27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 10, 2023
in Ulas Film
Aurora, Jeritan Hati si Anak Tengah | Catatan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Sumber: Instagram NKCTHI

SALAH SATU film favorit saya hingga saat ini adalah film yang berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)”.  Saya menyukai film ini karena sangat relate dengan kehidupan saya sebagai anak tengah.

NKCTHI merupakan satu di antara judul film yang rilis tahun 2020. Disutradarai Angga Dwimas Sasongko dengan bintang seperti Rio Dewanto, Sheila Dara Aisha, Rachel Amanda, Donny Damara, Susan Bachtiar, Oka Antara, Niken Anjani, dan Agla.

Beberapa bintang lainnya seperti Chicco Jerikho, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono, menjadi pelengkap karakter.

Kisah dalam film ini diangkat dari buku karya Marchella FP—yang versi aslinya berisi pesan-pesan pendek (quotes)—tentang pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat.

Film NKCTHI mengisahkan tentang sebuah keluarga yang menyimpan sebuah “rahasia”. Si Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga bahagia hingga satu demi satu kebahagiaan itu mulai pudar seiring berjalannya waktu.

Perubahan itu diawali dari sikap Awan yang mendapat tekanan dari orang tuanya. Imbas dari kejadian tersebut, tiga kakak beradik itu pun mulai memberontak hingga akhirnya rahasia keluarga mereka terungkap, sebuah trauma “luka” besar dalam keluarga mereka.

Dari sisi penceritaan, film NKCTHI memiliki alur multiplot di mana penceritaan dalam film tersebut, selain memiliki cerita utama (kisah keluarga tentang orang tua dan ketiga anaknya), juga memiliki plot-plot terpisah pada masing-masing anak: Angkasa, Aurora, dan Awan. Ketiganya memiliki cerita sedih-pilunya sendiri dengan permasalahan yang berbeda-beda.

Si Tengah Aurora

Barangkali, dalam film tersebut, banyak orang yang fokus dengan kehidupan Awan, si anak bungsu, yang selalu mendapat perhatian lebih dari kedua orangtuanya, khususnya Sang Ayah dan kakak pertamanya, Angkasa.

Tetapi, tidak dengan saya. Sebagai anak tengah, sudah barang pasti saya menaruh perhatian lebih pada karakter Aurora yang diperankan oleh Sheila Dara itu.

Sheila Dara Aisha pemeran Aurora dalam film NKCTHI

Dalam film yang berhasil menarik 2 juta lebih penonton ini mengisahkan Aurora sebagai anak tengah keluarga Narendra yang masa kecilnya digambarkan menjadi seorang atlit renang, namun saat dewasa berubah menjadi seorang seniman.

Sebagai putri pertama dalam keluarga tersebut, sosoknya sempat menjadi yang paling disayang, terutama oleh Angkasa, kakaknya. Namun, sejak kehadiran Awan si anak bungsu, semua perhatian keluarga seolah tersedot untuk Awan.

Tanggung jawab Angkasa sebagai kakak pun lebih banyak berperan bagi Awan daripada Aurora. Aurora sadar bahwa sosok Awan mampu menjadi “pusat dunia” baru bagi keluarga Narendra. Aurora sendiri memendam rasa kesepian sejak kecil lantaran hampir tidak ada yang pernah menyadari kehadirannya.

Aurora menjadi tokoh yang sering diabaikan oleh keluarganya. Ia sering merasa dianggap tidak ada, dan selalu dimanfaatkan keadaannya. Karena merasa “terasingkan” dalam keluarga, sosok Aurora menjadi lebih pendiam, dingin, dan terkesan sangat acuh.

Aurora si anak tengah dalam film NKCTHI, menggambarkan tentang perjuangan anak tengah yang pandai memendam kesedihannya, yang sesekali rindu menjadi pusat perhatian dunia dan keluarganya.

Pada awal tahun 2023, muncul sekuel film Nanti Kita Cerita Tetang Hari Ini, yaitu Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang. Film ini jauh lebih dalam menceritakan sosok Aurora yang lebih memilih melanjutkan kuliah di London.

Sosok Aurora mengajarkan anak tengah untuk tetap menjadikan rumah sebagai tempat pulang, karena pada dasarnya menjadi anak sulung, anak tengah, atau anak bungsu tidak akan pernah menjadi sesederhana yang dibayangkan, karena pada dasarnya apa yang terlihat di dunia nyata bukan gambaran utuh dari nuraninya.

Aurora adalah saya

Karakter Aurora dalam film NKCTHI ini sepertinya memang sangat relate dengan saya dan mungkin semua anak tengah yang ada di seluruh belahan dunia.

Karakter Aurora sangat tepat untuk menyampaikan isi hati seorang anak tengah. Dan benar, tanpa saya sadari, saat saya menonton filmnya, ada perasaan bergejolak di dalam hati saya saat momen-momen Aurora terus diabaikan.

Dapat saya rasakan bahwa anak tengah selalu menyimpan semua masalahnya sendiri, selalu tenang namun bukan berarti senang. Banyak suara-suara yang memaksa diungkapkan namun berakhir dipendam, dan disampaikan melalui tangisan.

Contoh kecil saja, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Perasaan diabaikan yang dirasakan anak tengah sering kali membuat mereka menciptakan dunianya sendiri. Sosok anak tengah selalu berusaha tumbuh menjadi anak mandiri, yang tidak merepotkan kedua orangtua dan saudara-saudaranya.

Anak tengah selalu berjuang dengan gigih mencapai impian-impiannya tanpa melibatkan orang-orang sekitar. Hal ini didorong oleh perasaan yang sering diabaikan. Anak tengah selalu dituntut untuk menjadi kuat, harus berbagi dengan sang kakak, dan tentunya harus mengalah dengan si bungsu.

Selain itu, anak tengah juga dituntut harus mampu mengelola ego dan emosi lebih baik, sehingga dapat mengurangi sifat kompetitif yang dimiliki terhadap saudara-saudara yang lainnya.

Kami selalu digambarkan sebagai sosok yang suka “menyendiri”. Hal ini terjadi karena anak pertama merupakan anak yang kelahirannya dinantikan oleh kedua orangtua, sehingga semua perhatian akan dicurahkan untuk anak sulung ketika lahir.

Dan ketika anak tengah lahir, benar memang perhatian orangtua terbagi untuknya, namun ketika si bungsu lahir, seluruh perhatian itu akan fokus pada si bungsu. Apalagi ketika jarak kelahiran anak-anak yang sangat dekat.

Maka wajar, saat anak pertama dan anak terakhir tidak ada di rumah, orangtua khawatirnya setengah mati. Tetapi, saat anak tengah yang tidak ada di rumah, mereka menganggap seolah-olah keluarga sudah lengkap.

Ya, Aurora adalah diri saya sendiri. Saya berusaha menjadi yang terbaik, dan menuruti semua keinginan orangtua agar tidak merasa “tidak dianggap” atau “diabaikan”, sehingga ada yang bisa dibanggakan dari sosok saya.

Namun, sama persis seperti Aurora, tampaknya anak tengah memang terlahir untuk selalu diabaikan.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Perihal Bunuh Diri dan Hakikat Neraka | Catatan Tentang Film Kembang Api
Hantu yang Selalu Perempuan dalam Film Indonesia dan 5 Film Horor yang Wajib Ditonton
Laut Menyatukan Kita | Catatan tentang Film Avatar: The Way of Water
Tags: bioskopfilmfilm layar lebar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya

Next Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co