2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencintai dan Dicintai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 13, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

KATA CINTA adalah salah satu kata yang menjadi magnet luar biasa. Mendengar kata cinta, kita sudah merasakan energi yang positif dalam kehidupan kita.

Ya, memang kita harus sadar bahwa wujud kita ini disusun oleh partikel-partikel cinta. Cinta yang menyatu antara bapak dan ibu kita. Bahkan secara lebih luas lagi, kita yakin, alam beserta isinya ini ada, mengada, dan diciptakan justru karena cinta dan kasih sayang dari Tuhan. Sehingga Tuhan sering disebut “Maha Pengasih dan Penyayang”

Kekuatan dari kehidupan ini adalah cinta, sehingga cinta sering disimbulkan sebagai jantung. Karena jantunglah yang membuat kehidupan kita ada. Ketika jantung itu berdenyut, di situlah kehidupan ada. Dan ketika jantung berhenti berdenyut, disitulah kehidupan berhenti.

Cinta adalah milik setiap mahluk hidup ciptaan Tuhan. Sehingga cinta yang bisa kita berikan kepada sesama makhluk lain disebut dengan “mencintai”. Dan cinta yang bisa kita dapatkan dari sesama disebut dengan “dicintai”.

Dalam kehidupan, mencintai dan dicintai adalah dua hal yang sangat penting dan erat kaitannya. Kedua hal itu membawa pengaruh besar terhadap kebahagiaan dan keberhasilan seseorang dalam hidup.

Cinta di dunia ini ibarat lampu bagi para anai-anai. Terang cahayanya  akan menyebabkan anai-anai tertarik dan senantiasa cahaya itu dirubung dan didatangi.

Banyak cara yang ditawarkan untuk mendapatkan cahaya. Namun sayangnya upaya yang dilakukan oleh manusia zaman sekarang adalah mengupayakan dengan segala hal agar bisa dicintai, bukan mencari daya upaya untuk mencintai.

Padahal dalam kenyataannya, semakin manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka membenturkan diri dengan dinding kegagalan dan akan membuat orang itu menderita. Penderitaan itu muncul sebenarnya akibat kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain.

Banyak kaum muda yang akhirnya terjebak dalam hubungan bebas, bahkan narkoba hanya gara-gara ingin dicintai oleh kawan sebayanya atau kelompoknya. Perilaku pamer kekayaan orang tua juga salah satu gejala untuk memperoleh simpati dan dicintai oleh kelompoknya.

Kenakalan remaja yang sering kita saksikan, baik perkelahian antar kelompok, atau terlibat dalam kasus narkoba, karena mereka takut dianggap banci dan tidak solider jika tidak melakukan kenakalan-kenalakan itu.

Mereka melakukan kenakalan seperti itu didorong insting agar tidak ditinggalkan oleh kelompoknya. Mereka ingin tetap dicintai oleh kelompoknya.

Begitu juga para wanita, berkutat mati-matian agar terlihat senantiasa ramping dan indah, mereka rela bersakit-sakitan dalam menempuh segala macam program diet yang terkadang sudah tidak masuk akal. Dan rela mengeluarkan budget jutaan rupiah untuk membeli mewangian, sulam alis, tas bermerek, perhiasan emas yang jika dipikir dengan waras sebenarnya sangat berlebihan. Dan semua itu dilakukan karena mereka takut kehilangan rasa cinta orang lain.

Pola konsumsi di luar kewajaran itu bsebenarnya tercipta karena mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kekaguman orang lain terhadap dirinya. Dan inilah yang namanya “mabuk dicintai”

Dicintai oleh orang lain sangat penting bagi kebahagiaan dan kepercayaan diri seseorang. Ketika seseorang merasa dicintai, ia merasa diterima dan dihargai oleh orang lain. Ini memberikan rasa aman dan kepercayaan diri yang kuat.

Orang yang merasa dicintai akan cenderung lebih optimis dan bersemangat dalam menjalani hidupnya. Dia juga lebih mudah merasa bahagia dan mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan lebih baik.

Memang bahagia rasanya kalau kita merasa dicintai, dicintai oleh keluarga, dicintai oleh teman-teman kelompok kita, dicintai oleh lingkungan masyarakat. Segala upaya, sadar atau tidak sadar,  yang kita lakukan, adalah berharap agar kita “dicintai”

Namun banyak orang tidak menyadari bahwa “dicintai” itu adalah sebuah akibat, dan sebagai penyebabnya atau awal adalah ketika kita mulai dengan “mencintai”.

Ya, memang benar ketika kita mengawali apa pun dengan mencintai, maka sudah pasti akan melahirkan apa yang kita harapkan yaitu “dicintai”. Ketika kita mencintai alam, dengan memelihara tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, maka kita akan “ dicintai “ oleh alam itu, kita diberikan kesejukan, keindahan bahkan kesehatan.

Begitu juga ketika kita mencintai binatang peliharaan kita, maka pasti kita akan dijaga oleh binatang peliharaan kita sebagai bentuk bahwa kita “dicintai”. Begitu juga ketika kita mencintai masyarakat lingkungan sekitar kita, maka sudah pasti kita akan dicintai oleh masyarakat itu sendiri, apapun kesulitan dan masalah yang kita hadapi sudah pasti lingkungan masyarakat kita akan membantu sebagai bentuk kita dicintai masyarakat.

Tidak salah kalau sering orang bilang, apa yang kita tanam maka itu yang akan kita petik. Inilah hukum sebab akibat dalam kehidupan kita, bukan karena kita dicintai maka kita baru mencintai, tapi dengan “mencintai” sudah pasti akan berbuah “ dicintai”.

 Mencintai adalah sikap positif yang harus dipelajari oleh setiap orang. Mencintai berarti memberikan kasih sayang, perhatian, pengertian dan dukungan kepada orang lain. Ini membuat seseorang merasa dihargai dan diterima oleh orang lain. Selain itu mencintai juga memberikan rasa bahagia dan kepuasan yang lebih besar dari pada hanya merasa dicintai.

Ketika seseorang belajar untuk mencintai, ia akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih memahami kebutuhan dan keinginan orang lain. Ini membantu memperkuat hubungan antara orang-orang yang terlibat dalam suatu hubungan, baik itu hubungan keluarga, hubungan pertemanan atau hubungan antarsesama pada lingkungan masyarakat.

Belajarlah untuk selalu “ mencintai” untuk menjadikan pribadi yang “dicintai”. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Tags: cintacinta kasihfilosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kapan Wisuda, Masih Relevankah Ditanyakan?

Next Post

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co