6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Aftersun” : Kesedihan yang Berwibawa

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 4, 2022
in Ulas Film
Film “Aftersun” : Kesedihan yang Berwibawa

Gambar diambil dari Aftersun Trailer/youtube

Rekaman vidio yang kabur mencatat keping-keping percakapan antara anak dan ayah. Zoom in—zoom out yang agak goyah, memulai sebuah pertanyaan—sekaligus mengakhirinya: “Apa itu?”, “Ketika kau berumur 11 tahun, apa yang kau lakukan?”.

Dan jeda. Gambar tenggelam oleh nyaring suara, seketika gelap, seketika hitam. Dari kegelapan mengkilat segaris cahaya yang terbuka, ada kerumunan orang-orang menari. Namun masih belum tampak jelas, semuanya lewat dan melintas begitu saja.

Di tengah-tengah cahaya yang jatuh bangun, seorang wanita memejamkan kedua matanya—terpenjara dalam framing. Sepertinya ia menarik diri ke lembaran masa lalunya, menggapai ingatan yang lusuh bagai kertas terlepas dari kepalan tangan. Tetapi cuma satu yang dihinggapi. Di sana segalanya nyaris putih. Dan tampak seorang gadis kecil melambaikan tangan dengan wajah yang entah menyembunyikan tangisan—entah melawan senyuman.

Sebuah debut fitur yang bersih dari Charlotte Wells selaku sutradara dan penulis skenario. Lewat kolaborasinya dengan Paul Mescal dan si gadis cantik Frankie Corio, Aftersun arahannya memberi sentuhan yang informal—bukan  drama ayah-anak layaknya Fathers and Daughters atau The Pursuit of Happyness, yang memaksa penonton untuk berlinang air mata terus-menerus.

Dalam Aftersun, keakraban dan keberjarakan tersegmentasi lewat subjek-subjek yang tampil. Terkesan selalu ada jarak antara keduanya dan kita (para penonton) dari kaca jendela, televisi cembung juga kamera perekam. Namun di balik benda-benda yang menjadi semacam pantulan kisah, yang menahan kita untuk bisa lebih dekat, mereka—ayah dan anak itu mempunyai semesta kedekatannya sendiri.

Musim panas pertengahan, Sophie dan Calum, pasangan ayah-anak, pergi berlibur untuk menghabiskan waktu bersama ke sebuah kota di negara Turkey. Di sana momen-momen acak mereka lakukan bersama tanpa banyak mengungkit apa yang pernah ada dan terjadi pada masa lampau.

Shopie, gadis berumur 11 tahun itu, tak pernah menanyakan dengan spesifik kenapa ayahnya dan ibunya berpisah. Calum tak pula berkenan mengungkapkan. Ruang kedekatan mereka ternyata meletakkan sekatnya sendiri. Kerenggangan tercipta dari cerita yang tak terungkap. Sophie seperti tak mengenal utuh sosok ayahnya. Tapi tak perlu menjadi pusat keresahan. Karena titik perhatian mengarah pada relasi kedua karakter. Pada momen penghabisan mereka terhadap waktu.

Mungkin lebih dari satu jam durasi, kita akan melihat jelajah keduanya di kawasan wisata, kolam renang, kamar, dan tempat pemandian lokal Turkey. Peristiwa-peristiwa yang datang dan tergambarkan dalam kurung durasi tersebut—tentu akan kita anggap sebagai sebuah penawaran yang nihil. Pun kekosongan ruang yang begitu lama ditampilkan—melahirkan kebosanan.

Bahkan hal-hal yang sengaja ditinggalkan oleh Charlotte Wells di sana. Seperti penggalan-penggalan tegas karakter Calum yang mengidap depresi dan rasa cemas. Yang mana Calum tak menyangka Sophie akan beranjak dewasa, dan ia harus lebih awas akan hal yang terjadi pada waktu mendatang—akan terlihat tak memiliki motif yang krusial. Asumsi itu akan tumbuh bersama kita, akan mengekori kita.

Namun asumsi itu harus kita gugurkan sementara oleh kilasan adegan yang disusupi di tengah-tengah cerita. Kita patut curiga atas kehadiran salindia tersebut. Apa maksudnya? Dan apakah ada kesenjangan dalam cerita? Salindia tersebut, fragmen yang muncul secara kedipan mata itu—adalah jembatan antara momen-momen acak dan apa yang berusaha Charlotte Wells munculkan dalam Aftersun. Sebuah upaya mengais memori dari Sophie terhadap sosok ayahnya dan peristiwa yang mereka jalani bersama-sama.

Charlotte Wells mampu mengemas semua ini begitu artistik, terartikulasikan dengan kuat dan narasi yang sanggup tak berloncatan, kendati ada sejumput kilas-balik—ia menangkis interupsi tersebut. Sebuah debut fitur yang benar-benar mengagumkan.

Aftersun adalah kesedihan yang berwibawa. Mengungkapkan kerinduan kepada ingatan yang tersangkut di jantung masa lalu—dan itu menghantuinya. Jalinan cerita yang awalnya cuman sebagai bukti dari kenangan yang memadat dalam diri Sophie dewasa—berhasil menyentuh sensibilitas yang paling sensitif dari diri kita.

Walau film ini mempunyai beberapa catatan seperti: graphic match yang terlalu boros dan mudah ditebak kedatangannya, lalu latar Turkey yang cuman sebagai tempelan dan bukan eksplorasi kisah. Catatan tersebut tak melemahkan kisah ini ketika kita berlabuh di penghujung. Semua catatan itu lenyap—semua itu menjelma sebuah kelebihan dan karakteristik.

Pamungkasnya yang emosional, Calum menari bersama para turis lainnya dan mengajak Sophie bergabung. Iringan lagu Under Pressure  dari Queen mewarnai tarian mereka. Lalu kilasan adegan itu muncul lagi, menyusup ke tengah-tengah tarian. Tampak seorang wanita, wanita yang sebelumnya memejamkan mata itu—Sophie dewasa.

Ia melewati kerumunan, melihat ayahnya, Calum, menari-nari di antara cahaya yang jatuh bangun. Ia berteriak memanggilnya—tapi tiada terdengar, segalanya kedap, ia menariknya, memeluknya—dan menangis di pelukannya. Tapi seketika semuanya nyaris putih. Tak ada kelip-kelip lampu lagi. Tak ada kerumunan yang menari-nari. Hanya lambaian seorang gadis kecil, yang entah menyembunyikan tangisan—entah melawan senyuman.

Dan jeda. Saya melihat momentum ending yang sangat apik: sebuah paralel penutup dari Krzystof Kieslowski dalam Three Colours Red, dan saya nikmati lagi dalam Aftersun. Indah, menakjubkan, luar biasa menarik emosi. Atmosfir kesedihan yang sulit dielakan. [T]

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Film Pendek “Kala Rau When the Sun Got Eaten”: Gerhana, Mitos, dan Sedikit Orde Baru
Tags: filmfilm layar lebarsinema
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasi Kuning: Warisan Intangible | Pintu Akselerasi Perempuan Mewujudkan Mimpi Pemberdayaan

Next Post

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails
Next Post
Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co