24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 17, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Oktober 2022

[][][]

1. Catatan harian ini saya tulis di perjalanan menuju kampung saya untuk melayat Pemangku (istri) Pura Segara berpulang. Saya menulis ini dengan perasaan bersalah sebab pernah berjanji (dalam hati) suatu hari saya ingin mengundang seluruh Pemangku di kampung saya duduk bersama di tempat saya untuk membaca 34 lontar-lontar pedoman Kependetaan dan Lontar Pedoman Membaca Lontar dan Lontar Pedoman Membaca Aksara Suci.

2. Benar bahwa orang Bali yang tidak pernah menekuni secara sistematis aksara Bali akan ragu-ragu kalau akan ada bisa membaca rajah, kajang, ulap-ulap dan semua aksara modre.

Kenyataannya: semua aksara suci bisa dibaca. Kecuali aksara tersebut dibuat-buat seolah aksara suci. Kenapa? Karena menyurat aksara suci Rajah, Kajang, lontar Amari Aran, dan lain-lain yang disucikan itu ada tabel aksara suci.

Maka yang terjadi:

A. Jika yang membuat tulisan modre atau aksara suci tidak berdasarkan tabel tersebut, maka memang tidak bisa dibaca.

B. Jika ada orang tidak bisa membaca modre atau griguh atau aksara suci Bali, artinya orang tersebut tidak menguasai tabel pedoman membaca aksara suci. Lontar-lontar ini dipegang oleh para tokoh Nyastra dan Pedanda, Mpu, Pemangku, Dukuh, dan semua pendeta Hindu tradisional bali.

3. Jika ingin bisa membaca aksara suci maka seseorang harus melek aksara Bali. Kalau masih buta aksara Bali, jangan dulu sebaiknya membahas aksara suci.

Wong panjenengan ra mudeng boso ngoko, yel-eyel debat boso kromo, piye?

Sebagai perbandingan, seseorang harus menguasai aksara Arab, baru akan lancar diajak ngaji.

Kalau buta huruf mau ngaji bagaimana? Harus mulai dengan Alif Ba Ta.

Demikian juga dengan urusan pembacaan mantra dan aksara suci dalam lontar-lontar Bali.

Harus paham khatam atau fasih membaca aksara wreastra dan busana aksara, lalu paham warga aksara (persoalan fonetik dan artikulasi bunyi di mulut ketika diucapkan). Kalau tidak paham betul sandangan swara wyanjana akan blepotan diajak membaca yang lebih tinggi. Jika menguasai dengan baik hal-hal ini, sudah tingkat mahir, baru nantinya masuk ke wilayah wijaksara dan modre.

4. Jika belum pandai membaca lontar-lontar standar, seperti karya-karya sekar alit (geguritan dan gegitan), jangan dulu masuk ke sekar madya atau kidung. Jangan buru-buru naik kelas. Setelah kidung baru kakawin.

Dalam persajakan atau guru-lagu, menembang kakawin kita diajak memahami sedikit-demi-sedikit persualan warga aksara dan artikulasi bunyi semua aksara dan perubahannya, termasuk “aksara di depan mempengaruhi bunyi aksara di belakangnya”, demikian sebaliknya “aksara yang mengikuti akan mengubah posisi mulut, gigi, hembusan nafas”, sehingga “aksara di depannya berubah suara”. Di sinilah beberapa wijakasara terjelaskan bagaimana perubahan nasalisasi-nya.

Anuswara dan warga swara banyak ragamnya dipahami lewat proses belajar tembang, lalu dari dasar tembang inilah seseorang memasuki khazanah mantra dan pengucapannya. Seseorang yang rendah kadar pemahamannya pada sastra tembang, jika memasuki kependetaan dalam tradisi suci di Bali, maka besar kemungkinan ragu bermantra secara terbuka. Bukan karena urusan berindah suara, tapi reng dan getar dengung pengucapan wijaksara cenderung kurang meyakinkan.

5. Sekali lagi, semua wijaksara bisa dibaca.

Persyaratannya:

A. Kita fasih membaca aksara Bali dan paham anuswara dan persoalan warga aksara.

B. Kita memegang Tabel Pedoman Pembacaan Wijaksara & Modre.

6. Di bawah ini saya sertakan contoh singkat dari tabel membacanya. Saya sebut ke teman-teman dekat sebagai jenis-jenis “Lontar Membaca Lontar. Aksara Membaca Aksara”. Sebab, banyak saya temukan lontar-lontar sejenis ini menjadi pedoman membaca lontar lainnya. Banyak saya temukan Tabel Aksara Untuk Membaca Aksara.

Jadi hanya mereka yang menguasai pondasi aksara bisa naik tangga langit-langit aksara. Jika tidak pernah membangun pondasi aksara dalam diri, langsung naik ke langit-langit aksara, inilah yang dimaksud dengan aywawera atau haywa werah.

[Aywawera adalah kalimat perintah atau klausa imperatif (subjek orang kedua lesap) bentukan dari ‘aywa/ haywa’ artinya “jangan/ janganlah” dan ‘Werah/ Wera’ artinya ceroboh, gegabah, tidak paham alur dan tata titi. Diperintahkan kepada siapun yang hendak membaca lontar-lontar Bali harus menguasai dasar-dasar keaksaraan, kebahasaan, tembang dan persajakan, serta sistem Tatwa & Kedewataan, sebelum memasuki topik-topik berat seperti wijaksara. Kalau tidak, konslet, salah-salah nyem lalah, ngumik, kodal tanpa budi, kepongor, dan seterusnya].

Di bawah ini disertakan beberapa gambar lontar tabel yang sebenarnya ada puluhan capek saya temukan di berbagai perpusatakaan lontar di dunia, ada sekitar 5 lontar koleksi warisan kami di rumah.

Dalam tradisi suci hal seperti diajarkan dalam garis guru-sisya. Artinya direct transmission, dari guru mumpuni ke sisya yang matang.

Di sini spil tipis beberapa gambar contoh dan bayangan. Bagi yang fasih membaca aksara Bali pasti bisa membaca modre dan “kode aksara” di atasnya. Tampak dalam gambar umumnya yang di atas wijaksara atau modre, di bawahnya tercantum bunyinya (kalau tidak bisa membaca aksara Bali, silahkan undang teman yang fasih).

7. Apa yang saya sampaikan ini adalah apa yang ada dalam lontar-lontar.

“Di Bali”, kata seorang Pedanda Lebar dari Sanur yang saya temui di masa kuliah S1, “Jika ada kita ‘bisa’ itu karena ‘kabisan’ kita bersumber dari ‘kebis-kebisan’ yang kita kumpulkan”.

Pangayu bagya dan parama sukma merujuk pada Para Kawi & Sang Dewi yang berstana di atas lembar lontar-lontar. [T]

Tags: aksaraaksara balilontarSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri

Next Post

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Balawan: Musik Tradisi Tetap Perhatikan Unsur Modern Seperti Fashion dan Tata Lampu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co