25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuaca Masih Ekstrem: Para Jomblo Stop Berdoa Mohon Hujan, Carilah Pacar!

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Adegan dalam Film “The Shawshank Redemption” [1994]

MESKI di beberapa daerah hujan sudah reda dan hari mulai panas, namun di sejumlah daerah lain hujan tampaknya belum sepenuhnya berhenti. Apalagi, ini memang masih musim hujan. Yang bikin cemas, cuaca di sejumlah daerah masih ekstrem. Buktinya, di media sosial maupun di media arus utama, berita banjir masih tetap ada.

Teman-teman yang melewati jalur Denpasar-Singaraja masih tetap waspada, karena titik banjir di wilayah Pancasari belum bisa diatasi. Jika hujan, banjirlah berita tentang banjir di media sosial. Belum lagi kemungkinan longsor tetap jadi hantu dalam perjalanan.

Kenapa tiba-tiba panas, lalu tiba-tiba hujan turun sangat lebat disertai badai? Kenapa cuaca ikut-ikutan tidak bisa ditebak? Kenapa tidak mood cewek saja yang sulit ditebak? Kenapa cuaca ikut-ikutan tak bisa ditebak?

Mungkinkah itu kerjaan para jomblo? Hah?

***

TERSEBUTLAH sebuah kisah di sebuah negeri antah berantah. Hujan turun secara ekstrem, begitu deras. Banyak tanah longsor dan banjir. Setelah diselidiki, ternyata penyebab banjir adalah para jomblo yang jumlahnya makin banyak di negeri itu. Lho?

Barangkali tak ada yang pernah berpikir bahwa jomblo juga bisa jadi salah satu penyebab terjadinya perubahan cuaca yang ekstrem. Jika pembaca tulisan ini adalah seorang jomblo, tentu akan tahu jawabannya kenapa jomblo dianggap menjadi biang kerok masalah ini.

Ya, karena jomblo biasa berdoa setiap Sabtu malam atau malam Minggu. Berdoa agar turun hujan deras disertai badai kencang. Itu dilakukan agar teman-temannya yang punya pacar tak bisa bermesraan dengan bermanjaan sambil jalan-jalan menikmati Sabtu malam.

Apalagi pada bulan Februari, bulan yang disebut-sebut sebagai bulan kasih sayang. Hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir setiap hari. Saat itu, para jomblo ternyata sedang getol-getolnya berdoa agar hujan turun dengan deras.

Semakin banyak jomblo yang berdoa semakin semakin sering turun hujan yang deras. Semakin banyak jomblo yang berdoa, semakin besar kemungkinan angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan mungkin saja durasinya sepanjang hari atau bisa juga sepanjang minggu. Atau sepanjang mantan-mantan mereka masih berstatus pacaran dengan orang lain. Doa ini tentu saja dilakukan jomblo-jomblo yang tidak bisa move on alias masih hold on.

Maka, agar tak terus-terusan terjadi hujan, pemimpin negeri pun mengeluarkan maklumat agar para jomblo jangan terus-terusan berdoa minta hujan deras dan badai. Daripada berdoa minta hujan, para pemimpin menyarankan lebih baik berdoa disertai perjuangan untuk mendapatkan pacar.

***

CERITA di negeri antah berantah itu tentu saja fiksi dan karangan semata. Tapi dalam kenyataannya, tampaknya ada dari kita pernah melihat, atau setidaknya tahu, bahwa ada seorang jomblo yang bahagia ketika turun hujan deras di malam Minggu.

Ada yang menulis status di beranda facebook: “Hahaha, hujan ya? Kasihan deh lo yang mau malmingan”.

Atau ada juga yang menulis dengan bahasa sok kebarat-baratan “Hujan ya? Too bad so sad for you couple”.

Bahkan ada juga yang sebelum malam Minggu tiba,  mereka terang-terangan berdoa agar turun hujan deras. “Malam minggu besok moga-moga turun hujan deras ya Tuhan. Galau liat mereka pacaran”.

Nah, jomblo-jomblo yang membaca tulisan ini, apakah ada yang pernah seperti itu? Atau apa ada yang pernah melihat temannya yang sesama jomblo seperti itu? Ayo ngaku, yang ngaku disayang Tuhan, ha ha ha.

Orang-orang tua mengatakan bahwa doa dari orang yang tulus biasanya akan terkabul, jika berdoa secara sungguh-sungguh juga akan terkabul, dan doa dari orang yang tersakiti katanya juga akan terkabul.

Nah, siapa tahu jomblo-jomblo itu adalah orang-orang yang tersakiti, misalnya menjomblo karena gagal move on, masih terasa sakit akibat pasangannya selingkuh dengan orang yang lebih tampan, lebih kaya, lebih bertalenta dan yang pasti lebih perhatian. Apa daya kalau sudah seperti itu. Maka, berdoa saja.

Tapi kenapa berdoa mohon hujan? Seperti katak saja. Jangan seperti katak-lah. Lebih baik, sebagimana pesan pemimpin di negeri antah berantah itu, para jomblo lekas berdoa untuk mendapatkan pacar. Jika doa belum juga terkabul, maka berjuanglah. Jangan pasrah tak jelas, lalu berdoa agar teman yang punya pacar juga menderita. Ayo, move on dong.

Jika doa mohon hujan dikabulkan, apakah para jomblo akan bahagia? Apakah para jomblo bahagia melihat teman-teman yang punya pacara juga menderita? Ah, jangan begitu, ah!

Ingatlah, jika doa para jomblo yang minta hujan deras disertai angin kencang itu terkabulkan, maka yang menderita bukan hanya pasangan yang sedang dimabuk asmara, tapi juga warga yang tinggal di lokasi rawan banjir dan rawan longsor juga mnederita. Nah, jika hujan deras dan banjir besar itu menyebabkan warga lain juga menderita, apakah para jomblo berbahagia?

Selain berdoa dan berjuang agar dapat pacar, bukankah lebih baik jika berdoa juga demi kebahagian mereka (baca: pasangan-pasangan asmara itu, yang di dalamnya ada sang mantan). Siapa tahu rejeki akan dilipatgandakan oleh Tuhan dan segera mendapatkan pacar.   Percayalah, Tuhan pasti sayang dengan jomblo-jomblo yang rajin berdoa untuk kebaikan orang lain di muka bumi ini.

Dan penting diingat, jika para jomblo sudah dapat pacar, status jomblo pun berubah menjadi berpacaran, bila perlu langsung ke bertunangan. Jika nanti sudah punya pacar, bagaimana rasanya jika ada orang lain yang berdoa agar kita tak bisa jalan-jalan di malam Minggu akibat hujan deras dan badai kencang? (T)

Tags: cintacuacahujanjomblo
Share173TweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Bunga-Bunga – Sebuah Dongeng untuk Bhuja*

Next Post

“Kucing Hitam 1988” – Catatan Perayaan Menyambut Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

“Kucing Hitam 1988” – Catatan Perayaan Menyambut Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co