini mengisahkan bencana dan ritual Eka Dasa Rudra yang dikemas dalam kisah cinta.

Penemuan sampai cetak ulang novel ini berawal dari suatu hari di bulan Mei 2023. Seorang kawan, I Dewa Gede Windhu Sancaya, dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud mendapatkan novel Ngurah Pindha ini di sebuah toko buku sederhana di Denpasar. Dia membeli dua buku dan meneruskan sebuah kepada Agung Budhiantika Pindha (Gung Pindha), putra I Gusti Ngurah Pindha yang tinggal di Gold Coast, Australia.

Gung Pindha mengatakan tidak tahu ayahnya pernah menulis novel ini. Dari “penemuan” Pak Windhu inilah, Gung Pindha berinisiatif menerbitkan buku ini untuk diteruskan pertama-tama kepada keluarga, dan juga kepada peminat sastra atau pembaca lain yang berminat.

Selain itu, penerbitan ulang ini buku ini bisa bermakna sebagai lanjutan dari usaha untuk membuat karya-karya penting I Gusti Ngurah Pindha, yang berlatar belakang militer dan birokrat sebagai pejabat Wakil Gubernur Bali (lihat profil di bawah), bisa diakses dan dinikmati pembaca.

Sebelumnya, sudah diterbitkan buku karya beliau yang berjudul Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), yang awalnya dimuat bersambung di koran Suara Indonesia (kemudian bernama Bali Post) tahun 1960-an.

Sebagai editor penerbitan ulang atau rebranding novel ini, saya sempat memeriksa beberapa arsip koran Suluh Marhaen atau Suara Indonesia dari tahun 1964 hingga 1979 secara acak, namun tidak menemukan novel Selubung Barong dalam Lahar ini pernah dimuat. Riset lebih cermat mungkin perlu dilakukan sehingga lebih terkuak riwayat naskah novel ini.

Saya berterima kasih kepada sahabat Gung Pindha yang memberikan kepercayaan untuk mengawal proses cetak ulang novel ini. Sebagai editor, saya berusaha untuk merapikan ejaan, tata tulis, dan hal teknis lainnya. Jika masih ada yang kurang tepat, ampunilah!

Saya berterima kasih kepada I Gusti Bagus Arya Yudiastina yang memindai novel agar tidak mengetik ulang dan mengerjakan tata letak buku dengan cermat dan indah. Juga apresiasi saya sampaikan kepada sahabat pelukis hebat Made Kaek yang mengizinkan kami menggunakan karya dahsyatnya sebagai sampul novel edisi baru ini.

Profil Ringkas I Gusti Ngurah Pindha

I Gusti Ngurah Pindha lahir di Denpasar pada tahun 1924, dan wafat tahun 1991 dalam usia 67 tahun.

Ngurah Pindha

Masa kanak-kanak hingga Sekolah Dasar dihabiskannya di Bali. Memasuki awal usia 20-an ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) dan menjalani pendidikan militer Jepang di Singaraja selama dua tahun (1943-1945). Pada masa perjuangan melawan Belanda, ia turut menjadi anggota Kesatuan Resimen Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Jabatan resminya saat itu adalah Kepala Staf Batalion I dengan pangkat letnan. Tetapi, selama perjuangan ia sering berganti-ganti tugas sesuai perintah atasan dan mengikuti kebutuhan pasukan.

Setelah Indonesia berdaulat penuh, Ngurah Pindha melanjutkan karier militernya di Makassar (Sulawesi Selatan) sambil melanjutkan sekolah hingga lulus sebagai sarjana muda sosial politik. Kemudian ia disekolahkan lagi di Sekolah Staf Angkatan Darat di Bandung pada tahun 1960. Ia sempat menjabat sebagai Komandan Komando Pelabuhan Laut Makassar dan Kepala Staf I Korem III Makassar (1960-1962).

Tahun 1962 ia kembali ke Bali dan bertugas sebagai Kapendam Udayana, merangkap sebagai Kepala Kamuved Nusa Tenggara (1962-1966). Tahun 1965-1970 ia ditunjuk menjadi Wakil Gubernur tingkat I Bali. Kemudian pada 1977-1982, ia menjadi anggota MPRRI dan terakhir menjadi anggota DPRRI untuk masa jabatan 1982-1987.

Berbagai bintang jasa di bidang militer telah diterimanya, antara lain Bintang Gerilya, Satya Lencana Penegak, Satya Lencana, dan Medali 3 Windu. Ketika wafat pada usia 67 tahun, beliau diupacarai secara militer di tempat asal keluarga besarnya di Denkayu, Mengwi, Badung, Bali. Tahun 2017, almarhum dianugerahi Parama Budaya oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Selain novel ini, beliau juga menulis buku Perang Bali: Sebuah Kisah Nyata (2013), seperti disebutkan di awal tulisan ini. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis NYOMAN DARMA PUTRA
Ulasan Nominasi Sastra Bali untuk Anugerah Sastra Rancage 2022
Mengenal Kembali Sosok Panji Tisna: Kaitan antara Biografi, Proses Kreatif, dan Karya-karyanya
Mengapa Kumpulan Cerpen “Nglekadang Meme” Mendapat Hadiah Sastera Rancage 2021?
Tags: BukuGunung AgungNgurah PindhanovelProf. Darma Putrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Kembali Atraksi Sapi Gerumbungan dalam Lovina Festival 2023

Next Post

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Quo Vadis Dokter Indonesia? | Renungan dari Polemik Menkes vs IDI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co